Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Segi Tiga Keseimbangan: Tuhan, Manusia dan Alam Raya

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Segi Tiga Keseimbangan: Tuhan, Manusia dan Alam Raya"— Transcript presentasi:

1 Segi Tiga Keseimbangan: Tuhan, Manusia dan Alam Raya

2 Manusia Makhluk Budaya: Hakekat Manusia
Manusia  Makhluk ciptaan Tuhan, terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai kesatuan utuh. Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan dan kehendak. Akal adalah alat berpikir, sebagai sumber ilmu dan teknologi. Dengan akal manusia menilai mana yang benar dan yang salah. Perasaan adalah alat untuk menyatakan keindahan sebagai sumber seni. Dengan perasaan manusia menilai mana yang indah dan yang jelek sebagai sumber nilai keindahan.

3 Hakikat Manusia Kehendak adalah alat untuk menyatakan pilihan, sebagai sumber kebaikan. Dengan kehendak manusia menilai mana yang baik dan yang buruk sebagai sumber nilai moral. Dalam kehidupan manusia disadari bahwa yang benar dan yang indah dan yang baik itu menyenangkan, membahagiakan , menenteramkan dan memuaskan manusia. Sebaliknya, yang salah, yang jelek , dan yang buruk itu menyengsarakan, menyusahkan, mengelisahkan dan membosankan manusia. Dari dua sisi yang bertolak belakang ini, manusia adalah sumber penentu yang menimbang, menilai, memutuskan untuk memilih yang paling menguntung baik ditinjau dari segi agama atau moral

4 Perasaan Perasaan merupakan sumber daya jasmani dan rohani. Daya rasa jasmani berkenaan dengan tubuh. Sedangkan daya rasa rohani berkenaan dengan moral, yang hanya ada pada manusia.Contoh daya rasa rohani yaitu Daya rasa intelektual Daya rasa estetis Dya rasa etis Daya rasa sosial Daya rasa religius.

5 Daya rasa Daya rasa intelektual Berkenaan dengan pengetahuan. Manusia merasa senang, bahagia, puas apabila dapat mengetahui sesuatu, Sebaliknya manusia merasa sengsara, susah , kesal apabila tidak berhasil mengetahui sesuatu Daya rasa estetis Berkenaan dengan seni. Manusia merasa senang, bahagia , puas apabila dapat melihat, mendengar, merasakan sesuatu yang indah. Sebaliknya, manusia merasa sengsara, kesal, bosan apabila mengalami sesuatu yang jelek. Daya rasa etis  Berkenaan dengan kebaikan. Manusia merasa senang, bahagia, puas apabila dapat memilih sesuatu yang baik. Sebaliknya, manusia merasa sengsara, menyesal, kesal dan benci apabila terpilih pada atau mengalami sesuatu yang jahat atau buruk

6 Daya rasa: Lanjutan Daya rasa sosial  Berkenaan dengan masyarakat kelompok atau korp. Manusia ikut merasakan kehidupan orang lain. Apabila orang berhasil, dia ikut senang, dan apabila orang gagal atau memperoleh musibah dia ikut sedih. Daya rasa religius  Berkenaan dengan agama. Manusia merasa bahagia , tenteram jiwanya apabila mendekatkan diri atau bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebaliknya.manusia merasa gelisah, frustasi dalam hidupnya apabila menjauhkan diri atau lupa kepada Tuhan.

7 tugas-tugas Manusia Tugas Manusia terhadap Tuhannya, yakni sesuatu yang harus dipelihara dan dijaga oleh manusia, yang berupa mengikuti segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, serta menggunakan alat-alat potensialnya dan anggota badannya dalam berbagai aktivitas yang bisa menimbulkan kemanfaatan baginya dan dapat mendekatkan diri kepada Tuhannya, sehingga bila manusia melanggarnya, maka berarti dia berkhianat kepada Tuhannya; Tugas Manusia terhadap terhadap sesama manusia, yakni mengembalikan barang-barang titipan kepada pemiliknya dan tidak mau menipu, serta menjaga rahasia seseorang yang tidak pantas dipublikasikan; dan Tugas Manusia terhadap dirinya, yakni berusaha melakukan hal-hal yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi dirinya untuk kepentingan agama dan dunianya, tidak melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya baik untuk kepentingan akhirat maupun dunianya, serta berusaha menjaga dan memelihara kesehatan dirinya.

