Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Manajemen Penguatan Kemitraan Satuan Pendidikan, Keluarga dan Masyarakat Disampaikan pada Pelatihan untuk Pelatih Pendidikan Keluarga, Bogor, 19-23 Oktober.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Manajemen Penguatan Kemitraan Satuan Pendidikan, Keluarga dan Masyarakat Disampaikan pada Pelatihan untuk Pelatih Pendidikan Keluarga, Bogor, 19-23 Oktober."— Transcript presentasi:

1 Manajemen Penguatan Kemitraan Satuan Pendidikan, Keluarga dan Masyarakat
Disampaikan pada Pelatihan untuk Pelatih Pendidikan Keluarga, Bogor, Oktober 2015 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat Tahun 2015

2 Model Jalinan Kemitraan Keluarga-Satuan Pendidikan-Masyarakat
Peserta Didik Kemitraan Man faat Manfaat

3 SITUASI SAAT INI

4 Keluarga dan sekolah Orang tua menyerahkan sepenuhnya pendidikan anaknya di sekolah. Sekolah tidak biasa meminta orang tua berperilaku yang sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan di sekolah, misalnya mengantar anak dengan mengendarai motor tanpa helm, membiarkan anak yang belum cukup umur ke sekolah dengan motor.

5 Keluarga dan sekolah (lanjutan)
Di keluarga, tidak ada pembiasaan dan keteladanan nilai-nilai yang baik dari orang tua. Hal yang sama bisa juga terjadi di sekolah. Jika ada yang salah, sekolah dan orang tua saling menyalahkan. Orang tua hadir di pertemuan di sekolah untuk menerima keputusan Komite Sekolah tentang sumbangan yang harus diberikan.

6 Keluarga dan sekolah (lanjutan)
Guru menghubungi orang tua hanya ketika anaknya bermasalah. Orang tua mengantar anak ke sekolah dan mengambil rapor anaknya tanpa interaksi yang bermakna dengan guru. Sekolah kurang memanfaatkan potensi orang tua sebagai nara sumber pembelajaran dan membantu kegiatan- kegiatan di sekolah.

7 Sekolah dan Masyarakat
Sekolah tidak berdaya untuk mengendalikan kondisi di sekitar sekolah yang tidak kondusif seperti banyaknya pedagang makanan yang tidak sehat. Sekolah tidak/kurang menjalin hubungan dengan lembaga-lembaga dimana anak bisa menyalurkan bakat dan minatnya. Sekolah tidak menerima anak-anak di lingkungannya karena tidak memenuhi syarat.

8 Sekolah dan Masyarakat (lanjutan)
Masyarakat tidak bisa menggunakan fasilitas sekolah ketika sedang tidak digunakan (misalnya saat liburan). Sekolah tidak/kurang memanfaatkan lembaga atau individu di masyarakat yang bisa membantu permasalahan peserta didiknya.

9 Keluarga dan masyarakat
Anak kurang berinteraksi dengan lingkungan ketetanggaan karena terlalu sibuk melakukan kegiatan di sekolah. Anak kurang berinteraksi dengan anak dari sekolah lain.

10 DAMPAK

11

12

13 Refleksi dari Hasil PISA 2009
Matematika IPA Hampir semua siswa Indonesia hanya menguasai pelajaran sampai level 3 saja, sementara negara lain banyak yang sampai level 4, 5, bahkan 6. Dengan keyakinan bahwa semua manusia diciptakan sama, interpretasi dari hasil ini hanya satu, yaitu: yang kita ajarkan berbeda dengan tuntutan zaman  penyesuaian kurikulum Bahasa 13

14 Hasil TIMSS Matematika SMP/MTs Kelas VIII
2007 2011 Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara hampir 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional 14

15 Hasil TIMSS IPA SMP/MTs Kelas VIII
2007 2011 Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara hampir 40% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional 15

16 Hasil TIMSS Membaca SD/MI Kelas IV
2006 2011 Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara lebih dari 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional 16

17 GEJALA SOSIAL Bullying Tawuran Korupsi Ketidakdisiplinan
Ketidakpedulian Kekerasan

18 Bullying

19 Tawuran

20 Korupsi

21 Ketidakdisiplinan

22 Ketidakpedulian

23 PRINSIP-PRINSIP KEMITRAAN

24 Prinsip-prinsip kemitraan
Kesamaan hak, kesejajaran, dan saling menghargai Semangat gotong royong dan kebersamaan Saling melengkapi dan memperkuat Saling asah, saling asih, dan saling asuh Semua upaya ditujukan untuk kepentingan terbaik anak

25 PETUNJUK TEKNIS BANTUAN PENGUATAN EKOSISTEM PENDIDIKAN
BANTUAN PENGUATAN KEMITRAAN KELUARGA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat Tahun 2015

26 PEMANFAATAN DANA BANTUAN
PENGUATAN EKOSISTEM PENDIDIKAN Keluarga Satuan Pendidikan Masyarakat Peserta Didik Kemitraan Man faat Manfaat PENGUATAN EKOSISTEM PENDIDIKAN

27 RUANG LINGKUP Petunjuk teknis ini mengatur pengalokasian, pencairan,
penyaluran, dan pertanggungjawaban dana bantuan penguatan Ekosistem Pendidikan dan Kemitraan Keluarga di 600 (enam ratus) satuan/lembaga pendidikan (PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, PKBM/LKP/SKB) yang terpilih sebagai pelaksana program Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga.

