Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sesi 12 Anggaran BOP Alex Murtin, SE., M.Si., Ak.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sesi 12 Anggaran BOP Alex Murtin, SE., M.Si., Ak."— Transcript presentasi:

1 Sesi 12 Anggaran BOP Alex Murtin, SE., M.Si., Ak.

2 Definisi adalah "The overhead budget shows the expected cost of all indirect manufacturing items." (Hansen dan Mowen 2000:283).

3 Definisi Biaya overhead adalah biaya produksi total yang tidak dapat langsung diidentifikasikan pada produk atau pekerjaan tertentu. Biaya overhead terdiri dari biaya bahan tidak langsung, biaya tenaga kerja tidak langsung, dan semua jenis biaya pabrik seperti pajak, asuransi,penyusutan, barang persediaan, perbaikan dan pemeliharaan. (Welsch et. AL, 1998:265)

4 Tahapan BOP Menyusun anggaran biaya over head pabrik.
Memilih dasar pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk. Menghitung tarif biaya overhead pabrik.

5 ITEM BOP bahan baku tidak langsung tenaga kerja tidak langsung
semua biaya pabrik lainnya yang tidak dapat secara nyaman diidentifikasikan dengan atau dibebankan langsung ke pesanan, produk, atau objek biaya lain yang spesifik.

6 Standar Biaya Overhead Pabrik
Standar biaya overhead pabrik adalah biaya overhead yang seharusnya terjadi di dalam mengolah satu satuan produk. Di dalam menentukan standar biaya overhead pabrik, maka terlebih dahulu perlu diperhatikan apakah suatu perusahaan menggunakan tarif tunggal atau produknya diolah melalui beberapa departemen produksi.

7 Penentuan Tarif Biaya Overhead Pabrik
Dalam perusahaan yang menghitung harga pokok produksinya dengan menggunakan metode harga pokok pesanan, manajemen memerlukan informasi harga pokok produksi per satuan pada saat pesanan selesai dikerjakan. Padahal ada elemen biaya overhead pabrik yang baru dapat diketahui jumlahnya pada akhir setiap bulan, atau akhir tahun. Contoh PLN, maka jumlah tagihan listriknya baru dapat diketahui setelah bulan tertentu berakhir (Mulyadi, 1999:211).

8 Dasar Transaksi Sekelompok biaya mungkin dapat diasosiasikan dengan suatu aktivitas tertentu yang tidak terwakili oleh dasar manapun Misalnya biaya persiapan dapat dibebankan secara lebih sesuai ke produk berdasarkan tarif persiapan. Semakin besar perbedaan dan kompleksitas dalam lini produk, semakin besar jumlah transaksi.

9 Dasar Transaksi Transaksi semacam itu sering kali merupakan persentase besar dari biaya overhead, dan kunci untuk mengelola overhead adalah dengan mengendalikan transaksi yang memicunya. Hal ini memerlukan pemikiran yang hati-hati mengenai transaksi-transaksi mana yang diperlukan dan mana yang tidak Just in time untuk desain proses memungkinkan eliminasi atau pengurangan banyak transaksi.

10 Dasar Transaksi Setiap persiapan dipandang sebagai suatu transaksi, dengan biaya dibebankan ke suatu produk atau batch berdasarkan jumlah transaksi yang diperlukan. Trasaksi dianggap sebagai aktivitas: Penjadwalan Inspeksi pergerakan bahan baku perubahan dalam produk atau proses.

11 Memilih Dasar Pembebanan BOP Kepada Produk
a) satuan produk, b) biaya bahan baku, c) biaya tenaga kerja langsung, d) jam tenaga kerja langsung, e) jam mesin.

12 Faktor-faktor Penetuan dasar pembebanan yang dipakai
Harus dipertimbangkan jenis biaya overhead pabrik yang dominan jumlahnya dalam depatemen produksi. Harus diperhatikan sifat-sifat biaya overhead pabrik yang dominan tersebut dan eratnya hubungan sifat-sifat tersebut dengan dasar pembebanan yang akan dipakai.

