Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

AKUNTANSI PERSEDIAAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "AKUNTANSI PERSEDIAAN."— Transcript presentasi:

1 AKUNTANSI PERSEDIAAN

2 PERSEDIAAN Aset dalam bentuk barang atau perlengkapan(supplies) yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional atau barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dalam waktu 12 bulan dari tanggal perolehan.

3 CAKUPAN PERSEDIAAN Barang atau perlengkapan untuk operasional
Bahan atau perlengkapan untuk proses produksi Barang dalam proses produksi Barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat dalam rangka kegiatan pemerintahan

4 CONTOH PERSEDIAAN Barang konsumsi Amunisi Bahan untuk pemeliharaan
Suku cadang Persediaan untuk tujuan strategis/ berjaga-jaga Materai baku Barang dalam proses/setengah jadi

5 Barang atau perlengkapan - Barang Habis Pakai
(supplies) yg digunakan sendiri - Barang Tak Habis Pakai dalam rangka kegiatan operasional - Barang Bekas Pakai Barang yang dibeli untuk dijual atau diserahkan kepada konsumen. Barang yang digunakan dalam - Barang Baku atau supplies proses produksi jika - Barang Dalam Proses memproduksi sendiri (setengah jadi) (swakelola) Barang jadi

6 JENIS PERSEDIAAN Perusahaan dagang
Persediaan berupa barang yang dibeli dengan tujuan untuk dijual Perusahaan manufaktur Bahan baku dan penolong, Barang dalam proses, Barang jadi/produk selesai

7 PENGAKUAN PERSEDIAAN Persediaan diakui pada saat diterima atau hak kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya berpindah Harga Pokok (Cost) Persediaan adalah jumlah semua pengeluaran langsung atau tidak langsung yang berhubungan dengan perolehan, penyiapan dan penempatan persediaan tersebut agar dapat dijual.

8 MASALAH KEPEMILIKAN BARANG
Barang sudah dicatat sebagai persediaan didasarkan pada hak kepemilikannya. Penentuan perpindahan hak atas barang antara lain timbul dalam keadaan: Barang dalam perjalanan (Good in Transit) Barang yang dipisahkan Barang Konsinyasi Barang Angsuran

9 Goods on Transit FOB Shipping Point : hak atas seluruh muatan beralih ke pembeli dengan pada saat pengiriman. Ketika barang dalam perjalanan dimasukkan dalam persediaan si pembeli. FOB Destination : hak tidak beralih sampai barang diterima oleh pembeli. Ketika barang dalam perjalanan dimasukkan dalam persediaan si penjual,

10 Barang yang Dipisahkan
Apabila melakukan pembelian tetapi pengiriman tidak dilakukan sekaligus maka pembeli dapat mencatat pembelian dan menambah persediaan barangnya.

11 Barang Konsinyasi Sebelum barang tersebut dijual masih tetap menjadi persediaan pihak yang menitipkan (consignor) dan pihak yang menerima titipan (consignee) tidak mempunyai hak atas barang tersebut sehingga tidak mencatat sebagai persediaan

12 Penjualan Angsuran Hak atas barang tetap pada penjual sampai seluruh harga jualnya dilunasi. Penjual akan melaporkan barang tersebut dalam persediaannya dikurangi dengan jumlah yang sudah dibayar. Pembeli akan melaporkan barang-barang tersebut dalam persediaannya sejumlah yang sudah dibayarkan.

13 PENGUKURAN PERSEDIAAN
Biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian Biaya standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri Nilai wajar apabila apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi/rampasan

14 Biaya Perolehan Persediaan diperoleh dengan pembelian
= Harga Pembelian + Biaya Pengangkutan + Biaya Penanganan – Potongan Harga Rabat Biaya Standar Persediaan diperoleh dg memproduksi sendiri = Biaya langsung+ Biaya tidak langsung Nilai wajar Persediaan diperoleh dengan cara lain, misal donasi/rampasan = Nilai tukar aset secara wajar

15 METODE PENCATATAN PERSEDIAAN
Metode Fisik/Periodic, pada metode fisik setiap ada mutasi persediaan tidak ada catatannya sehingga untuk mengetahui nilai persediaan harus dilakukan dengan penghitungan secara fisik. Begitu juga harga pokok penjualan baru dapat dihitung setelah persediaan akhir sudah dihitung. Metode Buku/Perpectual, pada metode ini setiap ada mutasi persediaan selalu dilakukan pencatatan sehingga sewaktu-waktu dapat diketahui saldo dari persediaan.

