Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Etika Profesi IT.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Etika Profesi IT."— Transcript presentasi:

1 Etika Profesi IT

2 SILABUS ETIKA PROFESI IT
1. TINJAUAN UMUM ETIKA - ETIKA KOMPUTER: SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA 2. PEKERJAAN, PROFESI DAN PROFESIONAL 3. PROFESI DIBIDANG TEKNOLOGI INFORMASI - ORGANISASI PROFESI - KODE ETIK PROFESI 4. STANDAR TEKNIK DAN MANAJEMEN 5. UTS 6. CYBER ETHICS: ETIKA MENGGUNAKAN INTERNET - ETIKA BISNIS DALAM ISLAM 7. CYBER CRIME : MODUS, PENYEBAB DAN PENANGGULANGANNYA 8. UNDANG - UNDANG INFORMASI dan TRANSAKSI ELEKTRONIK 9. UAS

3 Nilai Akhir Nilai UAS : 40% Nilai UTS : 30% Tugas, Quiz: 20%
Kehadiran : 10%

4 TATA TERTIB PERKULIAHAN:
Tertib dalam pengumpulan tugas (tepat waktu) Sanksi : nilai dikurangi (10% - per hari) Kehadiran minimum 75% agar bisa mengikuti UAS; Tidak diperbolehkan memakai sandal. Berpakaian yang rapi dan sopan.

5 BAB I Tinjauan Umum Etika

6 Pengertian Etika Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, etika adalah:
Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral. Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat.

7 Pengertian Etika (2) Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani “ethos” yang berarti adat istiadat/kebiasaan yang baik. Perkembangan etika  studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya.

8 Moral Sony Keraf (1991): moralitas adalah sistem tentang bagaimana kita harus hidup dengan baik sebagai manusia. Frans Magnis Suseno (1987): etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. Moralitas menekankan, “inilah cara anda melakukan sesuatu” Etika lebih kepada, “mengapa untuk melakukan sesuatu itu harus menggunakan cara tersebut?

9 Etika & Moral Secara etimologi, etika dapat disamakan dengan Moral. Moral berasal dari bahasa latin “mos” yang berarti adat kebiasaan. Moral lebih kepada rasa dan karsa manusia dalam melakukan segala hal di kehidupannya. Jadi Moral lebih kepada dorongan untuk mentaati etika.

10 Faktor yang mempengaruhi pelanggaran Etika
Kebutuhan Individu Korupsialasan ekonomi Tidak ada pedoman Area “abu-abu”, sehingga tak ada panduan

11 Faktor yang mempengaruhi pelanggaran Etika (2)
Perilaku dan kebiasaan individu Kebiasaan yang terakumulasi tak dikoreksi Lingkungan tidak etis Pengaruh dari komunitas Perilaku orang yang ditiru Efek primordialisme yang kebablasan

12 Sanksi Pelanggaran Etika
Sanksi Sosial Skala relatif kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat “dimaafkan”. Sanksi Hukum Skala besar, merugikan hak pihak lain. Hukum Pidana menempati prioritas utama, diikuti oleh hukum Perdata.

13 Etika & Teknologi Teknologi adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia untuk memudahkan pekerjaannya. Kehadiran teknologi membuat manusia “kehilangan” beberapa sense of human yang alami. (otomatiasi mesinrefleks/ kewaspadaan melambat)

14 Etika & Teknologi (2) Cara orang berkomunikasi, by or by surat, membawa perubahan signifikan, dalam sapaan/tutur kata Orang berzakat dengan SMS, implikasi pada silaturahmi yang “tertunda” Emosi (“touch”) yang semakin tumpul karena jarak dan waktu semakin bias dalam Teknologi Inf.

15 Quiz Berikan contoh perubahan proses bisnis/sosial - akibat teknologi- yang “melunturkan” nilai etika tradisional. Untuk tiap contoh, sebutkan teknologinya-model kerjanya-nilai etika tradisional yang hilang. Maksimal 2 5 poin menambah UTS 

16 Etika Komputer: Sejarah dan Perkembangannya
BAB II Etika Komputer: Sejarah dan Perkembangannya

17 Sejarah Etika Komputer
Era an Diawali dengan penelitian Norbert Wiener (Prof dari MIT) tentang komputasi pada meriam yang mampu menembak jatuh pesawat yang melintas di atasnya (PD II). Ramalannya tentang komputasi modern yang pada dasarnya sama dengan sistem jaringan syaraf yang bisa melahirkan kebaikan sekaligus malapetaka.

