Konsep Tata Ruang Pertemuan 22

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Analisa Perancangan Sistem
Advertisements

Pertemuan/ Tatap muka Pokok Bahasan Materi TIK Metode
ABSTRAK Pola pergerakan dalam sistem transportasi sering dijelaskan sebagai arus pergerakan (kendaraan, penumpang dan barang) yang bergerak dari zona asal.
- 1 MINGGU 11 PENGUMPULAN DATA
Bubbe diagram.DOC Pertemuan
Dasar Pengelolaan Sampah Kota
KONSEP IPS TERPADU.
1 Pertemuan 05 Permasalahan dalam Perancangan Arsitektur Matakuliah: R0022/Pengantar Arsitektur Tahun: Sept 2005 Versi: 1/1.
ANALISA Menguraikan permasalahan dan membuat alternatif-alternatif pemecahan masalah.
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK
PROSES DALAM ARSITEKTUR
Belajar Pemecahan Masalah
STUDI KELAYAKAN, ASPEK PASAR DAN TEKNIK
BAB V TEMA, TOPIK DAN JUDUL.
PERTEMUAN 6: KAIDAH DAN ATURAN PENULISAN ILMIAH
PENGANTAR PENGEMBANGAN SILABUS
Pemikiran sistemik dalam manajemen
ILMU, TEKNOLOGI DAN SENI DALAM ARSITEKTUR
TUJUAN MATA KULIAH PENGANTAR ARSITEKTUR
Proposal Penyusunan perencanaan penelitian hukum perlu dijelaskan mengenai metode analisa yang akan diterapkan. Misalnya metode kualitatif atau metode.
Survey Pertemuan 5 Matakuliah : R0464 / Perancangan Tapak
Lingkup Pekerjaan Desainer Interior Pertemuan 3 - 4
ANALISA Menguraikan permasalahan dan membuat alternatif-alternatif pemecahan masalah.
1 Matakuliah: R0116/ Studio Perancangan Arsitektur 6 Tahun: 2006 Pertemuan 7.
Pengamatan dan Analisis Tapak Pertemuan 16, 17, 18
Konsep Gubahan Massa dan Bentuk Pertemuan 26, 27
Hubungan Ruang Pertemuan 13, 14
Estetika Bangunan Pertemuan 33
Pendahuluan Pertemuan 1-2
Sistem Sirkulasi Pertemuan 23, 24
Matakuliah : R0116/ Studio Perancangan Arsitektur 6 Tahun : 2006
STRUKTUR DAN DESAIN ORGANISASI
PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG
ARSITEK DALAM KONTEKS PROYEK PEMBANGUNAN
Konsep Pengambilan Keputusan untuk Sistem Informasi
KONSEP PENGELOLAAN SUMBER DAYA LINGKUNGAN
KOMUNIKASI DALAM ARSITEKTUR
PROSES MANAJEMEN OLEH : ADEK KURNIA ROZA, S.Kom.
RUMAH TINGGAL – MASALAH INTERIOR
Matakuliah : R0204/Perancangan Tapak Tahun : September 2006
TOPIK DESAIN FISIK BANGUNAN Pertemuan 9
PENGENALAN ERGONOMI INTERIOR Pertemuan ke -1
Sintesis Tapak Pertemuan 19, 20
Perencanaan Sumber Daya Hutan
Hubungan Fungsi dan Program Ruang Pertemuan 10, 11, 12
Floor Plan Pertemuan Matakuliah : W Desain Interior 1
Kebudayaan Minggu 4.
Pelaksanaan Solusi Bisnis & Pengelolaan Perubahan
Studi Kasus Desain Bangunan Pertemuan 6
REVIEW METODOLOGI PERANCANGAN ARSITEKTUR Pertemuan 1
Konsep Belajar dan Teori Belajar IPA
MICE Proposal dan Laporan Achmad Rozi EL Eroy.
PANDUAN PENYUSUNAN RPP
Bidang Bukaan pada Elemen Pembentuk Ruang Pertemuan 11
PERANCANGAN PERTAMANAN
KONSEP PERANCANGAN Memilih salah satu dari alternatif-alternatif yang sudah dibuat dalam tahap analisa, untuk dijadikan dasar pemikiran dan acuan dalam.
PENGERTIAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
Manusia Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia.
Pendahuluan Pertemuan 1-2
Konsep Belajar dan Teori Belajar IPA
METODOLOGI PENELITIAN (Model Penelitian Tindakan)
Manusia Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia.
Perencanaan Tapak Pertemuan 21
Metode Perancangan Arsitektur I
Kedudukan dan Peran Pancasila bagi Bangsa Indonesia
PELUANG PROFESI AHLI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Pendalaman Proyek dan Faktor-Faktor dalam Perancangan Pertemuan 4 - 5
PARAGRAF/ALINEA DAN POLA PENGEMBANGANNYA
NAMA : Joan Jamarsi Ginting NIM : FAKULTAS TEKNIK JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2019.
Transcript presentasi:

