Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

HELMINTOLOGI – NEMATODA

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "HELMINTOLOGI – NEMATODA"— Transcript presentasi:

1 HELMINTOLOGI – NEMATODA

2 KELAS NEMATODA Parasit yg jumlah spesiesnya paling banyak
Kebanyakan hidup bebas di air tawar, laut, ada juga yangg hidup di lumpur dan tanah perkebunan

3 Morfologi dan Siklus Hidup Nematoda

4 Morfologi dan Siklus Hidup Nematoda (2)

5 KELAS NEMATODA Pembagian menurut habitat : Nematoda Usus :
Soil Transmitted Helminths Non Soil Transmitted Helminths Nematoda Darah dan Jaringan : Filaria dan Drancuculus Larva Migrans Nematoda yang Jarang didapat

6 NEMATODA USUS Hospes : manusia Spesies nematoda yang penting:
Ascaris lumbricoides (cacing gelang) Trichuris trichiura (cacing cambuk) Necator americanus dan Ancylostoma duodenale (cacing tambang) Enterobius vermicularis = Oxyurius vermicularis (cacing kremi) Strongyloides stercoralis (Small roundwonn of man) Ancylostoma brazilienses dan Ancylostoma caninum Toxocara canis (cacing gelang anjing) dan Toxocara cati (cacing gelang kucing)

7 Soil Transmitted Helminths (STH)
Nematoda usus yang perkembangan embrionya pada tanah Geohelminths / cacing tular tanah Dalam siklus hidupnya membutuhkan tanah untuk pematangan telur atau larva yang tidak infektif menjadi telur atau larva yang infektif Fungsi tanah: mematangkan bentuk non infektid menjadi bentuk infektif

8 EPIDEMIOLOGI Yang menunjang perkembangbiakan dan penularan penyakit cacing di Indonesia: Iklim tropis yangg lembab Higiene & sanitasi yangg kurang baik Tingkat pendidikan, ekonomi & sosial yang rendah, Kepadatan penduduk Kebiasaan hidup yang kurang baik

9 3 spesies yg sering di jumpai di Indonesia:
Ascaris lumbricoides Tricuris trichiura Necator Americanus

10 Ascaris Lumbricoides (Ascariasis)
Habitat  usus halus Manusia  satu2nya hospes definitif Merupakan nematoda usus terbesar Berwarna putih kekuningan – merah muda, cacing mati berwarna putih

11 Ascaris Lumbricoides

12 Morfologi dan Siklus Hidup
Badan bulat memanjang, kedua ujung lancip Cacing jantan panjang cm x lebar 3-5 mm Betina cm x lebar 3-6 mm. Cacing betina menghasilkan 200 rb butir telur sehari, berlangsung semasa hidup cacing (6-12 bln)

13 Telur keluar dr tinja dlm keadaan blm membelah
Larva masuk ke tubuh melalui mulut, cairan lambung akan mengaktifkan larva Telur keluar dr tinja dlm keadaan blm membelah Proses pematangan hari, suhu optimal 30 oC Ususkapiler darah masuk alat pernafasan kelambungusus halus Waktu migrasi hari, siklus ke 2 di usus dan mulai menghasilkan telur 6-10 minggu

14 Ascaris Lumbricoides Diagnosis : menemukan telur dan cacing dewasa dalam tinja selama masa intestinal  antelmintik atau keluar dengan sendirinya melalui mulut/anus

15 Aspek Klinis Ascaris Lumbricoides
Gejala yang timbul pada biasanya terjadi pada saat berada di paru-paru. Gangguan yang disebabkan cacing dewasa Penderita mengalami gejala gangguan usus ringan seperti mual, nafsu makan berkurang, diare atau konstipasi. Efek yang serius terjadi bila cacing-cacing menggumpal dalam usus sehingga terjadi obstruksi usus (ileus). Pada keadaan tertentu cacing dewasa mengembara ke saluran empedu, apendiks atau ke bronkus dan menimbulkan keadaan gawat darurat sehingga kadang-kadang perlu tindakan operatif.

