Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Pertemuan 2

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Pertemuan 2"— Transcript presentasi:

1

2 PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Pertemuan 2
Matakuliah : PBB, BPHTB, BEA METERAI DAN PAJAK PAJAK DAERAH Tahun : 2009 PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Pertemuan 2

3 Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, mahasiswa diharapkan akan mampu menghitung Pajak Bumi dan Bangunan C3 Bina Nusantara University

4 Tarif PBB Dasar Pengenaan Pajak NJOP NJOPTKP NJKP Cara Menghitung PBB
Outline Materi Tarif PBB Dasar Pengenaan Pajak NJOP NJOPTKP NJKP Cara Menghitung PBB Bina Nusantara University

5 TARIF Pasal 5 TARIF TUNGGAL 0,5 % Bina Nusantara University

6 DASAR PENGENAAN N J O P (Nilai Jual Objek Pajak)
Pasal 6 Ayat (1), (2) N J O P (Nilai Jual Objek Pajak) Adalah harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar Bilamana tidak terdapat transaksi jual beli, Nilai Jual Objek Pajak ditentukan melalui : - perbandingan harga dengan Objek lain yang sejenis;atau - nilai perolehan baru; atau - Nilai Jual Objek Pajak pengganti. NJOP ditetapkan setiap tiga tahun oleh Menteri Keuangan, kecuali untuk daerah tertentu ditetapkan setiap tahun sesuai perkembangan daerahnya Bina Nusantara University

7 PENENTUAN NJOP PENILAIAN OBJEK PBB PENDEKATAN PENILAIAN CARA PENILAIAN
Pendekatan Data Pasar (Market Data Approach) Pendekatan Biaya (Cost Approach) Pendekatan Pendapatan (Income Approach) CARA PENILAIAN Penilaian Massal Penilaian Individual Bina Nusantara University

8 Berbeda untuk masing-masing daerah, maks Rp 12 juta
NILAI JUAL OBJEK PAJAK TIDAK KENA PAJAK (NJOPTKP) Pasal 3 Ayat (3) NJOPTKP Berbeda untuk masing-masing daerah, maks Rp 12 juta Per Wajib Pajak; Diberikan untuk bumi dan/atau bangunan; Apabila seorang Wajib Pajak mempunyai beberapa Objek pajak, yang diberikan NJOPTKP hanya salah satu Objek pajak yang nilainya terbesar. Bina Nusantara University

9 DASAR PENGHITUNGAN NILAI JUAL KENA PAJAK SERENDAH-RENDAHNYA 20 % DAN
Pasal 6 ayat (3) dan (4) NILAI JUAL KENA PAJAK SERENDAH-RENDAHNYA 20 % DAN SETINGGI-TINGGINYA 100 % PERSENTASE NJKP DITETAPKAN DENGAN PERATURAN PEMERINTAH Bina Nusantara University

10 40% X NJOP 20% X NJOP PENETAPAN BESARNYA NILAI JUAL KENA PAJAK
(PP No. 25 TAHUN 2002) NILAI JUAL KENA PAJAK OBJEK PAJAK PERKEBUNAN, KEHUTANAN, DAN PERTAMBANGAN; OBJEK PAJAK LAINNYA BILA NJOP Rp. 1 MILYAR ATAU LEBIH NILAI JUAL OBJEK PAJAK KURANG DARI Rp. 1 MILYAR 40% X NJOP 20% X NJOP Bina Nusantara University

11 CARA MENGHITUNG x 0,5% x 20% x NJOP 40% x NJOP 0,5% x PBB = TARIF
N J K P = 0,5% x 20% x NJOP 40% x NJOP = 0,5% x NJOP = (NJOP BUMI + NJOP BANGUNAN) - NJOPTKP Bina Nusantara University


Download ppt "PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Pertemuan 2"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google