Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Teori (Theory) Sekelompok asumsi yang masuk akal dikemukakan untuk menjelaskan hubungan antara dua fakta atau lebih yang dapat diamati serta menyediakan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Teori (Theory) Sekelompok asumsi yang masuk akal dikemukakan untuk menjelaskan hubungan antara dua fakta atau lebih yang dapat diamati serta menyediakan."— Transcript presentasi:

1 Teori (Theory) Sekelompok asumsi yang masuk akal dikemukakan untuk menjelaskan hubungan antara dua fakta atau lebih yang dapat diamati serta menyediakan dasar yang mantap untuk memperkirakan peristiwa pada masa depan.

2 Memberikan fokus yang mantap untuk memahami apa yang kita alami
Manfaat Teori Memberikan fokus yang mantap untuk memahami apa yang kita alami Mempermudah kita berkomunikasi dengan efisien Membuat kita untuk terus belajar mengenai dunia kita.

3 Terdapat empat aliran pemikiran manajemen
Aliran Manajemen Ilmiah (Scientific Management Theory) Aliran Teori Organisasi Klasik (Classical Organization Theory) Aliran Tingkah Laku (Behavior School) Aliran Ilmu Manajemen ( Management Science School) Semua aliran menyebabkan timbulnya tiga pendekatan, yaitu : Pendekatan Sistem (System Approach) Pendekatan Kontingensi (Contingency Approach) Pendekatan Keterlibatan Dinamik (Dynamic Engagement)

4 ALIRAN MANAJEMEN ILMIAH
Pendekatan manajemen ilmiah dirumuskan oleh F.W. Taylor, Henry Gantt dan Frank & Lilian Gilberth Aliran ini mencoba menerangkan secara ilmiah metode terbaik untuk melaksanakan tugas apapun dan untuk menyeleksi, melatih dan memotivasi pekerja

5 Mendasarkan filosofinya pada empat prinsip dasar
FREDERICK W. TAYLOR Mendasarkan filosofinya pada empat prinsip dasar Perkembangan manajemen ilmiah yang sebenarnya Seleksi ilmiah para pekerja Pendidikan dan pengembangan ilmiah para pekerja Kerjasama bersahabat dan secara pribadi, antara manajemen dan tenaga kerja Hal lain yang dikemukakan oleh Taylor : mendasarkan sistem manajemen pada studi waktu lini produksi (time and motion study) Sistem tarif berbeda ( Differential rate system) Sistem kompensasi yang membayar lebih tinggi kepada pekerja yang lebih efisien.

6 FRANK B & LILIAN M GILBERTH
Mempelajari kelelahan dan gerakan serta memfokuskan pada berbagai cara untuk mendorong kesejahteraan pekerja individual. Gerakan dan kelelahan saling berkaitan, setiap gerakan yang dihilangkan akan mengurangi kelelahan → mencari gerakan paling ekonomis untuk setiap tugas dengan tujuan meningkatkan prestasi dan mengurangi kelelahan

7 HENRY L. GANTT Meninggalkan sistem tarif yang berbeda karena dampaknya pada motivasi kecil. Idenya, pekerja yang berhasil menyelesaikan tugas akan diberi bonus. Supervisor juga akan mendapat bonus untuk setiap pekerja yang mencapai standar → mendorong pekerja untuk bekerja lebih baik. Sebagai pelopor ”Bagan Gantt” (Gantt Chart) yaitu sistem pencatatan jadwal produksi dengan bagan.

