Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SOSIOLOGI POWER POINT OLEH: Panjilmo Putro MSi SMA NEGERI 7 MALANG.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SOSIOLOGI POWER POINT OLEH: Panjilmo Putro MSi SMA NEGERI 7 MALANG."— Transcript presentasi:

1 SOSIOLOGI POWER POINT OLEH: Panjilmo Putro MSi SMA NEGERI 7 MALANG

2

3 PETA KONSEP

4 HAKEKAT LEMBAGA SOSIAL
Definisi Lembaga Sosial. Istilah lembaga sosial ,merupakan terjemahan langsaung dari istilah bahasa Inggris ”sosial Institution” .Ada yang mempergunakan istilah “pranata Sosial” ,ada yang menggunakan istilah “lembaga kemasyarakatan” dan ada juga yang menggunakan istilah “lembaga social” tapi pada dasarnya semua itu mempunyai pengertian yang sama yaitu adanya norma-norma dan peraturan peraturan yang mengatur pola perilakuan manusia dalam masyarakat. Secara sosiologis pengertian lembaga social atau sosial Institution” adalah seperangkat aturan yang berkisar pada kegiatan atau kebutuhan tertentu . Sedangkan institute adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktivitas tersebut.

5 Perbedaan Lembaga dan Institut
Merupakan suatu system norma atau aturan-aturan mengenai suatu aktivitasmasyarakat yang khusus Contoh: Permainan Sepak Bola Penelitian Kemasyarakatan Jurnalistik Pendidikan Agama Pendidikan Teknologi Institut. Merupakan kelompok orang yang terorganisir yang bertugas melaksana kan aktivitas tertentu Contoh: Tim Sepak Bola(Arema,Persik,PSSI) Lembaga ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jawa Pos,Kompas,Republik Institut Agama Islam Institut Teknologi Bandung

6 Definisi Lembaga social menurut beberapa ahli.
Soerjono Soekanto (1982) menyimpulkan menurut sudut pandang sosiologis dengan meletakkan institusi sebagai lembaga kemasyarakatan, yaitu sebagai suatu jaringan daripada proses-proses hubungan antar manusia dan antar kelompok manusia yang berfungsi untuk memeihara hubungan-hubungan tersebut serta pola-polanya, sesuai dengan kepentingan-kepentingan manusia dan kelompoknya. BruceJ Cohen lembaga social adalah system pola-pola social yang tersusun rapi dan relative bersiifat permanent serta mengandung perilaku-perilaku tertentu yang kokoh dan terpadu dari masyarakat dan pemenuhan-pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

7 Kesimpulkan definisi lembaga sosial dari beberapa ahli
Lembaga social berkaitan dengan kebutuhan pokok manusia dalam masyarakat Lembaga social merupakan organisasi yang relative tetap Lembaga social merupakan organisasi yang tersusun dan berstruktur Lembaga social merupakan cara bertindak yang bersifat mengikat.

8 Proses Pembentukan Lembaga Sosial
Menurut Soerjono Soekanto (1982), bahwa tumbbuhnya lembaga sosial oleh karena manusia dalam hidupnya memerlukan keteraturan, maka dirumuskan norma-norma dalam masyarakat. Mula-mula norma-norma tersebut terbentuk secara tidak disengaja; namun lama-kelamaan norma tersebut dibuat secara sadar. Misalnya, dahulu dalam jual beli, seorang perantara tidak harus diberi bagian dari keuntungan, akan tetapi lama-kelamaan terjadi kebiasaan bahwa perantara tersebut harus mendapat bagiannya, di mana sekaligus ditetapkan siapa yang menanggung itu, yaitu pembeli ataukah penjual

9 secara sosiologis dikenal adanya empat pengertian norma :
cara (usage) yang menunjuk pada suatu bentuk perbuatan, norma ini mempunyai kekuatan yang sangat lemah.Suatu penyimpangan terhadapnya,tak akan mengakibatkan hukuman berat,akan tetapi hanya sekedar celaan dari individu yang dihubunginya.Misalnya ;cara makan,cara minum,cara tidur ,dan sebagainya Kebiasaan (folkways) yang menunjuk pada suatu perbuatan yang selalu diulang-ulang dalam bentuk yang sama.ini merupakan suatu bukti bahwa banya orang yang menyukai perbuatan tersebut.Norma ini mempunyai daya pengikat yang lebih kuat dari pada cara. Contoh: kebiasaan menghormati orang yang lebih tua atau pemimpin, kebiasaan mengetuk pintu jika bertamu ke rumah orang atau instansi/kantor.

