Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KIMIA ANALISIS SENYAWA APA ? 2. ANALISIS KUANTITATIF

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KIMIA ANALISIS SENYAWA APA ? 2. ANALISIS KUANTITATIF"— Transcript presentasi:

1 KIMIA ANALISIS SENYAWA APA ? 2. ANALISIS KUANTITATIF
I. ANALISIS KUALITATIF SENYAWA APA ? 2. ANALISIS KUANTITATIF BERAPA BANYAKNYA ?

2 YANG HARUS DIPELAJARI 1. LAMBANG UNSUR :k : kualitatif & kuantitatif
2. RUMUS EMPIRIS : menyatakan komposisi bahan yang tdr dr atom 3.VALENSI:bil yg menyatakan brp banyaknya atom H atau atom lain yg ekivalensi dng H (HCl , H2S, NH3, CH4). Ada yg dgn O, Cl (MgO, AlCl3) 4. BILOKS : bil yg identik gdn valensi tetapi dg tanda yg menyatakan sifat muatan ketika terbentuk dr atomnya yg netral (HClO, HClO2, HClO3, HClO4) 5. RUMUS BANGUN/STRUKTUR :konsep dari valensi (komposisi senyawa) : C6H6, C6H6O Rumus empiris sama belum tentu rumus struktur sama. 6. PERSAMAAN REAKSI KIMIA : harus benar dan lengkap

3 LARUTAN ELEKTROLIT dan LARUTAN NON ELEKTROLIT
Zat terlarut Larutan : Zat yg homogen Pelarut / solvent Larutan sejati

4 Dibedakan 2 golongan bila dialiri arus listrik
1. Elektrolit Zat - zat yg dapat menghantarkan arus listrik pelarut air Terurai menjadi ion ionisasi misal: Asam basa, garam anorganik 2. Non Elektrolit Zat - zat yg tdk dpt menghantarkan arus listrik pelarut air Tidak terionkan misal: zat-zat organik seperti gula, gliserin, etanol , urea

5 ELEKTROLISIS Air yg murni kimia tdk ada arus listrik
Elektrolit daya hantar listrik + proses elektrolisis dan perubahan kimia Ada migrasi harus bermuatan ada gaya elektrostatik harus berlawanan

6 Partikel bermuatan oleh Faraday
ion + Kation Anion ∑ ekivalensi terdispersi dalam molekul pelarut

7 SIFAT LARUTAN Non elektrolit
Mis: 1 molekul non elektrolit g air 1 molekul non elektrolit sbg partikel elektrolit tetap sama jumlah partikel sama Tekanan osmosis Tekanan uap Titik didih Identik Besaran – besaran dapat ditentukan

8 2. Larutan Elektrolit Abnormal mis : NaCl Na Cl- 2x Jumlah MgSO Mg SO4= mol CaCl Ca Cl- 3x Jumlah Na2SO Na+ + SO4= mol

9 Disosiasi elektrolit Molekul dilarutkan dlm air
Teori Desosiasi elektrolit Arrhenius (1887) Disosiasi elektrolit Molekul dilarutkan dlm air Terdesosiasi atom / gugus atom kation Bermuatan (ion-ion) anion Menimbulkan Arus ada migrasi

10 Proses disosiasi reversible
dalam larutan encer sempurna Misal : NaCl Na+ + Cl- CaCl Ca+2 + 2Cl- Na2SO Na+ + SO4=

11 MIGRASI ELEKTRON DALAM DESOSIASI ELEKTROLIT
Reaksi : HCl H+ + Cl- Pada ion hidrogen ( pada Katoda ) H+ + e H 2 H H2 (gas)

12 Pada ion klorida ( pada Anoda )
Cl Cl + e- 2 Cl Cl2 (gas) Elektron - elektron diambil oleh ion - ion pd katoda, dan elektron - elektron dilepaskan oleh ion - ion pd anoda Peristiwa reduksi terjadi pada katoda dan Peristiwa oksidasi terjadi pada anoda

13 DERAJAD DISOSIASI ELEKTROLIT KUAT DAN ELEKTROLIT LEMAH
Elektrolit kuat terionisasi sempurna Misal : HCl H+ + Cl- Elektronik lemah terionisasi sebagian Mis : CH3COOH CH3COO- + H+ Derajad desosiasi (a) : Adalah sama dgn fraksi molekul yg benar-benar berdesosiasi jumlah molekul yg berdesosiasi a = , harga a = 0 - 1 jumlah total molekul

14 BEBERAPA METODA UNTUK MENGHITUNG a
1. Koef. Van’t Hoff nilai I I = jmlh rata-rata partikel yg terbentuk dr molekul 1 molekul terionisasi n ion permolekul n a tak terdesosiasi a I = n a + (1 – I ) I – 1 a = n – 1 2. Metode konduktivitas Arus listrik dibawa oleh ion-ion yg ada didalam larutan a 3. Teori Debye – Huckel – Onsager Efek elektroforesis Efek asimetris/relaksasi

15

16 KESETIMBANGAN KIMIA Reaksi Kimia :
1. Reversible  kesetimbangan dinamis Jml molekul (ion) dr tiap zat yg terurai = jml yg terbentuk dlm satu satuan waktu Mis. N2 + 3H NH3 2NH N2 + 3H2 2. Irreversible Hanya produk reaksi Kimia kuantitatif Mis. HCl + NaOH NaCl + H2O NaCl + AgNO NaNO3 + AgCl