Konsep Tata Ruang Pertemuan 22 Matakuliah : R0556/Perancangan Arsitektur 3 Tahun : 2008 Konsep Tata Ruang Pertemuan 22

Tujuan Konsep merupakan dasar untuk mengembangkan rancangan, dengan demikian sebelum rancangan dikembangkan maka perlu dirumuskan terlebih dahulu konsepnya. Konsep dapat menjadi dasar bagi arahan perancangan untuk mencapai hasil akhir yang baik dan optimal. Konsep dapat menjadi dasar bagi arahan perancangan untuk mencapai hasil akhir yang baik dan optimal. Konsep menjadi landasan untuk mengarahkan bagaimana bangunan dibentuk dan diolah. Suatu bangunan pada tahap tertentu memiliki kompleksitas yang tinggi dan merupakan gabungan dari berbagai pemecahan permasalahan. Untuk itu suatu bangunan mengandung (tidak ada/tidak mungkin hanya konsep tunggal) lebih dari satu konsep Karena kompleksitas dan sintesis dari berbagai hal yang rumit tersebut. Tata ruang merupakan sesuatu yang kompleks dan untuk menerapkan keseluruhan kebutuhan ruang ke dalam tatanan ruang yang dipengaruhi oleh kegiatan, suasana, urutan ruang, pengelompokan ruang dan hubungan ruang, memerlukan suatu arahan dan konsep yang jelas. Kadang-kadang mahasiswa merasa kesulitan untuk memahami apa arti konsep dan bagaimana konsep dapat dibuat. Pada pembahasan ini mahasiswa diajak untuk merumuskan konsep tata ruang dengan diberikan wawasan tentang konsep dalam arsitektur. Bina Nusantara

Pengertian Konsep Perancang, biasanya mengembangkan konsep. Untuk menghasilkan konsep yang baik dan tentunya juga agar mempengaruhi keberhasilan mutu bangunan maka konsep harus bersifat : Konsep dapat diterapkan Lengkap (menyeluruh) Efisien Kreatif Keseluruhannya dapat bersama-sama menjadi harmonis. Bina Nusantara

Pengertian Konsep Definisi konsep secara umum adalah gagasan yang memadukan berbagai unsur kedalam suatu kesatuan. Unsur-unsur tersebut dapat berupa : gagasan, pendapat dan pengamatan. Secara khusus dalam arsitektur konsep mengemukakan secara khusus mengenai : syarat-syarat suatu rencana, kontek dan keterkaitan serta keyakinan atau idealisme yang digabungkan secara bersama-sama. Dengan demikian konsep dapat dikatakan sebagai landasan atau acuan untuk memberikan arah dan batasan-batasan perancangan dan perencanaan arsitektur. Suatu konsep tidak harus diciptakan oleh arsitek sendiri, tetapi semacam program atau Term Of Reference (TOR) maupun gagasan oleh sklien/pemilik proyek. Konsep mengandung kelayakan, menunjang maksud dan cita-cita pokok suatu proyek, serta meperhatikan karakteristik dan keterbatasan yang khas dari setiap proyek Penyusunan suatu konsep membutuhkan proses dan kajian (analisis) dan upaya memadukan banyak hal yang sebelumnya saling terpisah. Tindakan memadukan atau mempersatukan banyak hal ini adalah merupakan tindakan kreatif. Upaya ini diidentifikasikan merupakan 10 % inspirasi dan 90 % kerja keras. Bina Nusantara