16 PERBEDAAN PENCATATAN Pembelian Persediaan - Periodic
Hutang Dagang 3,000 Penjualan periode berjalan - Periodic Piutang Dadang 4,125 Penjualan 4,125 Pembelian Persediaan - Perpetual Persediaan Barang Dagang 3,000 Utang Dagang 3,000 Penjualan selama periode - Perpetual Piutang Dagang 4,125 Penjualan 4,125 Harga Pokok Penjualan 2,750 Peresediaan Barang Dagang 2,750 Wahyumi Ekawanti, MSi

17 METODE PENENTUAN HARGA POKOK PERSEDIAAN
Metode Identifikasi Khusus (Specific Identification) Metode FIFO (First In First Out) Metode LIFO (Last In First Out) Metode Rata-Rata (Average) Metode LCM (Lower of Cost or Market) Metode Taksiran ; Retail Methode, Gross Profit Methode,

18 Identifikasi Khusus Metode ini berdasarkan anggapan bahwa arus barang harus sama dengan arus biaya. Tiap jenis barang dipisah berdasarkan harga pokoknya dan tiap kelompok dibuatkan kartu persediaan sendiri. Contohnya ponsel merek A tipe 123 dibuatkan kartu persediaan sendiri. Harga pokok penjualan terdiri dari harga pokok barang-barang yang dijual, dan sisanya merupakan persediaan akhir. Metode ini dapat digunakan perusahaan yang menggunakan prosedur pencatatan persediaan dengan cara periodik maupun perpectual. Tetapi karena cara ini menimbulkan banyak pekerjaan tambahan maupun gudang yang luas maka jarang digunakan. Metode ini biasanya diterapkan pada perusahaan yang menjual produk dengan harga mahal, jumlah dan jenis produknya terbatas.

19 Contoh Metode Identifikasi Khusus : Mobil A Mobil B Mobil C Pembelian Rp Rp Rp Penjualan Rp Jurnal untuk mencatat pembelian : Pembelian (Mobil A) Rp ,00 Pembelian (Mobil B) Rp ,00 Pembelian (Mobil C) Rp ,00 Kas ( Hutang) Rp ,00 Jurnal untuk mencatat penjualan : Kas ( Piutang ) Rp ,00 Penjualan Rp ,00 Menentukan persediaan akhir: Mobil yang belum terjual adalah mobil B dan Mobil C yang nilai belinya adalah : Rp ,00 + Rp ,00 = Rp ,00 Melaporan Persediaan dalam neraca akhir

20 Perpetual Inventory Costs
Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20 4 Penjualan 7 $30 10 Pembelian 8 21 22 Penjualan 4 31 28 Penjualan 2 32 30 Pembelian 10 22 Cost of Mdse. Sold

21 Fifo Perpetual

22 FIFO Perpetual Inventory Account
Item 127B Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan Perusahaan memulai usahanya dengan 10 units barang 127B senilai $200.

23 FIFO Perpetual Inventory Account
Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20 4 Penjuala 7 $30 10 Pembelian 8 21 22 Penjualan 4 31 28 Penjualan 2 32 30 Pembelian 10 22 Cost of Mdse. Sold 4 Januari, 7 units barang 127B terjual $30.

24 FIFO Perpetual Inventory Account
Item 127B Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan Jan Penjualan 7 units menyisakan saldo 3 units. 4 Januari , 7 units barang 127B terjual $30.

25 FIFO Perpetual Inventory Account
Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20 4 Sale 7 $30 10 Purchase 8 21 22 Sale 4 31 28 Sale 2 32 30 Purchase 10 22 Cost of Mdse. Sold 10 January , perusahaan membeli 8 units $21.