8 tugas-tugas Manusia Tugas Manusia terhadap Tuhannya, yakni sesuatu yang harus dipelihara dan dijaga oleh manusia, yang berupa mengikuti segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, serta menggunakan alat-alat potensialnya dan anggota badannya dalam berbagai aktivitas yang bisa menimbulkan kemanfaatan baginya dan dapat mendekatkan diri kepada Tuhannya, sehingga bila manusia melanggarnya, maka berarti dia berkhianat kepada Tuhannya; Tugas Manusia terhadap terhadap sesama manusia, yakni mengembalikan barang-barang titipan kepada pemiliknya dan tidak mau menipu, serta menjaga rahasia seseorang yang tidak pantas dipublikasikan; dan Tugas Manusia terhadap dirinya, yakni berusaha melakukan hal-hal yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi dirinya untuk kepentingan agama dan dunianya, tidak melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya baik untuk kepentingan akhirat maupun dunianya, serta berusaha menjaga dan memelihara kesehatan dirinya.

9 Manusia dan Kebutuhan Sebagai makhluk hidup manusia mempunyai kebutuhan. Kebutuhan adalah segala yang diperlukan manusia untuk menyempurnakan kehidupannya. Kebutuhan merupakan perwujudan budaya manusia yang berdimensi cipta, rasa dan karsa. Pada umumnya kebutuhan manusia diklasifikasikan menjadi empat jenis. Kebutuhan ekonomi Kebutuhan psikhis Kebutuhan biologis Kebutuhan pekerjaan

10 Manusia dan Kebutuhan:Lanjutan
Kebutuhan ekonomi  Bersifat material, untuk kesehatan dan keselamatan jasmani seperti pakaian , makanan dan perumahan Kebutuhan psikhis  Bersifat imaterial, untuk kesehatan dan keselamatan rohani seperti pendidikan, hiburan, perhargaan Kebutuhan biologis  Bersifat seksual, untuk membentuk keluarga dan kelangsungan hidup generasi secara turun temurun seperti berumah tangga Kebutuhan pekerjaan  Bersifat praktis, untuk mewujudkan ketiga jenis kebutuhan diatas, seperti perumahan atau profesi.

11 Manusia dan Kebutuhan:Lanjutan
Empat jenis kebutuhan tadi merupakan kebutuhan dasar yang diusahakan terpenuhi secara wajar meskipun belum berimbang Apabila dirinci, kebutuhan dasar terdiri dari: Pakaian ( sandang) Makanan ( pangan) Perumahan ( papan) Pendidikan ( keahlian) Hiburan (rekreasi) Perkawinan ( rumah tangga) Perkerjaan ( profesi)

12 Manusia dan Kebutuhan:Lanjutan
Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan baik dan sempurna apabila manusia itu berhubungan dengan lingkungan alam dan masyarakat serta didukung oleh faktor: Kemampuan kerja keras ( nilai moral) Kemampuan intelektual ( nilai kebenaran) Sarana penunjang ( nilai kegunaan ) Bekerja keras dan berkarya mempunyai arti manusiawi, karena cerminan mutu dan martabat manusia individual dalam hubungannya dengan alam dan manusia individual lain dalam masyarakat. Melalui dimensi budaya, manusia berjuang untuk maju dan meningkatkan kualitas hidupnya.