Pengertian Konsep Dalam arsitektur konsep dapat dipahami sebagai berikut : Cara perancang untuk menjawab situasi perancangan yang dihasilkan dalam programing. Alat untuk mengubah pernyataan / permasalahan non fisik menjadi produk bangunan secara fisik. Dalam arsitektur kadang-kadang istilah Konsep dapat disebut dengan cara lain misalnya : Gagasan Besar Kerangka dasar Organisasi Utama Bina Nusantara

Faktor-faktor dalam penyusunan Konsep Tata Ruang Faktor-faktor utama Fungsi dan pengguna Lokasi Tapak Konsep dapat mengarahkan : Pencitraan Suasana Sistem hubungan ruang dan sirkulasi Urutan ruang Pembatas dan pemisahan ruang Bina Nusantara

Fungsi dan Pemakai Pemahaman Fungsi meliputi : Karakteristik fungsi Hubungan antar kegiatan Persyaratan kegiatan dan ruang Skala pelayanan Pemahaman pengguna meliputi : Strata dan keragaman sosial Kelompok umur Budaya perilaku Bina Nusantara

Pemahaman Lokasi dan Tapak Pemahaman Lokasi terkait dengan : Tempat Suasana sekitar Kegiatan disekitarnya Orientasi kawasan Pemahaman tapak terkait dengan : Bentuk tapak Orientasi Posisi terhadap jalan Bina Nusantara

Pernyataan Konsep a. Analogi b. Metafora (Peumpamaan) c. Hakikat memakai hal-hal lain sebagai landasan Konsep, mengidentifikasi hubungan harafiah yang mungkin dengan benda-benda atau hal lain. Benda tersebut memiliki sifat yang khas sesuai dengan model proyek yang ada. b. Metafora (Peumpamaan) mengidentifikasikan hubungan-hubungan yang bersifat abstrak dan tidak nyata dari suatu benda. Banyak digunakan perumpamaan dengan memakai kata ‘seperti’ atau ‘bagaikan’. Pada metafora mengidentifikasikan hubungan (dengan hal atau benda) yang sejajar sedangkan dalam analog mengidentifikasikan hubungan harafiah yang mungkin. c. Hakikat menyaring dan memusatkan aspek-aspek persoalan yang rumit menjadi keterangan-keterangan yang gamblang. Suatu pernyataan tentang hakikat dapat juga merupakan hasil penemuan dan identifikasi dari akar-akar suatu pokok persoalan, dan tentunya melewati proses kajian dan analisis. Dalam suatu konsep perancang mencari hakikat suatu proyek dan selanjutnya diubah menjadi pernyataan-pernyataan konsep. d. Konsep Programatik Merupakan tanggapan langsung sebagai pemecahan masalah yang ada. Konsep dapat dikembangkan dengan memngangkat persoalan-persoalan yang lebih prakmatis. e. Cita-cita Merupakan suatu rumusan ideal yang mengemukakan aspirasi dan cita-cita tertinggi. Sumber : Snyder, 1985 Bina Nusantara

Perumusan Konsep Konsep dasarnya dapat dirumuskan dengan suatu rangkaian. Kemudian dikembangkan menjadi serangkaian sketsa grafis dengan keterangan-keterangan. Konsep dapat berupa urutan sketsa grafis yang menunjukkan proses pengembangan olahan, dari gagasan awal menjadi perwujudan tertentu. Bina Nusantara

Hubungan Ruang Ruang dalam ruang Ruang-ruang yang saling terkait Ruang-ruang bersebelahan Ruang-ruang yang dihubungkan oleh ruang Bina Nusantara

Konsep untuk Tapak Sumber : Wang, 1999 Bina Nusantara

Konsep untuk Tapak Sumber : Wang, 1999 Bina Nusantara

Tata Ruang dan Gubahan Bentuk Bina Nusantara

Ruang Dalam dan Ruang Luar Sumber : Wang, 1999 Bina Nusantara

Sistem Sirkulasi Hubungan antar ruang mempengaruhi pola sirkulasi bangunan. Sirkulasi dalam bangunan mencakup : Pintu masuk (utama, samping dan service) Sirkulasi horisontal (antar ruang) Sirkulasi vertikal (antar lantai) Sirkulasi luar bangunan mencakup : Pintu masuk ke halaman (utama, samping dan service) Jalur mobil / kendaraan Jalur pejalan kaki (pedestrian) Parkir Bina Nusantara

Terima kasih Bina Nusantara