18 Sejarah Etika Komputer (2)
Era 1960-an Ungkapan Donn Parker: “that when people entered the computer center, they left their ethics at the door” Dalam contoh kasus pemrosesan data, spesialis komputer bisa mengetahui data apa saja secara cepat.

19 Sejarah Etika Komputer (3)
Era 1980-an Kemunculan kejahatan komputer (virus, unautorizhed login, etc) Studi berkembang menjadi suatu diskusi serius tentang masalah etika komputer. Lahirlah buku “Computer Ethics” (Johnson,1985)

20 Sejarah Etika Komputer (4)
Era 1990-an sampai sekarang Implikasi pada bisnis yang semakin meluas akibat dari kejahatan komputer, membuat lahirnya forum- forum yang peduli pada masalah tersebut. (ETHICOMP by Simon Rogerson, CEPE by Jeroe van Hoven etc)

21 Isu-isu Pokok Etika Komputer
Kejahatan Komputer Kejahatan yang dilakukan dengan komputer sebagai basis teknologinya Virus, spam, penyadapan, carding, Denial of Services (DoS)/melumpuhkan target Cyber ethics Implikasi dari INTERNET (Interconection Networking), memungkinkan pengguna IT semakin meluas, tak terpetakan, tak teridentifikasi dalam dunia anonymouse. Diperlukan adanya aturan tak tertulis  Netiket, Emoticon

22 Isu-isu Pokok Etika Komputer (2)
E-commerce Otomatiasi bisnis dengan internet dan layanannya, mengubah bisnis proses yang telah ada dari transaksi konvensional kepada yang berbasis teknologi, melahirkan implikasi negatif; bermacam kejahatan, penipuan, kerugian karena ke- anonymouse-an tadi.

23 Isu-isu Pokok Etika Komputer (3)
Pelanggaran HAKI Masalah pengakuan hak atas kekayaan intelektual. Pembajakan, cracking, illegal software dst. Tanggungjawab profesi Sebagai bentuk tanggungjawab moral, perlu diciptakan ruang bagi komunitas yang akan saling menghormati. Misalnya IPKIN (Ikatan Profesi Komputer & Informatika-1974)

24 Quiz Berikan contoh etiket atau pelanggaran berinternet yang anda ketahui dalam: a. berkirim surat melalui b. berbicara dalam chatting Jelaskan berbagai macam kegiatan apa saja yang bisa dilakukan pada dua kegiatan di atas!

25 Pekerjaan, Profesi dan Profesional
BAB III Pekerjaan, Profesi dan Profesional

26

27 Manusia dan kebutuhannya
Abdulkadir Muhammad (2001) mengklasifikasikan kebutuhan manusia sebagai berikut: a. kebutuhan ekonomi (material) b. kebutuhan psikis (non-materi) c. kebutuhan biologis (proses regenerasi) d. kebutuhan pekerjaan (kebutuhan akan status dan derajat)

28 Pekerjaan & Profesi Thomas Aquinas seperti dikutip Sumaryono (1995) mengatakan bahwa wujud kerja memiliki tujuan: a. pemenuhan kebutuhan hidup b. mengurangi tingkat pengangguran/kriminalitas c. melayani sesama

29 Pekerjaan & Profesi (2) Profesi merupakan bagian dari pekerjaan, namun tidak setiap pekerjaan adalah profesi. Seorang petugas staf administrasi bisa berasal dari berbagai latar ilmu, namun tidak demikian halnya dengan Akuntan, Pengacara, Dokter yang membutuhkan pendidikan khusus.

30 Pekerjaan & Profesi (3) Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan keterampilan dan keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaan- pekerjaan sebelumnya. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan ilmu pengetahuan & teknologi.

31 Profesi & Profesional “Bekerjalah dengan cinta… Jika engkau tidak dapat bekerja dengan cinta, lebih baik engkau meningalkannya… Dan mengambil tempat di depan pintu gerbang candi-candi, meminta sedekah kepada mereka yang bekerja dengan penuh suka dan cita” (Kahlil Gibran)

32 Profesi & Profesional (2)
Seorang pelaku profesi harus memiliki sifat-sifat berikut: a. Menguasai ilmu secara mendalam di bidangnya b. Mampu mengkonversi ilmu menjadi keterampilan c. Menjunjung tinggi etika dan integritas profesi

33 Profesi & Profesional (3)
Profesional adalah orang yang menjalankan profesinya secara benar menurut nilai-nilai normal. Untuk menjadi seorang yang profesional, diperlukan: komitmen, tanggungjawab, kejujuran, sistematik berpikir,penguasaan materi, menjadi bagian masyarakat profesional.

