Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Subnetting IP Address.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Subnetting IP Address."— Transcript presentasi:

1 Subnetting IP Address

2 Subnetting IP Address Esensi dari subnetting adalah “memindahkan” garis pemisah antara bagian network dan bagian host dari suatu IP Address. Beberapa bit dari bagian host dialokasikan menjadi bit tambahan pada bagian network. Alamat satu network menurut struktur baku dipecah menjadi beberapa subnetwork. Cara ini menciptakan sejumlah network tambahan dengan mengurangi jumlah maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut.

3 ---- SUBNETTING 26 BIT ---- ---- TANPA SUBNETTING ----
Subnetting IP Address ---- SUBNETTING 26 BIT ---- network host ---- TANPA SUBNETTING ----

4 Tujuan Subnetting IP Address
Guna mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address. Untuk mengurangi tingkat kongesti dalam suatu network. Untuk memudahkan pengaturan dan pengelolaan suatu network.

5 Analogi Subnetting Sederhana
NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomor rumah). Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS ( ), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut

6 Analogi Subnetting Kompleks
Gang adalah SUBNET, Masing-masing SUBNET memiliki HOST ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS (RT Masing – masing gang).

7 Subnetting Pisik

8 Subnet Mask Struktur subnet mask sama dengan struktur IP Address, yakni terdiri dari 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Bentuk subnet mask adalah urutan bit 1, diikuti bit 0. Jumlah bit 1 menentukan tingkat subnet mask. Bit 1 pada subnet mask berarti mengaktifkan masking (on), sedangkan bit 0 tidak aktif masking (off). No Subnet Mask (Binari) Desimal Hexa Masking Bit 1 FF.FF.00.00 16 bit (/16) 2 FF.FF.FF.00 24 bit (/24) 3 FF.FF.FF.80 25 bit (/25) 4 FF.FF.FF.C0 26 bit (/26) 5 FF.FF.FF.E0 27 bit (/27)

9 IP Address kelas A : 44.132.1.20. Penentuan Subnet Mask
Dengan aturan standar, nomor network IP Address ini adalah 44 dan nomor host adalah Network tersebut dapat menampung maksimum lebih dari 16 juta host yang terhubung langsung. Misalkan Masking Bit sebanyak 16 bit (desimal = atau binari = ).

10 Penentuan Subnet Mask Perhatikan bahwa pada 16 bit pertama dari subnet mask tersebut berharga 1, sedangkan 16 bit berikutnya 0. Dengan demikian, 16 bit pertama dari suatu IP Address yang dikenakan subnet mask tersebut akan dianggap sebagai bit network. Nomor network akan berubah menjadi dan nomor host menjadi 1.20. Kapasitas maksimum host yang langsung terhubung pada network menjadi sekitar 65 ribu host.

11 Contoh Subnet Mask IP Address Kelas A : /16

12 Analisa Penghitungan Subnetting
Analisa tentang perhitungan subnetting di kelas C akan berkisar di empat masalah : Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host dan Broadcast. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada segmen terakhir subnet mask. Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada segmen terakhir subnet mask.

13 Analisa Penghitungan Subnetting
Blok Subnet = nilai desimal segmen terakhir subnet mask Alamat host dan broadcast yang valid, host pertama adalah satu angka setelah subnet, dan broadcast adalah satu angka sebelum subnet berikutnya.

14 Contoh Penghitungan Subnetting
Misalnya ditentukan sebuah NETWORK ADDRESS : /26. Analisa : berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti ( ). Penghitungan : menentukan jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid

15 Contoh Penghitungan Subnetting
Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada segmen terakhir subnet mask (2 bit “1” disegmen terakhir subnet mask). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada segmen terakhir subnet mask. Jadi jumlah host per subnet adalah = 62 host

16 Contoh Penghitungan Subnetting
Blok Subnet = (nilai desimal segmen terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah = 128, dan =192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192. Alamat host dan broadcast yang valid dapat langsung dibuat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah satu angka setelah subnet, dan broadcast adalah satu angka sebelum subnet berikutnya.

17 Contoh Penghitungan Subnetting
Kesimpulan Hasil Penghitungan : Subnet Host Pertama Host Terakhir Broadcast


Download ppt "Subnetting IP Address."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google