Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Aniesa Samira Bafadhal, SAB, MAB

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Aniesa Samira Bafadhal, SAB, MAB"— Transcript presentasi:

1 Aniesa Samira Bafadhal, SAB, MAB
PENDAPATAN NASIONAL Aniesa Samira Bafadhal, SAB, MAB

2 PENDAHULUAN Produk Domestik Bruto (PDB)  salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu negara dalam suatu periode tertentu, baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. PDB adalah jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.

3 PENDAHULUAN PDB atas dasar harga berlaku
Menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada tahun berjalan. Digunakan untuk mengetahui kemampuan sumber daya ekonomi, pergeseran, dan struktur ekonomi suatu negara. PDB atas dasar harga konstan Menggambarkan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai tahun dasar. Digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi secara riil dari tahun ke tahun atau pertumbuhan ekonomi yang tidak dipengaruhi oleh faktor harga.

4 PENDAPATAN NASIONAL DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Besar atau kecilnya pendapatan nasional dapat dilihat sebagai gambaran tentang tingkat kesejahteraan masyarakat di negara yang bersangkutan. Pemerintah selalu berusaha untuk dapat meningkatkan pendapatan nasional.

5 PENDAPATAN NASIONAL DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Pertumbuhan ekonomi yang hanya diukur dengan pendapatan nasional, ternyata tidak linier atau tidak berkorelasi positif dengan kesejahteraan masyarakatnya. Pendapatan nasional yang meningkat dari tahun ke tahun belum tentu diikuti dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakatnya. Kesejahteraan masyarakat pada umumnya akan ikut meningkat, jika meningkatnya pendapatan nasional diikuti oleh pemerataan di antara penduduknya.

6 PENDAPATAN NASIONAL DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Langkah pemerintah: 1. meningkatkan pendapatan nasional 2. upaya pemerataan

7 SIKLUS ALIRAN PENDAPATAN NASIONAL

8 HIERARKI PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
1. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product = GDP) Produk Domestik Bruto (PDB) adalah nilai pasar (termasuk pajak tak langsung) yang diterima oleh seluruh pelaku ekonomi yang lokasinya berada di dalam negeri suatu negara. Karena hanya memperhatikan lokasi dalam negeri, maka tidak termasuk pendapatan warga negara yang bekerja di luar negeri, tetapi termasuk yang diperoleh warga negara asing di dalam negeri.

9 HIERARKI PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
2. Produk Nasional Bruto (Gross National Product = GNP) PDB ditambah penghasilan warga negara di luar negeri dan dikurangi penghasilan warga negara asing yang bekerja di dalam negeri disebut Produk Nasional Bruto (PNB).

10 HIERARKI PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
3. Produk Nasional Neto (Net National Product = NNP) Produk Nasional Neto adalah PNB dikurangi penyusutan atas pemakaian peralatan yang dipakai untuk menghasilkan PNB tersebut. Rumus: NNP = GNP - (penyusutan + barang pengganti modal)

11 HIERARKI PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
(National Income = NI) PN adalah pendapatan bersih dari faktor-faktor produksi, termasuk laba perusahaan. Rumus: NNI = NNP - pajak tidak langsung + subsidi

12 HIERARKI PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
5. Pendapatan Perorangan (Personal Income = PI) Pendapatan Perorangan (PP) adalah pendapatan bagi seluruh individu warga negara yang tersedia untuk dikonsumsi, untuk ditabung, dan untuk membayar pajak perorangan. Rumus: PI = NNI + pembayaran pinjaman - (laba ditahan + iuran asuransi + iuran jaminan sosial + pajak perseroan)

13 HIERARKI PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
6. Pendapatan Disposibel (Disposable Income = DI) Pendapatan Disposibel (PD) adalah PP dikurangi pajak pribadi, yaitu pendapatan seluruh individu yang siap untuk dikonsumsi dan ditabung. Rumus: DI = PI - pajak penghasilan

14 Produk Domestik Bruto (PDB) ditambah: Pendapatan WNI di LN dikurang: Pendapatan WNA di DN = Produk Nasional Bruto (PNB) dikurang: Depresiasi Produk Nasional Neto (PNN) dikurang: Pajak tak langsung Pendapatan Nasional (PN) ditambah: Subsidi kepada masyarakat dikurang: - Laba ditahan - Pajak atas laba Pendapatan Perorangan (PP) dikurang: Pajak pribadi = Pendapatan Disposibel (PD)

15 METODE PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
Output Approach (Pendekatan Produksi) Y dari pendekatan ini  Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) 2. Income Approach (Pendekatan Pendapatan) Y dari pendekatan ini  Pendapatan Nasional (PN) atau National Income (NI) 3. Expenditure Approach (Pendekatan Pengeluaran) Y dari pendekatan ini Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP).

