Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Review Aset.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Review Aset."— Transcript presentasi:

1 Review Aset

2 Agenda 1 Kas Piutang 2 3 Persediaan Aset Tetap 2

3 Kas

4 Kontrol terhadap Kas Banyak perusahaan membutuhkan beberapa akun kas untuk mencatat kategori dan dana kas yang berbeda. Kebanyakan perusahaan mempunyai berbagai akun bank. Nama untuk setiap akun bank seharusnya: Kas di Bank—(Nama Bank). Kontrol pencegahan melindungi kas dari pencurian dan penyalahgunaan. Kontrol deteksi dirancang untuk mendeteksi pencurian dan penyalahgunaan kas sekaligus dapat pula mencegahnya.

5 Sumber Penerimaan Kas pada Bisnis Ritel
Catatan register Penerimaan Kas DEPARTEMEN KASIR DEPARTEMEN AKUNTANSI Penerimaan Surat Tiket Deposit 1 Bukti pelunasan (Remittance advices) Bank Penerimaan Deposit

6 Mengkontrol Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai
Kas Berlebih dan Kurang 8 00 Penjualan Mencatat penjualan tunai dan kas di tangan (aktual). Total penjualan tunai 19 Maret sebesar $3, pada pita mesin cash register. Ternyata kas yang diterima hanya $3, di tangan.

7 Mengkontrol Penerimaan Kas
Pegawai yang membuka surat pertama kali membandingkan jumlah kas yang diterima dengan jumlah yang tertera pada bukti pelunasan (remittance advice). Kemudian pegawai tersebut mencap cek dan poswesel “Hanya Untuk Disetor” dalam akun bank perusahaan. Semua kas dikirim ke Departemen Kasir dimana cek dan poswesel digabung dengan penerimaan dari penjualan tunai dan sebuah tiket deposit bank disiapkan. Bukti pelunasan beserta ikhtisar totalnya dikirim ke Departemen Akuntansi dimana pegawai mencatat transaksi penerimaan dan mempostingnya pada akun pelanggan. Salinan duplikat tiket deposit yang dicap dikembalikan ke Departemen Akuntansi dimana pegawai membandingkan penerimaan dengan jumlah total yang seharusnya disetor.

8 Kontrol Internal untuk Pembayaran Kas
1. Kontrol kas harus menjamin bahwa pembayaran dilakukan hanya untuk transaksi yang disetujui (authorized). 2. Kontrol kas seharusnya dapat meyakinkan bahwa kas digunakan dengan efisien. 3. Sistem dengan tanda bukti (voucher system) menjamin bahwa apa yang dibayar sesuai dengan yang diminta, diterima, dan ditagih oleh pemasok.

9 Fitur Dasar Sistem Voucher
Biasanya menggunakan voucher. Biasanya mempunyai file untuk voucher yang belum dibayar dan file untuk voucher yang telah dibayar. Biasanya dilakukan oleh Departemen Akuntansi setelah semua dokumen pendukung yang diperlukan diterima (permintaan pembelian, faktur pemasok, dan laporan penerimaan barang). Dalam membuat voucher, pegawai bagian piutang memverifikasi kuantitas, harga, dan keakuratan matematis dokumen pendukung dan menyimpan voucher yang telah dibayar.

10 Laporan yang diterima dari bank untuk semua transaksi rekening disebut laporan saldo rekening (statement of account). Rekonsiliasi bank merupakan sebuah daftar item beserta jumlahnya yang menyebabkan saldo kas yang dilaporkan pada laporan bank berbeda dengan saldo akun kas pada buku besar perusahaan.

11 Perbedaan Catatan Perusahaan dengan Laporan Bank?
Cek Beredar Simpanan dalam Perjalanan Biaya Pelayanan Bank Penerimaan oleh Bank Cek kosong atau tidak cukup dananya Kesalahan

12 Tahap-Tahap Melakukan Rekonsiliasi Bank
1. Bandingkan setiap deposit pada laporan bank dengan deposit yang belum dicatat yang muncul pada rekonsiliasi periode sebelumnya dan dengan catatan penerimaan deposit yang lain. Tambahkan deposit yang belum dicatat oleh bank pada saldo menurut laporan bank. 2. Bandingkan cek yang dikeluarkan dengan cek beredar yang muncul pada rekonsiliasi periode sebelumnya dan dengan cek yang telah dicatat. Kurangkan cek beredar yang belum dibayar oleh bank dari saldo menurut laporan bank.

13 Tahap-Tahap Melakukan Rekonsiliasi Bank
3. Bandingkan kredit memo dari bank dengan catatan penerimaan kas. Tambahkan kredit memo yang belum dicatat pada saldo menurut catatan depositor. 4. Bandingkan debit memo dari bank dengan catatan pembayaran kas. Kurangi debit memo yang belum dicatat pada saldo menurut catatan depositor. 5. Jabarkan jika ada kesalahan yang ditemukan selama tahap-tahap sebelumnya.