13 Pendekatan Anggaran BOP
Output Fisik Dasar Biaya Bahan Baku Langsung Dasar Biaya Tenaga Kerja Langsung Dasar Jam Tenaga Kerja Langsung Dasar Jam Mesin Dasar Transaksi

14 Output Fisik Output fisik atau unit produksi adalah dasar yang paling sederhana untuk membebankan overhead pabrik. Overhead pabrik per unit =Estimasi overhead pabrik/Estimasi unit produksi

15 Contoh Selama tahun 2008 perusahaan memiliki data sebagai berikut
BOP sebesar Rp. 30 jt Produksi sebenyak 1000 unit Menggunkan output fisik Maka BOP perunit = Rp. 30 jt/1000 u = Rp. 30 rb

16 Dasar Biaya Bahan Baku Langsung
Dalam beberapa perusahaan, suatu studi atas biaya masa lampau menunjukkan korelasi yang tinggi antara biaya bahan baku langsung dan overhead. Hal ini mungkin, misalnya, ketika banyak pekerjaan produksi terdiri atas penerimaan, inspeksi, penyimpanan, pengambilan, dan penanganan banyak lot bahan baku yang mahal. Dalam kasus semacam ini, suatu tarif berdasarkan biaya bahan baku mungkin sesuai. Tarif = membagi estimasi total overhead dengan estimasi total biaya bahan baku langsung sebagai berikut : Tarif = Estimasi overhead pabrik/Estimasi biaya bahan baku Dalam satuan prosentase

17 Contoh Selama tahun 2008 perusahaan memiliki data sebagai berikut
BOP sebesar Rp. 30 jt Menggunakan bahan baku senilai Rp. 150 jt Menggunakan Bahan baku langsung Maka BOP perunit = (30 jt/150 jt) x 100% = 20 %

18 Dasar Biaya Tenaga Kerja Langsung
Menggunakan suatu dasar biaya tenaga kerja langsung untuk membebankan overhead pabrik ke pesanan atau produk memerlukan pembagian estimasi overhead dengan estimasi biaya tenaga kerja langsung untuk menghitung suatu persentase. Tarif = Estimasi overhead pabrik / esetimasi biaya tenaga kerja langsung Dalam satuan prosentase

19 Contoh Selama tahun 2008 perusahaan memiliki data sebagai berikut
BOP sebesar Rp. 30 jt Biaya Tukang Rp. 300 jt Menggunakan Tenaga Kerja Langsung Maka BOP perunit = (30 jt/300 jt) x 100% = 10 %

20 Dasar Jam Tenaga Kerja Langsung
Dasar jam tenaga kerja langsung didesain untuk mengatasi kelemahan kedua dari penggunaan dasar biaya tenaga kerja langsung. Tarif = Estimasi overhead pabrik/ Estimasi jam tenaga kerja langsung

21 Contoh Selama tahun 2008 perusahaan memiliki data sebagai berikut
BOP sebesar Rp. 30 jt Menggunkan jam kerja selama 30 rb jam Menggunakan Jam Tenaga Kerja Langsung Maka BOP perunit = (30 jt/30000) = Rp. 1 rb

22 Dasar Jam Mesin Ketika mesin digunakan secara ekstensif, maka jam mesin mungkin merupakan dasar yang paling sesuai untuk pembebanan overhead. Metode ini didasarkan pada waktu yang diperlukan untuk melakukan operasi yang identik oleh suatu mesin atau sekelompok mesin. Total jam mesin yang diperkirakan akan digunakan diestimasi, dan tarif per jam mesin ditentukan sebagai berikut : Tarif = Estimasi overhead pabrik/ Estimasi jam mesin

23 Contoh Selama tahun 2008 perusahaan memiliki data sebagai berikut
BOP sebesar Rp. 30 jt Menggunkan jam mesin sebanyak 15 rb jam Menggunakan Jam mesin Maka BOP perunit = (30 jt/15000) = Rp. 2 rb

24 terima kasih


Download ppt "Sesi 12 Anggaran BOP Alex Murtin, SE., M.Si., Ak."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google