Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENDALAMAN MATERI IDENTIFIKASI DAN ASESMEN ANAK TUNANETRA

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENDALAMAN MATERI IDENTIFIKASI DAN ASESMEN ANAK TUNANETRA"— Transcript presentasi:

1 PENDALAMAN MATERI IDENTIFIKASI DAN ASESMEN ANAK TUNANETRA
PPG Dalam Jabatan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun 2018

2 KEGIATAN BELAJAR 2 ASESMEN PENGLIHATAN

3 “ “ CAPAIAN PEMBELAJARAN
Menguasai konsep teoritis identifikasi dan asesmen anak berkebutuhan khusus sebagai dasar untuk mengembangkan layanan pendidikan yang tepat; dan pada ranah keterampilan diharapkan peserta PPG dalam jabatan diharapkan dapat melakukan identifikasi dan asesmen anak berkebutuhan khusus. KEGIATAN BELAJAR 2

4 KEGIATAN BELAJAR 2 Menjelaskan bagaimana Pengukuran penglihatan dengan menggunakan instrumen Formal Mengenal asesmen fungsi penglihatan Sub Capaian Pembelajaran Pokok-Pokok Materi Pengukuran Penglihatan Formal Instrumen Pengukuran

5 Macam-macam Instrumen Penglihatan
URAIAN MATERI Terdapat berbagai macam instrumen formal yang bisa digunakan dalam melakukan identifikasi dan asesmen pada anak tunanetra. Instrumen formal tersebut umumnya digunakan oleh tenaga profesional terkait dengan bidang kesehatan. Macam-macam Instrumen Penglihatan

6 Kartu ini cocok dipergunakan oleh orang yang mengenal huruf
Kartu Snellen Digunakan untuk mengukur ketajaman penglihatan. Kartu Snellen Abjad Kartu ini cocok dipergunakan oleh orang yang mengenal huruf

7 Kartu Snellen Menggunakan huruf E
Kartu ini dipergunakan untuk orang yang tidak mengenal huruf latin atau buta huruf sama sekali atau untuk anak kecil yang belum mengenal abjad, karena testee hanya diminta untuk menyebutkan arah dari huruf E tersebut (butuh gambar E chart)

8 KELEMAHAN KARTU SNELLEN
Anak yang menderita hipermetropi jika dites menggunakan kartu Snellen akan memuaskan karena testee akan mampu membaca pada jarak jauh, akibatnya testee tersebut tidak diketaui kalau menderita hipermetropi 03 Untuk anak yang mengalami ketidak-seimbangan otot mata tidak dapat terdeteksi bila tes penglihatan menggunakan kartu snellen 01 04 Tidak pula dapat diketahui apakah testee mengalami buta warna atau tidak 02 Dengan menggunakan kartu Snellen yang diketahui hanya kondisi mata sentral sedangkan kondisi mata periferal/tepi tidak dapat diketahui 05 Tidak dapat mengetahui apakah testee mengalami hambatan pendengaran atau intelegensi

9 MACAM – MACAM PENGUKURAN
TEST FUNNEL Tes ini berisikan gambar-gambar kapal dengan cerobong asap satu dua atau tiga. Anak diminta untuk menyebutkan beberapa jumlah cerobong asapnya. MACAM – MACAM PENGUKURAN

10 PHERIFERAL (PERIMETER GOLDMANN)
Perimeter Goldman digunakan untuk mengukur lapang pandang seseorang, yaitu kemampuan seseirang melihat sisi kiri dan kanan tanpa harus melirik. Selain alat ini lapang pandang seseorang dapat diukur dengan cara sederhana.

11 MACAM – MACAM PENGUKURAN
MENGGUNAKAN TABEL GEJALA (yang sudah dijelaskan pada kegiatan belajar) MACAM – MACAM PENGUKURAN

12 TEST WARNA Untuk menentukan apakah seseorang mengalami hambatan dalam mengenal warna. Pada umumnya instrumen yang digunakan dalam tes buta warna menggunakan tes ishihara, berupa sekumpulan lembar dengan kombinasi warna yang membentuk angka tertentu.

13 TEKNIK PENGUKURAN Dalam melakukan identifikasi dan asesmen selain instrumen dan perangkat yang digunakan, tidak kalah penting adalah teknik yang digunakan dalam pengukurannya. URAIAN MATERI

14 Alat asesmen formal/baku, dirancang untuk kelompok dan perorangan.
TEKNIK PENGUKURAN Uraian Materi Merupakan alat asesmen non-tes, karena tidak ada jawaban yang benar atau salah. Skala Penilaian Mudah digunakan untuk anak-anak karena sifat wawancara yang fleksibel atau luwes. Kelebihan lain adalah memungkinkan melacak jawaban untuk mendapat kejelasan lebih lanjut. Wawancara A B D C Proses pemahaman yang cermat pada tujuan tertentu dalam hal ini untuk mengenali siswa, menentukan penyebab/ antecedentnya. Observasi Alat asesmen formal/baku, dirancang untuk kelompok dan perorangan. Tes

15 PENGUKURAN FUNGSI PENGLIHATAN
Pengukuran kemampuan penglihatan adalah proses untuk menghasilkan angka yang dilakukan dengan menggunakan cara dan alat tertentu yang dapat menggambarkan tingkat kemampuan penglihatan seseorang. Pengukuran biasanya dilakukan dengan menggunakan alat formal dan dilakukan oleh tenaga ahli medis. URAIAN MATERI