13 Hubungan Antara manusia
Manusia sebagai makhluk budaya  Mempunyai berbagai ragam kebutuhan yang dapat dipenuhi apabila berhubungan dengan manusia lain di masyarakat. Hubungan tersebut dilandasi oleh ikatan moral yang mewajibkan setiap pihak mematuhinya. Berdasarkan hubungan moral tersebut ada ikatan hak dan kewajiban dalam keadaan yang seimbang. Pemenuhan hak dan kewajiban yang seimbang ini akan menyenangkan, membahagiakan, menentramkan dan memuaskan setiap pihak. Inilah sebenarnya hakikat tujuan hidup manusia, yaitu terpenuhinya kebutuhan jasmani dan rohani secara seimbang

14 Kebutuhan Jasmani dan Rohani
Kebutuhan jasmani dapat dicapai melalui kebutuhan ekonomi berupa pemilikan dan penggunaan harta kekayaan yang memuaskan. Untuk memperolah harta kekayaan manusia harus bekerja keras. Harkat dan martabat manusia ditunjukkan oleh kemampuannya bekerja keras dan berkarya ( nilai etis moral) dan ini sebagai kodrat manusia. Manusia malas, tidak mau bekerja keras adalah bertentangan dengan kodratnya. Supaya manusia bekerja efektif, perlu didukung oleh kerja sama dan sarana ( nilai kegunaan) serta keahlian ( nilai kebenaran).

15 Kebutuhan Jasmani dan Rohani:Lanjutan
Kebutuhan rohani dapat dicapai karena terpenuhinya kebutuhan rohani berupa hubungan serasi, tertib, damai, tanpa sengketa antara manusia dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi ( kebutuhan jasmani). Semua berjalan menurut kaidah moral, dalam arti saling menghargai dalam suasana, tertib, damai dan serasi ( nilai etis dan moral). Kaidah moral ini kemudian dijelmakan ke dalam kaidah sosial yang menjadi cermin setiap perbuatan bermasyarakat yang selanjutnya menjadi hukum kebiasaan atau perilaku yang berkembang di masyarakat. Hukum kebiasaan ini dihargai dan dipatuhi secara sadar oleh setiap anggota masyarakat sehingga terpelihara ketertiban, kestabilan, dan kebahagian masyarakat.

16 Kebutuhan Jasmani dan Rohani:Lanjutan
Disadari atau tidak , setiap manusia ingin hidup bahagia. Untuk mencapai kebahagian manusia bekerja keras dengan menggunakan segala jenis sarana. Konsekuensinya ialah ukuran kebahagian itu tidak sama antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. Dengan demikian, ada manusia yang mencapai kebahagian jasmani karena terpenuhi kebutuhan ekonomi, ada manusia yang mencapai kebahagian rohani karena terpenuhi kebutuhan psikhis dan ada manusia yang mencapai kebahagian jasmani dan rohani karena terpenuhi kebutuhan ekonomi, kebutuhan psikhis dan kebutuhan biologis sekali gus walaupun dalam keadaan tidak berimbang. Yang ideal adalah kebahagian jasmani dan rohani tercapai secara berimbang baik dilihat dari segi subjeknya (manusia) maupun objeknya (kebutuhan).

17 “APAKAH TUJUAN HIDUPKU SEBENARNYA?”
Etika dan Tujuan Hidup Setiap perbuatan manusia selalu memandang dua hal yaitu sumber perbuatan dan tujuan perbuatan. Sumber perbuatan adalah kecendrungan batin, kecendrungan baik atau kecendrungan buruk. Sedangkan tujuan perbuatan adalah sesuatu yang diharapkan timbul atau terjadi setelah dilakukan perbuatan itu. Etika tujuan adalah etika yang memandang objek petimbangan moral bukan sumber perbuatan melainkan tujuan perbuatan. Etika tujuan banyak dianut dalam berbagai bentuk. Hal ini tidak mengherankan karena kenyataan bahwa setiap manusia tentu pernah bertanya “APAKAH TUJUAN HIDUPKU SEBENARNYA?”

