Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAB III ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL BISNIS

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAB III ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL BISNIS"— Transcript presentasi:

1 BAB III ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL BISNIS
suatu tindakan dianggap beretika apabila Anda pun tidak keberatan jika orang lain melakukan hal itu terhadap diri Anda, sesuai dengan prinsip timbal-balik.

2 Sasaran Pembelajaran Mahasiswa mampu menjelaskan konsep etika bisnis dan tanggungjawab sosial. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi etika bisnis. Mendiskusikan bagaimana organisasi mem-bentuk perilaku etis. Menjelaskan bagaimana mengukur tanggung jawab sosial perusahaan. Merangkum tanggungjawab bisnis terhadap publik, konsumen, dan karyawan. Mahasiswa mampu menjelaskan mengapa investor dan komunitas financial memiliki keterkaitan dengan etika bisnis dan tanggungjawab sosial.

3 ETIKA Etika berasal dari Bahasa Yunani “ethos” yang berarti adat kebiasaan yang berhubungan tingkah laku manusia dan prinsip-prinsip tentang tindakan moral yang benar. Moral berhubungan dengan tindakan manusia yang sesuai dengan ukuran/standar yang diterima oleh umum. Etika merupakan standar tingkah laku ( standart of conduct) yang memimpin individu dalam membuat keputusan, apa yang akan diperbuat , dikatakan dan sebagainya. Etika berhubungan dengan yang benar dan yang salah dan pilihan moral yang dilakukan seseorang

4 Etika Bisnis Boone and Curtz (2002:44) Etika Bisnis yaitu standar perilaku da nilai-nilai moral yang mengontrol tindakan serta keputusan pelaku bisnis Bertens (2000) etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnnis Responsibility- Consequences of management actions and decision

5 Mengapa diperlukan etika dalam bisnis?
Norma Hukum + Norma Etika = Fleksibilitas Kaku Lama dalam proses legalisasi Belum tentu yang legal = etis Kurang menyeluruh Melengkapi kelemahan-kelemahan dalam norma hukum Mampu untuk mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat

6 TANGGUNG SOSIAL merujuk pada filosofi, kebijakan, prosedur, dan tindakan yang diarahkan pd perbaikan kesejahteraan masyarakat. Bisnis memiliki tanggung jawab yang besar kepada pelanggan, karyawan, investor, dan masyarakat secara keseluruhan. Business Ethics 1. The standard of conduct and moral values governing actions and decisions in the work environment 2. Wide range of social issues, including how a decision will affect the environment, employees, customers and investors

7 KEKUATAN YANG MEMBENTUK ETIKA DAN TANGGUNGJAWAB BISNIS
Organisasional Individual Kekuatan Hukum Masyarakat

8 Mengungkapkan Pelanggaran Perusahaan
Dilema Etis Bisnis Konflik Kepentingan Kejujuran dan Integritas Mengungkapkan Pelanggaran Perusahaan Loyalitas Versus Kebenaran

9 Konflik Kepentingan—situasi dimana keputusan yang diambil terpengaruh oleh kepentingan/keuntungan pribadi (kasus suap pada beberapa skandal kredit macet). Kejujuran & Integritas—mengemukakan fakta yang sebenarnya dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip etika didalam semua keputusan bisnis. Loyalitas vs. Kebenaran—pelaku bisnis mengharapkan para karyawannya untuk loyal sekaligus “benar”. Whistle blowing—pengungkapan karyawan kepada publik, pemerintah maupun media atas praktek-praktek yang sifatnya melanggar etika, ilegal, atau amoral didalam perusahaan/ organisasinya. Conflict of Interest 1. When an action benefiting one person or group has the potential to harm another 2. Ethical ways to handle conflicts of interests can be avoiding them or disclosing them Honesty and Integrity 1. Honesty – when a person can be counted on to tell the truth 2. Integrity – involves adhering to deeply felt ethical principles; includes doing what you say you are going to do 3. Violations are widespread

10 FAKTOR YANG MENYEBABKAN PERILAKU TIDAK ETIS DI TEMPAT KERJA
Sasaran penjualan, budget ataupun laba yang tidak realistik Ketiadaan hubungan/Lack of recognition Personal financial worries Balancing work & family Komunikasi yang jelek

11 BAGAIMANA ORGANISASI MEMBENTUK PERILAKU ETIS
Struktur Lingkungan Etis

12 Kesadaran Etis (Ethical Awareness)
Aturan perilaku yaitu pernyataan formal yang merumus-kan bagaimana organisasi berharap dan menuntut karyawan untuk menyelesaikan masalah-masalah etik. Pertimbangan Etis (Ethical Reasoning) Tidak semua dilema etis memiliki jawaban hitam dan putih. Banyak yang berada di wilayah abu-abu sehingga perlu dipilah dan dipilih konsekuensi yang mungkin terjadi. Untuk itu diperlukan pelatihan etika. Tindakan Etis (Ethical Action) Perusahaan membantu karyawan untuk bertindak etis dengan memberikan penguatan thd tindakan etis dan mengeliminir peluang tindakan tidak etis. Kepemimpinan Etis (Ethical Leadership) Eksekutif harus menunjukan perilaku etis dalam kepu-tusan dan tindakan mereka agar dapat dijadikan teladan oleh karywannya. Ethical Awareness – the foundation of shaping ethical conduct in an organization 1. Helps employees identify ethical problems 2. Provides guidance as to how to respond

