Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

RETNO TRIWOELANDARI NIM

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "RETNO TRIWOELANDARI NIM"— Transcript presentasi:

1 RETNO TRIWOELANDARI NIM. 4103810415069
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME DALAM KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN (Kajian dari Perspektif Teologis, Filosofis, Psikologis, dan Sosiologis) Oleh :  SUMARTI NIM RISA FITA HAPSARI NIM RETNO TRIWOELANDARI NIM

2 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Kualitas pendidikan di Indonesia termasuk rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia maupun negara di ASEAN. Perkembangan kualitas pendidikan di Indonesia masih dikategorikan rendah baik di tingkat dunia maupun di tingkat Asia Tenggara. Keberhasilan kualitas pendidikan suatu lembaga pendidikan antara lain tergantung pada kepemimpinan pendidikannya. Pimpinan lembaga pendidikan merupakan unsur penting bagi efektifitas lembaga pendidikan karena pimpinan lembaga pendidikan yang baik akan bersikap dinamis untuk menyiapkan berbagai macam program pendidikan. Bahkan, tinggi rendahnya mutu suatu lembaga pendidikan dapat dilihat dari kepemimpinan pendidikannya.

3 Pimpinan sebagai seseorang yang diberi tugas untuk memimpin lembaga pendidikan bertanggung jawab atas tercapainya tujuan lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Pimpinan pendidikan diharapkan menjadi pemimpin dan inovator di lembaga pendidikan. Oleh sebab itu, kualitas kepemimpinan adalah signifikan bagi keberhasilan lembaga. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pemimpin perlu melakukan serangkaian kegiatan diantaranya adalah mengarahkan orang-orang yang terlibat dalam organisasi yang dipimpinnya. Tercapai atau tidak tujuan suatu organisasi sangat tergantung pada profesionalisme pimpinan.

4 B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka perumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut ini. Bagaimanakah pengembangan profesionalisme dalam kepemimpinan pendidikan ditinjau dari perspektif teologis? Bagaimanakah pengembangan profesionalisme dalam kepemimpinan pendidikan ditinjau dari perspektif filsafat? Bagaimanakah pengembangan profesionalisme dalam kepemimpinan pendidikan ditinjau dalam perspektif psikologis? Bagaimanakah pengembangan profesionalisme dalam kepemimpinan pendidikan ditinjau dalam perspektif sosiologi?

5 TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Profesionalisme
Profesionalisme berasal dan kata profesional yang mempunyai makna yaitu berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Secara bahasa, pengertian profesionalisme dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2016) adalah berkenaan dengan mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang profesional. Soedijarto (1990:57) mendefinisikan profesionalisme sebagai perangkat atribut- atribut yang diperlukan guna menunjang suatu tugas agar sesuai dengan standar kerja yang diinginkan. Philips (1991:43) memberikan definisi profesionalisme sebagai individu yang bekerja sesuai dengan standar moral dan etika yang ditentukan oleh pekerjaan tersebut, sedangkan Longman (1987) mengartikan profesionalisme sebagai tingkah laku, keahlian atau kualitas dari seseorang yang profesional.

6 Menurut Kusnandar (2007:46) “Profesionalisme adalah kondisi, arah, nilai, tujuan, dan kualitas suatu keahlian dan kewenangan yang berkaitan dengan mata pencaharian seseorang”. Selanjutnya profesionalisme menurut Surya (2007:214) adalah: Sebutan yang mengacu pada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota asuatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionlanya. Sementara itu Danin (2002:23) mendefinisikan bahwa: “Profesionalisme adalah komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus-menerus mengmbangkan strategi-strategi yang digunakanny dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya itu. Freidson (1970) dalam Sagala (2005:199) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan profesionalisme adalah “sebagai komitmen untuk ide-ide professional dan karir”.

7 Dari beberapa definisi tersebut, maka profesionalisme dapat diartikan sesuatu yang harus ada dalam diri profesional, yaitu mutu, kualitas dan tindak tanduk sehingga dapat memenuhi strandar kerja, moral dan etika yang ada dalam pekerjaan tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa profesionalisme adalah suatu bentuk komitmen para anggota suatu profesi untuk selalu meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya yang bertujuan agar kualitas keprofesionalannya dapat tercapai secara berkesinambungan

8 B. Landasan Teologis, Filosofis, Psikologis, dan Sosiologis Profesionalisme
Dalam mengembangkan profesionalisme dalam kepemimpinan pendidikan perlu berlandaskan pada al-Qurán dan Hadits. 2. Landasan Filosofis Landasan filosofis dalam pendidikan yang digunakan untuk mengembangkan profesionalisme adalah filsafat esensial. 3. Landasan Psikologis Psikologi adalah ilmu tentang aktivitas individu, baik aktivitas motorik, kognitif maupun emosinonal. 4. Landasan Sosiologi Landasan sosiologis pendidikan di Indonesia menganut paham integralistik yang bersumber dari norma kehidupan masyarakat

9 PEMBAHASAN Dalam manajemen, untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara efektif dan efisien maka perlu didukung oleh SDM yang berkualitas pula. Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sebagaimana dikemukakan dalam Pasal 12 ayat 1 PP 28 tahun bahwa: “Kepala sekolah bertanggungjawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pememliharaan sarana dan prasarana”. Oleh karena itu kepala sekolah harus mengetahui tugas-tugas yang harus dilaksankannya.

10 Landasan Teologis Pengembangan Profesionalisme Kepemimpinan Pendidikan


Download ppt "RETNO TRIWOELANDARI NIM"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google