34 Pekerjaan – Profesi – Profesional – Kode etik
- Kodrat manusia untuk bertahan hidup di dunia - Suatu aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Profesi: Bagian dari pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan adalah profesi Pekerjaan Profesi

35 PROFESIONAL: – Menguasai ilmu secara mendalam dalam bidangnya – Mampu mengkonversikan ilmunya menjadi ketrampilan – Selalu menjunjung tinggi etika dan integritas profesi – Memiliki sikap: komitmen tinggi, jujur, tanggungjawab, berpikir sistematis, menguasai materi

36 PROFESIONALISME Nilai-nilai profesional harus menjadi bagian dan telah menjiwai seseorang yang sedang mengemban sebuah profesi

37 Biasanya pada setiap profesi, terutama pada profesi yg berkaitan dg hajat hidup orang banyak, terdapat suatu aturan yg disebut ‘Kode Etik’ Kode etik ; yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.

38 TUJUAN KODE ETIK PROFESI :
1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi. 2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota. 3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi. 4. Untuk meningkatkan mutu profesi. 5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. 6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. 7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. 8. Menentukan baku standarnya sendiri.

39 Dengan berpegang pada Model Taxonomy Bloom, kompetensi dipetakan terhadap 5 Bidang Studi Informatika dan Komputer dan Jenjang Pendidikan. D1 D2 D3 D4 S1 S2 S3

40 Contoh sasaran kompetensi lulusan bidang studi Sistem Komputer.
Kognitif Afektif Psiko-Motorik D1 (Diploma 1) Mengetahui cara sebuah komputer bekerja. Mempunyai keinginan untuk menyebarkan ilmu yang dimiliki ke orang lain. Mampu mengoperasikan komputer dan menjalankan aplikasi sederhana. D2 (Diploma 2) Memiliki pengetahuan mengenai cara kerja sebuah jejaring komputer (LAN). Memiliki sejumlah cara atau pendekatan kreatif dalam memahami cara jaringan komputer bekerja. Mampu mengoperasikan komputer dalam lingkungan jaringan melalui pemanfaatan sistem operasi. D3 (Diploma 3) Memiliki pemahaman yang cukup untuk mendesain sebuah jaringan komputer. Memiliki hasrat yang kuat untuk memperbaiki sejumlah kekurangan pada sebuah jaringan komputer. Sanggup mengeset dan menginstalasi sebuah jejaring komputer sederahana (LAN). D4 (Diploma 4) Mengetahui cara jaringan komputer bekerja dan sanggup mendesain sebuah jaringan dengan kinerja yang prima. Mempunyai kecakapan dalam memimpin tim kecil untuk mendesain jaringan komputer yang handal. Dapat menginstalasi jaringan komputer sekaligus mengukur tingkat kinerjanya secara kuantitatif. S1 (Sarjana) Memiliki pengetahuan yang memadai terkait dengan cara kerja sistem komputer dan mampu merancang dan mengembangkan berbagai produk piranti berbasis digital. Mempunyai kemampuan mendefinisikan kebutuhan pengguna atau pasar terhadap produk teknologi baru yang belum tercipta. Sanggup merancang komponen digital dengan menggunakan aplikasi CAD/CAM. S2 (Magister) Mampu mendesain komponen piranti keras digital yang direpresentasikan dalam sebuah diagram teknis yang telah layak uji. Memiliki kemampuan bernegosiasi dengan berbagai pihak external (vendors) untuk membentuk tim gabungan pengembangan produk. Dapat melakukan komparasi tingkat kinerja antar piranti keras dengan menggunakan berbagai jenis perangkat simulasi. S3 (Doktor) Mempunyai kemampuan dalam mengembangkan arsitektur sistem piranti keras terintegrasi yang dapat dikembangkan menjadi sebuah produk bernilai ekonomis tinggi. Memiliki kecakapan dalam memimpin tim riset dan proyek pengembangan piranti keras digital untuk diproduksi secara masal. Mampu menciptakan prototip piranti keras digital yang dapat berfungsi sesuai dengan fitur yang ditargetkan.

