Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Topik VI Investasi Jangka Panjang

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Topik VI Investasi Jangka Panjang"— Transcript presentasi:

1 Topik VI Investasi Jangka Panjang
Oleh: Dra. Husna Roza, MCom(Hons), Akt.

2 Tujuan Pengajaran: Setelah mempelajari Topik ini diharapkan mahasiswa mampu untuk: Menjelaskan pengertian investasi jangka panjang Melakukan pencatatan atas investasi dalam saham Melakukan pencatatan atas investasi dalam obligasi Melakukan pencatatan atas investasi dalam bentuk penyisihan dana jangka panjang

3 3.Investasi Dalam Obligasi
Sistematika Materi 1.Pengertian 2.Investasi Dalam Saham Perusahaan Induk Tak Dapat Melakukan Kontrol Perusahaan Induk Dapat Melakukan Sebagian Kontrol Perusahaan Induk Dapat Melakukan Kontrol Secara Penuh 3.Investasi Dalam Obligasi Amortisasi Agio dan Disagio Penjualan Investasi Dalam Obligasi 4.Penyisihan Dana Untuk Tujuan Jangka Panjang

4 INVESTASI JANGKA PANJANG
Investasi yang dilakukan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun dan tidak dimaksudkan untuk memutarkan kelebihan uang kas.

5 Tujuan Investasi Jangka Panjang
untuk melindungi, mempermudah atau mempertahankan bisnis atau hubungan perdagangan. (PSAK No. 13, IAI) untuk mengontrol kegiatan perusahaan lain, maksudnya dapat mengatur kebijakan financial dan operasional dari suatu perusahaan sehingga mendapatkan manfaat dari kegiatan perusahaan tersebut (PSAK, 14 dan 15, IAI)

6 Bentuk Investasi Jangka Panjang
Investasi dalam saham Investasi dalam obligasi Penyisihan dana untuk tujuan jangka panjang

7 Investasi Dalam Saham Beberapa cara untuk dapat melakukan control terhadap perusahaan lain; a) jumlah wakil yang duduk dalam dewan direksi maupun dewan komisaris, b) partisipasi dalam pengambilan keputusan c) jumlah transaksi yang dilakukan, d) jumlah saham yang dimiliki.

8 Tiga pilihan berinvestasi dalam saham perusahaan lain
Perusahaan yang melakukan investasi tidak dapat melakukan control terhadap perusahaan dimana ia melakukan investasi Perusahaan induk hanya dapat melakukan sebagian control saja terhadap perusahaan anak, tetapi mempunyai pengaruh yang signifikan Perusahaan induk secara pasti dapat melakukan control terhadap perusahaan anak.

9 Perusahaan Induk Tidak Dapat Melakukan Kontrol
Kepemilikan kecil dari 20% Pencatatan dilakukan dengan metode Biaya/Cost Hubungan disebut hubungan antar perusahan yang berafiliasi

10 Pencatatan metode Cost/Biaya
Investasi dicatat sebesar harga perolehannya Pendapatan dari perusahaan anak diakui dan dicatat pada saat deviden telah diputuskan untuk dikeluarkan

11 Lanjutan… Contoh; Tanggal 30 Juni 2005 sebuah perusahaan membeli 500 lembar saham PT. Kintamani dengan harga Rp ,- (sudah termasuk komisi dan biaya lain-lain). Jumlah saham yang dibeli hanya sebagian kecil dari seluruh saham PT Kintamani yang beredar. Jurnal : INVESTASI DALAM SAHAM BANK

12 Lanjutan… Bila PT Kintamani memperoleh laba, maka perusahaan yang memiliki sahamnya dan pencatatan investasi menggunakan metode cost/biaya, belum boleh mencatatnya sebagai pendapatan. Bila PT. Kintamani mengeluarkan deviden, misalnya pada tanggal 15 Februari dan memutuskan akan membagikan deviden Rp.5,- per lembar saham. Transaksi ini bagi perusahaan yang memiliki 500 saham PT Kintamani akan dicatat sbb: PIUTANG DEVIDEN PENDAPATAN DEVIDEN 2.500

13 Lanjutan… Bila pada tanggal 1 Maret 2006, 500 saham PT. Kintamani tsb dijual dengan harga Rp ,- Jurnal untuk mencatat transaksi ini adalah sbb: KAS/BANK INVESTASI DALAM SAHAM KEUNTUNGAN DARI PENJUALAN INVESTASI

14 PERUSAHAAN INDUK DAPAT MELAKUKAN SEBAGIAN KONTROL
Perusahaan dapat melakukan control yang cukup berarti terhadap perusahaan lain bila menguasai paling kurang 20% saham perusahaan lain (perusahaan anak). Biasanya metode pencatatan yang digunakan atas kepemilikan saham ini menggunakan metode ekuitas.