14 Catatan Depositor Catatan Bank
Saldo Awal $3,359.78 Saldo Awal $2,549.99 Power Network melakukan rekonsiliasi pada laporan bank bulanan per 31 Juli 2006.

15 Deposit sebesar $816.20 tidak muncul pada laporan bank.
Catatan Depositor Catatan Bank Saldo Awal $3,359.78 Saldo Awal $2,549.99 Ditambah deposit yg tidak dicatat bank $4,175.98 Deposit sebesar $ tidak muncul pada laporan bank.

16 Catatan Depositor Catatan Bank
Saldo Awal $3,359.78 Saldo Awal $2,549.99 Ditambah deposit yg tidak dicatat bank Ditambah wesel dan bunga yg diterima bank $4,175.98 $2,957.99 The bank menerima pembayaran wesel tagih $400 beserta bunga $8 untuk Power Networking

17 A deposit of $637.02 did not appear on the bank statement.
Catatan Depositor Catatan Bank Saldo Awal $3,359.78 Saldo Awal $2,549.99 Ditambah deposit yg tidak dicatat bank Ditambah wesel dan bunga yg diterima bank $4,175.98 $2,957.99 Dikurang cek beredar: No. 812 $1,061.00 No No ,544.99 Tiga buah cek yang dikeluarkan dalam periode ini tidak muncul pada laporan bank: #812, $1,061; #878, $435.39; #883, $48.60. A deposit of $ did not appear on the bank statement.

18 Catatan Depositor Catatan Bank
Saldo Awal $3,359.78 Saldo Awal $2,549.99 Ditambah deposit yg tidak dicatat bank Ditambah wesel dan bunga yg diterima bank $4,175.98 $2,957.99 Dikurang cek beredar: No. 812 $1,061.00 No No ,544.99 Dikurang cek yg dikembalikan karena tidak cukup dana $300.00 Bank mengembalikan cek dari salah seorang pelanggan, Thomas Ivey, karena tidak cukup dananya sebesar $300. Cek untuk pembayaran piutang.

19 Biaya pelayanan bank sebesar $18.00.
Catatan Depositor Catatan Bank Saldo Awal $3,359.78 Saldo Awal $2,549.99 Ditambah deposit yg tidak dicatat bank Ditambah wesel dan bunga yg diterima bank $4,175.98 $2,957.99 Dikurang cek beredar: No. 812 $1,061.00 No No ,544.99 Dikurang cek yg dikembalikan karena tidak cukup dana $300.00 Biaya pelayanan bank 18.00 Biaya pelayanan bank sebesar $18.00.

20 Catatan Depositor Catatan Bank
Saldo Awal $3,359.78 Saldo Awal $2,549.99 Ditambah deposit yg tidak dicatat bank Ditambah wesel dan bunga yg diterima bank $4,175.98 $2,957.99 Dikurang cek beredar: No. 812 $1,061.00 No No ,544.99 Dikurang cek yg dikembalikan karena tidak cukup dana $300.00 Biaya pelayanan bank 18.00 Salah mencatat Cek No 327.00 Cek No. 879 sebesar $ untuk pembayaran utang pada Taylor Co. salah catat di jurnal sebesar $

21 Catatan Depositor Catatan Bank
Saldo Awal $3,359.78 Saldo Awal $2,549.99 Ditambah deposit yg tidak dicatat bank Ditambah wesel dan bunga yg diterima bank $4,175.98 $2,957.99 Dikurang cek beredar: No. 812 $1,061.00 No No ,544.99 Dikurang cek yg dikembalikan karena tidak cukup dana $300.00 Biaya pelayanan bank 18.00 Salah mencatat Cek No Saldo disesuaikan $2,630.99 Saldo disesuaikan $2,630.99

22 Power Networking Rekonsiliasi Bank 31 Juli 2006
Saldo menurut Laporan Bank $3,359.78 Ditambah: Deposit tidak dicatat bank $4,175.98 Dikurang: Cek beredar No $1,061.00 No No ,544.99 Saldo Disesuaikan $2,630.99 Saldo menurut Catatan Depositor $2,549.99 Ditambah: Wesel dan Bunga Diterima Bank $2,957.99 Dikurang: Cek yg dikembalikan (Thomas Ivey) $300.00 Biaya Pelayanan Bank Salah Mencatat Cek No

23 Ayat jurnal harus dibuat untuk penyesuaian-penyesuaian pada sisi depositor yang ada di rekonsiliasi bank.

24 Jurnal Terkait dengan Rekonsiliasi Bank
Juli 31 Kas Wesel diterima bank. Wesel Tagih Piutang Bunga 8 00 30 Piutang Dagang—Thomas Ivey Beban Adm. Lainnya Utang Dagang—Taylor Co Kas Cek dikembalikan, biaya pelayanan, dan salah pencatatan.