41 Contoh sasaran kompetensi lulusan bidang studi Ilmu Komputer.
Kognitif Afektif Psiko-Motorik D1 (Diploma 1) Mengetahui cara membuat algoritma yang dinyatakan dalam flowchart sederhana untuk berhitung. Memiliki kreativitas untuk belajar secara mandiri pengembangan ilmu membuat algoritma. Mampu menggunakan program komputer pembuatan flowchart. D2 (Diploma 2) Memiliki pengetahuan mengenai cara membuat algoritma komputasi untuk memanipulasi data. Memiliki sejumlah cara atau pendekatan kreatif dalam memahami cara sebuah algoritma bekerja. Mampu mensimulasikan kerja sebuah algoritma komputasi yang dikembangkan. D3 (Diploma 3) Memiliki pemahaman yang cukup untuk mendesain sebuah algoritma yang efektif dan efisien untuk diubah menjadi program. Memiliki hasrat yang kuat untuk memperbaiki sejumlah kekurangan pada algoritma komputasi sebuah modul program. Sanggup mengukur tingkat kualitas sebuah algoritma dengan menggunakan perangkat lunak pendukung. D4 (Diploma 4) Mengetahui cara membuat algoritma untuk menjalankan sejumlah komponen komputasi di dalam sistem komputer atau jaringan. Mempunyai kecakapan dalam memimpin tim kecil untuk mendesain bersama algoritma komputasi yang handal. Dapat membandingkan kinerja sejumlah algoritma dengan menggunakan tool aplikasi pendukung. S1 (Sarjana) Memiliki pengetahuan yang memadai terkait dengan cara kerja sistem komputer dan mampu merancang dan mengembangkan berbagai algoritma dasar untuk memecahkan masalah. Mempunyai kemampuan mendefinisikan kebutuhan pengguna atau pasar terhadap kinerja sebuah algoritma. Sanggup mengembangkan algoritma yang telah berhasil disimulasikan secara sukses tanpa kesalahan pada aplikasi pendukung. S2 (Magister) Mampu mendesain sebuah algoritma dengan kualitas dan kompleksitas tertentu seperti yang telah dipersyaratkan oleh definisi kebutuhan. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan para peneliti lain untuk mengembangkan algoritma bersama. Dapat menggunakan sejumlah tool aplikasi pengembang dan pembanding algoritma kompleks. S3 (Doktor) Mempunyai kemampuan dalam mengembangkan algoritma komputasi baru dengan kinerja yang melampaui algoritma sejenis yang pernah ada. Memiliki kecakapan dalam memimpin tim riset dan proyek pengembangan algoritma komputasi yang tergolong kompleks. Mampu menciptakan prototip program berbasis algoritma komputasi yang dikembangkan dengan menggunakan software tool khusus.

42 Contoh sasaran kompetensi lulusan bidang studi Sistem Informasi.
Kognitif Afektif Psiko-Motorik D1 (Diploma 1) Mengetahui cara sebuah sistem informasi bekerja. Memiliki keinginan untuk membangun sistem informasi di lingkungannya. Mampu mendefinisikan kebutuhan organisasi akan sistem informasi dengan menggunakan formulir baku. D2 (Diploma 2) Memiliki pengetahuan mengenai cara berbagai komponen dalam sebuah lingkungan sistem informasi. Memiliki sejumlah cara atau pendekatan kreatif dalam memahami cara sebuah sistem informasi bekerja. Mampu merancang sistem informasi sederhana dengan menggunakan instrumen permodelan. D3 (Diploma 3) Memiliki pemahaman yang cukup untuk mendesain sebuah sistem informasi sederhana. Memiliki hasrat yang kuat untuk memperbaiki sejumlah kekurangan pada sebuah sistem informasi. Sanggup menganalisa kebutuhan dan merancang sistem informasi dengan tool metodologi sederhana. D4 (Diploma 4) Mengetahui cara membangun dan mengelola sistem informasi perusahaan atau organisasi. Mempunyai kecakapan dalam memimpin tim kecil untuk mendesain sistem informasi organisasi yang handal. Dapat mengembangkan cetak biru sistem informasi dengan menggunakan software aplikasi terkait. S1 (Sarjana) Memiliki pengetahuan yang memadai terkait dengan cara membangun sistem informasi berdasarkan metodologi baku yang diterapkan secara internasional. Mempunyai kemampuan komunikasi dalam mendefinisikan kebutuhan organisasi akan sistem informasi secara detail dan menyeluruh. Mampu membuat desain secara holistik sebuah arsitektur sistem informasi korporasi dengan menggunakan standar internasional. S2 (Magister) Mampu menguji kehandalan sebuah sistem informasi dan memberikan rekomendasi perbaikan yang perlu dilaksanakan. Memiliki memimpin sebuah tim kerja guna membangun sistem informasi organisasi yang cukup kompleks. Dapat melakukan kajian komparatif dan kuantitatif terhadap kinerja sejumlah sistem inforamsi dengan menggunakan aplikasi komputer. S3 (Doktor) Mempunyai kemampuan dalam membangun sebuah sistem informasi berskala besar dan kompleks dan menggambarkan hubungan keterkaitan antar komponennya secara holistik dan sistemik. Memiliki kecakapan dalam memimpin tim riset dan proyek pengembangan sistem informasi berskala besar dengan tingkat kompleksitas cukup tinggi. Mampu menciptakan prototip model sistem informasi dengan kinerja handal yang dapat disimulasikan pada sistem komputer dengan menggunakan program aplikasi permodelan sistem.

