Indische Partij Danudirja Setiabudi XI IIS 2 Nabila Shafira Andi Fajar

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Peran Islam dalam Kebangkitan Nasional
Advertisements

BELVA IRENE FALAHUL BASHIRAH
TAMANSISWA Taman Siswa berdiri pada tanggal 3 Juli 1922, Taman Siswa adalah badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat yang menggunakan pendidikan.
ZAMAN PERGERAKAN NASIONAL
A. Pengertian Pergerakan Nasional
TAMANSISWA Taman Siswa adalah nama sekolah yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara pada tanggal 3 Juli tahun 1922 di Yogyakarta. Taman berarti tempat bermain.
BAB II IDENTITAS NASIONAL.
Pendidik Nasionalis Yang Agamis
BAB 5 PERKEMBANGAN ORGANISASI PERGERAKAN DI INDONESIA
Perumusan pancasila Nilai Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Abad 16
Paham – Paham dan Kesadaran Kebangsaan Indonesia.
“ dua aLiran pokok Pendidikan di Indonesia”
Masyarakat Indonesia Masa Pergerakan Nasional Menjelang Kemerdekaan
BAB 6 PEMBENTUKAN IDENTITAS NASIONAL
Sejarah Pramuka Oleh: Mirwan
MK. PANCASILA Sekitar abad VII-XII dalam wilayah nusantara telah berdiri kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan.
BAB 1 Berkomitmen terhadap Pancasila sebagai Dasar Negara
PARTAI NASIONAL INDONESIA
Masa Awal Pergerakan Nasional
Indonesia tanah airku Tanah tumpah darahku Disanalah aku berdiri Jadi pandu ibuku Indonesia kebangsaanku Bangsa dan Tanah Airku Marilah kita berseru Indonesia bersatu.
PROSES KEBANGKITAN NASIONAL PROSES PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME 1.MENINJAU CARA BERJUANG RAKYAT SEBELUM TAHUN 1908 Hingga tahun 1908, Pemerintah.
Pertemuan ke-5.  Budaya adalah ciptaan manusia, tapi budaya menguasai kehidupan manusia, karena itu kebudayaan disebut superorganik  Contoh: manusia.
KEBANGKITAN NASIONAL Oleh: Ulya Fuhaidah.
Warga Negara Pewarganegaraan.
120 menit Sejarah / program: IPA 1.
HUKUM DALAM ARTI TATA HUKUM
Sekitar Berdirinya PNI
PNI(PartaiNasionalIndonesia)
Pergerakan Wanita Dalam Pergerakan Nasional
Pergerakan Pemuda Kebangsaan
BAB VIII SEJARAH PENDIDIKAN DI INDONESIA
PANCASILA PRA KEMERDEKAAN
SEJARAH PERJUANGAN BANGSA DAN SEMANGAT KEBANGSAAN
Seni Lukis Indonesia Modern PraNasionalisme Pertemuan 6
3. Kebijakan Pemerintah dalam bidang keagamaan
Nasionalisme di Filipina
BAB 3 MUNCULNYA NASIONALISME INDONESIA
STANDAR KOMPETENSI MEMAHAMI PROSES KEBANGKITAN NASIONAL.
Sejarah Hadirnya Partai Politik di Indonesia
STRATEGI POLITIK NU MASA PENJAJAHAN JEPANG
Pergerakan Nasional // XI iis-3 / SMA 71
Perbedaan Perjuangan Bangsa Indonesia
Kelompok Dewi Sartika :
BAB 4 MENUMBUHKEMBANGKAN KESADARAN NASIONAL INDONESIA
PARTAI POLITIK (Kelas B)
ARWINDA JAKA PRATAMA ( )
Organisasi Pergerakan
ORGANISASI PEMUDA PERGERAKAN NASIONAL
Partai Komunis Indonesia (Indische Sociaal Democratische Vereeniging)
PARTAI NASIONAL INDONESIA
Organisasi kooperatif dan non kooperatif
KELOMPOK 4 Anggi fitriyani annisa syahnun maria serevina nidia christine stelia mardiana simanjuntak XII MIPA 6.
TERBENTUKNYA KESADARAN NASIONAL
PERKEMBANGAN PERGERAKAN NASIONAL DI INDONESIA
(Kebangsaan Indonesia)
ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL
Presented By: Lailatul Hikmah
KABINET NATSIR.
HAKIKAT PENDIDIKAN DAN MENDIDIK
PAHLAWANKU BY: pasha 5D AKBAR 5D.
Menganalisis Organisasi Pergerakan Masa Pendudukan Jepang
PERTUMBUHAN PAHAM BANGSA INDONESIA
OM SWASTYASTU KELOMPOK ips : 1 Ketua Kelompok : PUTU ARI HANDAYANI
Munculnya Ruh Kebangsaan dan Nasionalisme
Dr. Tjipto Mangoenkusumo
CINTA KASIH SESAMA MANUSIA
PERINTIS-PERlNTlS SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA: KI HAJAR DEWANTARA ( 2 Mei april 1959) MUHAMMAD SYAFEI ( )
Dampak Kolonialisme, Pergerakan Nasional, dan Sumpah Pemuda
Pesan Bung Hatta Pada tahun 1932, atas nama Pimpinan Umum Pendidikan Nasional Indonesia, Bung Hatta mengeluarkan sebuah brosur berjudul Ke Arah Indonesia.
NILAI-NILAI PANCASILA DALAM SEJARAH BANGSA INDONESIA
Transcript presentasi:

Indische Partij Danudirja Setiabudi XI IIS 2 Nabila Shafira Andi Fajar Annisa Azria Arif Bayu Setyo Kanti A. Pramesti Nurmeividiani 07-04-2015 SMAN 71 Jakarta

Kelahiran Indische Partij Tempat, tanggal lahir : Bandung, 25 Desember 1912 Pimpinan : Danudirja Setiabudi Dr. Cipto Mangunkusumo Ki Hajar Dewantara SMAN 71 Jakarta 07-04-2015

Program Indische Partij Menanamkan cita-cita persatuan nasional Indonesia Memberantas kesombongan sosial dala pergaulan (bidang pemerintah & masyarakat) Memberontak segala bentuk tindakan yang membangkitkan kebencian antar agama dan ras Memperkuat pengaruh pro-Indonesia dalam pemerintah kolonial Menyerukan perbaikan ekonomi bangsa Indonesia SMAN 71 Jakarta 07-04-2015

Tujuan Indische Partij Membangun patriotisme semua “Indiers” kepada tanah air Menganjurkan kerjasama atas dasar persamaan ketatanegaraan Memajukan tanah air Hindia Mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka SMAN 71 Jakarta 07-04-2015

Usaha-usaha untuk Mencapai Tujuan Memelihara nasionalisme Hindia Menyingkirkan kesombongan rasial dan keistimewaan ras Memperkuat tenaga bangsa Hindia dengan cara mengembangkan individu ke arah aktivitas yang lebih besar lagi dan memperkuat kekuatan batin dalam hal kesusilaan Mengusahakan persamaan hak SMAN 71 Jakarta 07-04-2015

Usaha-usaha untuk mencapai tujuan Memperkuat pertahanan bangsa Hindia Mengusahakan unifikasi, perluasan, pendalaman dan Hindianisasi pengajaran Memperbesar pengaruh pro-Hindia kedalam pemerinahan Memperbaiki keadaan ekonomi bangsa Hindia SMAN 71 Jakarta 07-04-2015

Perkembangan Setelah kemunduran Indische Partij, Partai Insulinde muncul sebagai penerusnya. Partai Insulinde juga memiliki program yang sama dengan Indische Partij, namun yang paling menonjol dari programnya adalah: Mendidik suatu Nasionalisme Hindia-Belanda dengan memperkuat cita-cita persatuan bangsa. SMAN 71 Jakarta 07-04-2015

Berakhirnya Partai Insulinde Partai Insulinde berkembang seperti biasa. Namun, dengan adanya Sarekat Islam, anggota Partai Insulinde semakin sedikit karena terpengaruh oleh jejak SI. Dengan demikian, Partai Insulinde semakin melemah kembali dan mati dengan sendirinya. Danudirja Setiabudi sekembalinya dari Belanda ingin menghidupkan kembali partai ini namun, usahanya sia-sia. SMAN 71 Jakarta 07-04-2015

Berakhirnya Indische Partij Ketika pemerintah Belanda bermaksud merayakan kemerdekaan yang ke-100 dan akan meminta bantuan dana dari rakyat Indonesia, RM Surwadi Suryaningrat, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan Danudirja Setiabudi menulis karangan yang pada masing-masing karangan mereka menuliskan kritikan pedas dan protes terhadap Belanda. Pada tahun 1913, ketiga tokoh ini ditangkap dan dihukum di Belanda. Dengan dibuangnya ketiga pemimpin ini, Indische Partij menjadi menurun dan akhirnya berganti nama menjadi Partai Insulinde dan pada tahun 1919 berubah menjadi National Indische Partij (NIP). SMAN 71 Jakarta 07-04-2015

Dr. Cipto Mangunkusumo, Douwess Dekker, Ki Hajar Dewantara SMAN 71 Jakarta 07-04-2015

MAJALAH INSULINDE SMAN 71 Jakarta 07-04-2015

TERIMAKASIH SMAN 71 Jakarta 07-04-2015