Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGUKURAN TAHANAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGUKURAN TAHANAN."— Transcript presentasi:

1 PENGUKURAN TAHANAN

2 METODA AMPER - VOLT METER OHM METER RANGKAIAN JEMBATAN TAHANAN

3 METODA VOLT-AMPER METER APLIKASI HUKUM OHM : Rx =
PENGUKURAN TAHANAN METODA VOLT-AMPER METER APLIKASI HUKUM OHM : Rx = AMPER METER MENGUKUR Ix (ARUS SEBENARNYA) VOLT METER MENGUKUR Vt, SEDANGKAN TEGANGAN SEBENARNYA Vx = Vt – Ix . Rm a JIKA Rx >> Rm a , MAKA Vx = Vt DAN RANGKAIAN INI HANYA COCOK u/ PENGUKURAN Rx = HIGH RESISTANCE VALUES. It A Ix Rm a V Vx Rx Vt Rm v

4 VOLT METER MENGUKUR Vx (TEGANGAN SEBENARNYA)
AMPER METER MENGUKUR It, DIMANA ARUS SEBENARNYA Ix = It – Iv (pada voltmeter) JIKA Rx << Rm v , MAKA Iv TIDAK MEMPENGARUHI It DAN RANGKAIAN INI HANYA COCOK u/ PENGUKURAN NILAI TAHANAN Rx = LOW RESISTANCE VALUES. It A Ix Rm a V Vx Rx Vt Rm v

5 KESIMPULAN KEDUA CARA DI ATAS MENGHASILKAN ERROR
HASIL YANG LEBIH AKURAT DIPEROLEH DIMANA POSISI VOLTMETER TERGANTUNG PADA HARGA Rx, Rm a , DAN Rm v . POSISI 1 SESUAI U/ Rx TINGGI POSISI 2 SESUAI U/ Rx RENDAH

6 PROSEDUR: Hubungkan V mtr ke Posisi1 dan catat nilai A mtr,
It 1 A Rm a 2 Vt Ix V Rx Rm v Vx PROSEDUR: Hubungkan V mtr ke Posisi1 dan catat nilai A mtr, Pindahkan ke posisi 2 (bila pembacaan A mtr tetap, kembali ke posisi 1). Ini adalah indikasi PENGUKURAN TAHANAN TINGGI. Bila pembacaan A mtr turun, V mtr tetap pada posisi 2. Ini adalah indikasi PENGUKURAN TAHANAN RENDAH.

7 OHM METER KOMPONEN: GERAK DASAR d’ARSONVAL BATERAI
TAHANAN PEMBATAS ARUS TAHANAN PENGATUR NOL SKALA UKUR

8 TIPE: OHM METER TIPE SERI OHM METER TIPE SHUNT GAMBAR RANGKAIAN I1 a
R1 = tahanan pembatas arus R2 = tahanan pengatur nol E = baterai Rx = tahanan yang akan diukur Rm = tahanan dalam I1 a R1 Im I2 Rx R2 Rm E b

9 SIMPANGAN JARUM BILA Rx = 0 Ω,
HUBUNGAN SINGKAT  JARUM MENUNJUK SKALA PENUH (Im = FULL SCALE), R2 DIATUR SEHINGGA JARUM MENUNJUK SKALA 0. BILA Rx = ~ Ω, Im = 0  METER MENUNJUK ~ TITIK TENGAH SKALA  SEBAGAI REFERENSI dimana : Rx = RH  RH adalah NILAI ARUS ½ SKALA PENUH RH = R1 +

10 Rx = RH dan Im = ½ Ifs Shg R total thd baterai = 2 RH I pada setengah skala IH = E / 2 RH I defleksi skala penuh I1 = 2 IH = E/ RH Arus shunt melalui R2 : I2 = I1 – Ifs ……………………… (a) karena I2 . R2 = Ifs .Rm, maka : R2 = Ifs .Rm / I2 ………………... (b)

11 SUBSTITUSI (a) ke (b) : R2 = karena I1 = E /RH Maka : R2 = …………………. (c) Karena : RH = R1 + R1 = RH -

12 R2 = (Ifs.Rm.RH) / {E – (Ifs.RH)}
R1= RH – {Rm (Ifs.Rm.Rh)}/{(Ifs.Rm.RH)+( E.Rm)–(Ifs.Rm.RH)} R1 = RH – { Ifs.Rm.RH } / E R2 = (Ifs.Rm.RH) / {E – (Ifs.RH)}

13 SIMPANGAN JARUM NILAI FRAKSI DARI PEMBACAAN SKALA PENUH BILA SEDANG MENGUKUR TAHANAN YANG TDK DIKETAHUI Rx ADALAH S =

14 CONTOH: Ohm meter tipe seri mempunyai Rm = 50 Ω. Arus skala penuh Ifs = 1 mA, E = 3 Volt. Tanda defleksi ½ skala penuh RH = 2000 Ω. Tentukan: a. Nilai R1 dan R2 b. Bila tegangan turun 10 % berapa nilai R2 utk menkompensir penurunan tegangan. Penyelesaian : I1 = E / RH = 3/2000 = 1,5 mA I2 = I1 - Ifs = (1,5 - 1 )mA = 0,5 mA

15 Penyelesaian (lanjutan):
R2 = Ifs . Rm / I2 R2 = 1 mA . 50 Ω. / 0,5 mA = 100 Ω. R1 = RH - Rm//R2 = RH - Rm.R2 / Rm+R2 R1 = ( / ) = , = 1966,66 Ω R1 = RH – (Ifs. Rm. RH) / E R1 = 2000 – (1mA ) / 3000 =2000 – (100000/3000) = ,33 = 1966,66 Ω

16 R2 = Ifs . Rm / I2 R2 = 1 mA . 50 Ω. / 0,5 mA = 100 Ω. R1 = RH - Rm//R2 = RH - Rm.R2 / Rm+R2 R1 = ( / ) = , = 1966,66 Ω atau dg rumus : R1 = RH – (Ifs. Rm. RH) / E R1 = 2000 – (1mA ) / 3000 =2000 – (100000/3000) = ,33 = 1966,66 Ω b. Bilia tegangan baterei turun 10 % maka:

17 E menjadi : 3 – (10 % x 3 V ) = 2,7 V. I1 = E / RH = 2,7 / = 1,35 mA I2 = I1 - Ifs = (1, ) mA = 0,35 mA R2 = Ifs . Rm / I2 R2 = 1 mA . 50 Ω. / 0,35 mA = 142,85 Ω. Bila meter sedang mengukur tahanan 3000 Ω, maka simpangan jarum S = 2000 / ( ) x100% = 40 %. Bila simpangan jarum 80 % berarti tahanan yang terukur: 0,80 = 2000 / (Rx ) 0,80 Rx = Rx = 400/0,80 Rx = 500 Ω


Download ppt "PENGUKURAN TAHANAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google