Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DISCOVERY LEARNING IN HIGHER EDUCATION

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DISCOVERY LEARNING IN HIGHER EDUCATION"— Transcript presentasi:

1 DISCOVERY LEARNING IN HIGHER EDUCATION
10/9/2019 Pelatihan Student Center Learning (SCL) FBM Utama, Agustus 2015 DISCOVERY LEARNING IN HIGHER EDUCATION Prepared by Dinn Wahyudin FAKULTAS BISNIS DAN MANAJEMEN UNIVERSITAS WIDYATA UTama

2 AGENDA 1. APA : Teori, Konsep, Pencetus
2. MENGAPA : Argumen da alasan mengapa perlu. 3.BAGAIMANA : Langkah dan strategi Implementasi, Pengembangan,

3 APA : Discovery Learning
Proses pembelajaran yang terjadi bila siswa/mahasiswa tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk final, tetapi diharapkan mereka mengorganisasi sendiri. Discovery terjadi bila individu terlibat, terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip. Discovery dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, dan penentuan .

4 “Learning as Discovery”
Jerome Bruner (2015- now) “Learning as Discovery” “an approach to instruction through which students interact with their environment—by exploring and manipulating objects, wrestling with questions and controversies, or performing experiments” (Ormrod, 2001, p.442).

5 COGNITIVE LEARNING THEORY
Discovery Learning - Jerome Bruner Anybody can learn anything at any age, provided it is stated in terms they can understand. Confront the learner with problems and help them find solutions. Do not present seequenced materials.

6 Discovery Learning Theory
Learning as Discovery J erome Bruner: Group D Christina, Colleen, & Tyler Discovery Learning Theory - Defined where students discover knowledge through their experimentation & exploration. - Emphasized that teachers role is to guide student learning. - Believed the importance of students using prior knowledge and experiences in learning. - Looked upon learning as an active and social process.

7 KONSEP Discovery learning merupakan pembentukan kategori-kategori atau konsep-konsep, yang dapat memungkinkan terjadinya generalisasi. Peserta didik dikatakan memahami suatu konsep apabila mengetahui lima unsur dari konsep itu, meliputi: 1) Nama; 2) Contoh-contoh baik yang positif maupun yang negatif; 3) Karakteristik, baik yang pokok maupun tidak; 4) Rentangan karakteristik; 5) Kaidah

8 2. MENGAPA DISCOVERY LEARNING
Membantu mahasiswa untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan-keterampilan dan proses-proses kognitif. Pengetahuan yang diperoleh melalui metode ini sangat pribadi dan ampuh karena menguatkan pengertian, ingatan dan transfer. Menimbulkan rasa senang pada mhsiswa, karena tumbuhnya rasa menyelidiki dan berhasil. Metode ini memungkinkan mhswa berkembang dengan cepat dan sesuai dengan kecepatannya sendiri.

9 LANJUTAN Peserta didik/mahasiswa mengarahkan kegiatan belajarnya sendiri dengan melibatkan akal dan motivasinya. Strategi ini dapat membantu peserta didik/mhsiswa memperkuat konsep dirinya, karena memperoleh kepercayaan bekerja sama dengan yang lainnya. Berpusat pada peserta didik/mhswa dan dosen yang bersama berperan aktif mengeluarkan gagasan-gagasan. Membantu peserta didik menghilangkan skeptisme (keragu-raguan) karena mengarah pada kebenaran yang final dan tertentu atau pasti.

10 LANJUTAN Peserta didik/mhswa akan mengerti konsep dasar dan ide-ide lebih baik; Membantu dan mengembangkan ingatan dan transfer kepada situasi proses belajar yang baru; Mendorong peserta didik/mhswa berfikir dan bekerja atas inisiatif sendiri; Mendorong peserta didik berfikir intuisi dan merumuskan hipotesis sendiri; Memberikan keputusan yang bersifat intrinsik; Situasi proses belajar menjadi lebih terangsang;

11 LANJUTAN 15. Proses belajar meliputi sesama aspeknya peserta didik/mhswa, menuju pada pembentukan manusia seutuhnya, 16. Meningkatkan tingkat penghargaan pada peserta didik. 17. Kemungkinan peserta didik belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar. 18, Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu.

12 3. BAGAIMANA : Implementasi Discovery Learning
1. Menentukan tujuan pembelajaran 2. Melakukan identifikasi karakteristik peserta didik (kemampuan awal, minat, gaya belajar, dan sebagainya) 3. Memilih materi pelajaran. 4. Menentukan topik-topik yang harus dipelajari peserta didik secara induktif (dari contoh-contoh generalisasi)

13 Lanjutan Mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa contoh-contoh, ilustrasi, tugas dan sebagainya untuk dipelajari peserta didik/mhswa Mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks, dari yang konkret ke abstrak, atau dari tahap enaktif, ikonik sampai ke simbolik Melakukan penilaian proses dan hasil belajar peserta didik/mhswa

14

15 Penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan tes maupun non tes
Sistem Penilaian Penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan tes maupun non tes Penilaian yang digunakan dapat berupa penilaian kognitif, proses, sikap, atau penilaian hasil kerja mahasiswa

16 REFERENCE AND LINKS Bruner’s Theory Castronova, Joyce Discovery of Learning for 21st Centrury. Ormrod, J Educational psychology: Developing Rubio, Fernando Theories of Learning

17 TERIMA KASIH. dinn


Download ppt "DISCOVERY LEARNING IN HIGHER EDUCATION"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google