Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEBIJAKAN NASIONAL PENDIDIKAN KARAKTER 2011

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEBIJAKAN NASIONAL PENDIDIKAN KARAKTER 2011"— Transcript presentasi:

1 KEBIJAKAN NASIONAL PENDIDIKAN KARAKTER 2011
Memahami Kebijakan Pendidikan Karakter Bangsa

2 KEWASPADAAN THDP BUDAYA ASING
GLOBALISASI MEMPERKENALKAN BUDAYA ASING (BUDAYA GLOBAL DAN LIBERALISASI DAGANG ) TERMASUK DI DALAMNYA> BESAR PENGARUH PENDIDIKAN ASING, BISA MENJADI ANCAMAN BAGI PENDIDIKAN NASIONAL >> SHG PERLU PEDULI & WASPADA >> JIKA KUALITAS SDM YANG RENDAH => ANCAMAN DALAM KENYATAANNYA AKIBAT GLOBALISASI TERJADI INTERDEPENDENSI YANG TIDAK SIMETRIS ANTARA NEGARA MAJU & NEGARA BERKEMBANG (DISEBABKAN RENDAHNYA KUALITAS SDM> TEROMBANG-AMBING). PERLU PENDIDIKAN KARAKTER !  MENEGASKAN JATI DIRI

3 MENUJU PENBENTUKAN PRIBADI, YANG:
PENDIDIKAN KARAKTER DI AMERIKA MENUJU PENBENTUKAN PRIBADI, YANG: Dapat dipercaya (trustworthy) meliputi sifat jujur (honesty) dan integritas (integrity), Memperlakukan orang lain dengan hormat (treats people with respect), Bertanggungjawab (responsible), Adil (fair), Kasih sayang (caring) dan Warganegara yang baik (good citizen)

4 KUALITAS SDM TINGGI DAN BERIMAN ( = berkarakter )
َرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ- “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Q.S. Al-Mujaadilah : 11)

5 Pengertian Karakter Karakter mendemonstrasikan etika atau sistem nilai personal yang ideal (baik dan penting) untuk eksistensi diri dan berhubungan dengan orang lain. Character is defined as the “combination of qualities or features that distinguishes one person, group, or thing from another” (American Heritage Dictionary of the English Language: 4th edition)

6 Pengertian Karakter Karakter adalah nilai-nilai yang khas-baik (tahu nilai kebaikan, mau berbuat baik, nyata berkehidupan baik, dan berdampak baik terhadap lingkungan) yang terpateri dalam diri dan terejawantahkan dalam perilaku. Karakter secara koheren memancar dari hasil olah pikir, olah hati, olah raga, serta olah rasa dan karsa seseorang atau sekelompok orang. Karakter merupakan ciri khas seseorang atau sekelompok orang yang mengandung nilai, kemampuan, kapasitas moral, dan ketegaran dalam menghadapi kesulitan dan tantangan.

7 Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak, yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik, mewujudkan dan menebar kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.

8 Alur Pikir Pembangunan Karakter Bangsa
Tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, patriotik, dinamis, berbudaya, dan berorientasi Ipteks berdasarkan Pancasila dan dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (UU RI No 17 Tahun Tentang RPJPN ) BANGSA BERKARAKTER BANGSA YANG MERDEKA, BERSATU, BERDAULAT, ADIL DAN MAKMUR Pembagunan Karakter Bangsa R A N: POLHUKAM, KESRA, PEREKONOMIAN Disorientasi dan belum dihayatinya nilai-nilai Pancasila. Keterbatasan perangkat kebijakan terpadu dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila. Bergesernya nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Memudarnya kesadaran terhadap nilai-nilai budaya bangsa. Ancaman disintegrasi bangsa Melemahnya kemandirian bangsa. PERMASALAHAN BANGSA DAN NEGARA STRATEGI: 1.Sosialisasi/ Penyadaran 2.Pendidikan 3.Pemberdayaan 4.Pembudayaan 5.Kerjasama 1. PANCASILA 2. UUD 45 3. Bhineka Tunggal Ika 4. NKRI KONSENSUS NASIONAL LINGKUNGAN STRATEGIS Global, Regional, Nasional +