16 Epidemiologi A. Lumbricoides
Kosmopolit , daerah tropis dng udara lembab Erat hub. dng higiene & sanitasi Terutama menyerang anak-anak usia 5-9 thn Laki-laki maupun perempuan mempunyai kemungkinan terinfeksi yg sama

17 Ascaris Lumbricoides (Lanjutan)
Perkembangan didaerah endemik didukung oleh keadaan lingkungan Tanah dan iklim yg sesuai liat, 25°C-30°C Jumlah telur yg dpt bertahan hidup Jumlah telur yg dpt hidup sampai bentuk infinitif dan masuk ke dalam hospes

18 Pengobatan Pemberian obat secara perorangan atau massal
Obat lama  piperasin, tiabendazol, heksilresorkinol &hetrazan  efek samping Baru: pirantelpamoat, mebendasol, albedazol, levamisol Syarat peng massal: mudah di terima masy, efek samping rendah,

19 Trichuris Trichiura Cacing cambuk / whipworm
Habitat di dalam usus besar Manusia  hospes defenitif Trichuriasis

20 Morfologi Cacing betina lebih besar
Sehari cacing betina menghasilkan telur Pematangan telur pada tanah 3-5 minggu Telur menetas di usus halus, cacing dewasa menetap di usus besar selama beberapa tahun.

21 Epidemiologi Kosmopolit Daerah tropis, panas & lembab
Tanah yang paling baik untuk perkembangan telur yaitu: tanah yg hangat, basah dan teduh. Paling sering menyerang anak 1-5 thn

22 Patologi dan Gejala Klinis Trichuris Trichiura
Cacing Trichuris pada manusia terutama hidup di sekum, akan tetapi dapat juga ditemukan di kolon asendens. Pada infeksi berat terutama pada anak, tersebar di seluruh kolon dan rektum. Menimbulkan iritasi dan peradangan mukosa usus. Pada tempat perlekatannya terjadi pendarahan. Menghisap darah hospesnya, sehingga dapat menyebabkan anemia.

23 Patologi dan Gejala Klinis Trichuris Trichiura
Penderita terutama anak dengan infeksi Trichuris yang berat dan menahun, menunjukan gejala nyata seperti diare yang sering diselingi dengan sindrom disehuris yang berat dan menahun Infeksi berat Trichuris trichiura sering disertai dengan infeksi cacing lainnya atau protozoa. Infeksi ringan biasanya tidak memberikan gejala klinis jelas atau sama sekali tanpa gejala, Parasit ini ditemukan pada tinja secara rutin

24 CACING TAMBANG (Necator americanus & Ancylostoma duadenale)
Hospes definitif : manusia Habitat : usus halus jejunum dan duodenum N. americanus  Penyakit necatoriasis A. duadenale  Penyakit ancylostomiasis Cacing dewasa hidup berwarna putih keabu-abuan sampai kemerahan

25 Morfologi Morfologi kedua cacing mirip
Perbedaan khas terutama pada betina, N. americanus menyerupai huruf S, A. duadenale menyerupai huruf C N. americanus  telur / hari ; Suhu optimum: oC A. duadenale  telur / hari ; Suhu optimum: oC Dalam jam akan menetas Dapat bertahan hidup di tanah 2minggu Larva dapat menembus kulit Cacing dewasa dapat hidup ± 10 tahun

26 Daur Hidup Necator Americanus & Ancylostoma Duodenale

27 Daur Hidup Telur cacing dapat keluar bersama feses manusia.
Pada daerah yang sesuai, yaitu di tanah lembap, telur yang sudah dibuahi akan menetas dan dalam waktu sehari menghasilkan larva. Larva ini dapat menembus kulit manusia melalui kulit yang tidak beralas kaki. Bersama aliran darah, larva sampai ke jantung dan paru-paru. Dari paru-paru, larva menembus dinding paru-paru sampai ke trakea kemudian ke faring. Lalu larva masuk lagi ke dalam usus halus dan tumbuh menjadi cacing tambang dewasa. Cacing betina dan jantan dewasa dapat melakukan perkawinan. Cacing betina menghasilkan ribuan telur perhari. Telur tersebut keluar bersama feses, selanjutnya siklus berulang. Contoh lainnya: Ancylostoma duodenale, terdapat di daerah tropika Afrika dan Asia. Spesies lainnya adalah Necator americanus yang terdapat di Amerika.

28 Aspek Klinik Gejala ditimbulkan oleh adanya larva maupun cacing dewasa
Setelah larva menembus kulit  timbul rasa gatal-gatal biasa Apabila larva mengadakan migrasi ke paru-paru  pneumonitis Gejala klinik disebabkan cacing tambang dewasa : nekrosis usus, gangguan gizi dan kehilangan darah Kasus infeksi akut disertai jumlah cacing yang banyak  lemah badan, nausea (mual), sakit perut, lesu, pucat, kadang disertai diare dengan tinja berwarna merah sampai hitam (tergantung jumlah darah yang keluar)

29 Epidemiologi Kosmopolit (tersebar di seluruh dunia), terutama daerah khatulistiwa (tropis dan subtropis) Lingkungan yang paling cocok: suhu dan kelembaban yang tinggi. Prevalensi (P) > di daerah perkebunan karet dan kopi & pertambangan Prevalensi: 30-50% di berbagai daerah pedesaan di Indonesia Hidup di tanah pasir, liat, lumpur yang tertutup daun dan gembur, yang tercampur humus dan terlindung dari sinar langsung. Paling sering menyerang org dewasa laki-laki Di Indonesia paling sering NA dari pada AD