25 Kas Kecil

26 Ilustrasi Transaksi Penggunaan Kas Kecil
1 Agustus, mengeluarkan cek No. 511 sebesar $100 untuk pembuatan dana kas kecil. Agu. 1 Kas Kecil Kas Membuat dana kas kecil.

27 Ilustrasi Transaksi Penggunaan Kas Kecil
Akhir Agustus, kas kecil telah digunakan untuk pengeluaran berikut: perlengkapan kantor, $28, materai (perlengkapan kantor), $22; perlengkapan toko, $35, dan biaya administratif lain-lain, $3. Agu. 31 Perlengkapan Kantor Perlengkapan Toko Beban Adm. Lainnya Kas Pengisian kembali dana kas kecil.

28 Analisis dan Interpretasi Keuangan
Solvabilitas (solvency) adalah kemampuan perusahaan untuk membayar liabilitasnya (debt) . Analisis Solvabilitas fokus terhadap kemampuan perusahaan membayar atau paling tidak mencukupi liabilitas lancar dan jangka panjangnya. Kemampuan ini biasanya dinilai dengan menguji hubungan neraca.

29 Analisis dan Interpretasi Keuangan
Doomsday Ratio Laettner Co. Oakley Co. A. Kas dan Setara Kas $100,000 $ 120,000 B. liabilitas Lancar 400,000 1,500,000 Doomsday ratio A / B Kegunaan: untuk melihat kemampuan perusahaan memenuhi liabilitasnya kepada kreditor dengan asumsi dalam kondisi yang terburuk. How are these ratios used?

30 Kontrol internal terhadap kas:
Summary Kontrol internal terhadap kas: Kontrol pencegahan Kontrol deteksi Kontrol internal terhadap penerimaan kas: Dari penjualan tunai Dari surat Kontrol internal terhadap pembayaran kas. Penggunaan voucher system beserta fitur-fiturnya.

31 Summary Rekonsiliasi bank:
Cek Beredar Simpanan dalam Perjalanan Biaya Pelayanan Bank Penerimaan oleh Bank Cek kosong atau tidak cukup dananya Kesalahan Jurnal rekonsiliasi bank untuk sisi depositor. Penggunaan kas kecil (petty cash) untuk transaksi-transaksi kecil. Menggunakan doomsday ratio untuk menilai solvabilitas perusahaan.

32 Piutang

33 Klasifikasi Piutang Piutang dagang (Accounts Receivable)—digunakan saat menjual barang atau jasa dengan kredit, dan biasanya diperkirakan dapat ditagih dalam waktu yang singkat. Wesel Tagih (Notes Receivable)—digunakan saat memberikan kredit dalam bentuk yang formal secara tertulis, disebut promissory note. Piutang Lainnya—termasuk piutang bunga, piutang pajak, dan piutang dari karyawan.

34 Pemisahan Tanggung Jawab yang Terkait dengan Piutang
Customer Credit Info. Persetujuan Kredit Penerimaan Kas Penjualan Acctg. Info Barang dan jasa Invoice Acctg. Info. Akuntansi

35 Metode Pencadangan (Allowance Method)
Piutang Tak Tertagih Metode Pencadangan (Allowance Method) Metode ini konsisten dengan matching principle. Manajemen membuat estimasi setiap tahun berapa bagian piutang yang tidak dapat tertagih. Beban Piutang Tak Tertagih (Uncollectible Accounts Expense) didebit dan Penyisihan Piutang Tak Tertagih (Allowance for Doubtful Accounts) dikredit. Piutang yang benar-benar tidak dapat tertagih didebit ke akun Penyisihan Piutang Tak Tertagih dan dikredit ke akun Piutang Dagang.

36 Ilustrasi Transaksi Piutang Tak Tertagih (Metode Pencadangan)
31 Desember, Cynthia Richards mengestimasi $4,000 dari $105,000 saldo piutang dagang di perusahaannya kemungkinan tak dapat tertagih. Ayat Penyesuaian Des. 31 Beban Piutang Tak Tertagih Penyisihan Piutang Tak Tertagih

37 Nilai Realisasi Bersih (Net Realizable Value)
Jumlah piutang usaha bersih yang diperkirakan dapat tertagih, $101,000 ($105,000 – $4,000), disebut nilai realisasi bersih. Jurnal penyesuaian mengurangi piutang menjadi nilai realisasi bersih dan mencocokkan beban piutang tak tertagih dengan pendapatan.