9 Rujukan Penyusunan Kebijakan Nasional Pendidikan Karakter
1. Undang - Undang RI Nomor 17 Tahun 2007 tentang RPJPN 2005 – 2025 2. Undang - Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Rujukan Penyusunan Kebijakan Nasional Pendidikan Karakter 3. Instruksi Presiden RI Nomor 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010 4. Arahan Presiden RI dalam Sidang Kabinet Terbatas Bidang Kesra tanggal 18 Maret 2010 5. Arahan Presiden RI pada Rapat Kerja Nasional di Tampak Siring, Bali Tanggal April 2010 6. Arahan Presiden RI pada Puncak Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Istana Negara Tanggal 11 Mei 2010

10 KOORDINASI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER
BALITBANG DIKDAS DIKTI BPSDM & PMP PNFI Penyusunan Konsep, ToT, Piloting Sekolah, Penelitian, Kajian dan Evaluasi Manajemen, Implementasi, Sarpras, Replikasi Kurikulum PT, Pelatihan dosen, Penyusunan NA dan Pedoman Umum, dll Pelatihan Guru, KS, Pengawas & Sertifikasi Pengemb Bhs Indonesia sbg bhs persatuan Manajemen, Implementasi, Sarpras, Replikasi BPPBHS PEND. KARAKTER DIKMEN Pengawasan Koordinasi dan perencanaan ITJEN SETJEN

11 Arah, Tahapan dan Prioritas
Arah: Sebagai bagian tak terpisahkan dalam pencapaian visi dan misi pembangunan nasional (RPJP ) Tahapan & prioritas: Tahap I : 2010 – 2014: (1) Reorientasi dan penyadaran akan pentingnya pembangunan karakter bangsa. (2) Penyusunan perangkat kebijakan terpadu dan pemberdayaan pemangku kepentingan agar dpt melaksanakan pembangungan karakter bangsa secara efektif. (3) Pelaksanaan, pemantapan dan evaluasi pembangunan karakter bangsa. Tahap II: 2014 – 2020: Pengukuhan nilai-nilai dalam karakter bangsa, dan pemantapan pelaksanaan pembangunan karakter bangsa serta evaluasi pelaksanaannya. Tahap III: 2020 – 2025: Pengembangan berkelanjutan.

12 Strategi Pembangunan Karakter Bangsa
A. Sosialisasi: Penyadaran semua pemangku kepentingan akan pentingnya karakter bangsa. Media cetak dan elektronik perlu berperanserta dalam sosialisasi B. Pendidikan: Formal (satuan pendidikan), nonformal (kegiatan keagamaan,kursus, pramuka dll.), informal (keluarga, masyarakat, dan tempat kerja), forum pertemuan (kepemudaan) C. Pemberdayaan: Memberdayakan semua pemangku kepentingan (orang tua, satuan pendidikan, ormas, dsb.) agar dapat berperan aktif dalam pendidikan karakter D. Pembudayaan: Perilaku berkarakter dibina dan dikuatkan dengan penanaman nilai-nilai kehidupan agar menjadi budaya E. Kerjasama: Membangun kerjasama sinergis antara semua pemangku kepentingan 12

13 Tujuan, Fungsi, Ruang Lingkup
Pengembangkan potensi dasar, agar “berhati baik, berpikiran baik & berperilaku baik”. TUJUAN: Mengembangkan karakter peserta didik agar mampu mewujudkan nilai-nilai luhur Pancasila Perbaikan perilaku yg kurang baik dan penguatan perilaku yg sudah baik. Penyaring budaya yg kurang sesuai dg nilai-nilai luhur Pancasila. RUANG LINGKUP SASARAN Satuan Pendidikan, Keluarga, dan Masyarakat

14 Perilaku Ber- karakter
jujur, beriman dan bertakwa, amanah, adil, bertanggung jawab, berempati, berani mengambil resiko, pantang menyerah, rela berkorban, dan berjiwa patriotik cerdas, kritis, kreatif, inovatif, ingin tahu, berpikir terbuka, produktif, berorientasi Ipteks, dan reflektif OLAH PIKIR OLAH HATI Perilaku Ber- karakter peduli, ramah, santun, rapi, nyaman, saling menghargai, toleran, suka menolong, gotong royong, nasionalis, kosmopolit , mengutamakan kepentingan umum, bangga menggunakan bahasa dan produk Indonesia, dinamis, kerja keras, dan beretos kerja OLAH RASA/KARSA OLAH RAGA tangguh, bersih dan sehat, disiplin, sportif, andal, berdaya tahan, bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, ceria, dan gigih NILAI-NILAI LUHUR

