Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kondisi kependudukan Jawa Tengah Hasil Sensus Penduduk

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kondisi kependudukan Jawa Tengah Hasil Sensus Penduduk"— Transcript presentasi:

1

2 Kondisi kependudukan Jawa Tengah Hasil Sensus Penduduk
Disampaikan pada acara Rakerda Pembangunan Kependudukan dan KB Tahun 2010 Maret 2010

3 Definisi Penduduk : Adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan atau yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan menetap Rumah Tangga Biasa Adalah seorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik atau sensus dan biasa tinggal bersama dan makan dari satu dapur. Yang dimaksud satu dapur adalah jika pengurusan kebutuhan sehari-harinya dikelola bersama-sama menjadi satu.

4 Anggota Rumahtangga (ART)
Adalah semua orang yang biasanya bertempat tinggal di suatu rumahtangga, baik berada di rumahtangga pada saat pendataan maupun sementara tidak ada. ART yang sedang bepergian selama 6 bulan atau lebih atau kurang dari 6 bulan tetapi dengan tujuan pindah/akan meninggalkan rumahtangga selama 6 bulan atau lebih tidak dianggap sebagai ART. Tamu yang telah tinggal selama 6 bulan atau lebih atau kurang dari 6 bulan tetapi bermaksud tinggal selama 6 bulan atau lebih dianggap sebagai ART.

5 Data Kependudukan Dalam survei atau sensus penduduk umumnya bisa didapatkan data mengenai: Usia Jenis Kelamin Status Perkawinan Pendidikan Tenaga Kerja Angkatan Kerja Bukan Angkatan Kerja Fertilitas Migrasi Agama

6 Sumber Data Penduduk Sensus Penduduk, 10 tahun sekali. Di Indonesia telah dilaksanakan pada tahun 1961, 1971, 1990, 2000 dan akan dilaksanakan lagi tahun 2010 dan setiap tahun yang berakhiran 0 Pada tahun tahun berakhiran angka 5, Indonesia juga melaksanakan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS), yang telah dilaksanakan pada tahun 1985, 1995 dan 2005 guna mengoreksi proyeksi hasil Sensus Penduduk untuk memenuhi kebutuhan data penduduk tahunan Registrasi Penduduk atau Catatan Sipil yang secara Reguler dilaksanakan oleh Departemen Dalam Negeri. Survey-survey kependudukan.

7 Penduduk Jawa Tengah (Sensus Penduduk)
1971 1980 1990 2000

8 Penggunaan Data Penduduk (1)
 EkS Karesidenan Jumlah Penduduk 2009 Luas Wilayah (km2) desa  2009 sawah (ha) 2008 (1) (2) (3) (4) (5) Banyumas 5.313 1.132 Kedu 5.276 1.897 Surakarta 5.722 1.565 Pati 5.729 1.321 Semarang 5.249 1.248 Pekalongan 5.254 1.411  Jawa Tengah 32.544 8.574

9 Penggunaan Data Penduduk (2)
Eks Karesidenan Kepadatan penduduk menurut (2009) Sebaran (%) wilayah (pddk/ km2) desa (pddk/ desa)  sawah (pddk/ha) Wilayah Penduduk (1) (6) (7) (8) (9) (10) Banyumas 913 4.284 37 16,33 14,76 Kedu 898 2.499 33 16,21 14,42 Surakarta 1.068 3.904 35 17,58 18,59 Pati 785 3.404 25 17,60 13,68 Semarang 1.142 4.802 16,13 18,23 Pekalongan 1.271 4.731 16,14 20,31 Jawa Tengah 1.010 3.833 100,00

10 SOSIALISASI SENSUS PENDUDUK TAHUN 2010 (SP2010)
Disampaikan pada acara Rakerda Pembangunan Kependudukan dan KB Tahun 2010 Maret 2010

11 PENJELASAN UMUM (1) Pembangunan Nasional menempatkan manusia sebagai subjek dan objek pembangunan Ketersediaan data kependudukan yang lengkap dan akurat sangat diperlukan Sensus Penduduk (SP) merupakan satu- satunya sumber data dasar kependudukan yang lengkap

12 PENJELASAN UMUM (2) UU No. 16 Tahun 1997 mengamanatkan kepada BPS untuk menyelenggarakan Sensus Penduduk setiap 10 tahun sekali Indonesia telah menyelenggarakan SP tahun 1961, 1971, 1980, 1990, dan 2000. SP pernah dilakukan pada zaman Belanda pada tahun 1930