16 METODE PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL DI INDONESIA
BPS menghitung pendapatan nasional melalui dua pendekatan, yaitu: 1. Pendekatan Produksi 2. Pendekatan Pengeluaran Kedua pendekatan menghasilkan jumlah yang sama.

17 Pendekatan Produksi Produk Domestik Bruto adalah jumlah nilai tambah atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun).

18 Pendekatan Produksi Nilai tambah tersebut diperoleh dari perkalian jumlah produksi dengan harga barang yang bersangkutan, selanjutnya dikurangi dengan biaya antara, yakni nilai bahan yang dipergunakan dalam proses produksi. PDB adalah jumlah dari nilai tambah bruto (belum dikurangi penyusutan alat produksi) dari seluruh pelaku ekonomi di dalam negeri selama satu tahun.

19 Pendekatan Produksi PDB hanya menghitung nilai produk di dalam negeri, maka di dalam PDB termasuk pendapatan warga negara asing di dalam negeri, tetapi belum termasuk pendapatan warga negara sendiri di luar negeri. Data tersebut dikumpulkan oleh kantor-kantor statistik di kabupaten/kota yang selanjutnya dikompilasi oleh BPS pusat.

20 Pendekatan Produksi Pendapatan nasional berdasarkan pada penjumlahan seluruh nilai produksi yang dikelompokkan ke dalam sembilan lapangan usaha yang meliputi: (1) Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan (2) Pertambangan dan Penggalian (3) Industri Pengolahan (4) Listrik, Gas, dan Air Bersih (5) Bangunan (6) Perdagangan, Hotel, dan Restoran (7) Pengangkutan dan Komunikasi (8) Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan (9) Jasa-jasa

21 Pendekatan Produksi Rumus:
Y = (Q1xP1) + (Q2xP2) (QnxPn) …………….. (1) Y = NTb1 + NTb2 + NTb3 + … + NTbn ……………... (2) Keterangan: Y : Pendapatan nasional (PDB) Q : Jumlah barang sektor n P : Harga barang sektor n NTb : nilai tambah

22 Pendekatan Produksi Contoh: Y = 10.000 + 5.000 + 2.500 + 7.500

23 Pendekatan Produksi

24 Pendekatan Pendapatan
Produk Domestik Bruto merupakan jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi di suatu negara dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Balas jasa yang dimaksud adalah upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal dan keuntungan; semuanya sebelum dipotong pajak penghasilan dan pajak langsung lainnya.

25 Pendekatan Pendapatan
Komponen‐komponen pendapatan nasional menurut pendekatan ini, adalah: 1. Alam dengan sewa (Rent = r ) 2. Tenaga kerja dengan upah/gaji (Wages = w) 3. Modal dengan bunga (Interest = i) 4. Skill kewirausahaan cdengan laba (Profit = p)

26 Pendekatan Pendapatan
Rumus: Y = r + w + i + p Keterangan: Y : pendapatan nasional r : rent (sewa) w : wages (upah atau gaji tenaga kerja) I : interest (bunga) p : profit (laba)

27 Pendekatan Pengeluaran
Produk Domestik Bruto sebagai jumlah pengeluaran secara nasional untuk membeli barang dan jasa dalam satu tahun. Komponen-komponen Pendapatan nasional menurut pendekatan ini, adalah: 1. Rumah tangga  Pengeluaran Konsumsi (C) 2. Perusahaan  Pengeluaran Investasi (I) 3. Pemerintah  pengeluaran pemerintah (G) 4. Masyarakat luar negeri  Eskpor-Impor (X-M)

28 Pendekatan Pengeluaran
Rumus: Y = C + I + G + (X – M) Y = C + S + G + (X – M) Keterangan Y : PDB G : Belanja pemerintah C : Belanja konsumsi X : Ekspor I : Belanja investasi M : Impor S : Tabungan

29 Pendekatan Pengeluaran
Pendapatan nasional dapat ditingkatkan melalui: Peningkatan unsur-unsur: a. Konsumsi (C) b. Investasi (I) c. Belanja Pemerintah (G) d. Ekspor (X)  Penurunan unsur: Impor (M)

30 Pendekatan Pengeluaran
BPS mengelompokkan pengeluaran (belanja) ke dalam enam jenis pengeluaran karena I (investasi) dipisah ke dalam dua kelompok, yakni: (1) Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (2) Perubahan Stok (persediaan barang) Pengelompokan jenis pengeluaran menurut BPS meliputi: (1) Konsumsi Rumah Tangga, (2) Konsumsi Pemerintah, (3) Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto, (4) Perubahan Stok, (5) Ekspor Barang/Jasa, dan (6) Impor Barang/Jasa

