Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

FALSAFAH DAN KONSEP KEPERAWATAN KESEHATAN KELUARGA

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "FALSAFAH DAN KONSEP KEPERAWATAN KESEHATAN KELUARGA"— Transcript presentasi:

1 FALSAFAH DAN KONSEP KEPERAWATAN KESEHATAN KELUARGA
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BANYUWANGI OLEH : MUHAMMAD AL AMIN

2 PENGERTIAN KELUARGA Pengertian keperawatan kesehatan keluarga ( Family Health Nursing ) dapat dinyatakan berdasar berbagai sumber sebagai berikut : Keluarga merupakan sekumpulan orang yang dihubungkan oleh perkawinan, adopsi dan kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik,mental, emosional dan sosial dari individu –individu yang ada didalamnya terlihat dari pola interaksi yang saling ketergantungan untuk mencapai tujuan bersama ( Friedman, 1998 )

3 Lanjutan……………………………. 2. Keluarga terdiri dari orang-orang yang disatukan oleh ikatan perkawinan , darah dan ikatan adopsi yang hidup bersama dalam satu rumah tangga, anggota keluarga berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain dengan peran sosial keluarga ( burgess dkk, 1963 )

4 Lanjutan…………………………… 3. Keluarga adalah suatu sistem sosial yang berisi dua atau lebih orang yang hidup bersama yang mempunyai hubungan darah, perkawinan atau adopsi, atau tinggal bersama dan saling menguntungkan , mempunyai tujuan bersama , mempunyai generasi penerus, saling pengertian dan saling menyayangi ( murray & zentner, 1997 ).

5 Lanjutan……………………………. Keluarga adalah kumpulan dua atau lebih individu yang saling tergantung satu sama lainnya untuk emosi, fisik dan dukungan ekonomi ( hanson, 1996 ). Keluarga adalah dua atau lebih individu yang tergabung karena hubungan perkawinan, darah atau adopsi dan hidup dalam satu rumah yang saling berinteraksi satu sama lain ( baylon dan maglaya, 1978 ).

6 Lanjutan…………………………… Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan ( depkes RI, 1988 ).

7 Lanjutan……………………………. Keluarga menurut stuart ( 1991 ) meliputi 5 sifat, yaitu Keluarga merupakan unit suatu sistem Setiap anggota keluarga dapat atau tidak dapat saling berhubungan atau dapat dan tidak selalu tinggal dalam satu atap. Keluarga dapat mempunyai anak ataupun tidak mempunyai anak Terdapat komitmen dan saling melengkapi Keluarga mempertahankan fungsinya secara konsisiten terhadap perlindungan.

8 TIPE KELUARGA Berbagai bentuk dan tipe keluarga, berdasarkan berbagai sumber,di bedakan berdasarkan keluarga tradisional dan keluarga non tradisional seperti: Menurut maclin ( 1988 ), pembagian tipe keluarga : Keluarga tradisional Keluarga inti yaitu keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan anak –anak yang hidup dalam rumah tangga yang sama.

9 Lanjutan………………………………
Keluarga dengan orang tua tunggal yaitu keluarga hanya dengan satu orang yang mengepalai akibat dari perceraian , pisah atau ditinggalkan. Pasangan inti yaitu keluarga yang hanya terdiri dari suami dan istri saja, tanpa anak atau tidak ada anak yang tinggal bersama meraka.

10 Lanjutan………………………………
Bujang dewasa yang tinggal sendirian. Pasangan usia pertengahan atau lansia , suami sebagai pencari nafkah, istri tinggal di rumah dengan anak sudah kawin atau bekerja. Jaringan keluarga besar : terdiri dari dua keluarga inti atau lebih atau anggota keluarga yang tidak menikah hidup berdekatan dalam daerah geografis.

11 Lanjutan………………………………
Keluarga non tradisional Keluarga dengan orang tua yang mempunyai anak tetapi tidak menikah. Pasangan suami istri yang tidak menikah dan telah mempunyai anak. Keluarga gay / lesbian adalah pasangan yang berjenis kelamin sama hidup bersama sebagai pasangan yang menikah.