15 Lanjutan… Ketentuannya adalah:
Bagian laba perusahaan anak diakui dan dicatat sebagai penambahan investasi Apabila deviden dikeluarkan, maka bagian yang diterima dicatat sebagai pengurang Contoh, Pada tanggal 2 Januari 2004, perusahaan Permata Hijau membeli 20% saham perusahaan Kelapa Gading dengan harga Rp ,- Transaksi dicatat oleh perusahaan Permata Hijau: INVESTASI DALAM SAHAM BANK

16 Lanjutan… Bila perusahaan Kelapa Gading selama tahun 2004 memperoleh laba sebesar Rp , maka oleh perusahaan Permata Hijau akan dicatat sbb: (20% x Rp = Rp ) INVESTASI DALAM SAHAM PENDAPATAN DARI INVESTASI Pada tanggal 1 maret 2005 perusahaan Kelapa Gading membagikan deviden untuk seluruh pemegang saham sejumlah Rp ,- maka bagian perusahaan Permata Hijau adalah sebesar Rp.4.000,- (20% x Rp ) Jurnalnya: PIUTANG DEVIDEN INVESTASI DALAM SAHAM

17 PERUSAHAAN DAPAT MELAKUKAN KONTROL SECARA PENUH
Jika suatu perusahaan memperoleh hak suara lebih dari 50% (karena memiliki saham >50%) dalam perusahaan lain, perusahaan investor disebut sebagai induk dan perusahaan investee disebut sebagai anak. Perusahaan induk dapat mengontrol perusahaan anak dan kedua perusahaan dianggap satu kesatuan. Untuk itu, laporan keuangan kedua perusahaan tersebut harus dikonsolidasikan. Laporan keuangan konsolidasi menggambarkan perusahaan anak sebagai sebuah investasi.

18 INVESTASI DALAM OBLIGASI
Obligasi adalah surat pengakuan hutang Bentuknya: surat yang berisikan informasi tentang nilai nominal dan bunga yang telah ditetapkan. Perusahaan yang mengeluarkan obligasi harus melakukan: 1. Membayar kembali obligasi yang dikeluarkan 2. Membayar bunga secara berkala

19 Lanjutan… Pemegang obligasi:
Membeli di bursa bila obligasi tersebut diperdagangkan di bursa atau membeli langsung ke perusahaan yang mengeluarkan obligasi. Tujuan membeli obligasi adalah untuk memperoleh pendapatan tetap dalam jangka panjang Harga perolehan adalah jumlah yang dibayarkan kepada penjual plus komisi makelar.

20 Lanjutan… Apabila pembelian dilakukan diantara dua saat pembayaran bunga, maka bunga yang sudah berjalan akan diperhitungkan dalam harga jual, tetapi bunga ini tidak boleh dimasukan sebagai komponen harga perolehan. Contoh investasi obligasi: Pada tanggal 1 Maret 2004 sebuah perusahaan membeli 100 lembar obligasi perusahaan Gading Mas yang bernilai nominal Rp ,- per lembar. Harga perolehan adalah Rp atau Rp per lembar. Obligasi ini akan jatuh tempo pada tanggal 1 April 2009, berbunga 12% setahun. Bunga dibayar dua kali tiap-tiap tanggal 1 April dan 1 Oktober. Jumlah yang harus dibayarkan untuk pembelian obligasi dihitung sebagai berikut: Harga obligasi Rp ,- Bunga yang sudah berjalan ,- 5/12 x 12% x Rp , Jumlah yang dibayarkan Rp ,-

21 Lanjutan… Karena obligasi bunganya dibayar tiap tanggal 1 April dan 1 Oktober, maka pembayaran terakhir adalah tanggal 1 Oktober Dengan demikian saat pembelian, bunga yang sudah berjalan adalah lima bulan. Bunga ini adalah hak penjual sehingga harus ditambahkan pada harga obligasi. Jurnalnya: INVESTASI DALAM OBLIGASI PENDAPATAN BUNGA BANK

22 Lanjutan… Pada tanggal 1 April 2004 perusahaan Gading Mas membayarkan bunga setengah tahunannya. Untuk perusahaan yang memegang 100 lembar obligasi ini akan diperoleh bunga sebesar 6/12 x 12% x Rp ,-= Rp ,- Jurnalnya: BANK PENDAPATAN BUNGA Jurnal yang sama harus dibuat juga pada tanggal 1 Oktober 2004.

