Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Click to edit Master title style Oleh : ACHMAD PHILIP, M.Pd, M.Si. PENGAWAS SMP Disampaikan pada pembinaan MGMP BAHASA INGGRIS Kota Probolinggo.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Click to edit Master title style Oleh : ACHMAD PHILIP, M.Pd, M.Si. PENGAWAS SMP Disampaikan pada pembinaan MGMP BAHASA INGGRIS Kota Probolinggo."— Transcript presentasi:

1 Click to edit Master title style Oleh : ACHMAD PHILIP, M.Pd, M.Si. PENGAWAS SMP Disampaikan pada pembinaan MGMP BAHASA INGGRIS Kota Probolinggo

2 Click to edit Master title style Pembelajaran dan Inovasi Kreatif dan inovasi Berfikir kritis menyelesaikan masalah Komunikasi dan kolaborasi Informasi, Media and Teknologi Melek informasi Melek Media Melek TIK Kehidupan dan Karir Fleksibel dan adaptif Berinisiatif dan mandiri Keterampilan sosial dan budaya Produktif dan akuntabel Kepemimpinan & tanggung jawab Kerangka ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak cukup hanya untuk meningkatkan pengetahuan [melalui core subjects] saja, harus dilengkapi: -Berkemampuan kreatif - kritis -Berkarakter kuat [bertanggung jawab, sosial, toleran, produktif, adaptif,...] Disamping itu didukung dengan kemampuan memanfaatkan informasi dan berkomunikasi Partnership: Perusahaan, Asosiasi Pendidikan, Yayasan,...

3 Click to edit Master title style Dyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Business Review: 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik. Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: 1/3 dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik. Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: -Observing [mengamati] -Questioning [menanya] -Associating [menalar] -Experimenting [mencoba] -Networking [Membentuk jejaring] Personal Inter-personal Perlunya merumuskan kurikulum berbasis proses pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba [observation based learning] untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Disamping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning Pembelajaran berbasis intelejensia tidak akan memberikan hasil siginifikan (hanya peningkatan 50%) dibandingkan yang berbasis kreativitas (sampai 200%)

4 Center on the Developing Child, Harvard University [2011]. Building the Brain ‘ATC’ System: How Early Experiences Shape the Development of Executive Function. Arsitektur otak dibentuk berdasarkan lapisan-lapisan yang berisi jaringan- jaringan neuron yang terkait satu sama lain Jejaringan tersebut terbentuk mulai masih anak-anak, walaupun masih berkembang sampai umur 30 tahun tetapi penambahannya tidak secepat pada saat anak-anak Kompleksitas jaringan tersebut menentukan tingkat kemampuan berfikir seseorang [low order of thinking skills untuk pekerjaan rutin sampai high order of thinking skills untuk pekerjaan pengambilan keputusan eksekutif ] Untuk itu diperlukan sistem pembelajaran yang dapat membangun kemampuan high order thinking skill tersebut [melalui mencari tahu bukan diberi tahu] sejak dini melalui pemberian kebebasan untuk menentukan apa yang harus dilakukan Perlunya merumuskan kurikulum yang mengedepankan proses mengamati, menanya, menalar, menyimpulkan sampai memutuskan sehingga peserta didik sejak kecil sudah terlatih dalam berfikir tingkat tinggi yang nantinya diperlukan untuk pengambilan keputusan

5 Click to edit Master title style Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi Peserta Didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis Peserta Didik. Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses Pembelajaran, pelaksanaan proses Pembelajaran, penilaian hasil Pembelajaran, dan pengawasan proses Pembelajaran untuk terlaksananya proses Pembelajaran yang efektif dan efisien. Perencanaan Pembelajaran merupakan penyusunan rencana pelaksanaan Pembelajaran untuk setiap muatan Pembelajaran.

6 Click to edit Master title style Kegiatan pembelajaran diselenggarakan untuk membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dan kebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik. Memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. Pemberdayaan diarahkan untuk mendorong pencapaian kompetensi dan perilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Kegiatan pembelajaran mengembangkan kemampuan untuk mengetahui, memahami, melakukan sesuatu, hidup dalam kebersamaan, dan mengaktualisasikan diri.