26 FIFO Perpetual Inventory Account
Item 127B Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan Karena harga pembelian $21 berbeda dengan harga perolehan sebelumnya 3 units persediaan yang ada, saldo bersediaan sebesar 11 units perhitungkan secara terpisah. 10 January, perusahaan membeli 8 units $21. Wahyumi Ekawanti, MSi

27 FIFO Perpetual Inventory Account
Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20 4 Penjualan 7 $30 10 Pembelian 8 21 22 Penjualan 4 31 28 Penjualan 2 32 30 Pembelian 10 22 22 Januari, perusahaan menjual 4 $31.

28 FIFO Perpetual Inventory Account
Item 127B Purchases Cost of Mdse. Sold Inventory Balance 22 January, perusahaan menjual 4 $31. Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan Untuk 4 units yang terjual, 3 diantaranya berasal dari persediaan yang pertama masuk (fifo) $20.

29 FIFO Perpetual Inventory Account
Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20 4 Penjualan 7 $30 10 Pembelian 8 21 22 Penjualan 4 31 28 Penjualan 2 32 30 Pembelian 10 22 28 Januari , perusahaan menjual 2 $32.

30 FIFO Perpetual Inventory Account
Item 127B Pembelian Penjualan Saldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan 28 Januari , perusahaan menjual 2 $32. Wahyumi Ekawanti, MSi

31 FIFO Perpetual Inventory Account
Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20 4 Penjualan 7 $30 10 Pembelian 8 21 22 Penjualan 4 31 28 Penjualan 2 32 30 Pembelian 10 22 30 Januari, pembelian 10 units tambahan barang 127B $22.

32 FIFO Perpetual Inventory Account
Item 127B Penjualan Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan 30 January , pembelian 10 units tambahan barang 127B $22. Totals 18 $ $ $325

33 Lifo Perpetual

34 LIFO Perpetual Inventory Account
Item 127B Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan Perusahaan memulai awal tahun dengan 10 units barang 127B yang tersedia dengan total harga $200.

35 LIFO Perpetual Inventory Account
Item 127B Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan 4 January , perusahaan menjual 7 units $30.

36 LIFO Perpetual Inventory Account
Item 127B Purchases Cost of Mdse. Sold Inventory Balance Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan Penyajian data persediaan yg terkini. 10 January , perusahaan membeli 8 units $21.

37 LIFO Perpetual Inventory Account
Item 127B Purchases Cost of Mdse. Sold Inventory Balance Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan 4 units terjual, semuanya berasal dari pembelian yang paling terakhir $21. On January 22, the firm sells four units at $31 each.

38 LIFO Perpetual Inventory Account
Item 127B Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan 28 Januari, terjual 2 units $32 .

39 LIFO Perpetual Inventory Account
Item 127B Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan 30 January, pembelian 10 units $22 . Wahyumi Ekawanti, MSi

40 LIFO Perpetual Inventory Account
Item 127B Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan Totals 18 $ $ $322 Wahyumi Ekawanti, MSi

41 Fifo Periodic

42 Fifo Periodic Jan. 1 Persediaan Awal 200 units @ $9 300 units @ $10
Mar. 10 Pembelian 400 $11 Sept. 21 Pembelian 100 $12 Nov. 18 Pembelian 1,000 units tersedia untuk dijual

43 Nilai persediaan tersedian untuk dijual
Fifo Periodic 200 $9 = $1,800 Jan. 1 = 3,000 Mar. 10 = 4,400 Sept. 21 = 1,200 Nov. 18 300 $10 400 $11 100 $12 1,000 units tersedia untuk dijual $10,400 Nilai persediaan tersedian untuk dijual

44 Fifo Periodic Perhitungan fisik pada 31 December menunjukkan bahwa 700 dari 1,000 units telah terjual. Menggunakan fifo, unit yang pertama kali dibeli secara teori adalah yang pertama dikeluarkan. Kita mulai dengan perhitungan pada 1 January .