38 Ilustrasi Transaksi Piutang Tak Tertagih (Metode Pencadangan)
Jan. 21 Penyisihan Piutang Tak Tertagih Piutang Dagang—John Parker Untuk menghapus piutang tak tertagih. 21 Januari, piutang John Parker sebesar $610 dianggap benar-benar tidak dapat tertagih.

39 On June 10, the written-off account is collected.
Ilustrasi Transaksi Piutang Tak Tertagih (Metode Pencadangan) Jun. 10 Piutang Dagang—John Parker Penyisihan Piutang Tak Tertagih Untuk mengembalikan lagi piutang yang telah dihapus tanggal 21 Januari. Melakukan pencatatan kembali piutang John Parker yang telah dihapus karena ternyata piutang tersebut dapat ditagih. On June 10, the written-off account is collected.

40 Mencatat penerimaan kas dari penagihan piutang John Parker.
Ilustrasi Transaksi Piutang Tak Tertagih (Metode Pencadangan) Jun. 10 Kas Piutang Dagang—John Parker Untuk mencatat penagihan piutang dagang. Mencatat penerimaan kas dari penagihan piutang John Parker.

41 Mengestimasi Piutang Tak Tertagih
Metode pencadangan menggunakan dua cara untuk mengestimasi besarnya Beban Piutang Tak Tertagih. 1. Estimasi berdasarkan persentase dari penjualan. Penjualan kredit untuk periode ini sebesar $300,000 dan diestimasi 1% akan tidak dapat tertagih, sehingga beban piutang tak tertagih sebesar $3,000. Ayat Penyesuaian Des. 31 Beban Piutang Tak Tertagih Penyisihan Piutang Tak Tertagih

42 Mengestimasi Piutang Tak Tertagih
Metode pencadangan menggunakan dua cara untuk mengestimasi besarnya Beban Piutang Tak Tertagih. 2. Estimasi berdasarkan analisis piutang. Diestimasi $3,390 dari piutang akan tidak dapat tertagih dan saldo penyisihan piutang tak tertagih sekarang sebesar $510. Beban piutang tak tertagih menjadi $2,880 ($3,390 – $510). Adjusting Entry Des Beban Piutang Tak Tertagih Penyisihan Piutang Tak Tertagih

43 Daftar Umur Piutang (Aging Schedule)
Belum Jumlah hari lewat Lewat lebih Pelanggan Saldo Tempo Ashby & Co. $ $ 150 B. T. Barr $ 350 $260 Brock Co. 470 $ 470 Saxon Woods Total $86, $75,000 $4,000 $3,100 $1,900 $1,200 $800 $300 Piutang tak tertagih Total piutang dagang disajikan berdasarkan umurnya. dalam PERSEN 2% 5% 10% 20% 30% 50% 80% Persentase piutang tak tertagih berdasarkan pengalaman dan rerata industri. JUMLAH $3,390 = $1,500 $200 $310 $380 $360 $400 $240

44 Penyesuaian Akhir Tahun Piutang Tak Tertagih
Buku Besar Umum Neraca Piutang Dagang Piutang Usaha $86,300 Dikurangi penyisihan piutang tak tertagih 3,390 Nilai realisasi bersih $82,910 A 86,300 C Penyisihan Piutang Tak Tertagih 510 A 2,880 B Saldo sebelum penyesuaian A 3,390 C Beban Piutang Tak Tertagih Penyesuaian akhir tahun: $3,390 – $510 = $2,880 B 2,880 B Saldo setelah penyesuaian C

45 Akuntansi Piutang Tak Tertagih
Metode Penghapusan Langsung Metode ini tidak konsisten dengan matching principle. Piutang yang terbukti tak dapat tertagih dan dihapus tahun tersebut menjadi tak berharga. Beban Piutang Tak Tertagih didebit dan Piutang Dagang dikredit setiap transaksi penghapusan.

46 Ilustrasi Transaksi Piutang Tak Tertagih (Metode Penghapusan Langsung)
Mei 10 Beban Piutang Tak Tertagih Piutang Dagang—D. L. Ross Untuk menghapus piutang tak tertagih. 10 Mei, piutang D. L. Ross ditetapkan tidak dapat tertagih. Saldo sebesar $420 dihapus dari pencatatan.

47 Ilustrasi Transaksi Piutang Tak Tertagih (Metode Penghapusan Langsung)
Nov. 1 Piutang Dagang—D. L. Ross Beban Piutang Tak Tertagih Untuk mengembalikan piutang yang dihapus tanggal 10 Mei. Jurnal Pertama 1 November, D. L. Ross memberi cek sebesar $420 untuk pembayaran piutangnya.