28 RUANG LINGKUP 5.000 S/LP 600 S/LP S/LP 34 PROVINSI 100 KAB/KOTA

29 TUJUAN BANTUAN PENGUATAN EKOSISTEM
Meningkatkan kapasitas warga satuan/lembaga pendidikan; Membantu satuan pendidikan dalam menja- dikan satuan pendidikan menjadi taman belajar yang menyenangkan. BANTUAN PENGUATAN KEMITRAAN Meningkatkan pengetahuan dan kecakapan orang tua dalam pengasuhan anak; Membangun komitmen orang tua untuk berpartisipasi aktif dalam program satuan pendidikan.

30 SASARAN PENERIMA BANTUAN

31 ALOKASI DANA Ekosistem Kemitraan No S/LP Jumlah Dana Jumlah 1. PAUD
  2. SD   3.  SMP   4.  SMA 5.  SMK   6.  PKBM/LKP/SKB  

32 RINCIAN PENGGUNAAN DANA (1)
PENGUATAN EKOSISTEM No. Kegiatan Besaran Dana Maks Peningkatan kapasitas warga sekolah: pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan/atau perwakilan peserta didik untuk peningkatan ekosistem pendidikan: Konsumsi rapat persiapan penyusunan program; Konsumsi dan ATK pelaksanaan workshop atau sosialisasi untuk warga sekolah. Honor dan transpor narasumber 50%

33 RINCIAN PENGGUNAAN DANA (1)
PENGUATAN EKOSISTEM No. Kegiatan Besaran Dana Maks 2. Penguatan sarana pendidikan: pengadaan buku-buku dan majalah pendidikan; penambahan fasilitas ruang/area untuk orang tua peserta didik (misalnya ruang komite atau area menunggu bagi para pengantar) 60% RINCIAN PENGGUNAAN DANA (1)

34 RINCIAN PENGGUNAAN DANA (1)
PENGUATAN EKOSISTEM No. Besaran Dana Maks (%) 3.  Manajemen dan Pelaporan: Honor pengelola; ATK dan konsumsi; penggandaan; dokumentasi; pengiriman laporan 10% RINCIAN PENGGUNAAN DANA (1)

35 RINCIAN PENGGUNAAN DANA (1)
PENGUATAN EKOSISTEM No. Kegiatan Besaran Dana Maks (%) 3.  Manajemen dan Pelaporan: Honor pengelola; ATK dan konsumsi; penggandaan; dokumentasi; pengiriman laporan 10 RINCIAN PENGGUNAAN DANA (1)

36 IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KELUARGA PADA SATUAN PENDIDIKAN

37 Kegiatan Pelibatan Orang Tua di Sekolah

38 Pertemuan pada hari Pertama Sekolah
Perkenalan antar orang tua (bagi siswa baru) dan antara orang tua dengan wali kelas, termasuk berbagi nomor kontak Penjelasan program dan agenda kelas selama 1 tahun Penjelasan aturan sekolah dan hak kewajiban anak dan orang tua Penjelasan tentang pentingnya kemitraan sekolah dengan keluarga Pembentukan paguyuban atau forum orang tua tingkat kelas

39 Kelas Orang Tua Orang tua dan sekolah bersepakat tentang tema yang dibahas dalam forum orang tua. Nara sumber bisa berasal dari kalangan orang tua atau sumber lainnya yang relevan. Pelaksanaan kegiatan bisa pada hari libur atau di luar jam kerja.

40 Kegiatan lainnya Sebagai narasumber dalam pembelajaran di sekolah, termasuk dalam upacara sekolah Menjadi sukarelawan untuk membantu anak berkebutuhan khusus Pentas akhir tahun Mempersiapkan dan mengikuti kegiatan outing Rapat khusus untuk membahas kasus- kasus tertentu

41 Kegiatan Pelibatan Lembaga atau Anggota Masyarakat

42 Membantu keamanan dan kenyamanan anak dalam perjalanan dari rumah ke sekolah
Membantu menertibkan pedagang kaki lima di sekitar sekolah Menjadi narasumber dalam pembelajaran Menjadi tempat kegiatan ekstra kurikuler sesuai minat dan bakat anak Menjadi lembaga rujukan untuk anak yang menghadapi masalah

43 Sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, menyenangkan untuk belajar

44 Sumber: SUSTAINABLE SCHOOL (http://suschool.org.uk/poster.html)

45 Terima Kasih


Download ppt "Manajemen Penguatan Kemitraan Satuan Pendidikan, Keluarga dan Masyarakat Disampaikan pada Pelatihan untuk Pelatih Pendidikan Keluarga, Bogor, 19-23 Oktober."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google