43 Contoh sasaran kompetensi lulusan bidang studi Rekayasa Perangkat Lunak.
Kognitif Afektif Psiko-Motorik D1 (Diploma 1) Mengetahui cara membuat program sederhana. Mencoba untuk mengembangkan berbagai program secara mandiri. Mampu menjalankan program yang dibuat dalam lingkungan komputer. D2 (Diploma 2) Memiliki pengetahuan mengenai cara kerja sebuah program yang terdiri dari sejumlah modul atau objek. Memiliki sejumlah cara atau pendekatan kreatif dalam membuat program aplikasi. Mampu melakukan test integrasi antar modul yang dibuat dalam sebuah lingkungan terkendali. D3 (Diploma 3) Memiliki pemahaman yang cukup untuk mendesain sebuah program terintegrasi. Memiliki hasrat yang kuat untuk memperbaiki sejumlah kekurangan pada sejumlah modul pada program tertentu. Sanggup membenarkan dan memperbaiki kesalahan (error) yang ditemukan pada program. D4 (Diploma 4) Mengetahui cara mengembangkan sebuah perangkat lunak aplikasi yang di dalamnya terdapat sejumlah program yang saling terkait satu dengan lainnya. Mempunyai kecakapan dalam memimpin tim kecil untuk mengembangkan program yang handal. Dapat melakukan uji coba secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak. S1 (Sarjana) Memiliki pengetahuan yang memadai terkait dengan metodologi baku dalam membangun perangkat lunak berkualtias. Mempunyai kemampuan mendefinisikan kebutuhan pengguna secara detail. Sanggup mengembangkan perangkat lunak dengan menggunakan berbagai bahasa pemrograman berbasis objek. S2 (Magister) Mampu menilai dan mengukur kualitas sebuah piranti lunak (audit) untuk kemudian merekomendasikan perbaikannya. Memiliki kemampuan memimpin tim pengembangan perangkat lunak terintegrasi. Dapat melakukan komparasi kualitas antar perangkat lunak dengan menggunakan benchmarking tool. S3 (Doktor) Memiliki kemampuan untuk mengukur tingkat kompleksitas sebuah piranti lunak dan memperbaiki kinerjanya secara signifikan dengan berabgai usulan perubahan yang bersifat sistemik. Memiliki kecakapan dalam memimpin tim riset dan proyek pengembangan aplikasi perangkat lunak bersakala besar yang kompleks. Mampu menciptakan prototip perangkat lunak terintegrasi untuk mengatasi masalah yang terhitung kompleks.