7 Click to edit Master title style 1.berpusat pada peserta didik, 2.mengembangkan kreativitas peserta didik, 3.menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang, 4.bermuatan nilai, etika, estetika, logika, dan kinestetika, dan 5.menyediakan pengalaman belajar yang beragam.

8 Click to edit Master title style Pelaksanaan kegiatan pembelajaran menerapkan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, efektif, efisien, dan bermakna. Kegiatan pembelajaran mampu mengembangkan dan meningkatkan kompetensi, kreativitas, kemandirian, kerjasama, solidaritas, kepemimpinan, empati, toleransi dan kecakapan hidup peserta didik guna membentuk watak serta meningkatkan peradaban dan martabat bangsa.

9 Click to edit Master title style Rencana Pelaksanaan Pembelajaran perlu disusun secara lengkap dan sistematis yang mengarahkan pada pembelajaran interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, dan memberikan ruang yang cukup bagi tumbuhnya prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan peserta didik baik fisik maupun psikologis.

10 Click to edit Master title style Rombongan belajar maksimal 32 peserta didik Proses pembelajaran perlu diupayakan agar proses pembelajarannya perlu diselenggarakan secara berkualitas.

11 Click to edit Master title style Memilih dan menggunakan metode pembelajaran secara eklektik (dari berbagai metode yang tersedia. Menggali dan mengembangkan potensi peserta didik untuk berpikir kritis, menyelesaikan masalah, melakukan inkuri, dan penemuan melalui proses mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Hindari terjadinya teaching to the test atau pembelajaran yang memfokuskan hanya pada penyiapan peserta didik untuk mengikuti tes terstandar. Tidak harus dengan cara yang kaku, bisa dari induktif ke deduktif, atau sebaliknya,

12 Click to edit Master title style Terfokus pada eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi akan lebih bermakna apabila dilengkapi dengan kegiatan mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga dapat dilakukan di luar ruang kelas dan lingkungan sekolah. Guru bukan satu-satunya sumber belajar, sehingga implikasinya guru perlu menyiapkan sumber belajar lainnya yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Guru tidak mengajarkan sikap secara verbal (penjelasan dalam bentuk kata-kata), tetapi sebaiknya dilakukan melalui contoh dan teladan.

13 Click to edit Master title style diberi tahu;mencari tahu guru sebagai satu-satunya sumber belajar; menjadi belajar berbasis aneka sumberbelajar pendekatan tekstualproses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah pembelajaran berbasis kontenpembelajaran berbasis kompetensi; pembelajaran parsialpembelajaran terpadu; pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi; pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;

14 Click to edit Master title style Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills); mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat; pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani); pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas. Pemanfaatan TIK untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik.

15 Pembelajaran Abad 21

16 Click to edit Master title style SIKAPPENGETAHUANKETRAMPILAN MenerimaMengingatMengamati MenjalankanMemahamiMenanya MenghargaiMenerapkanMencoba MenghayatiMenganalisisMenalar MengamalkanMengevaluasiMenyaji Mencipta

17 Click to edit Master title style a.Guru menyesuaikan pengaturan tempat duduk peserta didik sesuai dengan tujuan dan karakteristik proses pembelajaran. b.Volume dan intonasi suara guru dalam proses pembelajaran harus dapat didengar dengan baik oleh peserta didik. c.Guru wajib menggunakan kata-kata santun, lugas dan mudah dimengerti oleh peserta didik. d.Guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar peserta didik. e.Guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, dan keselamatan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran. f.Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.

18 Click to edit Master title style a.Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajara b.Memberi motivasi belajar siswa secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan internasional; c.mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari; d.menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; dan e.menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

19 Click to edit Master title style 1.Menggunakan model pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. 2.Pemilihan pendekatan tematik dan/atau tematik terpadu dan/atau saintifik dan/atau inkuiri dan penyingkapan (discovery) dan/atau pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning) disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjang pendidikan.