18 Etika dan Tujuan Hidup:Lanjutan
Apakah tujuan hidupku untuk mencapai kebahagian, membuat orang lain bahagia, meningkatkan kesejahteraan umum, mengabdi kepada manusia-manusia lain, menyempurnakan diri sendiri, memperkembangkan kepribadian ataupun hal-hal lain ? Dengan kata lain, manusia mempertanyakan makna hidup, dengan demikian mempertanyakan juga tujuan hidup. Hasrat ini didasarkan pada kenyataan yang lebih mendasar, yaitu manusia yang dalam kebulatannya merupakan objek pertimbangan moral adalah manusia yang melakukan perbuatan. Melakukan perbuatan merupakan usaha, dan selalu terarah untuk mencapai tujuan. Sifat tujuan menentukan sifat usaha, yang akhirnya dapat menyingkapkan sifat manusia.

19 Etika dan Tujuan Hidup:Lanjutan
Dengan cara demikian, dapat diperoleh gambaran mengenai keadaan moral seseorang berdasarkan tujuan yang hendak dicapainya. Tujuan yang hendak dicapai memang harus baik. Tetapi norma-norma moral menentukan tujuan yang baik itu. Sering tidak mudah untuk menentukan tujuan yang hendak dicapai seseorang . Kelihatannya dia hendak mencapai tujuan tertentu, tetapi setelah diselidiki lebih dalam ternyata semu belaka. Pada kenyataannya, dia hendak mencapai sesuatu yang lain sama sekali.

20 Hubungan Antara manusia
Manusia mempunyai keterbatasan, kelemahan, seperti berbuat khilaf, keliru maka tidak mustahil suatu ketika terjadi penyimpangan atau pelanggaran kaidah sosial yang menimbulkan keadaan tidak tertib, tidak stabil yang perlu dipulihkan kembali. Untuk menegakkan ketertiban dan menstabilkan keadaan diperlukan sarana pendukung yaitu organisasi masyarakat atau organisasi negara. Dalam organisasi masyarakat dan negara terdapat pedoman bermasyarakat berupa kode etik atau hukum negara. Melalui kode etik dan hukum negara kehidupan bermasyarat dapat berjalan dengan tertib dan stabil.

21 Hubungan Antara manusia; Lanjutan
Dalam kehidupan masyarakat terdapat berbagai golongan dan aliran yang beraneka ragam, masing-masing mempunyai kepentingan sendiri. Akan tetapi, kepentingan bersama itu mengharuskan adanya ketertiban dan keamanan dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk peraturan yang disepakati bersama, yang mengatur tingkah laku dalam masyarakat yang disebut peraturan hidup. Peraturan hidup menjadi pedoman bagi segala pergaulan kehidupan sehari-hari sehingga kepentingan masing-masing anggota masyarakat terpelihara dan terjamin Setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing sesuai dengan tata peraturan. Tata itu lazim disebut kaidah dan norma atau ukuran-ukuran yang menjadi pedoman.

22 Hubungan Antara manusia: Lanjutan
Dalam pergaulan hidup terdapat empat kaidah atau norma , yaitu: Norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan dan norma hukum. Dalam pelaksanaannya, norma terbagi lagi menjadi norma-norma umum dan norma hukum. Pemberlakuan norma-norma itu dalam aspek kehidupan dapat digolongkan ke dalam dua macam kaidah yaitu: 1. Aspek kehidupan pribadi  Kaidah kepercayaan dan kaidah kesusilaan 2. Aspek kehidupan antar pribadi  Kaidah sopan santun, tata krama, etiket dan kaidah hukum

23 Manusia dan Sistem Nilai
Manusia sebagai makhluk budaya  Selalu melakukan penilaian terhadap keadaan yang dialaminya. Menilai berarti memberi pertimbangan untuk menentukan sesuatu itu benar atau salah, baik atau buruk, indah atau jelek , berguna atau tidak berguna. Hasil penilaian itu disebut nilai, yaitu sesuatu yang benar, yang baik, yang indah , yang berguna atau yang sebaliknya. Manusia selalu cenderung menghendaki nilai kebenaran, nilai kebaikan, nilai keindahan karena berguna bagi kehidupan manusia. Nilai- nilai yang hidup dalam pikiran anggota masyarakat membentuk sistem nilai yang berfungsi sebagai pedoman atau acuan perilaku. Sistem nilai dan sistem hukum manjadi dasar kehidupan masyarakat.

