Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MODUL 13. Analisa & Perancangan Kerja

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MODUL 13. Analisa & Perancangan Kerja"— Transcript presentasi:

1 MODUL 13. Analisa & Perancangan Kerja
1. Tujuan Instruksional Khusus Diharapkan mahasiswa dapat memahami konsep faktor kelonggaran terutama pembagian dari faktor kelonggaran dan menentukan faktor kelonggaran. 2. Daftar Materi Pembahasan 2.1. 2.2. Konsep Faktor Kelonggaran Menentukan Faktor Kelonggaran 3. Pembahasan 2.1. Konsep Faktor Kelonggaran Didalam praktek banyak terjadi penentuan waktu baku dilakukan hanya dengan menjalankan beberapa kali pengukuran dan menghitung rata-ratanya. Pada modul lalu telah ditunjukkan bagaimana langkah-langkah sebelum dan pada saat- saat pengukuran seharusnya dilakukan. selain data yang seragam, jumlah pengukuran yang cukup dan penyesuaian, satu hal lain yang kerapkali terlupakan adalah menambahkan kelonggaran atas waktu normal yang telah didapatkan. Kelonggaran diberikan untuk tiga hal yaitu untuk kebutuhan pribadi, menghilangkan rasa fatique, dan hambatan - hambatan yang tidak dapat dihindarkan. Ketiganya ini merupakan hal - hal yang secara nyata dibutuhkan oleh pekerja, dan yang selama pengukuran tidak diamati, diukur, dicatat ataupun dihitung. Karenanya sesuai pengukuran dan setelah mendapatkan waktu normal, kelonggaran perlu ditambahkan. A. Kelonggaran Untuk Kebutuhan Pribadi Yang termasuk kedalam kebutuhan pribadi disini adalah, hal-hal seperti minum sekedarnya untuk menghilangkan rasa haus, kekamar kecil, bercakap-cakap dengan teman sekerja untuk menghilangkan ketegangan ataupun kejemuan dalam kerja.

2 demikian jarang terjadi karena berdasarkan pengalamannya pekerja dapat mengatur
kecepatan kerjanya sedemikian rupa sehingga lambatnya gerakan-gerakan kerja ditunjukkan untuk menghilangkan rasa fatique ini. Pada modul ini antara lain membahas macam dan sebab-sebab fatique. Disini di tunjukkan bagaimana pendekatan-pendekatan dilakukan untuk menghitung masalah-masalah fatique. Dalam bab tersebut dikemukakan pula bagaimana fatique merupakan hal yang akan terjadi pada diri seorang sebagai akibat melakukan pekerjaan. Karena itulah kelonggaran untuk melepaskan rasa lelah karena fatique ini perlu ditambahkan. Besarnya kelonggaran ini dan kelonggaran untuk kebutuhan pribadi ditunjukkan pada tabel 13.1. C. Kelonggaran Untuk Hambatan-Hambatan Tak Terhindarkan Dalam melaksanakan pekerjaannya, pekerja tidak akan lepas dari berbagai “hambatan”. Ada hambatan yang dapat dihindarkan seperti mengobrol yang berlebihan dan menganggur dengan sengaja ada pula hambantan yang tidak dapat dihindarkan karena berada diluar kekuasaan pekerja untuk mengendalikannya. Bagi hambatan yang pertama jelas tidak ada pilihan selain menghilangkannya, sedangkan bagi yang terakhir walaupun harus diusahakan serendah mungkin, hambatan akan tetap ada dan karenanya harus diperhitungkan dalam perhitungan waktu baku. Beberapa contoh yang termasuk kedalam hambatan tak terhindarkan adalah : - Menerima atau meninta petunjuk kepada pengawas - Melakukan penyesuaian - penyesuaian mesin - Memperbaiki kemacetan-kemacetan singkat seperti mengganti alat potong yang patah, memasang kembali ban yang lepas dan sebagainya. - Mengasah peralatan potong - Mengambil alat-alat khusus atau bahan-bahan khusus dari gudang - Hambatan-hambatan karena kesalahan pemakaian alat ataupun bahan - Mesin berhenti karena matinya aliran listrik. Besarnya hambatan untuk kejadian-kejadian situ sangat bervariasi dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain bahkan dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja lain karena banyaknya penyebab seperti mesin, kondisi mesin, prosedur kerja, ketelitian suplai alat dan bahan dan sebagainya. Salah satu cara yang baik yang biasanya

3 Keadaan Temperatur T. Ker. “ temperatur normal “ 2,5 F
Misalnya suatu pekerjaan : FAKTOR Contoh pekerjaannya Kelonggaran % Ref. Diambil A Tenaga yg dikeluarkan “ sangat ringan “ 6,0 – 7,5 7 B Sikap Kerja “ duduk “ 0,0 – 1,0 C Gerakan kerja “ agak terbatas “ 0,0 – 5,0 3 D Kelelahan Mata “ terus menerus “ 2,0 – 5,0 5 E Keadaan Temperatur T. Ker. “ temperatur normal “ 2,5 F Keadaan atmosfir “ siklus udara baik ” G Keadaan lingkungan baik “ tidak bising, berulang 2 “ 1,0 – 3,0 2 Sub total 19,5 Kebutuhan pribadi “ Wanita “ Hambatan yg tak terhidarkan Total kelonggaran 24,5


Download ppt "MODUL 13. Analisa & Perancangan Kerja"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google