Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pertemuan 3 PENGETAHUAN DAN PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP DESAIN DALAM VISUAL WARDROBE, 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pertemuan 3 PENGETAHUAN DAN PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP DESAIN DALAM VISUAL WARDROBE, 1."— Transcript presentasi:

1 Pertemuan 3 PENGETAHUAN DAN PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP DESAIN DALAM VISUAL WARDROBE, 1

2 Ilmu Desain dan Prinsip-prinsipnya
Design: drawing from which sth may be made; art of making such drawing, etc; decorative pattern of lines, shapes, etc; general planning of a machine, buliding, etc… Design: prepare a plan or sketch of… (Oxford, Leraner’s Pocket Dictionary, 1991) Menurut Kamus Istilah Periklanan Indonesia, desain atau rancangan berarti: Elemen visual yang dikembangkan dengan dalih tertentu dan diolah sesuai keperluan pengiklanan atau pengemasan. Usaha deskripsi gagasan mengenai bentuk, rupa, ukuran warna, dan tata letak beserta unsur-unsurnya yang membentuk wajah suatu benda.

3 Sementara Sumbo Tinarbuko (2002) menerjemahkan desain
secara praktis sebagai: Desain adalah suatu konsep untuk memecahkan fenomena bentuk, bahan, teknik, rupa, pemakaian dan fungsi guna yang dinyatakan dalam bentuk dan gambar, dan semuanya diabdikan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dari pengertian-pengertian di atas dapat dipahami bahwa desain sebagai kesatuan bentuk dan rupa, secara mendasar terdiri dari elemen dan unsur-unsur yang terdiri dari:

4 Warna Warna dapat dikatakan adalah elemen yang pertama kali dapat menstimuli orang yang melihatnya kepada kesan dan emosi tertentu. Bahkan seringkali warna selalu merupakan perlambangan dari makna dan filosofi tertentu. Menurut pakar desain David Dabner dalam Design and Layout: Understanding Using Graphics, warna yang anda pilih menimbulkan efek yang luar biasa pada kesan desain dan cara orang meresponnya. Sebagai contoh, kombinasi warna kontras (merah-hijau; ungu-kuning; biru-orange, dan warna-warna oposisi lainnya) dapat mengesankan dinamika dan gairah tertentu, dan warna- warna khusus sering dipakai untuk identifikasi dan kesan personal.

5 Sedangkan menurut Russel dan Vernill (1986), warna demi
beberapa alasan khusus digunakan untuk: alat menarik perhatian; dapat memperlihatkan atau memberikan suatu penekanan pada elemen tertentu di dalam karya desain; warna dapat memperlihatkan suatu kesan tertentu yang menunjukkan adanya kesan psikologis tersendiri; untuk menampilkan efek visual dari dari obyek atau lainnya. Kita bisa sebut misalnya, gold untuk segala sesuatu yang bersifat mewah, keagungan, kejayaan, dan abadi; dan silver untuk segala yang bersifat futuristik, berbau kemajuan dan teknologi, impresi peradaban, kecanggihan, dan sifat-sifat lainnya yang mungkin sejalan.

6 Kesan dan nuansa psikologis apa yang didapat dari penerapan warna-warna di dalam beberapa desain di bawah ini? Apakah warna-warna yang diterapkan memengaruhi intensitas emosi Anda?

7 Secara umum menurut sifatnya warna dapat digolongkan
menjadi 2, yaitu warna-warna panas dan warna-warna dingin. Merah, kuning, dan orange adalah warna-warna panas. Sedangkan biru, hijau, ungu adalah warna-warna dingin. Menurut tingkatannya warna tersusun menjadi 3, yaitu warna primer (warna dasar); warna sekunder (pencampuran 2 warna dasar, misalnya merah+kuning=orange); dan warna tersier (pencampuran warna sekunder dengan warna dasar, misalnya ungu+merah=cokelat merona). Namun persepsi kesan dan nilai terhadap warna terkadang subyektif, dan itu bergantung pada kepekaan emosi dan intelektual budaya seseorang atau masyarakat tertentu.

