Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BALOK SUSUN DENGAN PASAK KAYU DAN KOKOT Seringkali dimensi yang ada untuk balok tidak cukup tinggi seperti yang dibutuhkan, sehingga beberapa balok harus.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BALOK SUSUN DENGAN PASAK KAYU DAN KOKOT Seringkali dimensi yang ada untuk balok tidak cukup tinggi seperti yang dibutuhkan, sehingga beberapa balok harus."— Transcript presentasi:

1 BALOK SUSUN DENGAN PASAK KAYU DAN KOKOT Seringkali dimensi yang ada untuk balok tidak cukup tinggi seperti yang dibutuhkan, sehingga beberapa balok harus disusun jadi satu. Pada balok- balok susun tersebut akan timbul tegangan geser akibat gaya lintang pada bentang balok. Apabila balok-balok tersebut tidak dilekatkan satu sama lain maka balok-balok tersebut akan bergeser sehingga tidak satu kesatuan lagi. Untuk melekatkan balok-balok susun tersebut dapat digunakan baut. Tetapi karena menimbulkan gaya geser, maka pada bidang kontak antara balok- balok susun harus diberi alat sambung yang mampu mendukung gaya tersebut Alat sambung yang digunakan dapat berupa kokot/pasak disertai baut yang hanya berfungsi untuk mengikat, atau bisa juga hanya digunakan serangkaian baut saja. Alat-alat sambung tersebut dipasang merata di sepanjang bentang balok yang jumlahnya pada tempat tertentu dapat lebih banyak atau jarak antaranya lebih sesuai dengan besarnya gaya lintang yang bekerja di tempat tersebut. Penempatan alat sambung kokot/pasak dapat dilakukan secara grafis dengan bantuan bidang momen (bidang M) maupun bidang gaya lintang (bidang D). Dalam menghitung kekuatan dukung balok terhadap momen maupun lendutan diberi faktor reduksi untuk perhitungan momen lembam (I) tahanan momen (W) sesuai dengan PKKI 1961 ps.12.2. Seringkali dimensi kayu yang ada untuk balok tidak cukup tinggi. Pada balok – balok susun akan timbul tegangan geser akibat gaya lintang pada bentang balok. Balok susun ini disusun secara vertikal dengan posisi masing – masing balok tersebut berdiri, hal ini dimaksudkan agar dapat mampu memperoleh momen dukung yang lebih besar. Suatu balok dapat terdiri dari beberapa batang yang disusun menjadi satu. Balok-balok seperti ini dibuat jika ukuran- ukuran yang diperlukan tidak ada dipasaran, sehingga harus disusun / dibuat sendiri dengan cara menggabungkan beberapa penampang menjadi satu kesatuan.

2 Walaupun terdiri dari beberapa potongan, namun masing-masing potongan dapat dihubungkan/digabungkan menjadi satu kesatun sehingga gabungan ini dapat dianggap sebagai batang tunggal. Konsekuensinya, diperlukan alat sambung untuk menahan geser yang terjadi diantara potongan-potongan yang disusun. Perbedaan perilaku balok susun (a) Saling lepas = tidak menggunakan alat sambung (b) Disatukan dengan alat sambung geser. Pada balok-balok susun tersebut akan timbul tegangan geser akibat gaya lintang pada bentang balok. Apabila balok-balok tersebut tidak dilekatkan satu sama lain maka balok-balok tersebut akan bergeser sehingga tidak satu kesatuan lagi. Untuk melekat kan balok-balok susun dapat digunakan baut.

3 GAMBAR BALOK SUSUN PASAK KAYU DAN KOKOT

4 BALOK SUSUN DENGAN PAKU Balok susun dengan alat sambung paku dapat berbentuk balok I dengan kampuh mendatar maupun balok pipa kampuh tegak, atau sebaliknya. Kampuh adalah bidang kontak antara papan tempat awal paku masuk dengan papan lainnya. Untuk kampuh mendatar faktor reduksi untuk I dan W sebesar 0,3 sedangkan untuk kampuh tegak 0,9. Penempatan paku dapat dilakukan dengan membagi bentangan balok menjadi beberapa bagian tergantung bidang lintangnya, hal ini dilakukan untuk mengindari penempatan paku yang banyak pada gaya lintang yang kecil dan sebaliknya. Apabila pada tempat dengan gaya lntang yang terlalu kecil atau nol sehingga paku yang dibutuhkan sedikit, maka paku tersebut perlu dipasang berdasarkan jarak antara maksimum 7. Ho ( ho = tebal kayu muka / tempat awal paku masuk)

5 S = Momen statis bagian atas atau bawah garis netral b2 = Lebar badan I = Momen Lembam Dmax = Gaya lintang perletakan t = Tegangan geser maksimum = tegangan lentur ijin (kg/cm2) M = Momen Balok (kg.cm) W = Modulus Tampang (cm3) Apabila besarnya M telah dihitung, sedang untuk kayu tersebut telah diketahui, maka dapat ditentukan ukuran balok tersebut. Umumnya ditetapkan lebih dulu ukuran b, kemudian h ditentukan : Keterangan : = tegangan lentur ijin (kg/cm2) M = gaya geser balok (kg.cm) W = Modulus Tampang (cm3) b = lebar tampang (cm) h = tinggi tampang (cm) W = Modulus Tampang (cm3) C = Faktor perlemahan sambungan

6 GAMBAR BALOK SUSUN DENGAN PAKU

7

8


Download ppt "BALOK SUSUN DENGAN PASAK KAYU DAN KOKOT Seringkali dimensi yang ada untuk balok tidak cukup tinggi seperti yang dibutuhkan, sehingga beberapa balok harus."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google