Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PRINSIP-PRINSIP DASAR DESAIN TAMAN

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PRINSIP-PRINSIP DASAR DESAIN TAMAN"— Transcript presentasi:

1 PRINSIP-PRINSIP DASAR DESAIN TAMAN
LANDSCAPE PRINSIP-PRINSIP DASAR DESAIN TAMAN Rehulina Apriyanti Jurusan Teknik Arsitektur

2 Jurusan Teknik Arsitektur
Untuk membuat sebuah taman rumah tinggal, sebaiknya dilakukan dengan perencanaan yang matang. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan sehingga tampilan taman secara keseluruhan bisa dinikmati. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika merencanakan sebuah taman rumah tinggal yaitu tema yang akan digunakan, ketersediaan lahan (ruang), jenis tanaman (elemen lunak) yang hendak dipakai, warna taman yang ingin dimunculkan, aroma apa yang ingin diciptakan, dan terakhir dilengkapi dengan pembuatan sketsa. Rehulina Apriyanti Jurusan Teknik Arsitektur

3 Jurusan Teknik Arsitektur
Tema Seperti telah dibahas di awal, ada beberapa jenis tema (gaya) taman, yaitu taman Eropa, taman Jepang, taman tropis, dan taman tradisional Indonesia, di antaranya taman Bali dan taman Jawa. Pemilihan tema taman juga bisa didasarkan pada kesan yang ingin ditampilkan, misalnya taman berkesan alami, romatis, maskulin, eksklusif, atau minimalis. Memang, pemilihan tema sangat tergantung pada selera sang pemilik. Namun, pemilihan tema taman juga sebaiknya disesuaikan dengan mikroklimat daerah setempat. Misalnya, kita ingin membuat taman tropis, sedangkan lingkungan kita merupakan daerah yang gersang dengan suhu lingkungan yang tinggi dan tingkat curah hujan yang rendah. Kemungkinan tujuan kita untuk membuat taman tropis akan sulit tercapai karena tanaman tidak bisa tumbuh optimal di tempat tersebut. Rehulina Apriyanti Jurusan Teknik Arsitektur

4 Jurusan Teknik Arsitektur
Ketersediaan Lahan Pembuatan taman rumah tinggal sangat ditentukan oleh ketersediaan lahan halaman rumah kita. Lahan tersebut tidak hanya terbatas pada halaman depan, halaman samping atau belakang juga sangat memungkinkan untuk dibuat taman. Jika lahan untuk taman yang kita miliki luas, tentunya akan lebih memudahkan dalam merancang sebuah taman. Namun, bila lahan yang kita miliki cukup sempit, perancangan taman harus benar-benar matang dan pemilihan elemen penunjang taman harus tepat. Rehulina Apriyanti Jurusan Teknik Arsitektur

5 Jenis tanaman yang hendak dipilih
Pemilihan jenis tanaman yang akan ditanam di taman yang kita buat semestinya disesuaikan dengan tema (gaya) taman yang kita pilih. Taman tropis misalnya, didominasi dengan jenis tanaman yang sering tumbuh di daerah tropis. Contohnya pakis, palem, kadaka, pandan laut, dan lain-lain. Pemilihan jenis tanaman juga didasarkan berdasarkan fungsinya, misalnya tanaman yang hendak kita tanam berfungsi sebagai penutup tanah. Berawal dari situ, kita bisa memilih berbagai jenis tanaman penutup tanah, baik tanaman hias bunga atau tanaman hias daun. Bisa juga tanaman yang hendak kita pilih digunakan sebagai tanaman sentral. Biasanya, jumlah tanaman ini di taman hanya satu atau dua pohon saja. Rehulina Apriyanti Jurusan Teknik Arsitektur