13 CAKUPAN Mencakup semua penduduk yang tinggal di seluruh wilayah teritorial Indonesia, baik WNI maupun WNA, baik yang bertempat tinggal tetap maupun yang tidak tetap (tuna wisma, pengungsi, masyarakat terpencil/terasing, penghuni perahu/rumah apung, awak kapal berbendera Indonesia) termasuk anggota korps diplomatik di luar negeri beserta keluarganya

14 TUJUAN UTAMA(1) Menyediakan data dasar kependudukan dan perumahan sampai dengan wilayah administrasi terkecil (desa/kelurahan). Melakukan peremajaan (up-dating) peta wilayah (blok sensus dan desa/kelurahan) hasil pemetaan SP2000 atau membuat peta baru untuk wilayah- wilayah baru hasil pemekaran. Peta blok sensus dan peta desa/kelurahan merupakan salah satu instrument yang digunakan untuk keperluan pencacahan SP2010 dan pencacahan sensus atau survei kependudukan lain sebelum pelaksanaan sensus berikutnya.

15 TUJUAN UTAMA(2) Menyusun Kerangka Contoh Induk (KCI) yang akan digunakan sebagai dasar perencanaan sensus atau survei kependudukan lain sebelum sensus penduduk yang berikutnya serta menyusun sistem informasi geografis (Geographic Information System/GIS).

16 TUJUAN KHUSUS(1) Menghasilkan paramater-parameter demografis yang meliputi Angka Kelahiran, Angka Kematian, Angka Harapan Hidup, dan Angka Migrasi Penduduk. Menghasilkan statistik dan indikator penyandang cacat (disability).

17 TUJUAN KHUSUS(2) Menghasilkan statistik dan indikator Millenium Development Goals (MDG) di bidang kependudukan. Menghasilkan statistik dan indikator Millenium Development Goals (MDG) di bidang perumahan. Menghasilkan data statistik potensi wilayah di seluruh Indonesia.

18 WAKTU PELAKSANAAN Pelaksanaan : 1 – 31 MEI 2010
Petugas akan mendatangi tempat tinggal penduduk untuk mendata dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) Petugas juga akan menempelkan stiker SP2010 pada tempat tinggal sebagai tanda sudah didata Petugas akan dilengkapi surat tugas Khusus bagi yang bertempat tinggal tidak tetap, akan didata pada malam Hari Sensus (15 Mei 2010) 18

19 SEJARAH SENSUS PENDUDUK
Sejak Zaman Kuno, 6000 tahun yang lalu, sejarah mengajarkan bahwa sensus adalah bagian dari kehidupan dan peradaban manusia. Sejak Zaman Kuno manusia telah mengenal Sensus Penduduk sebagai bagian dari eksistensi dan kebesaran suatu bangsa. Berita sensus menggema ke seluruh dunia dari zaman Babilonia, zaman Musa, zaman Kekaisaran Romawi dan zaman kejayaan Dinasti Han di China.

20 1. Kata sensus (census) berasal dari bahasa romawi kuno
1. Kata sensus (census) berasal dari bahasa romawi kuno. Asal katanya “censere” yang berarti “estimates” 2. Menurut catatan, Sensus penduduk pertama telah berlangsung sejak zaman Babylonia 3800 tahun sebelum masehi atau kira-kira 6000 tahun yang lalu Di masa Nabi Musa, sekitar 1200 tahun SM, Tuhan juga memerintahkan untuk melakukan Sensus Penduduk dan Perumahan (Sumber: Shahjanan Khan, 2007, Importance of Statistics for Development). Sensus adalah bagian dari mobilisasi kekuatan. Lukisan imajinatif suasana di zaman nabi Musa As Babilonia: menghitung penduduk, ternak, ketersediaan madu, susu dan sayur-sayuran. Dilakukan setiap 7 tahun sekali. Masa Nabi Musa: menghitung penduduk untuk keperluan pertahanan dan perang.

21 SENSUS PADA ZAMAN KEKAISARAN ROMA
Pada bulan Maret, tahun ke-8 sebelum masehi, Caesar Augustus memberi perintah untuk menghitung jumlah seluruh penduduk dalam Kekaisaran Roma dan mengadakan Sensus Penduduk yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki perpajakan di negara tersebut. Namun, sensus yang dipandang akurat di masa kekaisaran Romawi adalah di tahun 1 Masehi, di masa kejayaan Caesar Augustus. Dari total penduduk dunia waktu itu (200 sampai 300 juta), penduduk kekaisaran Roma mencapai 45 juta jiwa. Di zaman Romawi sensus dilakukan setiap 5 tahun sekali. Tujuan utama untuk menghitung penduduk dewasa bagi keperluan bala tentara dan untuk menentukan pajak (New World Encyclopedia, 2008) Caesar Augustus, Kaisar Romawi pertama

22 Sensus di Dunia di masa kuno (ancient era) yang dipandang akurat dilaksanakan di China semasa Dynasty Han. Sensus dilakukan pada tahun 2 Masehi yang mencatat jumlah penduduk China waktu itu sebesar 59,6 juta jiwa.