12 Lanjutan………………………………
Keluarga komuni adalah rumah tangga yang terdiri dari lebih satu pasangan monogami dengan anak-anak , secara bersama menggunakan fasilitas , sumber dan memiliki pengalaman yang sama.

13 Lanjutan………………………………
Menurut allender & spradley ( 2001 ), membagi keluarga berdasarkan : Keluarga tradisional Keluarga inti ( nuclear family ) yaitu keluarga yang terdiri dari suami, istri, anak kandung atau anak angkat. Keluarga besar ( extended family ), yaitu keluarga inti ditambah dengan keluarga lain yang mempunyai hubungan darah, misal ; kakek, nenek, paman dan bibi.

14 Lanjutan…………………………… Keluarga dyad yaitu rumah tangga yang terdiri dari suami, istri tanpa anak. Single parent yaitu rumah tangga yang terdiri dari satu orang tua dengan anak kandung atau anak angkat, yang disebabkan karena perceraian atau kematian. Single adult, yaitu rumah tangga yang hanya terdiri seorang dewasa saja.

15 Lanjutan………………………………
Keluarga usia lanjut yaitu rumah tangga yang terdiri dari suami, istri yang berusia lanjut. Keluarga non tradisional Commune family yaitu lebih dari satu keluarga tanpa pertalian darah tinggal serumah. Orang tua ( ayah/ibu ) yang tidak ada ikatan perkawinan dan anak hidup bersama dalam satu rumah tangga.

16 Lanjutan………………………………
Homoseksual yaitu dua individu yang sejenis kelamin hidup bersama dalam satu rumah tangga.

17 Lanjutan………………………………
Menurut carter & mc goldrick ( 1988 ) membagi tipe keluarga berdasarkan : Keluarga berantai yaitu keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti. Keluarga berkomposisi, yaitu keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama-sama. Keluarga kabitas, yaitu keluarga yang terbentuk tanpa pernikahan.

18 FUNGSI KELUARGA Fungsi afektif Fungsi sosialisasi
Fungsi perawatan kesehatan Fungsi ekonomi Fungsi biologis Fungsi psikologis Fungsi pendidikan.

19 FUNGSI AFEKTIF Fungsi afektif merupakan fungsi keluarga dalam memenuhi kebutuhan pemeliharaan kepribadian dari anggota keluarga. Merupakan respon dari keluarga terhadap kondisi dan situasi yang dialami tiap anggota keluarga baik senang maupun sedih.

20 FUNGSI SOSIALISASI Fungsi sosialisasi tercermin dalam melakukan pembinaan sosialisasi pada anak,membentuk nilai dan norma yang diyakini anak, memberikan batasan perilaku yang boleh dan tidak boleh pada anak, meneruskan nilai-nilaibudaya keluarga.

21 FUNGSI PERAWATAN KESEHATAN
Fungsi perawatan kesehatan keluarga merupakan fungsi keluarga dalam melindungi keamanan dan kesehatan seluruh anggota keluarga serta menjamin pemenuhan kebutuhan perkembangan fisik, mental dan spiritual,dengan cara memelihara dan merawat anggota keluarga yang sakit.

22 FUNGSI EKONOMI Fungsi ekonomi , untuk memenuhi kebutuhan keluarga seperti sandang, pangan, papan, dan kebutuhan lainnya melalui keefektifan sumber dana keluarga.

23 FUNGSI BIOLOGIS Fungsi biologis , bukan hanya ditujukan untuk meneruskan keturunan , tetapi untuk memelihara dan membesarkan anak untuk kelanjutan generasi selanjutnya.

24 FUNGSI PSIKOLOGIS Fungsi psikologis , terlihat bagaimana keluarga memberikan kasih sayang dan rasa aman , memberikan perhatian diantara anggota keluarga , membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga dan memberikan identitas keluarga.