16 PENGUKURAN FUNGSI PENGLIHATAN
Pengukuran bisa dilakukan oleh tim yang saling bekerjasama. Selain dilakukan dengan alat formal pengukuran dapat dilakukan dapat pula dilakukan melalui observasi. Guru dapat mengobservasi kemampuan visual, termasuk didalamnya mencari jalur (tracking), mengalihakan pandangan, meraih objek, lantang pandang, penglihatan warna (akan dibahas pada kegiatan . 1. PENGLIHATAN SENTRAL 2. PENGLIHATAN PERIPHERAL 3. PENGLIHATAN WARNA

17 PENGUKURAN PENGLIHATAN JAUH Ketajaman Penglihatan
Pengukuran penglihatan jarak jauh dilakukan untuk mengevaluasi bagaimana seseorang memberikan reaksi terhadap benda-benda (visual cues) di lingkungan sekitar. Pengukuran ketajaman penglihatan jarak jauh yang paling populer adalah dengan Snellen Chart yang terdiri dari huruf atau angka atau gambar yang disusun menjadi beberapa baris yang masing-masing baris memiliki ukuran yang berbeda.

18 Efisiensi Penglihatan Berdasarkan Ketajaman Penglihatan
(Snallen Chart) Prosentasi Efisiensi Penglihatan 6/6 6/12 6/15 6/24 6/30 6/60 100 85 75 60 50 20 Laporan hasil pengukuran ketajaman penglihatan sering kali tidak memiliki makna apa-apa tanpa ada penjelasan atau keterangan lain yang menyertainya karena dua orang yang memiliki ketajaman penglihatan sama namun kebutuhannya berbeda berhubungan dengan fungsi penglihatan yang lain seperti misalnya luas lantang pandangan (visual field), koordinasi mata kanan dan kiri (binocular vision), kemampuan penglihatan jarak dekat, dan lain-lain.

19 “ “ PENGUKURAN PENGLIHATAN DEKAT KETAJAMAN PENGLIHATAN URAIAN MATERI
Ketajaman penglihatan jarak dekat adalah ketajaman penglihatan yang digunakan pada kegiatan seperti membaca, menulis, atau kegiatan lain yang memerlukan penglihatan dari jarak dekat. Salah satu cara untuk melaksanakan pengukuran ketajaman penglihatan jarak dekat menggunakan bacaan dengan ukuran huruf yang berbeda ukurannya. URAIAN MATERI

20 “ “ PENGUKURAN PENGLIHATAN DEKAT
Ukuran huruf dinyatakan dengan format misalnya N10, N15t, N20, N40 dan seterusnya. N10 artinya huruf ukuran10 point, N15 huruf ukuran 15, dan seterusnya. Hasil pengukuran dicatat dalam bentuk N angka – angka, misalnya visus seseorang dinyatakan N5-25, artinya ukuran huruf 5 point dapat dibaca pada jarak 25 cm.

21 “ “ PENGUKURAN PENGLIHATAN DEKAT KETAJAMAN PENGLIHATAN URAIAN MATERI
Cara lain untuk mengukur ketajaman penglihatan jarak dekat menggunakan Near-point Test chart baik menggunakan huruf atau simbol. Tes semacam ini ada beberapa macam salah satu di antaranya adalah The New York Lighthaouse near-acuity test. Chart untuk tes ini ada dua macam bentuk yaitu bentuk huruf dan simbol. Bentuk simbol cocok digunakan untuk anak-anak anak orang yang tidak dapat membaca. URAIAN MATERI

22 Meter Snellenn 0.4M 0.5M 0.8M 1.0M 1.2M 1.6M 2.0M 4.0M 5.0M 10M 20M 20/20 20/25 20/40 20/50 20/60 20/80 20/100 20/200 20/250 20/500 20/1000 Cara mengukurnya yaitu posisikan chart 40 cm (16 inc) dari mata dan mulai dengan huruf atau simbol yang paling besar, jika anak tidak dapat melihat huruf atau simbol dekatkan chart ke mata sampai anak dapat melihat huruf. Tabel berikut adalah daftar ekuivalensi ketajaman penglihatan menurut ukuran Snallen chart.

23 PENGUKURAN LANTANG PANDANGAN
URAIAN MATERI Ukuran lantang pandangan menunjukkan area yang dapat dilihat oleh seseorang pada saat orang tersebut melihat lurus kedepan tanpa menggerakkan kepalanya. Luas lantang pandangan seseorang dapat digambarkan dengan suatu diagram sehingga dapat dibandingan dengan lantang pandangan orang normal.

24 VISUAL FIELD Pengetesan dilakukan pada kedua mata secara bergantian. Pada saat mata kanan dites mata sebelah kiri ditutup dan sebaliknya. Setiap lokasi obyek yang segera dapat dilihat oleh testee ditandai dengan titik, setelah dilakukan pada semua lokasi titik-titik tersebut dihubungkan sehingga menghasilkan diagram yang menunjukkan luas lantang pandangan testee

25 URAIAN MATERI PENGUKURAN PENGLIHATAN WARNA
Buta warna yang paling sering terjadi adalah terhadap warna merah dan atau hijau dan biasanya menurun pada anak laki-laki. Ada beberapa tes yang dapat digunakan untuk melakukan tes buta warna akan tetapi tes yang paling dikenal oleh guru adalah tes warna Ishihara.

26 Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
TERIMA KASIH PPG Dalam Jabatan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun 2018


Download ppt "PENDALAMAN MATERI IDENTIFIKASI DAN ASESMEN ANAK TUNANETRA"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google