44 Contoh sasaran kompetensi lulusan bidang studi Teknologi Informasi.
Kognitif Afektif Psiko-Motorik D1 (Diploma 1) Mengetahui cara sebuah sistem teknologi bekerja. Mempunyai keinginan untuk mempelajari berbagai teknologi informasi yang ada di sekitar. Mampu mengoperasikan piranti teknologi dan menjalankan aplikasi sederhana yang ada di dalamnya. D2 (Diploma 2) Memiliki pengetahuan mengenai cara kerja sebuah sistem teknologi informasi yang ada di organisasi semacam perusahaan. Memiliki sejumlah cara atau pendekatan kreatif dalam memahami cara sebuah sistem teknologi bekerja. Mampu mengoperasikan piranti teknologi digital dalam lingkungan jaringan. D3 (Diploma 3) Memiliki pemahaman yang cukup untuk mendesain dan menentukan teknologi informasi yang sesuai dengan kebutuhan. Memiliki hasrat yang kuat untuk memperbaiki sejumlah kekurangan pada sebuah piranti teknologi. Sanggup mengeset dan menginstalasi berbagai teknologi digital yang dibutuhkan organisasi atau perusahaan. D4 (Diploma 4) Mengetahui cara kerja sebuah teknologi informasi dalam tatanan aristektur yang holistik dan sistemik. Mempunyai kecakapan dalam memimpin tim kecil untuk mendesain teknologi informasi yang dibutuhkan. Dapat menginstalasi beragam sistem teknologi informasi sekaligus mengukur tingkat kinerjanya secara kuantitatif. S1 (Sarjana) Memiliki pengetahuan yang memadai terkait dengan arsitektur sistem teknologi informasi beserta komponoen-komponen dan hubungan keterkaitan di antaranya. Mempunyai kemampuan mendefinisikan kebutuhan pengguna atau pasar terhadap produk teknologi baru yang dibutuhkan. Sanggup merancang cetak biru pengembangan teknologi informasi yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan. S2 (Magister) Mampu memberikan sejumlah skenario rekomendasi terhadap kebutuhan akan teknologi informasi berdasarkan analisa cost-benefit. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan para vendors pencipta teknologi informasi untuk keperluan berbagai ilmu termutakhir. Dapat mengembangkan perencanaan pengembangan teknologi informasi dengan menggunakan metodologi baku standar interansional. S3 (Doktor) Mempunyai kemampuan dalam mengembangkan arsitektur teknologi informasi secara terpadu dan holistik yang mampu memberikan manfaat signifikan bagi siapa saja yang mengadopsinya. Memiliki kecakapan dalam memimpin tim riset dan proyek pengembangan perangkat teknologi informasi yang belum ada di pasaran. Mampu menciptakan prototip teknologi informasi baru dengan menggunakan piranti aplikasi CAD/CAM.

45 Quiz Jelaskan bagaimana bentuk profesionalisme dalam profesi seperti: polisi, hakim, dokter, programmer, data entri operator, database administrator dan sebagainya. Pilihlah satu profesi bidang IT dan satu profesi bidang non-IT, maksimal nilai diberikan: 5 poin.

46 PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
BAB 4 PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI

47 Sebelum kita melihat lebih jauh tentang profesi di bidang teknologi informasi, pertanyaan pertama yang harus dijawab adalah apakah pekerjaan di bidang teknologi informasi tersebut dapat dikatakan sebagai suatu profesi ?

48 4.1 Gambaran Umum Pekerjaan di Bidang Teknologi Informasi
Secara umum, pekerjaan di bidang teknologi informasi setidaknya terbagi dalam 4 kelompok sesuai bidangnya. Kelompok pertama, adalah mereka yang bergelut di dunia perangkat lunak (software), baik mereka yang merancang sistem operasi, database maupun sistem aplikasi.

49 Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan- pekerjaan seperti : Sistem analis, merupakan orang yang bertugas menganalisa sistem yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa sistem yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain sistem yang akan dikembangkan.

50 Programer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan sistem analis, yaitu membuat program (baik aplikasi maupun sistem operasi) sesuai sistem yang dianalisa sebelumnya

51 Web designer, merupakan orang yang melakukan kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web. Web Programmer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer, yaitu membuat program berbasis web sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya. dan lain-lain

52 Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan- pekerjaan seperti:
Kelompok kedua, adalah mereka yang bergelut di bidang perangkat keras (hardware). Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan- pekerjaan seperti: Technical engineer, sering juga disebut teknisi, yaitu orang yang berkecimpung dalam bidang teknik, baik mengenai pemeliharaan maupun perbaikan perangkat sistem komputer

53 Networking Engineer, adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan komputer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya dan lain-lain

54 Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan- pekerjaan seperti :
Kelompok ketiga, adalah mereka yang berkecimpung dalam operasional sistem informasi. Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan- pekerjaan seperti : EDP Operator, adalah orang yang bertugas mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan electronic data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.

55 System Administrator, merupakan orang yang bertugas melakukan administrasi terhadap sistem, melakukan pemeliharaan sistem, memiliki kewenangan mengatur hak akses terhadap sistem, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah sistem MIS Director, merupakan orang yang memiliki wewenang paling tinggi terhadap sebuah sistem informasi, melakukan manajemen terhadap sistem tersebut secara keseluruhan baik perangkat keras, perangkat lunak maupun sumber daya manusianya.

56 4.2 Profesi di Bidang TI Sebagai Profesi
Untuk mengatakan apakah suatu pekerjaan termasuk profesi atau bukan, kriteria pekerjaan tersebut harus diuji. Sebagai contoh, pekerjaan sebagai staf operator komputer (sekedar mengoperasikan), tidak masuk dalam golongan profesi jika untuk bekerja sebagai staf operator tersebut tidak membutuhkan latar belakang pendidikan, pengetahuan dan pengalaman tertentu.