15 Tema Pembangunan Karakter Bangsa dan Pendidikan Karakter
Membangun generasi yang JUJUR, CERDAS, TANGGUH, dan PEDULI

16 PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA MELALUPENDIDIKAN
INTERVENSI HABITUASI Perilaku Berkarakter MASYA- RAKAT PROSES PEMBUDAYAAN DAN PEMBERDAYAAN Agama, Pancasila, UUD 1945, UU No. 20/2003 ttg Sisdiknas Teori Pendidikan, Psikologi, Nilai, Sosial Budaya Pengalaman terbaik (best practices)dan praktik nyata Nilai-nilai Luhur PERANGKAT PENDUKUNG Kebijakan, Pedoman, Sumber Daya, Lingkungan, Sarana dan Prasarana, Kebersamaan, Komitmen pemangku kepentingan. SATUAN PENDIDIKAN KELUARGA

17 Pendidikan Karakter Secara Utuh:
Ilmu Pengetahuan, Budi Pekerti (Akhlak, Karakter), Kreativitas, Inovatif “…pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect), dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita..” (Ki Hajar Dewantoro) PT Pendidikan AKADEMIK integrasi & kontinuitas SMA exploring – strengthening - empowering SMP Pendidikan KARAKTER TK/ SD

18 Pelaksanaan Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi
Integrasi ke dalam kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kpd masyarakat yang berkarakter Pembiasaan dalam kehidupan keseharian di Perguruan Tinggi KEGIATAN KEMAHASIS WAAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI BUDAYA PT (KAMPUS)/ BUDAYA ORGANISASI KEGIATAN KESEHARIAN BUDAYA AKADEMIK Perspektif Nilai-nilai karakter dlm totalitas Budaya Akademik Integrasi ke dalam kegiatan kemahasiswaan antara lain: Pramuka, Olahraga, Karya Tulis, Seni Penerapan pembiasaan kehidupan keseharian di lingkungan keluarga, asrama, dan masyarakat

19 PERKEMBANGAN BUDAYA AKADEMIK
DINAMIKA EKSTERNAL LATAR BELAKANG LINGKUNGAN SEKOLAH GURU ETIKA AKADEMIK SISWA ORIENTASI/ARAH PERKEMBANGAN BUDAYA AKADEMIK MASYARAKAT AKADEMIK NILAI-NILAI LUHUR BUDAYA AKADEMIK

20 MEMBANGUN BUDAYA AKADEMIK
Daya Saing MASYARA-KAT ADIL MAKMUR SEJAHTERA Pengakuan Standar SEKOLAH Unggul Manfaat KEMANDIRIAN MODAL INSANI BERKUALITAS INFRASTRUKTUR BERKUALITAS PROGRAM BERKUALITAS AKUNTABILITAS BUDAYA/SUASANA AKADEMIK

21 Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional UU No.20 Tahun 2003: Pasal 3
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab’. KARAKTER

22 PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA I Komang Gde Bendesa
Karakter bangsa terungkap melalui kebudayaanya, melalui sistem gagasan dan sistem perilakunya (Edi Sedyawati) Tujuan pendidikan memberikan keleluasaan pada anak didik untuk mengembangkan diri, bukan indoktrinasi Mahasiswa harus dapat memahami alasan kenapa nilai yang menguatkan karakter diberikan pada mereka, asal usul alasan harus jelas. Pendidikan karakter lebih tepat diberikan mulai dari AUD, taman kanak- kanak, SD, SMP, sampai SMA, karena mahasiswa (di PT) karakternya sudah terbentuk sehingga yang diberikan adalah pembangkitan kembali nilai-nilai budaya yang merupakan karakter bangsa. Dengan demikian, pendidikan karakter yang dikembangkan adalah pendidikan Karakter Berbasis Budaya

23 LAPISAN KEBUDAYAAN Universal Parsial Asumsi dasar/ Implisit
Nilai & Norma Artefak & Produk/ Tampilan Eksplisit Universal Parsial