30 Penyebaran & Pencegahan
Penyebaran infeksi berhubugan erat dengan kebiasaan defakasi di tanah Pencegahan : Menggunakan alas kaki MCK yang sehat dan teratur (hindari defakasi sembaran tempat) Penyuluhan Higiene dan sanitasi lingkungan

31 Non Soil Transmitted Helminths

32 Enterobius vermicularis (cacing keremi_oxyuris vermikularis)
Hospes definitif manusia. Penyakit oksiuriasis atau entrobiasis Cacing yang dapat masuk ke tubuh melalui mulut, makanan, udara, dan tanah yang akan bersarang di usus besar Malam hari cacing betina meletakkan telurnya di daerah anus Cacing dewasa hidup di dalam sekum dan sekitar apendiks

33 Morfologi Telur Memproduksi telur sebanyak butir setiap harinya selama 2-3 minggu, sesudah itu cacing betina akan mati Telur bentuk asimetrik, tidak berwarna, mempunyai dinding yang tembus sinar dan berisi larva yang hidup.

34 Morfologi cacing dewasa
Berukuran kecil, berwarna putih Cacing betina > jantan Ukuran cacing betina sampai 13 mm, jantan sampai sepanjang 5mm. Ekor cacing betina lurus dan runcing sedangkan yang jantan mempunyai ekor yang melingkar. Cacing jantan jarang dijumpai oleh karena sesudah mengadakan kopulasi dengan betinanya ia segera mati

35 9/19/2018

36 DAUR HIDUP

37 9/19/2018

38 Epidemiologi Kosmopolit  tropis & subtropis
Insiden tinggi di negara-negara barat terutama USA %. Merupakan penyakit keluarga. Yang sering diserang yaitu anak-anak umur 5-14 tahun  dikarenakan pada golongan umur tersebut daya tahan tubuh masih lemah, selain itu juga rendahnya tingkat kesadaran untuk menjaga kebersihan diri

39 Epidemiologi Pd daerah tropis insiden sedikit  cukupnya sinar matahari, udara panas, kebiasaan ke WC (yaitu sehabis defekasi dicuci dengan air tidak dengan kertas toilet)  maka pertumbuhan telur terhambat, sehingga dpt dikatakan bahwa infeksi cacing kremi dipengaruhi oleh iklim dan kebiasaan Penyebaran lebih banyak ditemukan di daerah dengan suhu dingin daripada suhu panas. Daerah dingin jarang mandi/mengganti baju dalam Udara yang dingin, lembab dan ventilasi yang jelek merupakan kondisi yang baik bagi pertumbuhan telur.

40 Epidemiologi Penyebaran lebih luas
Penularannya dapat dipengaruhi oleh: Penularan dari tangan ke mulut sesudah menggaruk daerah perianal Debu  yang mengandung telur cacing Retroinfeksi melalui anus: larva dari anus yg menetas kembali ke masuk ke usus

41 Gejala Klinik Enterobiosis relatif tidak berbahaya
Iritasi pada daerah anus (perianal)  disebabkan migrasi cacing betina dari usus ke kulit perianal. Kadang-kadang cacing betina bermigrasi ke vagina  tuba falopi  menimbulkan peradangan saluran  pruritas vagina  menggaruk sekitar anus dan vagina pada malam hari  luka

42 Gejala Klinik Kurang nafsu makan, aktivititas meninggi, berat badan menurun, cepat marah, mimpi buruk, anuresis, gigi menggertak, insomania, gelisah dan berakhir dengan melakukan masturbasi. Infeksi sering ditemukan pada anak-anak dan wanita. Pada wanita dengan infeksi berat  mengeluarkan cairan mukoid dan vagina uetrus, tuba falopii  sering ditemukan cacing yang mengadakan kapsulasi di organ-organ tersebut

43 DIAGNOSIS Anal swab / Swab Perianal adalah pengambilan sampel untuk membantu menegakkan diagnosa dari infeksi cacing kremi dgn bantuan alat berupa batang gelas atau spatel lidah yang pada ujungnya dilekatkan scotch adhesive tape Waktu pemeriksaan pagi hari sebelum BAB

44 Teknik Pengambilan Sampel dan Pemeriksaan

45 Pengobatan Paling efektif dengan piperasin yang diberikan pada malam hari Mebendazol dan pirivinum lebih efektif terhadap stadium cacing kremi Tiabendazol

