Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kelas Dosen : Moh. Ikhsan & Thia Jasmina-Chatib Basri

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kelas Dosen : Moh. Ikhsan & Thia Jasmina-Chatib Basri"— Transcript presentasi:

1 Kelas Dosen : Moh. Ikhsan & Thia Jasmina-Chatib Basri
Pembahasan UAS PE /2009 Asisten : Rahma Dewi Kelas Dosen : Moh. Ikhsan & Thia Jasmina-Chatib Basri

2 Soal 1.a. Bagaimana proses penciptaan uang terjadi dalam sebuah perekonomian. Bagaimana peran otoritas moneter, sistem perbankan dan money multiplier dalam proses tersebut?Jelaskan dengan ringkas! Peran otoritas moneter : mensuplai uang ke bank-bank umum dengan cara menambahkan monetary base (limit yang mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat) Peran sistem perbankan : menerima deposito dari masyarakat dan menerima excess reserve melalui penambahan monetary base oleh bank sentral, lalu menambahkan likuiditas kepada masyarakat dengan tidak menahan seluruh deposito+excess reserve dalam bentuk dana cadangan (reserve) di bank, tetapi memberikan sebagian (fraksi dari reserve) menjadi loan bagi masyarakat. Money multiplier : rasio dari perubahan kuantitas uang terhadap perubahan monetary base / jumlah uang yang diciptakan oleh sistem perbankan melalui setiap rupiah reserves yang diberikan kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman atau R/D : the ratio of reserves to deposits that banks want to hold. C/D : ratio of currency to deposits that borrowers want to hold mm = 1/R mm = (1+C/D) / (R/D + C/D)

3 “At the end of this process of money creation, the economy is more liquid in the sense that there is more of the medium of exchange, but the economy is no wealthier than before.”

4 (Inflation rate) = (Money growth rate)
Soal 1.b. Bagaimana Anda menjelaskan fenomena inflasi menurut “Teori Kuantitas akan Uang” (Quantity Theory of Money) ? 1. Persamaan dasar : MV = PY 2. Di jangka panjang, yang dilihat adalah perubahannya : (Money growth rate) + (Growth rate of velocity) = (Inflation rate) + (Real GDP growth rate) 3. Rearrange equation : Asumsi : velositas dan jumlah PDB riil tidak berubah di jangka panjang atau = 0, diperoleh : (Inflation rate) = (Money growth rate)

5 (sumber : Mankiw) PPP terpenuhi melalui persamaan berikut : e = P* / P
Soal 2. Jika BI bermaksud membeli atau menarik kembali surat berharga SBI melalui operasi pasar terbuka, apa yang akan terjadi pada tingkat harga dan nilai tukar rupiah berdasarkan analisa dengan menggunakan “Teori Paritas Daya Beli”? Apa kelemahan dari teori tersebut? Purchasing-power parity states that a unit of a currency must have the same real value (daya beli) in every country. (sumber : Mankiw) PPP terpenuhi melalui persamaan berikut : e = P* / P Dampak open market buying oleh BI : Ms bertambah  Price level domestik (P) naik. Dari persamaan PPP di atas, semakin tinggi P, makin e akan semakin rendah (e dan P berbanding terbalik) Maka hasil akhir : tingkat harga naik dan nilai tukar rupiah akan turun (rupiah terdepresiasi)

6 Soal 3. Otoritas perbankan di Singapura menurunkan suku bunga riil SIBOR sebesar 2%. Jelaskan pemahaman Anda tentang bagaimana perubahan suku bunga di Singapura tersebut bisa mempengaruhi arus modal keluar Indonesia. Kemudian, jelaskan pula bagaimana kebijakan tersebut bisa mempengaruhi NX Indonesia. Apa yang akan terjadi pada suku bunga riil dan nilai tukar riil Indonesia? Gunakan pendekatan matematis dan grafis yang sederhana untuk memperjelas jawaban Anda. Dalam kasus ini penurunan SIBOR akan membuat investor lebih tertarik menyimpan dananya di Indonesia, sehingga NCO turun. Mekanisme : NCO turun  demand LF turun/supply LF naik  suku bunga riil domestik turun  di lain pihak, penurunan NCO membuat supply rupiah turun  rupiah mengalami apresiasi

7 Penjelasan Melalui Interaksi Pasar Loanable Funds dan Pasar Foreign Exchange

8 Penjelasan per poin Penurunan SIBOR membuat investor lebih tertarik menyimpan dana di dalam negeri, NCO negatif /net capital inflow, kurva NCO shifting ke kiri Penurunan NCO/peningkatan net capital inflow menyebabkan supplu LF bertambah  SLF shifting ke kanan Supply SLF yang shifting ke kanan menyebabkan suku bunga riil turun Di sisi lain, penurunan NCO juga menyebabkan supply mata uang domestik menurun. Supply domestik currency yang shifting ke kiri menyebabkan mata uang domestik terapresiasi.

