Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Peran Faktor Biologis: Dari Insting hingga Perspektif Psikologi Evolusioner

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Peran Faktor Biologis: Dari Insting hingga Perspektif Psikologi Evolusioner"— Transcript presentasi:

1 Perspektif Teoritis mengenai Agresi : Pencarian terhadap Akar dari Kekerasan

2 Peran Faktor Biologis: Dari Insting hingga Perspektif Psikologi Evolusioner
Agresi adl. Tingkah laku yang diarahkan kepada tujuan menyakiti makhluk hidup lain yang ingin menghindari perlakuan semacam itu. Freud berpendapat bahwa agresi terutama timbul dari keinginan untuk mati (death wish/thanatos) yang kuat yang dimiliki oleh semua orang. Menurut Freud, insting ini awalnya memiliki tujuan self-destruction tetapi segera arahnya diubah ke luar, kepada orang lain. Lorenz (1966, 1974) berpendapat bahwa agresi muncul terutama dari insting berkelahi (fighting instinct) bawaan yang dimiliki oleh manusia dan spesies lainnya. (fi

3 Teori Dorongan: Motif untuk Menyakiti Orang Lain
Pandangan bahwa agresi muncul terutama dari dorongan (drive) yang ditimbulkan oleh faktor-faktor eksternal untuk menyakiti orang lain. Teori dorongan (drive theorities) atas agresi (misalnya, Berkowitz, 1989; Feshbach, 1984) : menemukakan bahwa kondisi-kondisi eksternal – terutama frustrasi – membangkitkan motif yang kuat untuk menyakiti orang lain. Hipotesis Frustrasi-agresi ternyata salah besar?? Namun teori ini tetap mendapat penerimaan yang luas di luar bidang kita.

4 Teori Modern atas Agresi: Memperhitungkan Proses Belajar, Kognisi, Suasana Hati, dan Keterangsangan
Pendekatan model umum afektif agresi general affective aggresion model) – yang diajukan oleh Anderson (Anderson dkk., 1996;Anderson, 1997) dikenal dengan singkatan GAAM, agresi dipicu oleh banyak sekali variabel input – aspek-aspek dari situasi ini atau kecenderungan yang dibawa individu ketika menghadapi situasi tertentu. Model umum afektif agresi : Teori modern atas agresi yang menyatakan bahwa gresi dipicu oleh banyak sekali variabel input; hal-hal ini mempengaruhi keterangsangan, tahap afektif, dan kognisi.

5 GAAM ( General affective aggression model): Satu teori modern atas agresi manusia, menyatakan bahwa agresi manusia berasal dari banyak faktor yang berbeda. Banyak sekali variabel input yang mempengaruhi kognisi, afek, dan keterangsangan, kemudian tahap internal ini ditambah dengan faktor-faktor yang lain menentukan apakah, dan dalam, bentuk apa, agresi terjadi.

6 Teknik untuk Mempelajari Agresi Manusia: Menyakiti tanpa Risiko?
Arnold Buss menemukan suatu teknik yang memungkinkan untuk mempelajari agresi fisik di bawah kondisi laboratorium yang aman. Ia mengembangkan teknik ini pada waktu hampir sama dengan saat Stanley Milgran sedang membuat prosedurnya sendiri untuk mempelajari kepatuhan otoritas. Kesimpulan yang paling masuk akal dari metode tsb. : Harap gunakan teknik-teknik ini jika memang terlihat tepat, tetapi selalu lakukan dengan berhati-hati, jangan pernah mempercayai validitas eksternalnya begitu saja, dan kombinasikan teknik-teknik ini dengan observasi terhadap agresi dalam kehidupan sehari-hari kapan pun dimungkinkan.

7 Determinan sosial dari agresi
Frustasi Provokasi Keterangsangan yang meningkat : emosi, kognisi, dan agresi.

8 Frustrasi? Penyebab yang sangat kuat dari agresi
Berfungsi sebagai determinan kuat dari agresi dalam kondisi tertentu, terutama ketika faktor penyebabnya dianggap tidak adil

9 Provokasi? Tindakan oleh orang lain yang cenderung memicu agresi pada diri si penerima, jika si penerima terpancing, biasanya akan terjadi agresi

10 Keterangsangan yang meningkat : emosi, kognisi, dan agresi.
Teori transfer eksitasi: bahwa suatu keterangsangan yang dalam satu situasi dapat tersisa dan memperkuat reaksi emosional yang timbul dalam situasi berikutnya.

11 Penyebab agresi Pola perilaku. Bias atribusional.
Narsisme, ancaman ego, dan agresi.

12 Pola perilaku Tipe A (kompetitif, terburu-buru, mudah tersinggung, agresif) Tipe B (tidak memilki sifat seperti pada tipe B) Orang yang menunjukkan pola perilaku tipe A lebih mudah marah dan lebih agresif daripada orang-orang dengan pola perilaku tipe B.

13 Bias atribusional hostile
Kecenderungan untuk mempersepsikan maksud/motif hostile dalam tindakan orang lain ketika tindakan ini dirasa ambigu

14 Narsisme, ancaman ego dan agresi
Orang dengan narsisme yang tinggi memegang pandangan berlebihan akan nilai dirinya sendiri. Mereka bereaksi dengan tingkat yang sangat tinggi terhadap umpan balik dari orang lain yang mengancam ego mereka yang besar.

15 Apakah pria lebih agresif daripada wanita?
Ya, pria lebih agresif daripada wanita, tetapi perbedaan ini berkurang dalam konteks provokasi yang kuat. Pria cenderung untuk menggunakan bentuk langsung dari agresi (memukul, ngatain orang) Wanita cenderung untuk menggunakan bentuk tidak langsung dari agresi (menggosip, ngomongin kejelekan org dari belakang)

16 Determinan situasional dari agresi
Dampak suhu udara yang tinggi terhap agresi Alkohol dan agresi

17 Dampak suhu udara tinggi terhadap agresi
Suhu udara naik, kekerasan fisik meningkat sampai pada titik tertentu; melewati titik ini, kekerasan menurun meskipun suhu udara tetap naik

18 Alkohol dan agresi Orang dengan tingkat agresi rendah, mengkonsumsi alkohol maka ia akan menjadi lebih agresif. Orang dengan tingkat agresi tinggi mengkonsumsi alkohol maka ia akan menjadi kurang agresif.


Download ppt "Peran Faktor Biologis: Dari Insting hingga Perspektif Psikologi Evolusioner"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google