Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh: Ahmad Fairozi Disampaikan dalam acara:

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh: Ahmad Fairozi Disampaikan dalam acara:"— Transcript presentasi:

1 NILAI DASAR PERGERAKAN (NDP) PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (PMII)
Oleh: Ahmad Fairozi Disampaikan dalam acara: Kaderisasi Formal Pertama (MAPABA II), PMII Rayon Nusantara, Komisariat PMII Country Unitri Malang, Cabang PMII Kota Malang. Sabtu, 10 Oktober 2015

2 Arti NDP Sublimasi nilai ke-islaman dan ke-indonesian dengan kerangka pendekatan Ahlussunnah Waal jamaah (Aswaja). NDP harus senantiasa menjiwai seluruh aturan organisasi, memberi arah dan mendorong gerak organisasi serta menjadi penggerak setiap kegiatan organisasi dan masing-masing anggota.

3 Fungsi NDP Kerangka Refleksi Kerangka Aksi Kerangka Ideologis
(Merupakan ruang untuk melihat dan merenungkan kembali secara jernih setiap gerakan dan tindakan organisasi). Kerangka Aksi (Merupakan landasan etos gerak organisasi dan anggota. Sebagai kerangka aksi, etos akan muncul dari proses aksi dengan refleksi yang dilakukan secara terus-menerus). Kerangka Ideologis (Menjadi peneguh tekad dan keyakinan anggota untuk bergerak dan berjuang mewujudkan cita-cita dan tujuan organisasi serta landasan berpikir dan etos gerak anggota melalui jalan yang sesuai dengan minat dan keahlian masing- masing).

4 Kedudukan NDP Sebagai Sumber kekuatan ideal-moral dari kegiatan organisasi Sebagai pijakan argumentasi dan pengikat kebebasan berfikir, berbicara dan bertindak dalam aktivitas pergerakan

5 Rumusan NDP PMII Tauhid yaitu mengesakan Allah SWT. Merupakan nilai paling asasi/pokok dalam sejarah agama samawi. (Q.S. Al-Ikhlas: 1-4 , Al-Mukmin: 25, Al-Baqoroh: ). PERTAMA, Allah adalah Esa dalam segala totalitas, zdat, sifat dan perbuatan- perbuatanNya. (Q.S. Al-Hasyr: 22-24). KEDUA, Keyakinan seperti itu merupakkan keyakinan terhadap sesuatu yang lebih tinggi dari alam semesta dan manifestasi kesadaran dan keyakinan kepada hal yang ghaib. (Q.S. Al-Baqoroh: 3, Muhammad: 14-15, Al-Alaq: 4, Al-Isro’: 7). KETIGA, tauhid adalah titik puncak dalam melandasi serta memandu dan menjadi sasaran keimanan yang mencakup keyakinan dalam hati, penegasan lewat lisan dan perwujadan lewat perbuatan. (Q.S. Al-Baqoroh: 30, Al-A’raf: 129, An-Nahl: 62, Fathir: 39). KEEMPAT, PMII memilih pendekatan berpikir Aswaja untuk memahami dan menghayati keyakinan Tauhid.

6 Lanjutan... Hubungan Manusia dengan Allah
Allah adalah pencipta segala sesuatu. Dia menciptakan manusia sebaik-baik kejadian dan menganugerahkan kedudukan terhormat kepada manusia di hadapan ciptaanNya yang lain. (Q.S. Al-Dzariat: 56, Al-A’raf: 179, Al-Qashash: 27). Kedudukan seperti itu ditandai dengan pemberian daya pikir, kemampuan berkreasi dan kesadaran moral. Potensi itulah yang memungkinkan manusia memerankan fungsinya sebagai khalifah dan memenuhi posisinya sebagai hamba Allah. Dalam kehidupan sebagai khalifah, manusia mengemban amanat berat yang oleh Allah ditawarkan kepada makhlukNya. (Q.S. Shad: 82-83, Al-Hujurat: 4). Sebagai hamba Allah, manusia harus melaksankan ketentuan-ketentuanNya. Untuk itu manusia dilengkapi dengan kasadaran moral yang selalu harus dirawat jika manusia tidak ingin terjatuh ke dalam kedudukan yang rendah. (Q.S. Al-Imron: 153, Hud: 88).

