Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Andi Alamsyah Rivai, S.Pi., M.Si

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Andi Alamsyah Rivai, S.Pi., M.Si"— Transcript presentasi:

1 Andi Alamsyah Rivai, S.Pi., M.Si
MODUL 2. AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN Tim Penyusun: Prof. Dr. Patang, S.Pi., M.Si Andi Alamsyah Rivai, S.Pi., M.Si

2 Penanaman Tanaman Penutup Tanah dan Penanaman Tanaman Perkebunan (KB 2)

3 1. Penanaman Tanaman Penutup Tanah
Untuk menahan dan mencegah terjadinya erosi, dilakukan penanaman tanaman penutup tanah. J Jenis tanaman penutup tanah dibedakan atas tiga golongan, yaitu tanaman merayap, tanaman semak, dan tanaman pohon

4 a. Tanaman Merayap Tanaman merayap umumnya terdiri atas rumput dan jenis Leguminosae seperti Pueraria javanica, Centrosema pubescens, dan C.alopogonium muconoides, biasanya jenis Leguminosae ini dipadu dengan perbandingan (4:6: 8) kg per hektar pada setiap tanam Tanaman Penutup Tanah jenis Leguminosae Pueraria javanica Tanaman Penutup Tanah jenis Leguminosae C entrosema

5 b. Tanaman Semak Tanaman bentuk semak yang bisa di pakai seperti Crotalaria usaramoensis, C. junce, C .anagyroides, Tephrosi acandida , d an T. vogelii Tanaman semak cytisus scoparius

6 c. Tanaman Pohon Golongan tanaman pohon yang biasa dipakai adalah petaicina (Leucaena glauca), Gliricidia sepium. Penanaman tanaman penutup tanah ini bisa di lakukan dengan cara menyebarkan benih secara merata di antara larikan tanaman sebagai tanaman utama. Bisa juga di tugalkan dengan jarak cm di antara larikan tanaman pokok. Tanaman pohon Leucaena glauca

7 2. Penanaman Tanaman Perkebunan
a. Kriteria Bibit Siap Tanam Mutu morfologi dapat dinilai berdasarkan atas: Tinggi bibit, bibit dapat ditanam di lapangan jika telah mencapai tinggi cm tergantung jenis tanaman. Diameter bibit, untuk bibit dengan ukuran tinggi cm diameter bibit telah mencapai minimum 0.5 cm. Kekokohan (perbandingan antara tinggi dan diameter bibit) . Kelurusan batang bibit, dalam satu bedeng sapih sering ditemukan bibit-bibit yang tidak lurus akibat pengaturan polybag yang miring . Dormansi pucuk, bibit dengan pucuk yang do rman memilki kema mpuan hidup dilapangan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan bibit yang bagian pucuknya sekulen . Batang telah berkayu, bibit dengan batang yang berkayu memilki kemampuan hidup yang tinggi dilapangan. Ada tidaknya akar yang menembus polybag, jika banyak yang tu mbuh di luar polybag akan menyebabkan kematian bibit saat akan dicabut.8) Ada tidaknya hama penyakit.

8 Sumber: www. wkipedia.com

9 b. Jarak Tanam Untuk memperoleh tata letak sesuai dengan sistem jarak tanaman yang telah ditetapkan, maka sebelum membuat lubang tanam terlebih dahulu dilakukan pemancangan ajir. Pemancangan dimaksudkan untuk memberikan tanda-tanda guna pembuatan lubang tanam sesuai dengan jarak tanam yang telah direncanakan. Pemancangan pada daerah yang topografinya berbukit-bukit atau miring, pemasangan ajir cukup sukar dan perlu membuat teras-teras.

10 Lubang Tanam Pembuatan lubang tanam dapat dilakukan secara manual dan mekanis dengan menggunakan alat post hole digger Sistem tanam yang dianjurkan yaitu membuat lubang tanam 1 bulan sebelum tanam Sebelum membuat lubang tanam, seluruh sampah, akar-akar, atau tunggul yang ada di permukaan tanah di mana lubang tanam akan dibu at harus dibersihkan terlebih dahulu

11 Penanaman Tanaman Perkebunan
Sebelum penanaman dilakukan, dasar lubang terlebih dahulu dipupuk dan lubang tanam diisi tanah atas secukupnya sampai mencapai kedalaman lubang setinggi polybag pembibitan Aspek pemuliaan tanaman Aspek Agronomi Aspek fisiogi tanaman Aspek ekologi tanaman

12 Penanaman Tanaman Perkebuanan
Sebelum penanaman dilakukan, dasar lubang terlebih dahulu dipupuk dan lubang tanam diisi tanah atas secukupnya sampai mencapai kedalaman lubang setinggi polybag pembibitan Supaya penanaman bibit jangan terlalu dalam (terbenam), maka ketinggian tanah sewaktu penimbunan pertama ini harus dikontrol agar kedalamannya masih tersisa sekitar setinggi polybag bibit.