23 SENSUS DAN PERADABAN MANUSIA
Sensus penduduk, dalam sejarahnya, senantiasa terkait dengan perkembangan peradaban manusia. Di masa kuno, sensus telah menjadi instrument penting untuk mendapatkan informasi terkait kebutuhan perang, pendistribusian pangan, dan untuk pemungutan pajak. Di masa modern saat ini sensus tidak terkait dengan perpajakan, melainkan sebagai alat untuk mendapatkan informasi akurat terkait jumlah dan karakteristik penduduk.

24 SENSUS DI ZAMAN MODERN Di zaman yang lebih modern Sensus telah menjadi keharusan dan amanah dunia. Sekadar catatan, kapan sensus pertama kali dilakukan oleh beberapa negara besar : China => tahun 1913 India => tahun 1860 USA => tahun 1790 Inggris => tahun 1086 German => tahun 1895 Mesir => tahun 1882 Belanda => tahun 1795

25 Thomas Stamford Bingley Raffles
Sensus di Zaman Modern Indonesia : tahun 1815 Sensus Penduduk pertama di Jawa di era Thomas Stamford Raffles. Kemudian sensus :1920 (terbatas), 1930 (seluruh Hindia Belanda), masa kemerdekaan: 1961,1971,1980,1990, 2000, 2010 Thomas Stamford Bingley Raffles

26 TANTANGAN KAMPANYE SENSUS DI 3 GELOMBANG PERADABAN MANUSIA
Alvin Toffler menyebut tiga gelombang peradaban manusia, yakni: era peradaban pertanian (Gell I), era industrialisasi (Gel II) dan era komunikasi dan informasi (Gel III). Indonesia kini memasuki gelombang ketiga tersebut. Di dua era sebelumnya, pelaksanaan sensus sangat mudah karena masyarakat tunduk pada kekuasaan feodal dan pemerintah. Sekali instruksi dari atas, masyarakat patuh.

27 GELOMBANG PERADABAN MANUSIA DAN KEBUTUHAN KAMPANYE SENSUS PENDUDUK
Sensus penduduk di Indonesia adalah sensus dalam suasana gelombang ke II peradaban manusia, era industrialisasi dengan pemerintah yang sangat kuat. Dalam situasi ini kampanye besar-besaran Sensus Penduduk bukan sesuatu yang sangat urgent. Berbeda dengan Sensus Penduduk 2010 yang dilaksanakan di era keterbukaan, di gelombang ketiga peradaban informasi dan komunikasi. Masyarakat semakin bebas dengan pilihannya dan semakin sulit untuk disensus. Karenanya: kampanye sensus penduduk adalah KEHARUSAN.

28 APA SAJA YANG DITANYAKAN?
Keterangan Individu : nama, umur, jenis kelamin, status perkawinan, agama, bahasa sehari-hari, jumlah anak yang lahir hidup dan anak masih hidup, status dan tingkat pendidikan, dan keterangan ketenagakerjaan Keterangan rumah tangga : peristiwa kelahiran/kematian, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi Kondisi dan fasilitas bangunan tempat tinggal : status kepemilikan tempat tinggal, sumber penerangan, BBM, air minum, dan fasilitas kamar mandi 28

29 Peta Digital/Citra Satelit
SP2000 dan SP2010 (1) Uraian SP2000 SP2010 Kuesioner utama (C1) 1 Jumlah variabel 15 variabel 43 variabel 2 Jumlah halaman 2 halaman 12 halaman Peta yang digunakan Manual Peta Digital/Citra Satelit Memakai GPS

30 SP2000 dan SP2010 (2) Indikator SP-2010 Parameter Kependudukan v
Suku Bangsa Agama Migrasi Penduduk Pendidikan Ijazah yang dimiliki Status Sekolah - Kemampuan Baca Tulis Bahasa sehari hari Kemampuan berbahasa Indonesia

31 SP2000 dan SP2010 (3) Indikator SP-2010 Disability/Functionality - v
Kegiatan Seminggu yang lalu Lapangan Pekerjaan Status Pekerjaan Anak dilahirkan hidup Anak yang masih hidup Kelahiran 3 tahun yang lalu Kematian 3 tahun yang lalu Umur waktu meninggal Kematian Ibu waktu hamil/melahirkan/masa nifas

32 SP2000 dan SP2010 (4) Indikator SP-2000 SP-2010
Status kepemilikan bangunan - v Surat bukti kepemilikan tanah Luas lantai Jenis lantai (terluas) Sumber penerangan Sumber utama air minum Bahan bakar untuk masak Fasilitas buang air besar Tempat pembuangan tinja Kepemilikan Telpon Akses Internet

33 SP2000 dan SP2010 (5) Output SP-2000 dapat disajikan sampai ke tingkat desa; Output SP-2010 dapat disajikan sampai ke tingkat Satuan Lingkungan Setempat (SLS) terkecil seperti RT/Dusun/Dukuh. Output SP-2010 dapat disajikan dengan menggunakan GIS sampai ke tingkat Desa karena setiap desa diambil data ordinatnya dengan menggunakan GPS.