25 FUNGSI PENDIDIKAN Fungsi pendidikan diberikan keluarga dalam rangka memberikan pengetahuan , ketrampilan, membentuk prilaku anak, mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa, mendidik anak sesuai dengan tingkatan perkembangannya.

26 TAHAP DAN TUGAS PERKEMBANGAN KELUARGA
Tahap I, keluarga pemula atau pasangan baru, tugas perkembangannya meliputi : Membina hubungan yang harmonis dan kepuasan bersama dengan membangun perkawinan yang saling memuaskan. Membina hubungan dengan orang lain. Merencanakan kehamilan Mempersiapkan diri menjadi orang tua.

27 Lanjutan………………………………
2. Tahap II, keluarga sedang mengasuh anak ( anak tertua bayi sampai berumur 30 bulan), tugas perkembangannya adalah : Membentuk keluarga muda sebagai sebuah unit. Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan. Memperluas persahabatan dengan keluarga besar dengan menambahkan peran orang tua kakek dan nenek .

28 Lanjutan………………………………
Tahap III, keluarga dengan anak usia pra sekolah ( anak tertua berumur 2-6 tahun ), tugas perkembangan keluarganya adalah : Memenuhi kebutuhan anggota keluarga. Mensosialisasikan anak. Mengintegrasikan anak yang baru, sementara tetap memenuhi kebutuhan anak yang lainnya. Mempertahankan hubungan keluarga yang sehat dalam keluarga dan luar keluarga.

29 Lanjutan………………………………
M enanamkan nilai dan norma kehidupan. Mulai mengenalkan kultur keluarga. Menanamkan keyakinan beragama. Memenuhi kebutuhan bermain anak.

30 Lanjutan………………………………
Tahap IV, keluarga dengan anak usia sekolah ( anak tertua usia 6-13 tahun ), tugas perkembangannya adalah ; Mengembangkan hubungan dengan teman sebaya. Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan. Memenuhi kebutuhan kesehatan fisik anggota keluarga. Membiasakan belajar teratur.

31 Lanjutan………………………………
Memperhatikan anak saat menyelesaikan tugas sekolah. Mensosialisasikan anak termasuk meningkatkan prestasi sekolah.

32 Lanjutan………………………………
Tahap V, keluarga dengan anak remaja ( anak tertua umur tahun ), tugas perkembangannya meliputi : Memfokuskan kembali hubungan perkawinan Menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab ketika remaja menjadi dewasa dan mandiri. Berkomunikasi secara terbuka antara orang tua dan anak-anak. Memberikan perhatian.

33 Lanjutan………………………………
Memberikan kebebasan dalam batasan tanggung jawab . Mempertahankan komunikasi terbuka dua arah.

34 Lanjutan………………………………
Tahap VI, keluarga yang melepas anak usia dewasa muda ( mencakup anak pertama sampai anak terakhir yang meninggalkan rumah ), tugas perkembangan tahap ini adalah Melanjutkan untuk memperbaharui hubungan perkawinan. Membantu orang tua lanjut usia dan sakit sakitan dari suami atau istri. Membantu anak mandiri.

35 Lanjutan………………………………
Mempertahankan komunikasi. Memperluas hubungan keluarga antara orang tua dengan menantu. Menata kembali peran dan fungsi keluarga setelah ditinggalkan anak.

36 Lanjutan………………………………
Tahap VII, orang tua usia pertengahan ( tanpa jabatan,pensiun ), tugas tahap ini adalah : Menyediakan lingkungan yang meningkatkan kesehatan. Mempertahankan hubungan yang memuaskan dan penuh arti para orang tua dan lansia. Memperkokoh hubungan perkawinan. Menjaga keintiman.

37 Lanjutan………………………………
Merencanakan kegiatan yang akan datang. Memperhatikan kesehatan masing-masing pasangan. Tetap menjaga komunikasi dengan anak-anak.

38 Lanjutan………………………………
Tahap VIII, keluarga dalam masa pensiun dan lansia, tugas perkembangan keluarga ini adalah : Mempertahankan pengaturan hidup yang memuaskan. Menyesuaikan terhadap pendapatan yang menurun. Mempertahankan hubungan perkawinan. Menyesuaikan diri terhadap kehilangan pasangan.