13 a. Kelapa Sawit Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum penanaman adalah mempersiapkan bibit kelapa sawit yang akan ditanam. Bibit yang nantinya akan ditanam harus memenuhi ketentuan seperti bibit berumur 9-12 bulan, dipersiapkan 1-2 minggu sebelum ditanam agar akar yang telah masuk ke tanah bisa lepas dan menyesuaikan dengan lingkungan baru, menyisihkan bibit yang normal dan sehat, serta sebelum dipindahkan ke lahan, pagi harinya bibit harus disiram dan diberi Temik dengan takaran sekitar 10 g. Bibit Tanaman Kelapa Sawit

14 Jarak Tanam Kelapa sawit
Untuk lahan yang berkontur, pemancangan tidak perlu terlalu tepat ke segala arah. Untuk pemancangan membentuk segitiga sama sisi, jarak satu tanaman dengan tanaman lainnya adalah 9 m. Selain teknik segitiga sama sisi, beberapa petani kelapa sawit juga menggunakan teknik pancang mata lima. Jarak untuk teknik ini adalah 8 x 8 meter atau 8 x 9 meter Salah Satu Metode Jarak Tanam Kelapa sawit

15 Lubang Tanam Pembuatan lubang tersebut harus dilakukan setidaknya 6 bulan sebelum penanaman kelapa sawit, agar tingkat keasaman tanah bisa dikurangi. Untuk wilayah tertentu, waktu penanaman juga harus menyesuaikan dengan iklim dan curah hujan. Peletakan bibit kelapa sawit tersebut harus dilakukan dengan hati-hati agar bagian-bagian bakal pohon tidak rusak.

16 Tanaman Karet Sebelum dilakukan penanaman karet, maka penentuan bibit memegang peranan penting. Pembibitan karet bisa dilakukan dengan melalui beberapa tahap. Tahap yang pertama adalah tahap persemaian perkecambahan, sedangkan tahap pembibitan selanjutnya adalah persemaian bibit Bibit Tanaman Karet Perkecambahan Tanaman Karet

17 Pembuatan Lubang dan Penanaman
lubang tanam harus dibuat terlebih dahulu pada titik pancang dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm. Waktu yang tepat untuk menanam karet adalah saat musim penghujan sehingga intensitas penyiraman bisa dikurangi. Bibit yang sudah siap ditanam adalah bibit yang mempunyai payung daun terakhir yang sudah tua Kantong polybag harus dibuka sebelum bibit diletakkan di bagian tengan lubang tanam dan ditimbun dengan tanah. Setiap 1-2 minggu, pemeriksaan bibit perlu dilakukan

18 Tanaman Kakao Setelah lahan kakao siap untuk ditanami, maka langkah selanjutnya adalah penentuan bibit Biji terpilih dibersihkan dari pulpnya dengan jalan menggosok biji dengan abu dapur, atau direndam dalam air kapur (25 g/L) selama 20 menit lalu digosok dengan tangan Pengecambahan bisa dilakukan pada bedengan atau bak pengecambahan berisi pasir.

19 Kecambah yang telah berumur 21 hari (atau bisa juga berumur 4-5 hari) kemudian dipindahkan ke tempat pembibitan. Pembibitan biasanya menggunakan polybag berukuran 25 x 30 cm, yang diisi tanah lapisan olah (top soil).. Bibit ditanam ditengah-tengah polibag, kemudian polybag disusun pada bedengan yang lebarnya 1,5 m dan diberi naungan Bibit Tanaman kakao

20 Cara menanam kakao dengan memasukkan polybag yang sudah berisi bibit yang berusia 4-6 bulan ke lubang tanam. Polybag tersebut disayat dan dilepaskan dari media bibit. Setelah itu, lubang ditutup dengan tanah dan dipadatkan. Tanah disekitar batang dibuat lebih tinggi agar air hujan tidka menggenang. Menanam Kakao

21 Menanam Kelapa Sebelum menanam, dilakukan penyiapan bibit dengan jarak antar bibit 25cm x 25 cm dan bibit akan berkecambah setelah minggu, jika lebih dari 5 bulan tidak berkecambah dianggap mati/bibit jelek Pembuatan lubang tanam dilakukan paling lambat 1-2 bulan sebelum penanaman untuk menghilangkan keasaman tanah, dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm sampai dengan 100 x 100 x 100 cm.

22 Adapun cara penanaman adalah sebagai berikut:
Top soil ( tanah permukaan antara 0-25 Cm ) dicampur dengan pupuk phospat 300gram per lubang dan dimasukkan ke lubang tanam. Arah penanaman harus sama. Bibit ditimbuan tanah yang berada di sebelah selatan dan utara lubang, dipadatkan dengan ketebalajn 3-5 cm diatas sabut bibit kelapa. Kebutuhan bibit 1 ha, apabila jarak tanam 9 x 9x 9 m , segitiga sama sisi, adalah 143 batang dan bibit cadangan yang harus disediakan untuk sulaman 17 batang, sehingga jumlah bibit yangharus disediakan 160 batang.

23 Tanaman Kopi Apabila lahan, pohon peneduh dan bibit sudah siap, langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit dari polybag ke lubang tanam di areal kebun. Jarak tanam budidaya kopi yang dianjurkan adalah 2,75×2,75 meter untuk robusta dan 2,5×2,5 m untuk arabika. Jarak tanam ini divariasikan dengan ketinggian lahan. Saat ini bibit kopi siap ditanam dalam lubang tanam. Sebelumnya papas daun yang terdapat pada bibit hingga tersisa ⅓ bagian untuk mengurangi penguapan. Keluarkan bibit kopi dari polybag, kemudian gali sedikit lubang tanam yang telah dipersiapkan. Kedalaman galian menyesuaikan dengan panjang akar.


Download ppt "Andi Alamsyah Rivai, S.Pi., M.Si"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google