13 KLASIFIKASI KEPUTUSAN BISNIS
Ethical Ethical but Illegal Ethical and Legal Unethical and Illegal Unethical but Legal Unethical Illegal Legal

14 TANGGUNGJAWAS SOSIAL Social Responsibility adalah penerimaan manaje-men terhadap kewajiban untuk mempertimbangkan laba, kepuasan pelanggan, dan kesejahteraan sosial sebagai nilai yang sepadan dalam menge-valuasi kinerja perusahaan. (Boone & Kurtz, 2002:57) Social Audits yaitu prosedur formal yang mengidentifikasi dan mengevaluasi seluruh aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan masalah sosial seperti konservasi, praktek ketenagakerjaan, perlindungan lingkungan, dan aktivitas amal (Boone & Kurtz, 2002:58) Social Responsibility 1. Recognition that business must be concerned with qualitative dimensions of consumers, employees, and society benefits, as well as the quantitative measures of sales and profits. 2. Historically, social performance was measured by the organization’s contribution to the overall economy and employment opportunities. 3. Today additional factors include: a. providing equal employment opportunities b. respecting cultural diversity of employees and customers c. responding to environmental concerns d. providing a safe, healthy workplace e. producing safe, high-quality products

15 TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
Tanggung jawab terhadap masyarakat umum Masalah kesehatan masyarakat Melindungi lingkungan Mengembangkan kualitas tenaga kerja Filantropi perusahaan Tanggung jawab terhadap pelanggan Hak untuk mendapatkan keamanan Hak untuk mendapatkan informasi Hak untuk memilih Hak untuk didengarkan Tanggung jawab terhadap karyawan Keamanan lingkungan kerja Masalah kualitas hidup Menjamin kesempatan kerja yang sama Pelecehan seksual Tanggung jawab terhadap investor dan komunitas keuangan

16 TANGGUNG JAWAB TERHADAP MASYARAKAT UMUM
Masalah kesehatan masyarakat Apa yang harus dilakukan dunia bisnis thd produk -produk yg secara inheren berba-haya spt rokok, alkohol, makanan berle-mak, senjata api, kenda-raan bermotor Bagaimana perlindungan thd kelompok masyarakat yang lemah. Melindungi lingkungan Apa tanggung jawab bisnis terhadap kerusakan lingkungan yg disebabkab oleh produk atau proses operasi mereka spt polusi. Memproses ulang bahan-bahan yang telah digunakan Mengembangkan kualitas tenaga kerja Apakah dunia bisnis dapat berkembang dengan SDM yang tidak berkualitas. Filantropi perusahaan Mencakup kontribusi dalam bentuk uang ,peralatan dan barang serta dukungan terhadap usaha-usaha sukarela para karyawan dan organisasi sosial..

17 Responsibilities to the General Public

18 TANGGUNG JAWAB TERHADAP PELANGGAN.
Consumerism yaitu permintaan publik dimana perusahaan dalam pembuatan keputusannya, mempertim-bangkan keinginan dan kebutuhan para pelanggan Dikenal dengan hak-hak dasar konsumen yang harus dilindungi yaitu; Hak mendapatkan keamanan Hak didengar Hak memilih, dan Hak mendapatkan informasi

19 Hak untuk mendapatkan keamanan
Konsumen harus merasa yakin bahwa barang dan jasa yg mereka beli tidak akan melukai dalam penggunaan yang wajar. Hak mendapatkan informasi. Konsumen harus punya akses ke informasi produk yang memadai agar bisa membuat keputusan beli yang bisa dipertanggung jawabkan. Hak untuk memilih Konsumen punya hak untuk memilih barang dan jasa yang benar-benar diinginkan dan dibutuhkannya Hak untuk didengar. Konsumen hrus dapat mengekspresikan keluhan secara sah ke pihak yang berkepentingan. The Right to Be Safe 1. Businesses have both moral and legal obligations to ensure the safe operation of their products 2. Product Liability – the responsibility of the manufacturer for injuries and damages caused by their products 3. Many companies undertake rigorous testing. 4. Many companies provide warnings. 5. When threats to customer safety do exist, immediate action by the company to correct the problem or recall the product is essential. The Right to Be Informed 1. Consumers should have access to enough education and product information to make wise decisions 2. False advertising is a violation of the Wheeler-Act 3. FTC and other federal and state agencies enforce additional such regulations, prohibiting businesses from making misleading claims about performance

20 TANGGUNG JAWAB PADA KARYAWAN
Keamanan dan keselamatan kerja yaitu keadaan lingkungan/tempat kerja yang dapat menjamin secara maksimal keselamatan fisik para pekerja. Masalah kualitas hidup Yaitu jaminan kehidupan yang lebih bervariasi, fleksibel, seimbang, misalnya program cuti keluarga, cuti tahunan Menjamin kesempatan kerja yg sama Yaitu bebas dari diskriminasi Perlindungan terhadap pelecehan seksual Yaitu jaminan terhadap tindakan pelecehan seks di tempat yg tidak bisa diterima dan tidak pantas.

21 TANGGUNG JAWAB TERHADAP INVESTOR DAN KOMUNITAS KEUANGAN
Tujuan utama bisnis adalah menghasilkan laba bagi para pemegang saham, namun para investor dan komunitas keuangan menuntut agar dunia bisnis bersikat etis dan legal dalam mengelola transaksi keuangan mereka.


Download ppt "BAB III ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL BISNIS"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google