6 Jenis tanaman yang hendak dipilih
Hal ini tentunya bertujuan sebagai pusat perhatian ketika pertama kali kita memasuki taman. Umumnya, tanaman yang digunakan sebagai tanaman sentral berupa tanaman hias eksklusif dengan tampilan sosok tanaman yang menawan. Jika berupa tanaman hias bunga, tentunya memiliki kuntum bunga yang menarik. Dan jika berupa tanaman hias daun, tentunya juga memiliki bentuk dan warna daun yang atraktif. Pemilihan jenis tanaman juga harus disesuaikan dengan ketinggian tempat. Perbedaan ketinggian tempat akan berpengaruh terhadap rentang kisaran suhu pada siang dan malam hari. Rentang kisaran suhu pada daerah rendah lebih panjang dibandingkan dengan dataran tinggi. Jika taman yang kita miliki berada di dataran tinggi (> 700 m), sebaiknya jenis tanaman yang ditanam pun berupa tanaman hias dataran tinggi, baik tanaman hias bunga maupun tanaman hias daun. Demikian sebaliknya. Beberapa jenis tanaman hias dataran tinggi yaitu krisan, lili, pinus, melati kosta, dan lavender. Demikian juga bila taman yang dibuat berada di dataran rendah (< 200 m) maka jenis tanaman hias yang dipilih pun sebaiknya berupa tanaman hias dataran rendah. Beberapa contoh di antaranya yaitu adenium, ephorbia, beringin, palem-paleman, dan kemuning. Rehulina Apriyanti Jurusan Teknik Arsitektur

7 Jurusan Teknik Arsitektur
Warna Warna bagi sebagian orang memiliki makna yang cukup dalam. Warna yang muncul dari sebuah taman banyak didominasi oleh warna tanaman yang ditanam. Warna hijau tentunya sangat mendominasi karena umumnya daun berwarna hijau. Sebagai penyelaras warna hijau, banyak pilihan yang bisa dibuat. Umumnya, penyelaras warna tersebut dimunculkan dari warna daun (selain hijau), bunga, batang, buah dan biji, serta beberapa macam elemen keras. Beberapa warna dari bunga antara lain kuning, merah, merah muda, ungu, putih, dan lain-lain. Warna kuning misalnya, bisa didapat dari warna bunga mawar, kemuning, soka, kembang sepatu, lili, dan lain-lain. Elemen keras pada taman juga akan memberikan kesan warna yang berbeda. Patung misalnya, memberikan warna yang lebih alami, seperti abu-abu. Kolam dengan berbagai jenis bebatuan alam akan memberikan kesan dinamis pada taman rumah tinggal. Sementara, berbagai pernak-pernik seperti gentong akan memberikan nuansa etnik dan eksklusif. Rehulina Apriyanti Jurusan Teknik Arsitektur

8 Jurusan Teknik Arsitektur
Aroma Aroma yang ingin dimunculkan dari sebuah taman tentunya aroma yang sedap. Sumber aroma dari taman yaitu bunga. Saat kuntum mekar, aroma bunga akan menebar ke penjuru taman. Bagi sebagian orang, aroma bunga bisa digunakan sebagai aroma terapi untuk penyembuhan berbagai jenis penyakit. Beberapa jenis tanaman yang berbunga harum misalnya, sedap malam, melati, kemuning, lavender, mawar, dan lili. Rehulina Apriyanti Jurusan Teknik Arsitektur

9 Jurusan Teknik Arsitektur
Pembuatan sketsa Setelah semua unsur pembentuk taman ditentukan, terakhir yaitu pembutan sketsa taman. Sketsa taman bisa dibuat di atas kertas atau langsung di komputer. Namun, untuk mempermudah, biasanya orang lebih suka membuatnya di atas kertas untuk kemudian diwarnai di komputer. Ada juga sketsa yang diwarnai di kertas dan tidak perlu dipindahkan ke komputer. Sebaiknya, pembuatan sketsa dibuat sedetail mungkin. Semua unsur-unsur elemen-elemen taman masuk dengan perbandingan yang jelas. Misalnya, penggambaran kolam diilustrasikan dengan jelas dengan tampilan warna yang betul-betul menyerupai warna aslinya. Jenis tanaman pun harus digambarkan dengan jelas. Penggambaran tanaman untuk pagar, penutup tanah, tanaman sentral, dan tanaman pohon pelindung harus jelas. Elemen keras taman, misalnya ayunan, tempat sampah, jalan setapak, dan lampu taman juga harus tergambarkan dengan jelas. Rehulina Apriyanti Jurusan Teknik Arsitektur


Download ppt "PRINSIP-PRINSIP DASAR DESAIN TAMAN"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google