45 Fifo Periodic 200 units @ $9 Terjual 200 = $1,800 Jan. 1 = $ 0 Jan. 1
= 0 Mar. 10 = 3,000 Mar. 10 Sold 200 of these 200 $11 400 $11 = 2,200 Sept. 21 = 4,400 Sept. 21 100 $12 = 1,200 Nov. 18 1,000 units tersedia untuk dijual $10,400 $ 3,400 Persediaan Akhir

46 Fifo Periodic Nilai persediaan tersedia u/ dijual $10,400
Dikurangi persediaan akhir 3,400 Harga Pokok Penjualan $ 7,000

47 Summary of Fifo Periodic Persediaan Tersedia u/ Dijual
Harga Pokok Penjualan Persediaan Tersedia u/ Dijual Pembelian $1,800 200 units at $9 Jan. 1 200 units at $9 $1,800 $3,000 300 units at $10 Mar. 10 300 units at $10 $3,000 $2,200 200 units at $11 Sep. 21 400 units at $11 $7,000 700 units $4,400 Merchandise Inventory Nov. 18 100 units at $12 $1,200 $2,200 200 units at $11 1,000 units $10,400 $1,200 100 units at $12 $3,400 300 units

48 Lifo Periodic

49 Lifo Periodic 200 $9 Jan. 1 Persediaan Awal 300 $10 Mar. 10 Pembelian 400 $11 Sept. 21 Pembelian 100 $12 Nov. 18 Pembelian 1,000 units tersedia untuk dijual Menggunakan lifo, barang yang terakhir dibeli adalah barang yang pertama dikeluarkan untuk dijual Wahyumi Ekawanti, MSi

50 Asumsikan lagi bahwa 700 units terjual selama periode berjalan .
Lifo Periodic 200 $9 Jan. 1 Persediaan Awal Asumsikan lagi bahwa 700 units terjual selama periode berjalan . 300 $10 Mar. 10 Pembelian 400 $11 Sept. 21 Pembelian 100 $12 Nov. 18 Purchase 1,000 units tersedia untuk dijual

51 Lifo Periodic 200 units @ $9 = $1,800 Jan. 1 = 3,000 Mar. 10
= 4,400 Sept. 21 = 1,200 Nov. 18 Sold 200 of these 300 $10 100 $10 1,000 Sold these 400 400 $11 Sold these 100 100 $12 1,000 units tersedia untuk dijual Persediaan Akhir $2,800 $10,400

52 Lifo Periodic Nilai persediaan tersedia untuk dijual $10,400
Dikurangi persediaan barang akhir 2,800 Harga Pokok Penjualan $ 7,600

53 Merchandise Inventory Persediaan Tersedia u/ Dijual
Summary of Lifo Periodic Merchandise Inventory Persediaan Tersedia u/ Dijual Pembelian $1,800 200 units at $9 $1,800 Jan. 1 200 units at $9 $1,000 100 units at $10 $1,800 $2,800 300 units Mar. 10 300 units at $10 $3,000 Harga Pokok Penjualan Sep. 21 400 units at $11 $4,400 $2,000 200 units at $10 Nov. 18 100 units at $12 $1,200 $4,400 400 units at $11 1,000 units $10,400 $1,200 100 units at $12 $7,600 700 units

54 Average Cost Periodic 200 $9 Jan. 1 Persediaan awal 300 $10 Mar. 10 Pembelian 400 $11 Sept. 21 Pembelian 100 $12 Nov. 18 Pembelian 1,000 units tersedia untuk dijual Metode Harga Pokok Rata-rata dihitung berdasarkan nilai rata-rata dari unit yang ada

55 Average Cost Periodic 200 units @ $9 = $ 1,800
1,000 units tersedia untuk dijual $10,400 Nilai Persediaan tersedia untuk dijual

56 Average Cost Periodic Nilai Persediaan Tersedia untuk Dijual
= Nilai Rata-rata Unit Units Tersedia untuk Dijual $10,400 1,000 Units = $10.40 per Unit

57 Average Cost Periodic Nilai Persediaan yg tersedia u/ dijual $10,400
Dikurangi persediaan barang akhir ($10.40 x 300) 3,120 Harga Pokok Penjualan $ 7,280 Untuk memverifikasi jumlah ini, kalikan 700 units penjualan dengan $10.40 = $7,280.