57 Adapun seorang software engineer dapat dikatakan sebagai sebuah profesi karena seseorang yang bekerja sebagai software engineer haruslah berpengetahuan dan memiliki pengalaman kerja di bidangnya.

58 Julius Hermawan (2003), mencatat dua karakteristik yang dimiliki oleh software engineer sehingga pekerjaan tersebut layak disebut sebuah profesi, yaitu: Kompetensi Kompetensi yang dimaksud yaitu sifat yang selalu menuntut profesional software engineer untuk memperdalam dan memperbaharui pengetahuan dan ketrampilannya sesuai tuntutan profesinya.

59 Tanggung jawab pribadi
Yang dimaksud yaitu kesadaran untuk membebankan hasil pekerjaannya sebagai tanggung jawab pribadi. Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara baik dan benar, seorang software engineer perlu terus mengembangkan bidang ilmu dalam pengembangan perangkat lunak, seperti :

60 Bidang ilmu metodologi pengembangan perangkat lunak
Manajemen sumber daya Mengelola kelompok kerja Komunikasi

61 4.3 Pekerjaan di Bidang TI Standar Pemerintah
Mengingat pentingnya teknologi informasi bagi pembangunan bangsa maka pemerintah pun merasa perlu membuat standardisasi pekerjaan di bidang teknologi informasi bagi pegawainya. Institusi pemerintah telah mulai melakukan klasifikasi pekerjaan dalam bidang teknologi informasi sejak tahun 1992.

62 Klasifikasi pekerjaan ini mungkin masih belum dapat mengakomodasi klasifikasi pekerjaan pada teknologi informasi secara umum. Terlebih lagi, deskripsi pekerjaan setiap klasifikasi pekerjaan masih kurang jelas dalam membedakan setiap sel pekerjaan. Pegawai Negeri Sipil yang bekerja dibidang teknologi informasi, disebut pranata komputer. Beberapa penjelasan tentang pranata komputer sebagai berikut:

63 Pengangkatan Pejabat Pranata Komputer
Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Pranata Komputer ditetapkan oleh Menteri, Jaksa Agung, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara. Pimpinan Lembaga Pemerintah Nondepartemen dan Gubernur Kepala Daerah Tingkat 1.

64 Syarat-Syarat Jabatan Pranata Komputer
Bekerja pada satuan organisasi instansi pemerintah dan bertugas pokok membuat, memelihara dan mengembangkan dan mengambangkan sistem dan atau program pengolahan dengan komputer. Berijazah serendah-rendahnya Sarjana Muda/D3 atau yang sederajat Memiliki pendidikan dan atau latihan dalam bidang komputer dan pengalaman melakukan kegiatan di bidang komputer

65 Memiliki pengetahuan dan atau pengalaman dalam bidang tertentu yang berhubungan dengan bidang komputer Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan sekurang-kurangnya bernilai baik

66 Jabatan Pranata Komputer
Jenjang dan Pangkat Pranata Komputer NO Jabatan Pranata Komputer Pangkat Gol/ Ruang 1 Asisten Pranata Komputer Madya Pengatur Muda Tingkat I II/b 2 Asisten Pranata Komputer Pengatur II/c 3 Ajun Pranata Komputer Muda Pengatur Tingkat I II/d 4 Ajun Pranata Komputer Madya Penata Muda III/a 5 Ajun Pranata Komputer Penata Muda Tingkat I III/b 6 Ahli Pranata Komputer Pratama Penata III/c 7 Ahli Pranata Komputer Muda Penata Tingkat I III/d 8 Ahli Pranata Komputer Madya Pembina IV/a 9 Ahli Pranata Komputer Utama Pratama Pembina Tingkat I IV/b 10 Ahli Pranata Komputer Utama Muda Pembina Utama Muda IV/c 11 Ahli Pranata Komputer Utama Madya Pembina Utama IV/d

67 Pembebasan sementara Pranata Komputer
Untuk tetap berada pada jalur profesionalitasnya, pemerintah juga menetapkan bahwa Pranata Komputer harus dapat mengumpulkan angka kredit minimal. Angka kredit minimal yang harus dikumpulkan adalah : Asisten Pranata Komputer Madya sebanyak 20 angka kredit Asisten Pranata Komputer sebanyak 20 angka kredit