20 Click to edit Master title style a.Sikap Sesuai dengan karakteristik sikap, maka salah satu alternatif yang dipilih adalah proses afeksi mulai dari menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, hingga mengamalkan. Seluruh aktivitas pembelajaran berorientasi pada tahapan kompetensi yang mendorong peserta didik untuk melakuan aktivitas tersebut

21 Click to edit Master title style b. Pengetahuan Untuk memperkuat pendekatan saintifik, tematik terpadu, dan tematik sangat disarankan untuk menerapkan belajar berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning). Untuk mendorong peserta didik menghasilkan karya kreatif dan kontekstual, baik individual maupun kelompok, disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).

22 Click to edit Master title style c.Keterampilan Seluruh isi materi (topik dan subtopik) mata pelajaran yang diturunkan dari keterampilan harus mendorong siswa untuk melakukan proses pengamatan hingga penciptaan. Untuk mewujudkan keterampilan tersebut perlu melakukan pembelajaran yang menerapkan modus belajar berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquirylearning) dan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).

23

24

25

26 RPP Pembelajaran Berbasis Projek

27

28 Metode Pembelajaran Eklektik Istilah eklektik berasal dari bahasa Yunani eklektikos yang berarti “memilih yang terbaik.” Istilah ini pertama kali digunakan oleh para filsuf klasik ketika merasa tidak puas dengan aliran atau ajaran-ajaran filsafat yang ada pada saat itu. Mereka kemudian menyeleksi doktrin- doktrin yang masuk akal bagi mereka dan menyusunnya kembali menjadi sebuah sistem ajaran baru

29 pemaduan beberapa metode pembelajaran (metode pembelajaran eklektik) dalam panduan ini adalah (proses) pembelajaran yang berisi perpaduan fitur-fitur terbaik dari dua atau lebih metode pembelajaran dengan tujuan memfasilitasi proses belajar siswa agar dapat berjalan lebih efektif dan optimal

30 Contoh Perpaduan Metode Pembelajaran Berbasis Proyek dan Pembelajaran Kooperatif

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41 Model Pembelajaran Kooperatif

42 Click to edit Master title style a.Seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung; b.Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; c.Melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas individual maupun kelompok; dan d.Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

43 Click to edit Master title style Mengamati (Observing) ……………………………………………………………………………………… Menanya (Quistioning) ……………………………………………………………………………………… Pengumpulan Data (Eksperimenting) …………………………………………………………………………………….. Mengasosiasi (Associating) …………………………………………………………………………………….. Mengkomunikasikan (Communicating) ……………………………………………………………………………………..

44 Click to edit Master title style Mengamati (Observing) Melihat, Mengamati, Membaca, Mendengar, Menyimak, (Tanpa dan/atau dengan alat) Menanya (Questioning) Mengajukan pertanyaan dari yang faktual sampai ke yang bersifat hipothesis Diawali dengan bimbingan guru sampai dengan mandiri (menjadi suatu kebiasaan) Pengumpulan Data (Experimenting) Menentukan data yang diperlukan dari pertanyaan yang diajukan Menentukan sumber data (benda, dokumen, buku, ekperimen) Mengumpulkan data Mengasosiasi (Associating) Menganalisis data dalam bentuk membuat kategori, menentukan hubungan data/kategori Menyimpulkan dari hasil analisis data Dimulai dari Unstructured - Uni Structure - Multi Structure - Complecated Structure Megkomunikasikan (Communicating) Menyampaikan hasil konseptualisasi Dalam bentuk lisan, tulisan, diagram, bagan, gambar, atau media lainnya

45 Lebih Baik Menyalakan Lilin Daripada Mengutuk Kegelapan

46 Semoga Bermanfaat Terima Kasih


Download ppt "Click to edit Master title style Oleh : ACHMAD PHILIP, M.Pd, M.Si. PENGAWAS SMP Disampaikan pada pembinaan MGMP BAHASA INGGRIS Kota Probolinggo."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google