Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ekonomi Media Cetak Wahyudi M Pratopo.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ekonomi Media Cetak Wahyudi M Pratopo."— Transcript presentasi:

1 Ekonomi Media Cetak Wahyudi M Pratopo

2 Ekonomi Media Ekonomi: kegiatan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Media: alat atau sarana yang digunakan masyarakat untuk memudahkan kehidupan. Ekonomi media: cara atau usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya (kebutuhan/needs dan keinginan/wants) melalui bisnis atau industri media. Ekonomi media sama dengan aktivitas ekonomi lain, seperti ekonomi pertanian, ekonomi industri, ekonomi keuangan, dan lainnya, namun memiliki keunikan.

3 Ekonomi media Ekonomi media sebagai ilmu membahas bagaimana perusahaan media dijalankan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan akan informasi dan hiburan para khalayak dan pemasang iklan dengan sumber daya yang tersedia. Ekonomi media adalah aplikasi teori media (komunikasi) dan praktik-praktik bisnis berupa penggunaan teori-teori komunikasi, ekonomi, dan teknik manajemen dalam melakukan optimasi bisnis media.

4 Karakteristik ekonomi media
Ekonomi/bisnis media menghasilkan informasi (berita, hiburan, pendidikan) untuk khalayak. Ekonomi lain menghasilkan barang dan jasa untuk konsumen. Dalam ekonomi media, produksi media menciptakan permintaannya sendiri (supply creates its own demands), sedang ekonomi lain demand creates its own supply. Sumber daya ekonomi media relatif tak terbatas (unlimited resources), sedang sumber daya ekonomi lain terbatas (limited resources).

5 Karakteristik ekonomi media
Output ekonomi media seperti berita, lagu, film dapat disiarkan atau dipertunjukkan lagi pada waktu dan tempat lain. Ekonomi lain dibatasi ruang dan waktu. Maka, daur produk ekonomi media lebih panjang. Pada ekonomi media, hubungan biaya produksi dan pendapatan terjadi tidak langsung karena pendapatan media terutama dari iklan. Pada ekonomi lain, hubungan biaya produksi dan pendapatan terlihat jelas.

6 Karakteristik ekonomi media
Bisnis media mengelola dua kelompok pasar berbeda dalam waktu sama: pasar produk yang dihasilkan (pembaca, pendengar, pemirsa) dan pasar iklan. Bisnis lain hanya mengelola satu pasar yakni konsumen. Bisnis media menghasilkan dua produk dalam waktu sama: isi (konten) dan konsumen (khalayak). Konsumen/khalayak ini yang menarik pengiklan. Bisnis media menghasilkan produk kultural yang memperkaya khazanah dan keragaman budaya.

7 Karakteristik ekonomi media
Bisnis media menghasilkan produk yang berkaitan dengan pesan (messages) dan makna (meaning), perlambang (attribute), dan nilai-nilai di masyarakat. Bisnis media menghasilkan produk yang tidak habis atau berkurang setelah dikonsumsi atau dijual. Maka, produk media termasuk barang publik (public goods), sedang produk bisnis lain adalah barang dan jasa private (private goods). Dalam menyediakan produk tambahan, pertimbangan biaya tambahan (marginal cost) tidak relevan, sebab bisnis media mudah memanfaatkan skala ekonomi (economic of scale) dan lingkup ekonomi (economc of scop).

8 Karakteristik ekonomi media
Bila konsumen tidak seperti yang diharapkan (lebih kecil), maka peluang mengurangi atau menghemat biaya produksi pada bisnis media tidak dapat dilakukan. Biaya produksi media relatif tetap. Bisnis media dapat menjadi bank informasi dan bank data untuk berbagai bidang kehidupan.

9 Dampak ekonomi media pada masyarakat
Memuaskan khalayak atau konsumen. Memberi nilai tambah spesifik pada kehidupan sosial masyarakat melalui berbagai informasi yang disiarkan. Misalnya transparansi, kesetaraan, demokrasi. Memberikan tambahan wawasan kepada para khalayak sehingga masyarakat lebih cerdas dan peka terhadap perubahan, baik tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

10 Pelaku ekonomi media Pemerintah Produsen Konsumen

11 Peranan ekonomi/bisnis media pada ekonomi nasional
Ekonomi/bisnis media memberi nilai tambah spesifik pada kehidupan sosial. Ekonomi/bisnis media merupakan alat ampuh untuk pengembangan kreativitas di masyarakat. Ekonomi/bisnis media memunculkan berbagai lapangan pekerjaan di tengah masyarakat. Misal: penulis, wartawan, penyiar, teknisi, bisnis perangkat keras dan perangkat lunak, programer, dan lainnya.

12 Optimasi Optimasi: memberikan pemecahan (solusi) terbaik bagi masalah yang dihadapi. Jenis optimasi: 1) optimasi maksimum untuk hal-hal yang baik atau positif; 2) optimasi minimum untuk hal-hal yang tidak baik atau negatif.

