Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KONSEP DASAR ANALISIS BIAYA

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KONSEP DASAR ANALISIS BIAYA"— Transcript presentasi:

1 KONSEP DASAR ANALISIS BIAYA
Pertemuan ke-12

2 Tujuan Pembelajaran Umum
Mahasiswa mampu memahami bahwa biaya adalah suatu faktor yang penting dalam pengambilan keputusan manajerial.

3 Tujuan Pembelajaran Khusus
Memahami konsep dasar biaya produksi jangka pendek dan jangka panjang yang berguna untuk pembuatan keputusan manajerial yang berkaitan dengan pengendalian biaya produksi. Mengidentifikasi apakah suatu perusahaan yang memproduksi produk tunggal telah mencapai skala usaha yang ekonomis atau perusahaan-perusahaan yang melakukan diversifikasi produk telah mencapai lingkup usaha ekonomis.

4 Keunggulan kompetitif melalui reduksi biaya produksi
Biaya produksi atau operasional dalam sistem industri sangat memainkan peranan penting Biaya produksi menciptakan keunggulan kompetitif dalam persaingan antar industri di pasar global. Proporsi biaya produksi dapat mencapai sekitar 70% - 90% dari biaya total penjualan secara keseluruhan Reduksi biaya produksi melalui peningkatan efisiensi akan membuat harga jual yang ditetapkan oleh produsen menjadi lebih kompetitif

5 Keunggulan kompetitif melalui reduksi biaya produksi
Komponen Biaya Industri Pengepakan Daging Industri Furniture Industri Peralatan Berat Restoran Produksi/ Operasional: Material 79% 40% 42% 38% - Tenaga Kerja Langsung 8% 15% 12% 20% - Supervisi, supplies, dll 3% 22% 23% 16% Sub total 90% 77% 74% Penjualan, Keuangan, Administrasi dan Umum: 9% Bunga pinjaman, pajak, dll: 1% 4% Total 100%

6 Konsep dasar program reduksi biaya terus menerus
Continuous Cost Reduction Program (CCRP) Merupakan suatu program yang disusun secara sistematik untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas industri melalui reduksi atau eliminasi pembororsan secara terus menerus terhadap semua aktivitas yang terlibat dalam sistem industri.

7 Konsep dasar program reduksi biaya terus menerus
CCRP adalah sama untuk setiap organisasi, yang sangat tergantung pada komitmen dan upaya-upaya inovatif dari manajemen untuk mengurangi atau menghilangkan pembororsan terhadap komponen-komponen: - Biaya Tenaga Kerja (Labor Cost) - Biaya Material (Material Cost) - Biaya Energi (Energy Cost) - Pengeluaran Lainnya

8 Reaksi berantai deming dalam ccrp
Perbaikan Kualitas Reduksi Biaya Peningkatan Produktivitas Harga Kompetitif Perluasan Pasar Tetap Dalam Bisnis Peningkatan Kesempatan Kerja Peningkatan ROI

9 Jenis-jenis pemborosan
Pemborosan pada input - kelebihan persediaan - material-material yang tidak terpakai Pemborosan pada proses - pekerjaan ulang - proses yang kuno Pemborosan pada output - produk cacat - ketinggalan mode - kelebihan produksi yang tidak terjual;

10 Jenis-jenis pemborosan
Pemborosan dalam Departemen Pemasaran - kelebihan tenaga kerja bagian penjualan - ketiadaan inovasi terhadap teknik-teknik penjualan baru - Penyerahan produk terlambat Pemborosan dalam Departemen HRD - Total jam kerja yang hilang (absen) - Banyak karyawan tidak memperoleh pelatihan yang tidak sesuai - Banyak karyawan tidak puas Pemborosan dalam Departemen Keuangan - Keterlambatan pembuatan laporan keuangan - Keterlambatan melakukan pembayaran kepada pemasok material

11 Teori Biaya Produksi Biaya produksi cerminan dari produksi  jumlah input yang dipakai dan jumah fisik output yang dihasilkan Biaya produksi  penting menentukan jumlah output Biaya produksi dapat dicerminkan oleh jumlah uang yang dikeluarkan untuk mendapatkan sejumlah input Biaya dalam ekonomi manajerial mencerminkan efisiensi sistem produksi