24 NILAI-NILAI YANG DIKEMBANGKAN
Nilai-nilai yang dikembangkan terutama nilai-nilai budaya yang bersifat universal. Nilai-nilai yang merupakan local genius yang dapat diterima oleh masyarakat lain karena sifatnya universal Nilai-nilai yang bersumber dari berbagai elemen, antara lain: Agama Sikap dan perilaku Komunikasi Struktur sosial Lingkungan

25 SUMBER NILAI-NILAI YANG DIKEMBANGKAN
KEARIFAN LOKAL TRI HITA KARANA Jalan hidup 3 penyebab kesejahteraan: Hubungan harmonis: Manusia-Tuhan, Manusia-Manusia, Manusia-Lingkungan Parahyangan Tuhan Manusia Lingkung an Palemahan Pawongan Manusia

26 Hubungan Harmonis Manusia dengan Lingkungan
Kearifan Lokal Hubungan Harmonis Manusia dengan Lingkungan Nilai yang terkandung: Respek terhadap alam: Pengendalian diri 1. Tumbuh-tumbuhan Serasi/Selaras 2. Hewan Seimbang Respek terhadap hasil karya manusia: 1. Seni Rasa syukur 2. Ciptaan manusia Pengorbanan

27 Hubungan Manusia dengan Manusia
Kearifan Lokal Hubungan Manusia dengan Manusia Konsep Nilai Filosofi hidup Kerja untuk kerja Loyalitas, Tekun, ‘Customized’, Hubungan, Non-materi Desa-Kala-Patra Ucapan dan tindakan sesuai tempat, waktu, kondisi Toleransi, Pengekangan diri Tri Kaya Parisudha Pikiran, ucapan dan tindakan sejalan Konsistensi, kebenaran Kasta (Catur Warna) Pembagian fungsi sesuai kemampuan Profesional, Fokus, Spesialisasi Rwa-bhineda Dua Sisi Berbeda Simbol Hitam-Putih Ko-eksistensi, Keterbukaan Toleransi, Fairness Tat Twam Asi Aku adalah Kau Kebersamaan Karma Pala Kausalitas: Hasil sesuai tindakan Kejujuran

28

29 TRI HITA KARANA DI KAMPUS - PALEMAHAN
Nilai Kegiatan Palemahan Tanggungjawab Pengendalian diri Penghijauan kampus Pelestarian lingkungan Kebersihan kampus Pengelolaan limbah Estetika Keasrian kampus Penggunaan energi, listrik dan air yang efisien Penggunaan energi Keseimbangan Harmonis Kegiatan tidak mengganggu kegiatan proses pembelajaran Tata letak bangunan Kesesuaian dengan ketentuan yang berlaku, kalau di Bali kesesuaian dengan Tri Mandala dan Tri Angga) Toleran Kebersamaan Kreatifitas Student centre

30 Pengintegrasia pendidikan karakter INTELECTUAL CAPITAL MODEL
PROSES KERJA PENGINTEGRASIAN SUMBER KNOW KBK Tangible assets Total Market Value Human Capital Structural Capital Customer Capital Social Capital Explicit knowledge HARD SKILLS PIPK Intangible assets SOFT SKILLS Tacit knowledge PIPK VALUES

31 TAHAPAN PENGINTEGRASIAN NILAI BUDAYA
Pertama: mengidentifikasian nilai-nilai budaya yang akan diintegrasikan yang memiliki keunggulan kompetitif. Misalnya, nilai yang terkandung dalam Tri Hita Karana, Tri Kaya Parisudha, Rwa Binedha, yang diantaranya menyangkut konsep waktu, tempat, perbedaan, dsb. Kedua, mengklasifikasikan proses pengintegrasian melalui hard-skills dan atau soft-skills pada subyek bahasan. Ketiga, melakukan rekonsiliasi antara nilai budaya luar dengan nilai budaya sendiri. Ini berarti harus ada pemahaman dan penguasaan terlebih dahulu atas nilai-nilai luar dan dalam tersebut, karena dalam prosesnya tidak selalu nilai luar dan nilai dalam harus berbenturan tetapi dapat membentuk nilai baru yang positif bagi pembangunan, seperti selera lokal produk global Keempat, melakukan penelitian sebagai penunjang kurikulum (MK) yang berkaitan dengan nilai budaya yang diunggulkan karena sifatnya yang dinamis


Download ppt "KEBIJAKAN NASIONAL PENDIDIKAN KARAKTER 2011"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google