10 Tata kelakuan (mores), yaitu kebiasaan-kebiasaan yang sudah diterima menjadi norma pengatur perilaku warga masyarakat. Tata kelakuan mencerminkan sifat­sifat yang hidup dari suatu masyarakat dan berfungsi sebagai alat social controle terhadap para anggotanya Contoh: anak-anak harus berperilaku baik, sopan, dan berbakti kepada orang tuanya walaupun mereka sudah berkeluarga. Adat-istiadat (custom), yaitu tata kelakuan yang bersifat kekal dan kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. Warga yang melanggar adat akan dikenakan sanksi yang keras, misalnya dikucilkan, diusir, atau didenda berat oleh hukum adat, atau dikutuk oleh leluhurnya bahwa hidupnya akan sengsara, cepat mati, dan tidak punya keturunan

11 Peran Adat dan Tata - kelakuan di masyarakat
Adat dan mores memberikan batas-batas konkret terhadap perilaku warga, perbuatan-perbuatan mana yang boleh atau dianjurkan dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Adat dan mores akan mendorong warga untuk mengidentifikasi diri dengan kelompoknya dan memaksa warga untuk menyesuaikan tindakannya dengan tata kelakuan masyarakat. Adat dan mores memiliki sanksi moral yang kuatlberat dan bisa menghukum secara adat kepada orang yang melanggarnya, sehingga warga masyarakat takut untuk melanggarnya. Adat dan mores bisa menjaga solidaritas antaranggota masyarakat, menjaga keutuhan dan kerja sama yang harmonis dari seluruh warga masyarakatnya.

12 Syarat suatu norma terlembaga (institutionalized) dalam suatu sistem sosial
Bagian dari warga suatu sistem sosial menerima norma tersebut. Norma tersebut telah menjiwai bagian terbesar warga-warga sistem sosial tersebut. Norma tersebut bersanksi.

13 Proses norma social dalam pembentukannya sebagai lembaga social,
Proses Pelembagaan (institutionalized) adalah proses suatu norma social baru menjadi bagian dari salah satu lembaga social.Suatu norma dikatakan telah melembaga jika norma tersebut diketahui,dipahami,atau dimengerti,ditaati dan dihargai oleh anggota masyarakat. Proses Internalisasi (internalized) Adalah suatu taraf perkembangan dimana para anggota masyarakat dengan sendirinya ingin berperilakuan sejalan dengan perikelakuan yang memang sebenarnya memenuhi kebutuhan masyarakat.Dengan perkataan lain norma-noma tadi telah mendarah-daging (internalized)

14 Jenis-Jenis Lembaga Sosial
Lembaga keluarga yaitu lembaga yang berfungsi memenuhi kebutuhan keluarga dan kekerabatan,seperti pelamaran, peminangan,dan perkawinan. lembaga ekonomi adalah pranata social yang menangani masalah kesejahteraaan materiil,yang mengatur kegiatan atau cara berproduksi,distribusi,,dan pemakaian (konsumsi) Lembaga politik adalah perangkat norma dan status yang mengkususkan diri pada pelaksanaan kekuasaan dan wewenang. Dengan demikian lembaga politik meliputi eksekutif,yudikatif, legeslatif,keamanan nasional(militer) dan partai politik. Lembaga pendidikan adalah lembaga yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan akan penerangan,pendidikan,dan informasi Lembaga agama adalah lembaha yang berfungsi untuk mengatur kehidupan manusia ,baik hubungan antara manusia dengan manusia lainnya maupun hubungan antara manusia dengan sang penciptanya

15 Menurut Koentjaraningrat Jenis Lembaga Sosial
Kinship domestic institutions Economic institutions Educational institutions Aestetic and recreational institutionas. Scientific institutions. Somatic institutions. Religios institutions dan magis. Political institutions

16 PETA KONSEP

17 Ciri Lembaga Sosial suatu organisasi dari pola pemikiran dan pola perikelakuan yang terwujud dalam aktivitas kemasyarakatan. mempunyai tingkat kekekalan tertentu,Hal ini disebabkan system aneka macam tindakan akan baru menjadi bagian lembaga social setelah melewati proses dan waktu yang relative lama. mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu. mempunyai alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai lembaga yang bersangkutan. mempunyai lambang-lambang atau symbol tertewntu . mempunyai suatu tradisi yang tertulis dan tidak tertulis,

18 Sifat Lembaga Sosial Menurut J.B.A.T. Mayor Polak :
Adanya pola sikap dan kelakuan tertentu Setiap pranata atau lembaga social mempunyai lambang-lambang Adanya unsure-unsur pemakaian kebudayaan Mempunyai kode-kode tertulis atau lisan Mempunyai nilai-nilai rasionalisasi dan sublemasi.