9 Soal 4.a. Jelaskan bagaimana pengaruh dari perubahan permintaan agregat (AD) terhadap output dalam jangka pendek dan dalam jangka panjang? Dalam jangka pendek : Kenaikan AD akan meningkatkan PDB Riil (PDB Riil>PDB Potensial), vice versa. Dalam jangka panjang : Kenaikan AD akan direspon oleh kenaikan pada money wage rate sehingga mengabitkan supply turun/bergeser ke kiri, mengembalikan output/PDB Riil ke keseimbangan jangka panjangnya yaitu PDB Potensial.

10 Perekonomian dalam kondisi resesi : PDB Riil < PDB Potensial
Soal 4.b. Jika diasumsikan perekonomian berada dalam kondisi resesi, jelaskan bagaimana dampak kebijakan ekspansi fiskal dan ekspansi moneter dalam mempengaruhi permintaan agregat. Jelaskan pula bagaimana efek multiplier dan efek crowding out yang dapat timbul dari kebijakan fiskal ! Perekonomian dalam kondisi resesi : PDB Riil < PDB Potensial Kebijakan ekspansi fiskal : tingkatkan government purchase/ turunkan pajak (ada 2 pilihan kebijakan)  tujuan : AD/PDB Riil naik Kebijakan ekspansi moneter : Tingkatkan Ms (bisa melalui open market buying, turunkan discount rate, turunkan suku bunga/BI Rate, dll)  tujuan : AD/PDB Riil naik Efek multiplier : melipatgandakan AD lebih besar daripada peningkatan pada government purchase. Efek crowding out : mengurangi penambahan AD karena turunnya suku bunga mendisinsentif investasi&konsumsi.

11 Soal 5. Kurva Phillips menunjukkan bahwa pembuat kebijakan ekonomi dihadapkan pada pilihan antara inflasi rendah namun angka pengangguran yang tinggi, atau sebaliknya angka pengangguran rendah tapi inflasi tinggi. A. Jelaskan mengapa tradeoff tersebut bisa terjadi. Di jangka pendek, kurva Phillips berbentuk downward sloping (artinya tingkat inflasi dan tingkat pengangguran berhubungan negatif). Penjelasan proses : AD naikPDB Riil naik Tingkat harga naik  Unemployment rate turun (karena untuk mendorong agar PDB riil bisa naik dibutuhkan semakin banyak worker sehingga unemployment turun). Trade-off juga terjadi karena di jangka pendek masyarakat tidak bisa mengadjust dengan cepat ekspektasi inflasi-nya terhadap actual inflation.

12 5.b. Apakah tradeoff antara pengangguran dan inflasi tetap ada pada jangka panjang?
Tidak. Ada dua alasan : Di jangka panjang, tingkat PDB Riil akan selalu kembali ke keseimbangan jangka panjangnya yaitu ke tingkat PDB Potensial, di mana kondisi ini juga memenuhi full employment. Di jangka panjang ekspektasi inflasi akan sama dengan actual inflation (Actual Inf.-Expected Inf. = 0) sehingga tingkat pengangguran akan sama dengan tingkat pengangguran alamiahnya, terlepas berapapun tingkat inflasi.

13 5.c. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sacrifice ratio ?
Persentase output yang harus dikorbankan untuk mengurangi tingkat inflasi sebanyak 1%. Misal : sacrifice ratio = 5, berarti untuk setiap 1% inflasi yang diturunkan, 5% output harus dikorbankan selama masa transisi ini. Ingat! Jadi sacrifice ratio bukanlah rasio pengorbanan pengangguran terhadap inflasi, tapi rasio pengorbanan output terhadap inflasi !

14 5.d. Apabila masyarakat membentuk ekspektasinya secara rasional, apa dampaknya pada sacrifice ratio ? Rational expectation the theory that people optimally use all the information they have, including information about government policies, when forecasting the future Sacrifice ratio terjadi karena adanya short-run trade off antara inflasi dan pengangguran, untuk menghilangkan trade-off ini bergantung kepada seberapa cepat orang mengadjust ekspektasi inflasinya. Dampak rational expectation pada sacrifice ratio : sacrifice ratio akan semakin kecil. Terutama jika pemerintah membuat komitmen yang credible terhadap kebijakan low inflation, masyarakat akan secara rasional turut menurunkan ekspektasi inflasi mereka. Dengan demikian Phillips Curve akan shift downward dan perekonomian akan mencapai low inflation dengan cepat tanpa adanya biaya transisi yakni pengangguran tinggi dan output rendah.


Download ppt "Kelas Dosen : Moh. Ikhsan & Thia Jasmina-Chatib Basri"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google