34 PETUGAS Petugas pendata umumnya berasal dari desa/ kelurahan setempat. Sebelum melaksanakan pendataan para petugas akan dilatih selama 3 hari untuk memahami tata cara pendataan secara benar.

35 PENGOLAHAN DATA Hasil pendataan lapangan akan langsung dibaca oleh mesin pemindai (scanner), sehingga dalam waktu relatif singkat hasil SP2010 akan dapat diketahui oleh masyarakat

36 PENDUDUK TIDAK BERTEMPAT TINGGAL TETAP
Pencacahan dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2010 pukul – di wilayah- wilayah yang diidentifikasi ada tuna wisma dan gelandangan, tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari sensus Petugas : gabungan BPS, Polri, Dinas Sosial, Sat Pol PP 36

37 HASIL SP2010 Hasil utama yang diperoleh dari kegiatan sensus penduduk berupa data mengenai total penduduk, komposisinya menurut jenis kelamin dan umur, karakteritik sosial-ekonomi yang pokok, serta sebarannya antar wilayah. Hasil yang diperoleh merupakan sumber utama data demografi di Indonesia. Di negara-negara di mana sistem registrasi penduduk masih lemah seperti Indonesia dan di kebanyakan negara berkembang lainnya, data sensus penduduk merupakan rujukan atau pembanding data serupa yang diperoleh dari pendekatan lain. 37

38 KEUNGGULAN SP2010 (1) Pertama, data sensus penduduk dapat disajikan pada tingkat wilayah administrasi terkecil. Oleh karena itu data sensus penduduk dapat mengisi kebutuhan statistik wilayah kecil (small area statistics) yang dirasakan semakin urgent di era desentralisasi ini. Kedua, berbeda dengan data yang diperoleh dari sampel survei, data sensus penduduk terbebas dari kesalahan sampling (sampling errors). 38

39 KEUNGGULAN SP2010 (2) Dengan dua macam keunggulan itu maka data sensus penduduk memiliki potensi besar untuk dapat dimanfaatkan secara optimal dan meyakinkan untuk menyusun berbagai indikator kinerja (performance indicators) sejumlah kegiatan pembangunan suatu negara. Terlebih lagi, SP2010 ini, berbeda secara signifikan dengan sensus-sensus sebelumnya, mencakup variabel sosial-ekonomi dalam jumlah yang relatif banyak. 39

40 Laki-laki Perempuan

41 Piramida Penduduk Jawa Tengah Tahun 1990 – 2000
Laki-laki Perempuan

42 PERBEDAAN SENSUS DAN REGISTRASI PENDUDUK(1)
Registrasi penduduk meliputi kegiatan pencatatan dan pelaporan data kependudukan yang terdiri dari kelahiran, perkawinan, perpindahan, dan kematian penduduk serta statistik kependudukan lainnya yang dilakukan mulai dari tingkat desa/kelurahan hingga tingkat provinsi. Sensus Penduduk adalah kegiatan pencacahan penduduk untuk mendapatkan data kependudukan di suatu wilayah di suatu waktu tertentu. Di Indonesia setiap 10 tahun sekali. 42

43 PERBEDAAN SENSUS DAN REGISTRASI PENDUDUK(2)
Sensus penduduk petugas yang aktif, registrasi penduduk masyarakat yang aktif. Pencatatan dalam sensus penduduk tidak didasarkan pada dokumen kependudukan tetapi memperhatikan lama tinggal seseorang di suatu wilayah. 43

44 PENUTUP Dengan sosialisasi ini diharapkan masyarakat mengetahui adanya kegiatan SP2010 dan manfaatnya serta menyebarluaskan kepada anggota masyarakat yang lain Diharapkan masyarakat membantu petugas demi kelancaran pelaksanaan sensus penduduk Kualitas hasil sensus sangat tergantung dari respon masyarakat dalam memberikan jawaban yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya

45 TERIMA KASIH


Download ppt "Kondisi kependudukan Jawa Tengah Hasil Sensus Penduduk"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google