13 Ekonomi surat kabar Industri surat kabar adalah yang tertua kedua setelah buku dalam industri media. Misi surat kabar ada dua: komersial dan sosial. Surat kabar harian biasanya dibagi dua: harian pagi dan sore.

14 Struktur pasar surat kabar
Industri surat kabar di Amerika bercirikan pasar monopoli. Di Indonesia juga terjadi pasar monopoli hingga oligopoli. Pasar surat kabar kebanyakan wilayah tertentu, kebanyakan lokal. Akhir-akhir ini pengiklan menggunakan surat kabar untuk mencapai khalayak massa, bukan segmen tertentu. Penggunaan surat kabar sebagai media massa bagi pengiklan membuat koran baru sulit bersaing. Circulation elasticity of demand mendorong surat kabar kelas bawah pada kejatuhan yang disebut circulation spiral. Surat kabar besar memiliki keunggulan ekonomi dan finansial yang bisa meningkatkan penjualan iklan dan sirkulasi dengan menarik pelanggan koran kecil.

15 Isu keuangan industri surat kabar
Model bisnis surat kabar harian berbasis pada penjualan dua produk: 1) penjualan produk surat kabar untuk khalayak; 2) penjualan akses khalayak untuk pengiklan. Penjualan sirkulasi berpengaruh pada penjualan iklan karena daya tarik surat kabar terhadap pengiklan meningkat ketika oplah naik, dan daya tarik itu berkurang saat oplah turun. Harga iklan naik saat oplah bertambah, tapi biaya per orang menurun hingga pengiklan membayar harga premium bagi surat kabar terbesar.

16 Isu keuangan industri surat kabar
Dua sumber pendapatan utama surat kabar adalah sirkulasi dan iklan. Pendapatan dari sirkulasi berkisar 20-30% dan dari iklan 70-80%. Profitabilitas industri surat kabar cukup bagus. Biaya surat kabar meliputi biaya pengumpulan dan penyiapan produk berita dan biaya cetak dan promosi. Biaya buruh menempati porsi besar (40%) dari biaya industri surat kabar. Pendapatan surat kabar sebagian besar dari produk cetak. Sekarang surat kabar mengembangkan pendapatan dari konten dan iklan online, serta layanan mobile telephone.

17 Isu keuangan industri surat kabar
Biaya distribusi surat kabar ke pembaca mencakup sekitar 10% dari biaya surat kabar. Kebanyakan pengiriman surat kabar menggunakan distributor independen, yang digunakan oleh tiga perempat surat kabar harian. Biaya distribusi menjadi dilema bagi surat kabar karena ongkos kirim naik ketika jarak ke pelanggan bertambah dan kerapatan distribusi menurun.

18 Dampak teknologi baru Dampak utama teknologi baru adalah penurunan personel untuk memproduksi surat kabar. Dampak kedua adalah meningkatnya kecepatan dalam mempersiapkan dan mencetak surat kabar. Hal ini digunakan untuk membuat berita lebih aktual (terkini). Dampak ketiga teknologi baru pada biaya surat kabar adalah bahwa skala ekonomi tidak sama antara surat kabar dengan oplah berbeda. Penggunaan teknologi baru meningkatkan biaya peralatan yang besar. Integrasi teknologi informasi dan komunikasi pada surat kabar meningkatkan peluang konvergensi dengan kegiatan media lain.

19 Ekonomi majalah Majalah memiliki sejumlah sumber pendapatan: 1) sirkulasi berbayar, 2) sirkulasi kios, 3) iklan (display dan baris), 4) mailing list, 5) cetak ulang, 6) book kumpulan artikel, 7) advertorial, 8) edisi khusus, 9) pameran, 10) ekspor, 11) franchising/waralaba. Rasio iklan dan berita menjadi barometer penting dari kesehatan ekonomi majalah. Pada 1990-an rasio iklan dan berita majalah di AS berkisar 48:52.

20 Ekonomi majalah Majalah menjual akses pengiklan kepada pembaca, dan majalah yang sukses memberi pengiklan akses langsung kepada demografi yang diinginkan. Majalah-majalah mengembangkan strategi serupa mengenai edisi nasional, regional, dan internasional, situs Internet, dan koneksi global, khususnya saat konvergensi pasar dan transportasi meningkatkan efisiensi. Distribusi majalah lewat Internet berkembang tahun 1990-an. Majalah hadir di web untuk berkompetisi di lingkungan media baru. Majalah berbasis web bisa jadi sarana pemasaran dan langganan efektif. Versi cetak dan elektronik majalah yang terintegrasi memungkinkan pengiklan memasang iklan dalam dua versi bersamaan.


Download ppt "Ekonomi Media Cetak Wahyudi M Pratopo."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google