Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ASUHAN KEPERAWATAN DENGUE HEMORHAGIK FEVER Ns.Sunardi,M.Kep.,Sp.KMB 1/25/20191DHF_Sunardi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ASUHAN KEPERAWATAN DENGUE HEMORHAGIK FEVER Ns.Sunardi,M.Kep.,Sp.KMB 1/25/20191DHF_Sunardi."— Transcript presentasi:

1 ASUHAN KEPERAWATAN DENGUE HEMORHAGIK FEVER Ns.Sunardi,M.Kep.,Sp.KMB 1/25/20191DHF_Sunardi

2 Pendahuluan Dengue Haemorragic Faver (DHF) atau Demam Berdarah Dengue (DBD).  Adalah suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue yang termasuk golongan Arthtropod Boon Virus Grup B yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti.nyamuk aedes aegypti.  “THE SECONDARY INFECTION” DHF terjadi jika seseorang telah mendapat infeksi virus dengue pertama  mendapat infeksi berulang dengan tipe virus berlainan dalam jangka waktu tertentu. 1/25/20192DHF_Sunardi

3 Data Angka Kejadian di Indonesia Sebelumnya Tahun 2005 Jumlah Kab/Kota yang terjangkit DBD/DHF (330 /75%) Tahun 2004 angka kejadian 0,43 % Tahun 2005 angka kejadian 0,34 % Thun 2007 angka kejadian ? 1/25/2019DHF_Sunardi3

4 Patofisiologi 1/25/20194DHF_Sunardi

5 Manifestasi Klinis 1.Demam mendadak disertai gejala klinik yang tidak spesifik : anoreksia, nyeri punggung, nyeri perut (karena pembesaran hati), nyeri sendi, nyeri kepala. Demam terjadi 2 - 7 hari. 2.Manifestasi perdarahan muncul pada hari ke 2 atau ke 3. - Uji torniqet (+). - Petechie. - Epitaksis, perdarahan gusi. - Hematomisis, melena. 3. Hepatomegali. 4. Trombocytopeni  nilai trombosit < 100.000/mm  5. Kenaikan nilai hematrokit 20%. 6. Manifestasi lain : nyeri epigastrium dan muntah. 7. Renjatan  berat (DSS). - nadi lemah dan cepat. - TD menurun. - Kulit teraba dingin dan lembab  ujung hidung, jari tangan dan kaki - Gelisah  kesadaran menurun. - Sianosis disekitar mulut. - Oliguri sampai anuri. 1/25/20195DHF_Sunardi

6 Derajat DHF Ada 4 bagian yaitu : 1.Derajat Ringan : Demam mendadak 2 - 7 hari dengan gejala klinis lain dan manifestasi perdarahan jaringan, Test Torniquet (+). 2.Derajat Sedang : Lebih berat dari golongan 1, gejala perdarahan kulit, manifestasi perdarahan lain (perdarahan gusi, epitaksis, hematemisis, melena). 3.Derajat Berat: Pasien mengalami renjatan dengan kegagalan sirkulasi, nadi cepat dan lemah, tekanan darah menurun, gelisah, kulit dingin. 4.Derajat sangat berat: Gejala tersebut diatas ditambah renjatan yang dalam dengan tekanan darah tidak teratur,nadi tidak teraba. 1/25/20196DHF_Sunardi

7 Komplikasi yang sering terjadi  Ensepalopati. Demam tinggi. Gangguan kesadaran disertai atau tanpa kejang. Disorientasi  Prognosanya buruk.  Renjatan / Syok Hipovolemik 1/25/20197DHF_Sunardi

8 Asuhan keperawatan 1.Riwayat penyakit, 2.Pemeriksaan fisik. - Tingkat kesadaran. - TTV : suhu, nadi, RR, Td. - Tes rumple leede. - Palpasi nyeri tekan dan pembesaran hepar. - Perdarahan : kulit, gusi, hematemisis, melena. 3. Pemeriksaan Penunjang : - Laboratorium : Hb, Ht, Leukosit, trombosit. - Foto Thorax. 4. Faktor psikososial dan perkembangan. 5. Tingkat pengetahuan klien dan keluarga. 1/25/20198DHF_Sunardi

9 Lingkup Masalah Keperawatan 1.Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. 2.Gangguan rasa nyaman : nyeri. 3.Keterbatasan aktifitas. 4.Kecemasan anak dan orang tua. 5.Self care deficit. 6.Potensial terjadi syok Jika terjadi syok : 1. Gangguan pemenuhan kebutuhan O2 2. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. 1/25/20199DHF_Sunardi

10 Rencana Keperawatan Dx: Gangguan keseimbangan cairan tubuh: kurang dari kebutuhan b.d peningkatan permeabilitas dinding pembuluh darah yang mengakibatkan keluarnya plasma dari pembuluh darah. Tujuan: Gangguan keseimbangan cairan dapat diatasi Kriteria evaluasi: Turgor baik, rasa haus hilang, Tronbosit Normal(200.000 – 300.000/mm) TD 100/70 – 140/90 mmHg, Nadi 60 – 100x/Mt, Respirasi 16-24 x/mt, Produksi urine 30-50 cc/jam 1/25/201910DHF_Sunardi

11 Intervensi Keperawatan. Pada pasien tampak perdarahan/tanpa syok. Penggantian cairan  beri pasien minum sebanyak 1 ½ - 2 liter/24 jam. Indikasi pemasangan infus : Jika pasien muntah terus menerus. Hematokrit terus meningkat. Observasi tanda-tanda perdarahan dan tanda-tanda syok. Observasi tanda-tanda vital setiap jam. Kompres dingin sesuai suhu tubuh. Catat intake dan out-put. Periksa Hb, Ht, L, Tromb setiap 4 - 6 jam. Pada Pasien dengan syok. Infus Rl/kg BB/jam. Pemberian O2 2liter/menit. Observasi tanda-tanda vital tiap lima belas menit. Jika syok belum teratas  Rawat diruang ICU 1/25/201911DHF_Sunardi

12 PENGENDALIAN LINGKUNGAN  Upaya pemberantasan demam berdarah. Pemberantasan nyamuk aedesaegypti dilaksanakan terhadap nyamuk dewasa atau jentiknya. Cara Pemberantasan. Nyamuk  dengan insektisida (fogging)  Jentik  Dengan PSN (pemberantasan sarang nyamuk)  Kimia  abatisasi larvasida.  Biologi : Memelihara ikan pemakan jentik.  Fisik 3M : Menguras, Menutup dan Mengubur 1/25/201912DHF_Sunardi


Download ppt "ASUHAN KEPERAWATAN DENGUE HEMORHAGIK FEVER Ns.Sunardi,M.Kep.,Sp.KMB 1/25/20191DHF_Sunardi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google