7 Lanjutan... Hubungan Manusia dengan Manusia
Kenyataan bahwa Allah meniupkan ruhNya kepada materi dasar manusia, menunjukkan bahwa manusia berkedudukan mulia diantara ciptaan Allah yang lain. kesadaran moral dan keberaniannya untuk memikul tanggung jawab dan amanat dari Allah yang disertai dengan mawas diri menunjukkan posisi dan kedudukannya. (Q.S. Al-Mu’minun: 115). Memahami ketinggian eksistensi dan potensi yang dimiliki oleh manusia, manusia mempunyai kedudukan yang sama antara yang satu dengan lainnya. Sebagai warga dunia, manusia harus berjuang dan menunjukkan peran yang dicita-citakan. Tidak ada yang lebih tinggi antara yang satu dengan lainnya. Kecuali ketaqwaannya. (Q.S. Al-Hujurat: 13).

8 Lanjutan... Hubungan Manusia dengan Alam
Alam semesta adalah ciptaan Allah. Dia menentukan ukuran dan hukum- hukumnya. (Q.S. Hud: 61, Al-Qashash: 77, An-Nahl: 122, Al-Baqoroh: 130, Al- Ankabut: 38). Alam juga menunjukkan tanda-tanda keberadaan, sifat dan perbuatan Allah. (Q.S. Al-Ankabut: 64, Al-Jaatsiyah:3-5). Nilai tauhid melingkupi hubungan manusia dengan alam. Sebagai ciptaan Allah, alam berkedudukan sederajat dengan manusia, namun Allah menundukkan alam bagi manusia. (Q.S. Al-Syura: 20, Yusuf: 109, Al-An'am: 32, Al-Baqoroh: 29). Dan bukan sebaliknya. Jika sebaliknya yang terjadi, maka manusia akan terjebak dalam penghambaan terhadap alam. Bukan penghambaan kepada Allah. Allah mendudukkan manusia sebagai khalifah. (Q.S. Al-Baqoroh: 30).

9 Penutup NDP dipergunakan sebagai landasan teologis, normatif dan etis dalam pola pikir dan perilaku organisasi serta dalam diri anggota masing-masing. Dengan ini, dasar tersebut ditunjukan untuk “Terbentuknya pribadi muslim indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya dan komitmen dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia” seperti yang termaktub dalam Anggaran Dasar BAB IV Pasal 4 yaitu tujuan dari PMII itu sendiri.

10 Ayat-ayat NDP Tauhid (Q.S. Al-Ikhlash: 1-4, Al-Mu’minun: 25, Al-Baqoroh: 3, 30, , Muhammad: 14-15, Al-Hasyr: , Al-Alaq: 4, Al-Isra’: 7, Al-A’raf: 129, An-Nahl: 62, Fathir: 39). Hubungan Manusia dengan Allah (Q.S. Adz-Zariyat: 56, Al-A’raf: 54, 179, Al-Qashash: 27, Shad: 72, 82-83, Al-Hujurat: 4, Ali-Imran: 153, 159, 164, Huud: 7, 88, Al-An’am: 96, 165, Yunus: 5, 14, Shad: 72, Al-Hijr: 21, 29, Al-Ankabut: 29, 44, Ar-Ra’du: 8, 11, Al-Hadid: 4, 22, Al-Baqoroh: 164, 213, Ibrahim: 32, An-Nahl: 3, 12, Al-Isro’: 44, Luqman: 10, Az-Zumar: 5, Qaf: 38, Al-Furqan: 2, 59, Yasin: 38, As-Sajadah: 12, Al-Qomar: 49, Ar-Rum: 22, Al-Jatsiyah: 3). Hubungan Manusia dengan Manusia (Q.S. Al-Mu’minun: 57-61, 115, Al-Hujurat: 9-10, 13, At-Takatsur: 1-8, Al-Humadzah: 1-9, Al-Ma’un: 1-7, Az-Zumar: 49, Al-Hajj: 66, Ali-Imran: 103, An-Nisa’: 36-39, Al-Kafirun: 1-6). Hubungan Manusia dengan Alam (Q.S. Huud: 61, Al-Qashash: 77, An-Nahl: 122, Al-Baqarah: 29, 30, 62, 130, Al-Ankabut: 38, 64, Al- Jatsiyah: 3-5, 12-13, Asy-Syu’ara: 20, Yusuf: 109, Al-An’am: 32, Al-Ghosyiyah: 17-26, Ar-Ruum: 41, Al-Ashr: 1-3, Al-Mu’minun: 17-22, Al-Hajj: 65, Abasa: 17-32, An-Nazi’at: 27-33).


Download ppt "Oleh: Ahmad Fairozi Disampaikan dalam acara:"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google