24 Manusia dan Hak Asasi Dua jenis hak yang terdapat pada manusia yaitu
Hak manusia Hak undang-undang Hak manusia adalah hak yang melekat pada setiap manusia sebab berkaitan dengan realitas hidup manusia itu sendiri. Hak tersebut dinamakan hak manusia sebab manusia harus dinilai menurut martabatnya. Hak manusia tidak dapat direbut atau dicabut karena sudah ada sejak manusia itu ada, tidak tergantung dari persetujuan orang karena merupakan bagian dari eksistensi manusia di dunia. Jadi hak manusia mempunyai sifat dasar, asasi sehingga disebut juga hak asasi manusia. Hak asasi manusia mendasari seluruh organisasi masyarakat,dan menjadi asas undang-undang.

25 Hak Asasi Hak asasi manusia dibagi menjadi hak asasi individual dan sosial. Hak asasi yang melekat pada pribadi manusia inividual adalah hak hidup dan perkembangan hidup yaitu: Kebebasan batin Kebebasan beragama Kebebasan hidup pribadi Nama baik Melakukan pernikahan Emansipasi wanita

26 Hak Undang-undang Hak undang-undang adalah hak yang melekat pada manusia karena diberikan oleh undang-undang. Hak tersebut tidak langsung berhubungan dengan martabat manusia, melainkan karena tertampung didalam undang-undang. Hak tersebut timbul lebih kemudian dari manusia, jadi bukan sebagai bagian dari eksistensi manusia. Karena diberikan oleh undang-undang , maka pelanggaran hak undang-undang dapat dituntut didepan pengadilan berdasarkan undang-undang. Hak manusia yang diberikan oleh undang-undang antara lain, Menjadi PNS atau anggota ABRI Memilih dan dipilih dalm pemilu Pensiun hari tua Santunan ansuransi, dll

27 Kebenaran Filosofis Kebenaran filosofis penopang sistem etika adalah Tuhan, kehendak dan tujuan. Tuhan adalah pencipta manusia, menjadi tujuan akhir perjuangan manusia. Tuhan memberikan hukum mutlak, hukum moral yang dapat menuntun apa yang harus dilakukan Tuhan memberikan kebahagian tertinggi dan menjadi hakim yang maha Agung Tuhan adalah sumber etika yang mengharuskan manusia berbuat baik sesuai dengan tuntunan Nya. Kebahagian dunia dan akhirat adalah tujuan akhir manusia.

28 Perbuatan Manusia Manusia untuk mencapai tujuan hidupnya Harus bekerja keras dalam arti berbuat sesuatu yang bermanfaat. Perbuatan manusia berdasarkan unsur budaya yaitu akal (ratio), rasa ( estetis) dan karsa (kehendak). Manusia yang mengfungsikan ketiga unsur tersebut disebut manusia seutuhnya (manusia kodrat). Perbuatan manusia seutuhnya adalah perbuatan yang dilandasi olah akal yang menyatakan benar atu salah, rasa yang menyatakan baik atau buruk, dan karsa yang menyatakan pilihan berdasarkan kehendak bebas. Kehendak bebas adalah kesadaran, dan kesadaran adalah suara hati nurani. Hati nurani selalu menyuarakan yang baik, benar dan bermartabat.