58 Harga Perolehan Per unit
Tgl Ket Quantity (unit) Harga Perolehan Per unit Total Harga Perolehan 1-Jan Pers Awal 200 90,000 18,000,000 5-Mar Pembelian 300 100,000 30,000,000 18 Agst 400 110,000 44,000,000 26 Des 100 120,000 12,000,000 Tersedia utk Dijual 1,000 104,000,000 31 Des Persediaan FIFO LIFO Rata-rata 31,200,000 Harga Pokok 72,800,000

59 Penilaian Persediaan Menurut LCM
Persediaan dinilai berdasarkan harga terendah antara harga perolehan (buku) dengan harga pasar persediaan tersebut Dapat diberlakukan untuk tiap jenis persediaan, kelompok persediaan atau keseluruhan persediaan

60 Contoh Penerapan LCM

61 CONTOH PT JAYA MAKMUR PERSEDIAAN per 31 DES 2012 DIKETAHUI : Units
Cost Replacement Cost Sales Price Selling Cost Normal Profit Category 1 Commodity A 3,000 5,500 5,250 8,000 900 2,000 Commodity B 1,650 6,000 9,250 800 1,250 Category 2 Commodity C 5,000 2,500 4,200 950 500 Commodity D 3,250 7,000 7,500 1,200 1,750

62 Market yg Dibatasi FLOOR & CEILLING
MAKA : FLOOR REPLACEMENT COST CEILLING Market yg Dibatasi FLOOR & CEILLING Units Market (dlm ribuan) Commodity A 5,100 5,250 7,100 3,000 15,750 Commodity B 7,200 6,000 8,450 1,650 11,880 Commodity C 2,750 2,000 3,250 5,000 13,750 Commodity D 4,550 7,500 6,300 20,475

63 JADI : KOMODITAS (ribuan Rp) LCM (ribuan Rp) COST MARKET INVIDUAL ITEMS INVENTORY CATEGORIES TOTAL INVENTORY Category 1 Commodity A 16,500 15,750 Commodity B 9,900 11,880 26,400 27,630 25,650 Category 2 Commodity C 12,500 13,750 Commodity D 22,750 20,475 35,250 34,225 32,975 TOTAL 61,650 61,855 58,625 60,625

64 Tidak ada AJP krn harga pasar melebihi harga perolehan
SEHINGGA : AJP Nilai PERSEDIAAN akhir tahun METODE HARGA POKOK 61,650 Tidak ada AJP krn Persediaan telah disajikan sebesar HP (harga perolehan) LCM (individual) 58,625 Kerugian penurunan nilai persediaan 3,025 Persediaan LCM (kategori) 60,625 1,025 Cadangan atas penurunan nilai persediaan LCM (agregat) 61,855 Tidak ada AJP krn harga pasar melebihi harga perolehan

65 PT JAYA AGUNG 31 DESEMBER 2009 harga perunit Persediaan Barang Dagang 20,825,000 2,450 Penjualan 430,000,000 5,000 Retur Penjualan 17,500,000 Potongan Penjualan 12,500,000 Ongkos Angkut Keluar 6,500,000 Pembelian 285,325,000 Retur Pembelian 6,375,000 atas 17 maret Ongkos Angkut Masuk 7,500,000 unit nilai harga per unit 06 januari 17,000 42,500,000 17 maret 20,000 51,000,000 12 juni 22,000 57,200,000 20 agustus 30,000 79,500,000 2,650 11 desember 21,000 55,125,000 2,625 Total Pembelian 110,000

66 Nilai Persediaan Akhir berdasarkan FIFO periodik
Unit Penjualan Bersih 86,000 - 3,500 = 82,500 Dengan FIFO unit Persediaan Awal 8,500 Pembelian 06 januari 17,000 Pembelian 17 maret 20,000 Retur Pembelian -2,500 Pembelian 12Juni 22,000 Pembelian 20 agustus 17,500 Persediaan Akhir nilai Pembelian 20 Agustus 12,500 33,125,000 Pembelian 11 Desember 21,000 55,125,000 33,500 88,250,000

67 Laba Rugi Parsial Pendapatan Penjualan : Penjualan 430,000,000 Retur Penjualan -17,500,000 Potongan Penjualan -12,500,000 -30,000,000 Penjualan Bersih 400,000,000 Harga Pokok Penjualan : Persediaan Awal 20,825,000 Pembelian 285,325,000 Retur Pembelian -6,375,000 Pembelian Bersih 278,950,000 Ongkos Angkut Masuk 7,500,000 HP barang yang dibeli 286,450,000 HP Barang Tersedia Utk Dijual 307,275,000 Persediaan Akhir -88,250,000 HPP 219,025,000 Laba Kotor 180,975,000

