Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PSSS. Kelainan Letak Bola Mata

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PSSS. Kelainan Letak Bola Mata"— Transcript presentasi:

1 PSSS. Kelainan Letak Bola Mata
Evan Regar Herliani Dwi Putri Halim Samuel Raymond RW

2 Ilustrasi Kasus Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun dibawa orang tuanya karena mata juling ke dalam. Mata juling sejak usia ± 1 tahun dan makin lama makin nyata julingnya. Riwayat kehamilan dan lahir spontan aterm ditolong bidan.

3 Lanjutan Ilustrasi Kasus
PF: TSS, TD:110/60, HR:80x/menit, BB:14 kg Pemeriksaan oftalmologi: AVODS agak sukar dinilai (karena pasien kurang kooperatif), posisi bola mata pada pemeriksaan Hirschberg 30 ET. Segmen anterior ODS tak ada kelainan, TIO normal.

4 Pertanyaan Apakah diagnosis/ diagnosis banding pada kasus ini?
Bagaimana patoogenesis kelainan di atas? Sebutkan data tambahan yang dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis! Bagaimana rencana penatalaksanaan pada pasien ini? Bagaimana prognosis pasien ini?

5 Diagnosis Kerja/ Diagnosis Banding
Esotropia basic paling sering DD/ Esotropia akomodatif Esotropia sekunder

6 Strabismus

7 avserver.lib.uthsc.edu

8 Strabismus Concomitant Nonparalitik Sudut deviasi selalu sama di setiap arah pandang Onset umumnya anak  <6 tahun jarang akibat keadaan neurologi Dewasa: kehilangan penglihatan unilateral Incomitant Paralitik, restriktif Kelemahan otot ekstraokular atau kelainan saraf Cth: Paresis CN III, penyakit orbita, restriktif oftalmopati tiroid Berson FG. Basic ophtalmology for medical students and primary care residents. 6th edition. American Academy of Ophtalmology. 1993

9 Strabismus Concomitant
Esotropia (Convergent Squint) Exotropia (Divergent Squint) Vertical Squint (Hypertropia)

10 Esotropia Akomodatif Refraktif akomodatif  high hypermetropia Non-refraktif (abnormalitas AC/A) Non-Akomodatif Essential infantile (congenital) usia 1-2 bulan Essential acquired (late-onset)  basic, convergence, divergence Sekunder Sensory deprivation (lesi monokular): katarak kongenital, anisometropia, atrofi optik, ptosis Consecutive pasca operatif exotropia Khurana AK. Comprehensive ophtalmology. 4th edition. New Delhi: New Age Publishers; 2007

11 Patogenesis Otot bola mata bekerja asimetris.
Sherrington’s law (otot sinergis dan antagonis) -contoh: saat menoleh ke kanan, otot rektus lateralis mata kanan dan rektus medialis mata kiri terstimulasi dan sebaliknya. Yoke’s muscles (Hering’s law) -mata yang bekerja agonis mendapat inervasi yang setara. Vaughan and Asbury’s General Ophthalmology.16th ed. USA: Mc.Graw-Hill companies; 2007.

12 Data Tambahan Pemeriksaan Mata:
Tes tajam penglihatan  auto refraktometer Cover test Oftalmoskop  untuk melihat apakah ada katarak kongenital, retinoblastoma, atau abnormalitas retina. Rujuk

13 Anamnesis Riwayat penyakit keluarga Usia saat awitan
Tipe saat awitan: perlahan, mendadak, atau intermiten Tipe deviasi Vaughan and Asbury’s General Ophthalmology.16th ed. USA: Mc.Graw-Hill companies; 2007.

14 Tes tajam penglihatan Auto Reftractometer Snellen Chart

15 Hirschberg Simulator

16 Hirschberg Test

17 Cover Test

18 Oftalmoskop Retinoblastoma Congenital Cataract

19 Tujuan Tatalaksana Koreksi kosmetik Meningkatkan tajam penglihatan
Mempertahankan penglihatan binokular

20 Tatalaksana Non-bedah
-Kacamata dengan koreksi penuh jika ada kelainan refraksi -Terapi oklusi jika ada ambliopia. Bedah -Operasi strabismus  melemahkan otot (resesi) yang lebih kuat atau sebaliknya memperkuat otot mata (reseksi). -Ditentukan oleh usia, jenis dan sudut kejulingan, durasi juling, dan status visual. Khurana AK. Comprehensive ophthalmology. 4th edition. New Delhi: New Age Publishers; 2007 Vaughan and Asbury’s General Ophthalmology.16th ed. USA: Mc.Graw-Hill companies; 2007.

21 Prognosis Bergantung waktu < 2 tahun  prognosis baik karena terbentuk adaptasi sensoris normal. Keberhasilan operasi bergantung tajam penglihatan preoperatif. Ad vitam: bonam Ad fungsionam: dubia ad bonam Ad sanationam: bonam

22 Infantile esotropia  resolusi lebih jarang terjadi
Acquired  kejadian tinggi saat 1 – 8 tahun Pada anak  kehilangan binokular sangat sering terjadi  perlu koreksi refraksi (pada yang mengalami gangguan refraksi) Pembedahan jika refrakter terhadap manajemen refraksi dan ambliopia

23


Download ppt "PSSS. Kelainan Letak Bola Mata"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google