48 Pencacatan atas kas yang diterima dari pelunasan piutang D. L. Ross.
Ilustrasi Transaksi Piutang Tak Tertagih (Metode Penghapusan Langsung) Nov. 1 Kas Piutang Dagang—D. L. Ross Untuk mencatat pelunasan piutang. Jurnal Kedua Pencacatan atas kas yang diterima dari pelunasan piutang D. L. Ross.

49 sejumlah uang tertentu (pokok pinjaman) kepada pihak tertentu
Wesel Tagih Wesel tagih merupakan dokumen tertulis berisi perjanjian untuk membayar: sejumlah uang tertentu (pokok pinjaman) kepada pihak tertentu di tempat tertentu pada tanggal tertentu atau sesuai permintaan ditambah bunga pada persentase tertentu dari pokok pinjaman per tahun

50 Jawab: 14 Juni Tanggal Jatuh Tempo Wesel Tagih
Tanggal kapan wesel dilunasi disebut tanggal jatuh tempo. Tanggal berapa wesel 90 hari tertanggal 16 Maret jatuh tempo? Jumlah hari wesel hari Jumlah hari bulan Maret 31 Tanggal terbit wesel Maret 16 Sisa hari bulan Maret –15 hari 75 hari Jumlah hari bulan April –30 hari 45 hari Jumlah hari bulan Mei –31 hari Sisa hari pada bulan Juni 14 hari Jawab: 14 Juni

51 Nilai Jatuh Tempo Wesel Tagih
Jumlah terutang saat jatuh tempo disebut nilai jatuh tempo. Menerima $6,000, 12%, 30 hari wesel tertanggal 21 November 2006 untuk penyelesaian piutang W. A Bunn Co. Perhitungan bunga Pokok x Tingkat Bunga x Waktu = Bunga $6,000 x 12% x 30/360 = $60.00 Perhitungan nilai jatuh tempo Pokok + Bunga = Nilai Jatuh Tempo $6,000 + $60.00 = $6,060.00

52 Ilustrasi Transaksi Wesel Tagih
Nov. 21 Wesel Tagih Penjualan Menerima 30 hari, 12% wesel tertanggal 21 November 2006. Wesel senilai $6, day, 12% tertanggal 21 November diterima dari W. A Bunn Company untuk penjualan barang.

53 Ilustrasi Transaksi Wesel Tagih
Des. 21 Kas Wesel Tagih Pendapatan Bunga Menerima pokok dan bunga dari wesel yang jatuh tempo. 21 Desember, saat wesel jatuh tempo, perusahaan menerima $6060 dari W. A. Bunn Company ($6,000 ditambah $60 bunga).

54 Ilustrasi Transaksi Wesel Tagih
Des. 21 Piutang Dagang—Bunn Co Wesel Tagih Pendapatan Bunga Untuk mencatat wesel beserta bunganya yang tidak dibayar. Jika W. A. Bunn Company gagal membayar wesel pada tanggal jatuh tempo, dianggap sebagai dishonored note receivable. Wesel beserta bunganya ditransfer ke piutang pelanggan.

55 Neraca Crabtree Co. 31 Desember 2006
Penyajian Piutang pada Neraca Neraca Crabtree Co. 31 Desember 2006 aset aset Lancar: Kas $119,500 Wesel tagih 250,000 Piutang dagang $445,000 Dikurangi penyisihan piutang tak tertagih 15, ,000 Piutang bunga 14,500 Persediaan barang dagangan 714,000

56 Summary Klasifikasi piutang: Piutang dagang Wesel tagih
Piutang lainnya Pemisahan tanggung jawab yang terkait dengan piutang demi terciptanya kontrol internal yang baik. Metode pencacatan piutang tak tertagih: Metode pencadangan Metode penghapusan langsung Mengestimasi piutang tak tertagih pada metode pencadangan: Persentase penjualan Analisis piutang dengan daftar umur piutang Akuntansi Wesel Tagih Rasio perputaran piutang dan jumlah hari rata-rata piutang

57 Persediaan

58 Mengapa Kontrol Persediaan Penting?
Persediaan adalah aset yang signifikan dan untuk kebanyakan perusahaan merupakan aset yang terbesar. Persediaan merupakan pusat aktivitas utama dari perusahaan dagang dan manufaktur. Kesalahan dalam menentukan biaya persediaan bisa menimbulkan kesalahan pada laporan keuangan. Persediaan harus dilindungi dari risiko eksternal (seperti kebakaran dan pencurian) dan penipuan internal oleh pegawai.

59 Kontrol Internal terhadap Persediaan
Laporan Penerimaan Barang Pesanan Pembelian SETUJU SETUJU SETUJU Faktur JURNAL Post Ref. Tanggal Keterangan Nov. 9 Persediaan Utang Dagang--XYZ Co Membeli barang dagangan secara kredit.