17 KEADAAN SETIMBANG Reaksi berlangsung terus dalam 2 arah, suatu saat kecepatan reaksi akan setimbang Dalam keadaan setimbang, komposisi zat ada 2 macam : Zat hasil reaksi > zat mula-mula C hasil reaksi pereaksi t/menit/jam

18 2. Zat – zat hasil reaksi < zat mula-mula
C pereaksi Hasil reaksi t/menit/jam

19 KESETIMBANGAN KIMIA Hukum Kegiatan Massa Gueldberg dan Waage (1867)
*Bahwa kecepatan suatu reaksi kimia pada suhu konstan adalah sebanding dng hasil kali konsentrasi zat-zat yang bereaksi mA + nB pC + qD [ C ]p [ D ]q K = [ A ]m [ B ]n

20 Suatu reaksi kesetimbangan dapat digeser ke arah yang diinginkan
HUKUM AKSI MASSA Suatu reaksi kesetimbangan dapat digeser ke arah yang diinginkan Cara : 1.Mengubah Konsentrasi C A + B C K= [A] [B] Misal : * ingin menaikkan [C] yakni reaksi ke kanan, maka : dengan menambah [ A ] atau [ B ] * ingin menurunkan [C] yakni reaksi ke kiri, maka : dengan mengurangi [ A ] atau [ B ]

21 Maka pengubahan konsentarasi zat akan terjadi pergeseran kesetimbangan.
mempertahankan harga K

22 Hanya berlaku untuk benda gas, yang
2. Perubahan Tekanan/Volume Gas Hanya berlaku untuk benda gas, yang menyatakan : pada suhu tetap, tekanan berbanding terbalik dengan volume gas A + B C [mol C/V] [mol C] x V K = = [mol A/V] [mol B/V] [mol A] [mol B] Jadi : V >, maka tekanan ( P ) < V <, maka P >

23 Dimana : R = 0,082 l K-1 mol-1 M = ( g/mol ) m = ( g ) T = ( oK )
V = mRT / PM x l Dimana : R = 0,082 l K-1 mol-1 M = ( g/mol ) m = ( g ) T = ( oK ) P = ( atm )

24 Contoh : dalam analisis kualitatif
Reaksi : AsO I- + 2H AsO3-3 + I2 + H2O [ AsO3-3 ] x [ I2 ] x [ H2O ] K = [ AsO4-3 ] x [ I- ]2 x [ H+ ]2 Jika ingin produksi AsO-3 , berlebihan maka : [ H+ ] dinaikkan [ I- ] dinaikkan [ I2 ] dikurangi

25 Jika reaksi ingin bergeser ke kiri, maka :
Menambah I2 Memisakan H+ dg buffer I- diendapkan dg Pb / timbal Kesimpulan : Menambah pereaksi berlebihan Pengendapan, ekstrasi atau penguapan Menjaga harga K tetap

26 KECEPATAN REAKSI Reaksi kimia berlangsung dengan kecepatan yang berbeda : 1. Reaksi cepat yaitu melibatkan reaksi reaksi netralisasi, ( reaksi ion – ion ) 2. Reaksi lambat : melibatkan reaksi molekuler. Jadi kec.reaksi perubahan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi per satuan waktu.

27 CARA MENGUKUR KECEPATAN REAKSI
Diukur dengan : Pertambahan [ B ] per satuan waktu Pengurangan [ A ] per satuan waktu +  [ B ] Θ  [ A ] V = , V =  t  t C [ B ] [ A ] t

28 TAHAP-TAHAP KECEPATAN REAKSI
1. Ada tumbukan antar atom 2. Dapat cepat atau lambat 3. Satu atau lebih tahapan reaksinya FAKTOR YG MEMPENGARUHI KEC.REAKSI 1. Luas permukaan zat 2. Konsentrasi reaksi 3. Suhu reaksi 4. katalisator mempercepat reaksi tapi tidak ikut dlm reaksi tersebut.

29 Hub. Konsentrasi dng kec.reaksi
Jika ( pereaksi ) dinaikkan 2 kali dari konsentrasi semula, reaksi 2 kali lebih cepat [ zat ]2 , [ zat ]3 Bilangan pangkat menyatakan hubungan konsentrasi zat dengan kecepatan reaksi dinamakan orde reaksi Mis.: A + B hasil reaksi maka V ditentukan oleh [ A ] , [ B ] V = k [ A ]m [ B ]n m + n = orde reaksi total

30 Katalisator A + C AC Katalisator B tetap ada Σ tetap
Misal : A + C AC ( lambat ) ditambah katalisator : B A + B AB ( cepat ) AB + C AC + B ( cepat ) A + B + C AC + B ( cepat ) B A + C AC Katalisator B tetap ada Σ tetap

31 Hal yang perlu diperhatikan :
Hanya mempercepat reaksi tidak membuat reaksi Zat yg kerjanya >< katalisator inhibitor / anti katalisator Katalis yg terlibat dalam reaksi sifatnya tetap ( stoikiometri ) Hasil suatu reaksi dimana memiliki sifat sebagai katalis auto katalis ( Hg , Zn )

32


Download ppt "KIMIA ANALISIS SENYAWA APA ? 2. ANALISIS KUANTITATIF"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google