46 Pencegahan dan Pemberantasan
Memutuskan rantai daur hidup dengan : - Defekasi di kakus - Menjaga kebersihan - Pengobatan masal Pemberian penyuluhan kepada masyarakat mengenai sanitasi lingkungan

47 Strongyloides stercoralis (small roundworm of man)
Hidup bebas di tanah sbg parasit Manusia merupakan hospes utama cacing ini, walaupun ada yang ditemukan pada hewan Cacing ini tadak mempunyai hospes perantara Penyakit strongilodiasis Hidup di mukosa usus halus, terutama duodenum dan jejunum Diagnosis dengan menemukan telur pada tinja Ditemukan juga pada anjing & kucing

48 Strongyloides stercoralis (small roundworm of man)
Cacing yg tdpt pd MC hanya berjenis kelamin betina dewasa Perkembangan secara partenogenesis

49 DAUR HIDUP Siklus langsung Siklus tidak langsung Autoinfeksi

50

51 Daur Hidup strongyloides stercoralis
Menembus kulitvenajantung kanan dan paru-paru

52 Siklus Langsung Larva rabditiform (ukuran 225 X 16 mikron)  berada 2-3 hari di tanah berubah  larva filariform (bentuk infektif, ukuran 630 X 16 mikron) Larva filariform menembus kulit manusia  vena  jantung kanan dan paru-paru Dalam paru-paru  menjadi cacing dewasa  menembus alveolus  trakea dan laring  batuk-batuk di laring  cacing tertelan hingga usus halus bagian atas Cacing betina bertelur kira-kira 28 hari sesudah infeksi

53 Siklus Tidak Langsung Larva rabditiform berkembang  cacing jantan dan betina bentuk bebas Bentuk cacing gemuk; betina ukuran mikron, jantan mikron, ekor melengkung ke arah ventral dan dilengkapi dua spikulum Telur cacing betina setelah dibuahi  menetas menjadi larva rabditiform  beberapa hari  larva filariform  masuk ke dalam hospes baru Larva rabditiform dapat mengulangi fase bebas

54 Siklus Autoinfeksi Larva rabditiform berkembang  menjadi larva filariform di rongga usus atau di daerah perianal Bila larva filariform menembus mukosa usus atau kulit perianal  terjadi daur perkembangan di dalam hospes. Autoinfeksi dapat menyebabkan strongiloidiasis menahun di daerah non endemis

55 Aspek Klinis Strongyloides stercoralis
Kulit  munculnya alur urtikaria mulai dari daerah dekat anus, perluasan paling sering terdapat di bagian dada Paru-Paru  pada kasus hiperinfeksi terjadi batuk-batuk, pernafasan memendek, mengigil, demam, dan sindrom loeffler Usus  gangguan pada saluran pencernaan, dapat berlasung menahun.

56 DIAGNOSA Diagnostik klinik sulit untuk ditegakkan
Diagnosis pasti diperolehnya telur, larva dan cacing dewasa dalam tinja, bahan duodenum maupun sputum

57 Pengobatan Albendazole 400 mg / day, 3 – 5 days
Ivermectin 200 ug/day, 4 days Alternative Drug: Mebendazole 3 X 100 mg/ day, 2 – 4 weeks Thiabendazole 25 mg/kg BW, 1 - 2X/ day, 3 days

58 Pencegahan Penularan dapat dicegah dengan menghindari kontak dengan tanah, tinja atau genangan air yang diduga terkontaminasi oleh larva infektif. Orang yang positif terinfeksi harus segera diobati

59 Ancylostoma Braziliense dan Ancylostoma Caninum
Cacing ini hidup di dalam usus halus kucing dan anjing. Pada manusia, A.braziliense dan A. Caninum menimbulkan kelainan kulit.

60 Trichinella spiralis (Trichina worm, cacing trichina)
Cacing ini hidup dalam mukosa duodenum, sampai sekum manusia. Selain menginfeksi manusia, cacing ini juga menginfeksi mamalia lain, seperti tikus, kucing, anjing, babi, beruang, dll. Penyakit yang disebabkan parasit ini disebut trikinosis, trikinelosis, dan trikiniasis.

61

62 Toxocara canis (dog worm) dan Toxocara cati (cat worm)
Toxocara canis ditemukan pada anjing, sedangkan Toxocara cati ditemukan pada kucing. Belum pernah ditemukan infeksi campuran pada satu macam hospes. Secara umum penyakit ini disebut toksokoroasis Kadang-kadang cacing ini dapat hidup pada manusia sebagai parasit yang mengembara dan menyebabkan penyakit yang disebut Visceral larva migrans.

63


Download ppt "HELMINTOLOGI – NEMATODA"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google