60 Pengaruh Salah Catat Persediaan pada Laporan Keuangan
liabilitas Persediaan Barang Dagangan aset EKUITAS Laba Bersih Harga Pokok Penjualan BIAYA & BEBAN PENDAPATAN Jika Persediaan Barang Dagangan… Harga Pokok Penjualan Laba Kotor dan Bersih . . . Ekuitas Pemilik Akhir kelebihan kekecilan

61 Asumsi Arus Biaya Persediaan
Barang dibeli Arus biaya yang keluar (Harga Pokok Penjualan) merupakan arus biaya yang masuk terlebih dahulu, sehingga biaya yang tercatat pada akun persediaan adalah biaya yang belakangan masuk. FIFO Barang dijual

62 LIFO Asumsi Arus Biaya Persediaan Barang dijual Barang dibeli
Arus biaya yang keluar (Harga Pokok Penjualan) merupakan arus biaya yang masuk belakangan, sehingga biaya yang tercatat pada akun persediaan adalah biaya yang terebih dahulu masuk. LIFO

63 Arus biaya merupakan rata-rata biaya yang terjadi
Asumsi Arus Biaya Persediaan Barang dibeli Barang dijual Average Cost Arus biaya merupakan rata-rata biaya yang terjadi

64 Biaya Persediaan Perpetual
Data biaya persediaan untuk ilustrasi Sistem Perpetual FIFO dan LIFO Item 127B Unit Biaya Harga Jan. 1 Persediaan 10 $20 4 Penjualan 7 $30 10 Pembelian 8 21 22 Penjualan 4 31 28 Penjualan 2 32 30 Pembelian 10 22 Cost of Mdse. Sold

65 Persediaan dengan Perpetual FIFO
Item 127B Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Biaya Total Biaya Total Biaya Total Tgl Qty. /unit Biaya Qty. /unit Biaya Qty. /unit Biaya Jan Jan Total 18 $ $ $325

66 Persediaan dengan Perpetual LIFO
Item 127B Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Biaya Total Biaya Total Biaya Total Tgl Qty. /unit Biaya Qty. /unit Biaya Qty. /unit Biaya Jan Total 18 $ $ $322

67 Persediaan dengan Periodik Fifo Barang Tersedia Untuk Dijual
Harga Pokok Penjualan Barang Tersedia Untuk Dijual Pembelian $1,800 200 $9 Jan. 1 200 $9 $1,800 $3,000 300 $10 Mar. 10 300 $10 $3,000 $2,200 200 $11 Sep. 21 400 $11 700 unit terjual $7,000 $4,400 Pesediaan Barang Nov. 18 100 $12 $1,200 $2,200 200 $11 1,000 unit $10,400 $1,200 100 $12 300 unit tersisa $3,400

68 Barang Tersedia Untuk Dijual
Persediaan dengan Periodik Lifo Harga Pokok Penjualan Barang Tersedia Untuk Dijual Pembelian $1,800 200 $9 $1,800 Jan. 1 200 $9 $1,000 100 $10 $1,800 300 unit tersisa $2,800 Mar. 10 300 $10 $3,000 Cost of Merchandise Sold Sep. 21 400 $11 $4,400 $2,000 200 $10 Nov. 18 100 $12 $1,200 $4,400 400 $11 1,000 unit $10,400 $1,200 100 $12 700 unit terjual $7,600

69 Biaya Rata-Rata Periodik
200 $9 Jan. 1 Persediaan awal 300 $10 Mar. 10 Pembelian 400 $11 Sept. 21 Pembelian 100 $12 Nov. 18 Pembelian 1,000 unit tersedia untuk dijual Metode biaya rata-rata didasarkan pada rata-rata biaya dari barang yang serupa.

70 Biaya Rata-Rata Periodik
200 $ = $ 1,800 300 $10 = $ 3,000 400 $11 = $ 4,400 100 $11 = $ 1,200 1,000 unit tersedia untuk dijual $10,400 Biaya barang yang tersedia untuk dijual

71 Biaya Rata-Rata Periodik
Biaya barang yang tersedia untuk dijual = Rata-rata biaya per unit unit tersedia untuk dijual $10,400 1,000 Unit = $10.40 per Unit Biaya barang yang teredia untuk dijual $10,400 Dikurangi persediaan akhir ($10.40 x 300) 3,120 Harga pokok penjualan $ 7,280 Untuk mencek jumlah ini, kalikan 700 unit yang terjual dengan $10.40, menghasilkan jumlah yang sama $7,280.