29 Perbuatan Manusia:Lanjutan
Perbuatan yang memenuhi ketiga unsur ini disebut perbuatan moral yaitu perbuatan yang bersumber pada hati nurani yang selalu baik, benar dan bermartabat. Perbuatan moral mempunyai nilai moral , yaitu nilai manusia seutuhnya (manusia kodrat). Perbuatan moral menuntun manusia menuju kebahagian , ketertiban, kestabilan dan kemajuan. Kebalikan dari perbuatan moral adalah perbuatan amoral, yaitu perbuatan tidak baik, tidak benar, tidak bermanfaat karena tidak memenuhi ketiga unsur manusia seutuhnya. Perbuatan amoral adalah perbuatan jahat yang tidak mempunyai nilai moral. Karena perbuatan itu jahat, maka pelakunya disebut penjahat. Penjahat adalah musuh masyarakat orang baik-baik.

30 Perbuatan Manusia:Lanjutan
Manusia seutuhnya ( manusia kodrat) disebut juga manusiawi. Perbuatan manusia seutuhnya ( perbuatan manusia kodrat) disebut perbuatan manusiawi. Perbuatan manusiawi mempunyai nilai manusiawi. Sebaliknya, perbuatan yang tidak memenuhi unsur-unsur kodrat manusia yaitu tidak baik, tidak benar, tidak bermartabat, tidak menyuarakan hati nurani disebut perbuatan tidak manusiawi, dan tidak mempunyai nilai manusiawi. Untuk menentukan perbuatan moral/manusiawi dan perbuatan amoral/tidak manusiawi menggunakan norma moral. Norma moral adalah aturan, patokan, ukuran manusiawi untuk mempertimbangkan perbuatan itu benar atau salah, baik atau buruk, bermanfaat atau merugikan diri sendiri atau orang lain.

31 Perbuatan Manusia:Lanjutan
Moralitas perbuatan artinya segi baik buruknya perbuatan. Moralitas adalah keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik atau buruk. Moralitas merupakan kualitas perbuatan manusiawi dalam arti perbuatan itu baik atau buruk, benar atau salah. Perbuatan manusia dikatakan baik apabila motivasi, tujuan akhir dan lingkungan perbuatan itu baik. Apabila salah satu faktor penentu tersebut tidak baik, maka perbuatan manusia itu tidak baik. Ciri norma moral ialah menggunakan kesadaran manusia, artinya tidak berbuat semaunya sendiri. Norma moral adalah norma kesusilaan, norma hukum dan norma agama. Menurut kodratnya manusia ingin selalu berbuat baik, benar dan berguna bagi diri sendiri dan orang lain.

32 Nilai Dalam Kehidupan Nilai dalam kehidupan meliputi:
Kebaikan, Kebajikan dan kebahagiaan Kebaikan adalah sesuatu yang diinginkan, yang diusahakan dan menjadi tujuan manusia. Tingkah laku manusia adalah baik dan benar, jika tingkah laku tersebut menuju kesempurnaan manusia. Kebaikan disebut nilai ( value) apabila kebaikan itu bagi seseorang menjadi konkrit. Manusia menentukan tingkah lakunya untuk tujuan dan memilih jalan yang ditempuh. Manusia harus mempunyai tujuan akhir untuk arah hidupnya.

33 Nilai Dalam Kehidupan;Lanjutan
Kebiasaan dari sudut kesusilaan baik dinamakan kebajikan, sedangkan yang jahat, buruk dinamakan kejahatan. Kebajikan adalah kebiasaan yang menyempurnakan manusia. Kebajikan adalah pengetahuan, kejahatan ketidaktahuan. Kebajikan budi menyempurnakan akal menjadi alat yang baik untuk menerima pengetahuan Kebahagiaan. Manusia merasa kosong, tidak puas, gelisah selama keinginannya tidak terpenuhi. Kepuasaan yang sadar, yang dirasakan seseorang karena keinginannya memiliki kebaikan sudah terlaksana disebut kebahagiaan. Manusia mencari kebahagiaan karena setiap orang berusaha memenuhi keinginannya. Kebahagiaan merupakan dasar alasan, seluruh perbuatan manusia. Namun kebahagiaan setiap orang adalah tidak sama.


Download ppt "Segi Tiga Keseimbangan: Tuhan, Manusia dan Alam Raya"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google