12 Biaya Produksi Jangka Pendek
Biaya Tetap (fixed cost), merupakan biaya yang dikeluarkan untuk pembayaran input-input tetap dalam proses produksi jangka pendek Contoh: biaya untuk mesin dan peralatan, upah dan gaji untuk karyawan dan pekerja tetap, dan lain-lain Biaya Variabel (variable cost), merupakan biaya yang dikeluarkan untuk pembayaran input-input variabel dalam proses produksi dalam jangka pendek. Contoh: biaya atau upah tenaga kerja langsung, biaya material produksi, biaya marketing, biaya maintenance, dan lain-lain

13 Biaya Produksi Jangka Pendek
Konsep-konsep yang penting: Biaya Tetap Total (TFC)  Biaya yang timbul dari pemakaian input tetap Biaya Variabel Total (TVC)  Biaya yang muncul sebagai penggunaan input variabel Biaya Total (TC)  Keseluruhan biaya yang dikeluarkan dalam menghasilkan output. Rumus: TC = TFC + TVC

14 Biaya Produksi Jangka Pendek
Biaya Marjinal (MC)  Perubahan pada biaya total sebagai akibat perubahan jumlah output sebanyak satu satuan MC = ∆TC/∆Q Biaya Tetap Rata-rata (AFC)  Rata-rata biaya tetap yang dikeluarkan untuk membuat satu satuan output AFC = TFC/Q Biaya variabel rata-rata (AVC)  Rata-rata biaya variabel yang dikeluarkan untuk membuat satu-satuan output AVC = TVC/Q

15 Biaya Produksi Jangka Pendek
Biaya total rata-rata (AC)  Besarnya biaya rata-rata yang dikeluarkan untuk membuat satu satuan output AC =TC/Q AC = AFC +AVC Biaya marginal jangka pendek (SMC)  perubahan dalam biaya total per unit perubahan output yang terjadi. SMC = ∆TC/∆Q

16 Biaya Produksi Jangka Pendek
Contoh Perhitungan Biaya Produksi Jangka Pendek Q TFC TVC TC AFC AVC ATC SMC 6000 - 100 4000 10000 60 40 200 12000 30 20 300 9000 15000 50 400 14000 20000 15 35 500 22000 28000 12 44 56 80 600 36000 42000 10 70 140

17 Biaya Produksi Jangka Pendek

18 Biaya Produksi Jangka Pendek

19 Biaya Produksi Jangka Panjang
Konsep biaya jangka panjang diperlukan manajer untuk menentukan skala operasi dari suatu perusahaan Analisis biaya jangka panjang sangat penting untuk mengetahui apakah suatu perusahaan beroperasi pada skala usaha ekonomis (economies of scale) atau tidak ekonomis (diseconomies of scale)

20 Biaya Produksi Jangka Panjang
Economies of Scale terjadi apabila perluasan usaha atau peningkatan output akan menurunkan biaya rata-rata jangka panjang Diseconomies of Scale terjadi apabila perluasan usaha atau peningkatan output akan meningkatkan biaya rata-rata jangka panjang

21 Biaya Produksi Jangka Panjang
Lingkup Usaha Ekonomis  suatu diversifikasi usaha yang ditandai oleh biaya produksi total bersama (joint total production cost) dalam memproduksi dua atau lebih jenis produk secara bersama adalah lebih kecil daripada penjumlahan biaya produksi dari masing- masing jenis produk itu apabila diproduksi secara terpisah. Lingkup Usaha Tidak Ekonomis  joint total production cost dalam memproduksi dua atau lebih jenis produk secara bersama adalah lebih besar daripada penjumlahan biaya produksi dari masing-masing jenis produk itu apabila diproduksi secara terpisah.

22 Biaya Produksi Jangka Panjang
Dalam kenyataannya factor perkembangan teknologi dalam arti luas—termasuk peningkatan keterampilan tenaga kerja, manajerial, dll—sangat memainkan peranan penting untuk menciptakan suatu skala usaha ekonomis atau lingkup usaha ekonomis. Logikanya: perkembangan teknologi  proses produksi makin efisien  biaya produksi total makin rendah  lingkup usaha ekonomis


Download ppt "KONSEP DASAR ANALISIS BIAYA"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google