72 Penilaian Persediaan pada Biaya atau Harga Pasar yang Mana Yang Lebih Kecil
Kuantitas Biaya Pasar Total Total Lebih kecil Item Persediaan /unit /unit Biaya Pasar B atau P $ 3,800 2,700 4,650 3,920 Total $15,520 $15,472 $15,070 A 400 $10.25 $ $ 4,100 $ 3,800 B ,700 2,892 C ,800 4,650 D ,920 4,130

73 Metro-Arts Neraca 31 Desember 2007
Penyajian Persediaan Barang Dagangan pada Neraca Metro-Arts Neraca 31 Desember 2007 aset aset Lancar: Kas $ Piutang Dagang $ Dikurangi penyisihan piutang tak tertagih Persediaan Barang Dagangan pada biaya (first-in, first-out method) atau pasar

74 Mengestimasi Persediaan dengan Metode Ritel
Metode ritel didasarkan pada hubungan antara biaya barang tersedia untuk dijual dan harga ritel. Harga ritel dari semua barang dagangan harus diakumulasi dan ditotal. Persediaan pada ritel dihitung pada harga ritel barang yang tersedia untuk dijual dikurangi penjualan bersih pada ritel. Rasio dihitung dengan membagi biaya dengan harga ritel. Persediaan pada harga ritel dikali rasio biaya sama dengan jumlah persediaan yang diestimasi.

75 Mengestimasi Persediaan dengan Metode Ritel
Biaya Ritel Persediaan barang dagang 1 Jan $19,400 $ 36,000 Pembelian di Januari (bersih) , ,000 Barang tersedia untuk dijual $62,000 $100,000 $62,000 $100,000 Rasio biaya pada harga ritel = = 62% Tahap 1: Menentukan rasio biaya pada harga ritel.

76 Mengestimasi Persediaan dengan Metode Ritel
Cost Retail Persediaan Barang Dagang 1 Jan $19,400 $ 36,000 Pembelian di Januari (bersih) , ,000 Barang tersedia untuk dijual $62,000 $100,000 Penjualan di Januari (bersih) ,000 Persediaan barang 31 Januari, pada ritel $ 30,000 Tahap 2: Menentukan persediaan akhir pada ritel.

77 Mengestimasi Persediaan dengan Metode Ritel
Cost Retail Persediaan Barang Dagang 1 Jan $19,400 $ 36,000 Pembelian di Januari (bersih) , ,000 Barang tersedia untuk dijual $62,000 $100,000 Penjualan di Januari (bersih) ,000 Persediaan barang 31 Januari, pada ritel $ 30,000 Persediaan barang 31 Januari pada biaya ($30,000 x 62%) $18,600 Tahap 3: Hitung persediaan yang diestimasi pada biaya.

78 Mengestimasi Persediaan dengan Metode Laba Kotor
1. Persentase laba kotor diestimasi berdasarkan pengalaman sebelumnya yang disesuaikan dengan perubahan yang diketahui. 2. Laba kotor dihitung dengan mengalikan tingkat laba kotor estimasi dengan penjualan bersih aktual. 3. Harga Pokok Penjualan estimasi dihitung dengan mengurangi laba kotor dari penjualan aktual. 4. Harga Pokok Penjualan estimasi dikurangi dari barang tersedia untuk dijual aktual untuk menentukan persediaan barang estimasi.

79 Metode Laba Kotor Persediaan 1 Januari $ 57,000 Pembelian di Januari (bersih) 180,000 Barang tersedia untuk dijual Penjualan di Januari (bersih) $250,000 Dikurangi: Laba Kotor Estimasi Harga Pokok Penjualan Estimasi Persediaan Estimasi 31 Januari $237,000 ($250,000 x 30%) ,000 175,000 $ 62,000 Metode laba kotor berguna untuk mengestimasi persediaan pada laporan keuangan bulanan atau kuartalan dalam sistem persediaan periodik.

80 Perputaran Persediaan
SUPERVALU Zale Harga Pokok Penjualan $15,620,127,000 $ 737,188,000 Persediaan: Awal $1,115,529,000 $478,467,000 Akhir 1,067,837, ,669,000 Total $2,183,366,000 $1,050,136,000 Rata-rata $1,091,683,000 $525,068,000 Perputaran persediaan 14.3 kali 1.4 kali Kegunaan: Perputaran persediaan mengukur hubungan antara volume penjualan barang dan jumlah persediaan yang disimpan selama periode berjalan.