23 Lanjutan… Pada tanggal 31 Desember 2004, saat perusahaan yang memiliki obligasi akan menyusun laporan keuangannya, bunga yang sudah berjalan adalah dari 1 Oktober – 31 Desember 2004 atau 3 bulan. Jumlahnya adalah: 3/12 x 12% x Rp ,-= Rp ,- Ayat jurnal penyesuaian: BUNGA MASIH HARUS DITERIMA PENDAPATAN BUNGA

24 AMORTISASI AGIO/DISAGIO
Selisih nilai nominal dan harga pokok pembelian disebut disagio/diskon. Apabila nilai nominal lebih kecil daripada harga pokok maka selisihnya disebut agio/premium.

25 Lanjutan… Pada contoh sebelumnya nilai nominal obligasi adalah Rp ,-berarti bahwa pada saat jatuh tempo pemilik obligasi akan menerima pembayaran kembali sejumlah itu. Tanpa adanya jurnal penyesuaian, berarti disagio harus sekaligus dibebankan sebagai pendapatan pada saat pembayaran kembali. Perlakuan ini kurang tepat karena menyalahi konsep konservatif. Disagio atau agio harus diamortisasi sedemikian rupa sehingga pada waktu pembayaran kembali, akun investasi bersaldo sebesar nilai nominal obligasi.

26 Lanjutan… Perhitungannya: Nilai nominal obligasi Rp. 10.000.000
Harga Perolehan Disagio Rp Amortisasi disagio per bulan Rp :61=Rp ,- Amortisasi disagio perlembar obligasi per bulan (Rp :100) Rp. 160,- Amortisasi disagio untuk tahun 2004 adalah 10 bulan atas 100 lembar obligasi jumlahnya: 10 x 100 x Rp 16 = Rp Ayat jurnal penyesuaiannya adalah: INVESTASI DALAM OBLIGASI PENDAPATAN BUNGA

27 Lanjutan… Jurnal seperti ini akan dilakukan setiap tahun sehingga pada saat jatuh tempo perkiraan investasi obligasi akan berjumlah Rp ,- Jumlah inilah yang akan diterima pada saat obligasi dibayar kembali oleh perusahaan yang mengeluarkannya.

28 PENJUALAN INVESTASI DALAM OBLIGASI
Bila obligasi dijual maka yang dicatat adalah harga pokok ditambah atau dikurangi dengan amortisasi disagio atau agio yang telah dilakukan. Bunga yang sudah berjalan sampai saat penjualan harus ditambah sebagai bagian yang harus diterima oleh penjual.

29 Contoh penjualan obligasi
Anggaplah bahwa pada tanggal 1 Juni 2006, 50 lembar dari obligasi perusahaan Gading Mas dijual dengan harga Rp Perhitungan nilai buku dan jumlah yang diterima adalah sbb:

30 Lanjutan… A. Nilai Buku pada saat penjualan:
Harga pokok obligasi: 50 x Rp = Rp Amortisasi disagio = Amortisasi disagio = Amortisasi disagio = Nilai buku pada saat penjualan = Rp

31 Lanjutan… B.Jumlah yang diterima dari penjualan:
Harga penjualan = Rp ,- Bunga yang sudah berjalan (2/12 x 12% x Rp ) = ,- Jumlah yang diterima = Rp

32 Lanjutan… Jurnal transaksi penjualan obligasi:
(1) Mencatat amortisasi disagio tahun 2006; INVESTASI DALAM OBLIGASI PENDAPATAN BUNGA (2)Mencatat transaksi penjualan; BANK INVESTASI DALAM OBLIGASI PENDAPATAN BUNGA KEUNTUNGAN DARI PENJUALAN INVESTASI

33 Penyisihan dana untuk tujuan jangka panjang
Dana disisihkan untuk tujuan tertentu. Hanya boleh digunakan untuk tujuan yang telah ditetapkan. Disisihkan dari laba ditahan Contoh: Dana untuk pelunasan obligasi Dana perluasan pabrik

34 THE END

35 Soal Pada tanggal 1 Maret PT. ABC membeli 200 lembar saham PT. XYZ dengan harga Rp ,- per lembar. Jumlah ini merupakan 20% dari seluruh saham PT.XYZ yang beredar. Pada tanggal 1 Juli 2000 PT XYZ membagikan deviden sebesar Rp. 150,- per lembar saham. Selama tahun 2000 PT.XYZ memperoleh laba bersih sebesar Rp ,-. Catatlah transaksi ini dengan anggapan: a. investasi dicatat dengan metode cost dan b. investasi dicatat metode ekuitas.

36


Download ppt "Topik VI Investasi Jangka Panjang"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google