68 Wahyumi Ekawanti, MSi

69 Penilaian Persediaan Menurut Harga Eceran
Penilaian persediaan maupun harga pokok persediaan dihitung dengan melihat harga eceran masing-masing jenis persediaan. Didasarkan pada hubungan antara harga pokok barang yang siap untuk dijual dengan harga jualnya. Biasa digunakan untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang retail

70 Contoh Retail Methode UD. Berkat mempunyai data persediaan sebagai berikut : Harga Pokok Harga Jual Persediaan awal Pembelian BTUD % harga pokok terhadap harga jual : ( / ) x 100% = 55 % Penjualan bersih – Persediaan akhir eceran Persediaan akhir eceran dengan harga pokok (perolehan) : 55 % x = Beban Pokok Penjualan : – =

71 PENGUNGKAPAN PERSEDIAAN
Kebijakan akuntansi yang digunakan Penjelasan lebih lanjut tentang cakupan persediaan Kondisi persediaan Hal-hal lain, misalnya peruntukan dan asal persediaan

72 Contoh Soal Soal 1 Transaksi-transaksi dibawah ini adalah transaksi-transaksi yang bersangkutan dengan jual beli barang dagangan UD Setia : 01/12 Dibeli barang dagang dari FA Berkat dengan harga Rp dengan pembayaran 2/10 n/30 03/02 Dibayar ongkos angkut pembelian barang tersebut Rp 07/02 Dijual barang dagangan kepada Toko Sinar sebesar Rp dengan syarat pembayaran 1/10 n/30. Harga pokok barang Rp 09/12 Dibayar pembelian tanggal 01 lalu 11/02 Karena rusak barang yang dijual tanggal 07 yang lalu dikembalikan. Harga pokok barang yang diterima kembali itu Rp harga jualnya Rp 13/02 Diterima pembayaran harga barang yang dijual pada tanggal 07 lalu Diminta : Jurnal transaksi di atas dengan metode fisik atau perpectual

73 Contoh Soal Soal 2 Dari catatan perusahaan diperoleh keterangan-keterangan sebagai berikut : Persediaan awal 300 Rp. 60/unit 03/12 Pembelian 750 unit @ Rp. 63/unit 12/12 Pembelian 600 Rp. 61/unit 18/12 Pembelian 800 Rp. 65/unit 25/12 Pembelian 500 Rp. 62/unit Berdasarkan inventaris phisik akhir bulan jumlah persediaan yang masih ada sebanyak 600 unit. Untuk tanda pengenal khusus jumlah ini terdiri dari : 300 unit (03/12), 200 unit (18/12), dan 100 unit (25/12).

74 SOAL 3 PT GARUDA SAKTI Persediaan 2012 Items Units Cost per units
Replacement Cost per unit A 2,000 65,000 70,000 B 1,650 60,000 C 5,000 50,000 D 3,250 45,000 E 1,400 75,000 85,000 F 2,450 90,000 100,000 Harga jual per unit Biaya Penjualan per unit 20,000 Keuntungan normal dari harga jual 20% TENTUKAN NILAI PERSEDIAAN DENGAN METODE LCM DAN HARGA POKOK BERIKUT AJP NYA

75 SOAL 4 Buatlah nilai persediaan dengan FIFO dan LIFO berikut perhitungan Laba Rugi Parsialnya
PT MAKMUR 31 DESEMBER 2014 harga perunit Persediaan Barang Dagang 23,800,000 2,800 Penjualan 464,400,000 5,400 Retur Penjualan 18,900,000 Potongan Penjualan 12,500,000 Ongkos Angkut Keluar 6,500,000 Pembelian 313,725,000 Retur Pembelian 6,375,000 atas 17 maret Ongkos Angkut Masuk 7,500,000 unit nilai harga per unit 06 januari 17,000 47,600,000 17 maret 20,000 55,000,000 12 juni 22,000 62,700,000 20 agustus 30,000 87,000,000 2,900 11 desember 21,000 61,425,000 2,925 Total Pembelian 110,000

76 TERIMA KASIH


Download ppt "AKUNTANSI PERSEDIAAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google