39 Lanjutan………………………………
Mempertahankan ikatan keluarga antar generasi. Meneruskan untuk memahami eksistensi mereka. Saling memberi perhatian yang menyenangkan antar pasangan. Merencanakan kegiatan untuk mengisi waktu tua seperti berolah raga. Berkebun dan mengasuh cucu.

40 LEVEL PENCEGAHAN PERAWATAN KELUARGA
Pencegahan primer Pencegahan sekunder Pencegahan tersier

41 PENCEGAHAN PRIMER Merupakan tahap pencegahan yang dilakukan sebelum masalah timbul. Kegiatannya berupa pencegahan spesifik, dan promosi kesehatan, seperti pemberian pendidikan kesehatan,kebersihan diri, penggubaan sanitasi yang bersih, olah raga, imunisasi, dan perubahan gaya hidup.

42 PENCEGAHAN SEKUNDER Pencegahan sekunder yaitu tahap pencegahan kedua yang dilakukan pada awal masalah timbul maupun saat masalah berlangsung, dengan melakukan deteksi dini, dan melakukan tindakan penyembuhan, seperti screnning kesehatan, deteksi dini adanya gangguan kesehatan.

43 PENCEGAHAN TERSIER Merupakan pencegahan yang dilakukan pada saat masalah kesehatan telah selesai, selain mencegah komplikasi juga meminimalkan keterbatasan dan memaksimalkan fungsi melalui rehabilitasi seperti melakukan rujukan kesehatan, melakukan konseling kesehatan, memfasilitasi ketidakmampuan dan mencegah kematian.

44 TUGAS KELUARGA Ketidak mampuan keluarga mengenal masalah kesehatan, bagaimana persepsi keluarga terhadap tingkat keparahan penyakit, pengertian, tanda dan gejala dll. Ketidak mampuan keluarga mengambil keputusan, termasuk sejauh mana keluarga mengerti mengenai sifat dan luasnya masalah, bagaimana masalah dirasakan oleh keluarga , keluarga menyerah atau tidak dengan masalah yang dihadapi dll

45 Lanjutan…………………………. 3. Ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, seperti bagaimana keluarga mengetahui keadaan sakitnya dll. Ketidak mampuan keluarga memodifikasi lingkungan , seperti pentingnya higiene sanitasi bagi lingkungan dll Ketidak mampuan keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan, seperti kepercayaan keluarga terhadap petugas kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan.

46 TINGKAT KEMANDIRIAN KELUARGA
Tingkat kemandirian I ( keluarga mandiri tingkat I / KM I ) Menerima petugas perawatan kesehatan masyarakat Menerima palayanan keperawatan yang di berikan Tingkat kemandirian II ( keluarga mandiri tingkat II / KM II ) Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatan secara benar Melakukan tindakan keperawatan sederhana Memanfaatkan fasilitas kesehatan secara aktif

47 Lanjutan………………………. Tingkat kemandirian III ( keluarga mandiri tingkat III/KM III ) Menerima petugas perawatan kesehatan masyarakat Menerima palayanan keperawatan yang di berikan Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatan secara benar Melakukan tindakan keperawatan sederhana Memanfaatkan fasilitas kesehatan secara aktif Melaksanakan tindakan pencegahan sesuai anjuran.

48 Lanjutan…………………………... 4. Tingkat kemandirian IV ( keluarga mandiri tingkat IV / KM IV ) Menerima petugas perawatan kesehatan masyarakat Menerima palayanan keperawatan yang di berikan Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatan secara benar Melakukan tindakan keperawatan sederhana Memanfaatkan fasilitas kesehatan secara aktif Melaksanakan tindakan pencegahan sesuai anjuran. Melakukan tindakan promotif secara aktif.

49 TERIMA KASIH


Download ppt "FALSAFAH DAN KONSEP KEPERAWATAN KESEHATAN KELUARGA"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google