8 ALIRAN TEORI ORGANISASI KLASIK
Suatu usaha yang dipelopori oleh Henry Fayol, Max Weber, Mary Parker Follet dan Chester I Bernard untuk mengenali prinsip-prinsip dan keterampilan yang mendasari manajemen yang efektif

9 HENRY FAYOL Menurut Fayol ada 14 Prinsip Manajemen yang harus diterapkan : Pembagian tugas Wewenang Disiplin Kesatuan komando Kesatuan dalam pengarahan Kepentingan individu di bawah kepentingan umum Imbalan Sentralisasi Hierarki Susunan (tertib) Keadilan Stabilisasi staf Inisiatif Semangat korps Fayol tertarik pada total organisasi dan memusatkan pada manajemen. Manajemen adalah suatu keterampilan, sesuatu yang dapat diajarkan kalau prinsip dasarnya dipahami

10

11 Birokrasi (Bureaucracy)
MAX WEBER Mengembangkan sebuah teori mengenai manajemen birokrasi, yang menekankan pada kebutuhan akan hierarki yang ditetapkan dengan ketat untuk mengatur peraturan dan wewenang dengan jelas. Birokrasi (Bureaucracy) Organisasi dengan struktur formal dan struktur hierarkis yang disahkan, juga merujuk pada proses struktur formal di dalam sebuah organisasi.

12 MARY PARKER FOLLET Follet memberikan sumbangan besar dalam bidang manajemen melalui aplikasi praktek ilmu-ilmu sosial dan administrasi perusahaan. Dia percaya bahwa tidak seorangpun menjadi seorang yang utuh kecuali sebagai anggota sebuah kelompok. Dalam kelompok, individu dapat menggabungkan bakat yang berbeda-beda menjadi suatu kekuatan yang lebih besar. Follet juga mengembangkan model pengendalian yang utuh yang memperhitungkan bukan hanya faktor individu dan kelompok tetapi juga faktor eksternal lingkungan organisasi

13 CHESTER I BERNARD Memandang organisasi sebagai sistem kegiatan yang diarahkan pada tujuan Menekankan pentingnya peralatan komunikasi untuk pencapaian tujuan kelompok. Mengemukakan teori zone of indifference / area ecceptance (zona tidak penting atau bidang penerimaan) pada wewenang, dimana bawahan akan menerima perintah yang berada dalam rentang tanggung jawab atau aktivitas yang sudah dikenal.

14 ALIRAN TINGKAH LAKU ( ORGANISASI ADALAH MANUSIA)
Aliran Tingkah Laku muncul karena pendekatan klasik tidak berhasil mencapai produksi efisien dan harmoni di tempat kerja yang memadai. Aliran Tingkah Laku (Behavioral School) : Sekelompok sarjana manajemen yang terlatih dalam bidang sosiologi, psikologi serta bidang-bidang terkait yang menggunakan beraneka ragam pengetahuan mereka untuk memahami dan menjalankan manajemen organissi secara lebih efektif Hubungan Manusia (Human Relation) Bagaimana manajer berinteraksi dengan karyawan yang lain atau karyawan baru

15 HUGO MUNSTERBERG Untuk mencapai peningkatan produktivitas dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu : Penemuan best possible person (mencari pekerja yang baik untuk pekerjaan tertentu) Penciptaan best possible work (mencitakan karya terbaik) Penggunaan best possible effeck untuk memotivasi karyawan (menggunakan pengaruh psikologi untuk memotivasi pegawai)

16 Maslow (Hirarki Kebutuhan)
Aktualisasi diri Kebutuhan Harga Diri Kebutuhan sosial Kebutuhan Keamanan Kebutuhan Fisologis

17 Mc Gregor (teori X dan Y)
Teori X berasumsi bahwa karyawan Teori Y berasumsi bahwa karyawan Tidak suka bekerja Suka bekerja Tidak mempunyai ambisi Mampu mengendalikan diri Tidak Bertanggung jawab Menyukai tanggung jawab Enggan untuk berubah Penuh imajinasi dan kreasi Lebih suka dipimpin dari pada di pimpin Mampu mengarahkan dirinya sendiri