19 Fungsi Lembaga Sosial Menurut Soerjono Soekamto (1986)
Memeberikan pedoman pada anggota masyarakat bagaimana mereka harus bertingkah laku atau bersikap di dalam menghadapi masalah-masalah dalam masyarakat,yang terutama mmenyangkut kebutuhan-kebutuhan yang bersangkutan. Menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan. Memeberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan system pengendalian social (social control) yaitu artinya system pengawasan daripada masyarakat terhadap tingkah laku anggota-anggotanya.

20 Keuntungan dan Kerugian Lembaga Sosial
cara berperilaku tiap-tiap orang sangat dipengaruhi oleh lembaga susial tersebut, Setiap lembaga social menyediakan lembaga-lembaga social yang sesuai dengqan sifat lembaga tersebut,. Setiap lembaga social merupakan badan Pembina social budaya yang terjamin stabilitas dan kelangsungannya , Lembaga social pada umumnya berfungsi sebagai lembaga pengawas dan pengontrol pola perilakuan manusia. Kerugian. Lembaga social sering menghambat kemajuan masyarakat.Hal ini terjadi kalau keadaan jaman berubah dan masyarakat luas perlu mengadakan perubahan dalam cara berpikir dan bertindak sesuai dengan irama jaman,sehingga harus membuang kaidah-kaidah yang sudah usang ini akan menimbulkan suatu permasalah Lembaga social dapat menghimpit orang-orang dalam,Hal ini terjadi apabila peraturan-peraturan yang tidak sesuai lagi dengan jaman ,masih diberlakukan atau praktek-praktek yang melawan keadilan masuk dalam lembaga social dan dibiarkan berjalan terus oleh

21 Tipe-Tipe Lembaga Sosial
Berdasarkan sudut perkembangannya Criscive institutions adalah lembaga yang tumbuh tidak secara sengaja Misal hak milik,perkawinan, agama, Enacted institutions adalah lembaga yang dibentuk dengan sengaja untuk tujuan tertentu.Misalnya; lembaga utang-piutang,lembaga perdagangan, lembaga pendidikan. Berdasarkan penerimaan masyarakat Social sanctioned institutions adalah lembaga yang diterima dalam kehidupan masyarakat. Misalnya;sekolah,perusahaan dagang dan lain-lainnya. Unsanctioned institutions adalah lembaga social yang ditolah dalam kehidupan masyarakat.Misalnya;kelompok penjahat,pemeras,perampok, pelacuran Berdasarkan system nilai yang diterima Basic institutions adalah lembaga yang dianggap sangat penting untuk memelihara ketertiban dalam masyarakat.Misalnya; keluarga,sekolah, Negara dan sebagainya. Subsidiary institutions adalah lembaga yang dianggap kurang penting dalam kehidupan masyarakat.Misalnya kegiatan untuk rekreasi.menyanyi,dan olah raga Berdasarkan factor enyebarannya General institutions adalah lembaga yang dikenal oleh seluruh masyarakat dunia.Misalnya; agama,teknologi Restrected institutions adalah lembaga social yang dianut oleh masyarakat tertentu di dunia.Misalnya; agama islam,agama Kristen,agama,katolik,agama hindu,dan budha dan sebagainya.

22 Tipe-Tipe Lembaga Sosial
Berdasarkan fungsinya Operative institutions adalah lembaga yang berfungsi untuk menghimpun pola atau tata-cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang bersangkutan. Misalnya;lembaga industrialisasi. Regulative institutions adalah lembaga social yang bertujuan untuk mengawasi adat-istiadat atau tata-kelakuan yang tidak menjadi bagian yang mutlak daripada lembaga itu sendiri.Misalnya lembaga-lembaga hukum seperti kejaksaan,pengadilan,dan sebagainya. Menurut D.Hendropuspito Pranata Induk (mayor institutions) lembaga yang ditandai dengan banyaknya anggota masyarakat yang memasuki, karena dinggap sangat penting .misalnya lembaga keluarga, agama,pendidikan, ekonomi, politik,rekreasi Pranata Pembantu (subsidiary institutions) lembaga ini didirikan untuk melengkapi pranata induk.misalnya kumpulan para ibu-ibu,kumpulan muda mudi,dan sebagainya Menurut Soerjono Soekanto lembaga social adalah norma-norma msyarakat yang mengatur pergaulan hidup manusia dalam berkelompok pada berbagai keperluan pokok kehidupan.


Download ppt "SOSIOLOGI POWER POINT OLEH: Panjilmo Putro MSi SMA NEGERI 7 MALANG."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google