68 3. Ajun Pranata Komputer Muda sebanyak 20 angka kredit
Ajun Pranata Komputer Madya sebanyak 50 angka kredit Ajun Pranata Komputer sebanyak 50 angka kredit Ahli Pranata Komputer Pratama sebanyak 100 angka kredit

69 7. Ahli Pranata Komputer Muda sebanyak 100 angka kredit 8
7. Ahli Pranata Komputer Muda sebanyak 100 angka kredit 8. Ahli Pranata Komputer Madya sebanyak 150 angka kredit 9. Ahli Pranata Komputer Utama Pratama sebanyak 150 angka kredit 10. Ahli Pranata Komputer Utama Muda sebanyak 150 angka kredit

70 Pemberhentian dari Jabatan Pranata Komputer
Pejabat Pranata Komputer diberhentikan dari jabatannya, apabila Pejabat Pranata Komputer yang telah dibebaskan sementara dari jabatannya tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang dipersyaratkan dalam waktu 3 tahun setelah pembebasan sementara.

71 Selain itu, Pejabat Pranata Komputer juga dapat diberhentikan dari jabatannya, apabila Pejabat Pranata Komputer dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil berdasarkan peraturan Pemerintah No.30 tahun 1980 dengan tingkat hukuman disiplin berat yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

72 4.4 Standarisasi Profesi TI menurut SRIG-PS SEARCC
Adalagi jenis pengelompokan lain untuk pekerja di kalangan teknologi informasi. Yang sering digunakan adalah pengklasifikasian standarisasi profesi di bidang teknologi informasi menurut SRIG-PS SEARCC. SEARCC (South East Asia Regional Computer Confideration) merupakan suatu forum atau badan yang beranggotakan himpunan profesional IT (Information Technology-Teknologi Informasi) yang terdiri dari 13 negara. SEARCC dibentuk pada Februari 1978, di Singapura oleh 6 ikatan komputer dari negara-negara tetangga seperti Hongkong, Indonesia, Malaysia, Filiphina, Singapura dan Thailand.

73 Indonesia sebagai anggota SEARCC telah aktif turut serta dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh SEARCC. Salah satunya adalah SRIG-PS (Special Regional Interest Group on Professional Standarisation) yang mencoba merumuskan standarisasi pekerjaan dalam dunia teknologi informasi. Model SEARCC untuk pembagian job dalam lingkungan TI merupakan model 2 dimensi yang mempertimbangkan jenis pekerjaan dan tingkat keahlian ataupun tingkat pengetahuan yang dibutuhkan.

74 Beberapa kriteria menjadi pertimbangan dalam mengembangkan klasifikasi job ini, yaitu:
Cross Country, cross-enterprise applicability Ini berarti bahwa job yang diidentifikasi tersebut harus relevan dengan kondisi region dan setiap negara pada region tersebut, serta memiliki kesamaan pemahaman atas setiap fungsi pekerjaan.

75 Function Oriented bukan tittle oriented
Klasifikasi pekerjaan berorientasi pada fungsi, yang berarti bahwa gelar atau titel yang diberikan dapat saja berbeda, tapi yang penting fungsi yang diberikan pada pekerjaan tersebut sama. Gelar atau titel dapat berbeda pada negara yang berbeda.

76 Testable/certificable
Klasifikasi pekerjaan harus bersifat testable, yaitu bahwa fungsi yang didefinisikan dapat diukur/diuji. Applicable fungsi yang didefinisikan harus dapat diterakan pada mayoritas Profesional TI pada region masing-masing.

77 Gambar 4.1 Model Klasifikasi yang direkomendasikan
Profesi TI Pendidikan dan Pelatihan System Development Specialist Support Instruktur dari Pendidikan TI Non Gelar Programmer Project Manager Analyst Specialist pada bidang tertentu Gambar 4.1 Model Klasifikasi yang direkomendasikan (sumber

78 Supervised (terbimbing)
Setiap jenis pekerjaan dari skema di atas masing – masing memiliki 3 tingkatan, yaitu: Supervised (terbimbing) Tingkatan awal dengan 0-2 tahun pengalaman, membutukan pengawasan dan petunjuk dalam pelaksanaan tugasnya. 2.Moderately supervised (madya) Tugas kecil dapat dikerjakan oleh mereka, tetapi tetap membutuhkan bimbingan untuk tugas yang lebih besar, 3-5 tahun pengalaman. 3.Independent/Managing (mandiri) Memulai tugas, tidak membutuhkan bimbingan dalam pelaksanaan tugas.


Download ppt "Etika Profesi IT."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google