31 Pendekatan Pengeluaran

32 PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL ATAS DASAR HARGA KONSTAN TAHUN 2000

33 KELEMAHAN DALAM KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
1. Tidak menghitung produk-produk non transaksi 2. Tidak menghitung nilai dari waktu luang (leisure time) 3. Tidak memperhitungkan peningkatan mutu produk 4. Kurang memperhatikan pentingnya distribusi pendapatan 5. Kurang berorientasi ke pendapatan per kapita 6. Kurang memperhatikan kerusakan lingkungan 7. Tidak mengkalkulasikan produk-produk dari bisnis siluman

34 AKSES DATA

35 KESEIMBANGAN PENDAPATAN
Keseimbangan pendapatan nasional yaitu keadaan dimana keinginan masyarakat untuk melakukan perbelanjaan (pengeluaran agregat atau permintaan agregat) adalah sama dengan penawaran agregat (keinginan para pengusaha untuk memproduksikan barang dan jasa)

36 KESEIMBANGAN PENDAPATAN
Rumus: C + I + G + (X - M) = C + S + T atau I + G + X = S + T + M Prakteknya  pendapatan nasional tidak selalu seimbang

37 KESEIMBANGAN PENDAPATAN Perubahan Keseimbangan
PERAN PERMINTAAN AGREGAT 1. Perubahan Pendapatan Nasional dengan Tingkat Harga Tetap a. Pergeseran Fungsi Pengeluaran Agregat > Fungsi pengeluaran agregat bergeser bila salah satu dari komponen-komponennya bergeser  perubahan pengeluaran agregat autonomous > Penyebab: 1) naiknya pengeluaran autonomous, 2) turunnya pengeluaran autonomous, 3) perubahan tarif pajak

38 KESEIMBANGAN PENDAPATAN Perubahan Keseimbangan
b. Multiplier > Ukuran besaran perubahan pendapatan dilakukan dengan multiplier. > Multiplier merupakan perbandingan (ratio) antara perubahan pendapatan dengan perubahan pengeluaran  perubahan pendapatan nasional dibagi dengan perubahan pengeluaran autonomous yang mengikutinya.

39 KESEIMBANGAN PENDAPATAN Perubahan Keseimbangan
2. Perubahan Pendapatan Nasional dengan Tingkat Harga Berubah a. Hubungan antara Kurva Pengeluaran Agregat (AE) dan Kurva Permintaan Agregat (AD) > Perubahan kurva AE dan kurva AD: 1) tingkat harga dan pengeluaran agregat 2) pergeseran kurva pengeluaran agregat mengubah permintaan agregat 3) membentuk kurva permintaan permintaan agregat 4) perubahan pendapatan nasional dan kurva permintaan agregat

40

41 KESEIMBANGAN PENDAPATAN Perubahan Keseimbangan
b. Multiplier dengan Tingkat Harga Berubah Bila penawaran agregat memiliki kemiringan positif, nilai multipliernya lebih kecil dari multiplier sederhana yang dihitung pada keadaan harga tetap.

42

43 KESEIMBANGAN PENDAPATAN Perubahan Keseimbangan
PERAN PENAWARAN AGREGAT 1. Penawaran Agregat Jangka Pendek  Makin tinggi tingkat harga, makin besar jumlah output yang akan diproduksi dan ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan untuk dijual  Pada tingkat di bawah pendapatan nasional potensial: perubahan output diikuti oleh perubahan harga yang relatif kecil  Pada tingkat di atas pendapatan nasional potensial: perubahan output dibarengi dengan perubahan harga jual yang relatif besar

44 KESEIMBANGAN PENDAPATAN Perubahan Keseimbangan
 Pada tingkat pendapatan nasional rendah, pergeseran pendapatan agregat berpengaruh pada output  Pada pendapatan nasional tinggi, pergeseran permintaan agregat berpengaruh pada tingkat harga

45 KESEIMBANGAN PENDAPATAN Perubahan Keseimbangan
2. Penawaran Agregat Jangka Panjang > Terdapat mekanisme penyesuaian otomatis yang menyebabkan inflasi yang disebabkan oleh suatu gejolak permintaan akan berhenti, yaitu: mengembalikan jumlah output pada tingkat potensialnya. > Upah fleksibel yang merosot pada saat ada pengangguran akan menciptakan suatu mekanisme penyesuaian otomatis yang akan mendorong perekonomian kembali ke keadaan penggunaan tenaga kerja penuh setiap kali output jatuh di bawah jumlah potensialnya.

46 SAMPAI KETEMU PADA PERTEMUAN BERIKUTNYA


Download ppt "Aniesa Samira Bafadhal, SAB, MAB"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google