8 Warna Primer, Sekunder, Tersier dan Warna Kontras

9 Contoh Tone Warna dan Warna Kontras

10 Dalam kaitannya dengan aspek psikologis dan sugesti yang
dapat dihasilkan oleh warna-warna, beberapa penelitian menunjukkan misalnya: penggunaan warna merah pada kostum olahraga dalam sebuah kompetisi pertandingan membuat probabilitas untuk menang lebih besar, hal ini didasarkan karena warna merah meningkatkan dominasi (Hill & Barton, 2005). Warna biru dapat membuat orang cenderung aman, nyaman, menenangkan. Biru juga menyiratkan kenikmatan dan aktivitas/ kegiatan yang rendah (Goldstein, 1942 dan Wexner, 1954). Dalam dunia fashion, warna-warna gelap, hitam, ungu tua, atau merah tua pekat misalnya, telah dipercaya dapat membantu menyiasati penampilan bentuk tubuh; orang yang gemuk, gempal dan berat akan terlihat sedikit lebih ramping.

11 2. Komposisi Komposisi di dalam desain mempunyai peranan penting untuk mengukur apakah desain tersebut tampak menarik sekaligus estetis, dan juga apakah desain tersebut mempertimbangkan aspek fungsionalnya. Ketika seorang desainer merumuskan sebuah komposisi, sebenarnya ia sedang mengutak-atik unsur-unsur rupa; yang di dalamnya bisa dicirikan dengan adanya garis, bentuk, ruang, tekstur, warna, dan sedikit permainan pengulangan: repetisi terhadap unsur-unsur di atas. 1). Garis: Mengacu kepada Vinsensius Sitepu, dalam desain garis bisa dibagi menjadi empat, yaitu: vertikal, horisontal, diagonal, dan, kurva. Dalam pekerjaan desain, garis digunakan untuk

12 memisahkan posisi antara elemen atau objek-objek yang
tertuang dalam desain. Selain itu garis juga bisa digunakan sebagai petunjuk, pengarah, ataupun penjelas terhadap elemen tertentu, dan bisa juga digunakan sebagai aksentuasi. 2) Bentuk: Bentuk adalah suatu bidang yang terjadi karena dibatasi oleh sebuah kontur (garis) dan atau dibatasi oleh adanya warna yang berbeda atau oleh gelap-terang pada arsiran; atau karena adanya tekstur. Bentuk bisa berupa wujud alam (figur), dan yang tidak sama sekali menyerupai wujud alam (non figur). Bentuk bisa memiliki perubahan wujud berupa stilisasi, distorsi dan transformasi.

13 3) Ruang: Kusmiati dalam Teori Dasar Desain Komunikasi Visual, menjelaskan ruang terjadi karena adanya persepsi mengenai kedalaman sehingga terasa jauh dan dekat, tinggi dan rendah, tampak melalui indera penglihatan. Ruang berfungsi sebagai tempat meletakkan setiap elemen desain, misalnya agar desain terkesan lapang dan rapi, padat dan dinamis. Dalam desain- desain modern siasat white space (ruang kosong) sering digunakan. Ruang kosong berarti ketidakberadaan elemen- elemen desain yang disengaja dalam space tertentu dari komposisi desain; benar-benar kosong, tetapi bukan berarti tempat yang terbuang sia-sia.

14 4) Repetisi: Repetisi adalah sebuah ‘permainan’ pengulangan dalam rangkaian komposisi desain. Repetisi digunakan agar setiap elemen desain memiliki kesamaan dan kesatuan (unity) dan terikat antar elemen satu dan elemen lainnya. Misalnya: repetisi warna pada bentuk yang berbeda; repetisi garis dengan dimensi yang sama pada warna yang berbeda; repetisi white space, repetisi tekstur dan lainnya.

15 Perhatikan Prinsip-prinsip Desain yang Tertuang Dalam Desain Topeng Ini


Download ppt "Pertemuan 3 PENGETAHUAN DAN PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP DESAIN DALAM VISUAL WARDROBE, 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google