18 ELTON MAYO DAN HAWTHORNE STUDIES
Penelitian Hawthorne dilaksanakan di pabrik Westen Electric Company di Hawthorne dekat Chicago Penelitian mencoba menemukan hubungan antara tingkat penerangan di tempat kerja dan produktivitas pekerja. Ketika penerangan di tingkatkan, produktivitas meningkat, tetapi ketika penerangan di turunkan, ada juga kecenderungan naiknya produktivitas Dalam penelitian ini juga diadakan kenaikan upah dan waktu istirahat dan hasilnya dalam waktu penelitian hasilnya meningkat, tetapi setelah penelitaian prestasinya tetap naik turun tidak beraturan Penelitian dilanjutkan oleh Mayo dan rekan. Hasilnya : Hawthorne Effect (pengaruh Hawthorne) : Kemungkinan bahwa pekerja yang menerima perhatian khusus akan bekerja lebih baik hanya karena mereka menerima perhatian tersebut. Penemuan Mayo lainnya : kelompok kerja informal memberikan pengaruh besar dalam produktivitas. Kemudian, konsep ”mahkluk sosial” dimotivasi oleh kebutuhan sosial, keinginan akan hubungan timbal balik dalam pekerjaan dan lebih responsif terhadap dorongan kelompok kerja pengawasan manajemen.

19 ALIRAN MANAJEMEN MODERN
Pendekatan ini menyatakan bahwa tidak ada satupun teori atau model yang bisa diterapkan secara universal dalam segala situasi atau yang satu meniadakan yang lain. Landasan utamanya adalah The system view dan contingency thingking Aliran Kuantitatif : Ditandai dengan berkembangnya team-team operation research. Mathematical forecasting (digunakan untuk perencanaan) Linear programming (digunakan untuk menghitung bagaimana cara terbaik untuk mengalokasikan sumber daya yang langka dalam berbagai macam penggunaan)

20 PENDEKATAN KONTINGENSI (CONTINENCY APPROACH)
Pendekatan yang menyatakan bahwa tidak ada teknik, prinsip dan konsep universal yang dapat diterapkan dalam seluruh kondisi. Sehingga menurut pendekatan ini, tugas manajer adalah mengidentifikasi teknik, mana yang sesuai pada situasi tertentu untuk membantu pencapaian tujuan manajemen. Pendekatan ini sering disebut Pendekatan Situasional.

21 PENDEKATAN KETERLIBATAN DINAMIK (DYNAMIC ENGAGEMANT)
Cara penuh semangat dari para manager sukses masa kini memusatkan perhatian pada hubungan manusiawi dan dengan cepat menyesuaikan pada kondisi yang berubah sepanjang waktu Keterlibatan dinamik mengandunh enam tema yaitu: Lingkungan organisasi yang baru Etika dan tanggung sosial Globalisasi dan manajemen Mendirikan dan memperbaharui organisasi Budaya dan multibudaya Mutu

22 PENDEKATAN SISTEM (SYSTEM APPROACH)
Pendekatan Sistem memandang organisasi sebagai satu kesatuan, yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan, sehingga pendekatan ini memberikan kemungkinan para manajer untuk melihat organisasi secara keseluruhan dan sebagai bagian dari lingkungan eksternal yang lebih luas. Sistem Terbuka (Open System) Sebuah sistem yang berinteraksi dengan lingkungannya Pendekatan sistem terbuka mempertimbangkan masukan dari lingkungan, tetapi secara fungsional tidak menghubungkannya dengan konsep dan teknik manajemen yang mengarahkan ke pencapaian tujuan Sistem Tertutup (Closed System) Sebuah sistem yang tidak berinteraksi dengan lingkungannya. Pendekatan Sistem Tertutup lebih memusatkan pada hubungan dan konsistensi internal.

23 Arus dan umpan balik dalam sistem terbuka
Gambar 2.1. Arus dan umpan balik dalam sistem terbuka LINGKUNGAN EKSTERNAL INPUT : Manusia Modal Lahan Mesin Bangunan Teknologi Informasi TRANSFORMASI ATAU PROSES PERUBAHAN OUTPUT Barang Jasa Lain-lain UMPAN BALIK


Download ppt "Teori (Theory) Sekelompok asumsi yang masuk akal dikemukakan untuk menjelaskan hubungan antara dua fakta atau lebih yang dapat diamati serta menyediakan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google