81 Jumlah Hari Rata-Rata Persediaan
SUPERVALU Zale Rerata harga pokok penjualan harian: $15,620,127,000/365 $42,794,868 $737,188,000/365 $2,019,693 Persediaan akhir $1,067,837,000 $571,669,000 Rerata periode penjualan 25 hari 283 hari Kegunaan: untuk mengukur efisiensi manajemen persediaan

82 Summary Kontrol internal terhadap persediaan.
Kesalahan pencatatan persediaan dapat menyebabkan kesalahan pada laporan keuangan. Sistem pencatatan persediaan: Sistem Perpetual Sistem Periodik Metode arus biaya persediaan: First In, First Out Last In, First Out Average Cost Penilaian persediaan pada biaya atau harga pasar yang mana yang lebih kecil. Metode estimasi persediaan: Metode Ritel Metode Laba Kotor Rasio perputaran persediaan dan jumlah hari rata-rata persediaan.

83 Aset Tetap

84 Sifat Dasar Aset Tetap Ya tidak Ya tidak
Yang dibeli berumur panjang? Aset tetap mempunyai umur yang panjang atau permanen. KlasifikasiBiaya Ya tidak Aset tetap berwujud karena mempunyai bentuk fisik. Beban Apa aset itu digunakan untuk tujuan produktif? Dimiliki dan digunakan oleh perusahaan dan tidak untuk dijual sebagai bagian dari operasi onal. Ya tidak Aset Tetap Investasi

85 Sifat Dasar Depresiasi
Semua aset tetap kecuali tanah kehilangan kapasitasnya saat digunakan. Kehilangan kapasitas produksi ini diakui sebagai Beban Depresiasi. Depresiasi  alokasi biaya perolehan Depresiasi fisik terjadi dari pengausan atau perusakan saat digunakan atau karena cuaca. Depresasi fungsional terjadi saat aset tetap tidak lagi dapat digunakan pada tingkat yang diharapkan. - Biaya Perolehan Nilai Sisa = Biaya didepresiasi Masa Manfaat 1 Beban Depresiasi Periodik 2 3 4 5 Faktor yang Mempengaruhi Beban Depresiasi

86 Data Biaya Awal.....………….. $24,000 Masa manfaat dalam tahun….. 5 tahun
Masa manfaat dalam jam….. 10,000 Nilai sisa... $2,000

87 Metode Penyusutan Garis Lurus
Biaya – Nilai Sisa = depresiasi tahunan Masa Manfaat $24,000 – $2,000 = $4,400 depresiasi tahunan 5 tahun $4,400 = 18.3% Tingkat depresiasi garis lurus $24,000

88 Metode Garis Lurus Beban Biaya ($24,000) – Nilai Sisa ($2,000)
Akum. Depr. Nilai Buku Nilai buku pada awal pada awal Beban pada akhir Tahun Biaya tahun tahun Depr. tahun 1 $24,000 $24,000 $4,400 $19,600 2 24,000 $ 4,400 19,600 4,400 15,200 3 24,000 8, ,200 4, ,800 4 24,000 13, , , ,400 5 24,000 17,600 6,400 4,400 2,000 Beban Depresiasi tahunan ($4,400) Biaya ($24,000) – Nilai Sisa ($2,000) = Estimasi Masa Manfaat (5 years)

89 Biaya – Estimasi nilai sisa = Depresiasi per unit, jam, dsb.
Metode Unit Produksi Biaya – Estimasi nilai sisa = Depresiasi per unit, jam, dsb. Estimasi masa manfaat dalam unit, jam, dsb. $24,000 – $2,000 = $2.20 per jam. 10,000 jam Metode unit produksi lebih sesuai dibandingkan dengan metode garis lurus saat jumlah penggunaan aset tetap bervariasi dari tahun ke tahun.

90 $24,000 – $2,000 Tahap 1 Tahap 2 Metode Saldo Menurun = $4,800 5 tahun
Mengabaikan nilai sisa, menghitung tingkat garis lurus $4,800 $24,000 = 20% Tahap 2 Cara mudahnya dengan membagi satu dengan jumlah tahun (1 ÷ 5 = .20). Tingkat garis lurus dikali dua. .20 x 2 = .40 Untuk tahun pertama, biaya dari aset dikalikan dengan .40. Setelah tahun pertama, nilai buku yang menurun dari aset dikalikan dengan .40.

91 Nilai Buku akhir yang diinginkan
Tahap 3 Gambar Tabel. Nilai Buku Akum. Awal Depre. Depre Nilai Buku Tahun Tahun Tingkat Tahunan akhir tahun akhir tahun 1 $24,000 40% $9,600 $9,600 $14,400 2 14,400 40% 5,760 15,360 8,640 1 $24,000 40% $9,600 2 14,400 40% 5,760 3 8,640 40% 3,456 18,816 5,184 4 5,184 40% 2,074 20,890 3,110 5 3, ,110 5 3, ,110 22,000 2,000 $3,110 – $2,000 Nilai Buku akhir yang diinginkan

92 Merevisi Estimasi Depresiasi
Nilai aset $130,000 Akm Depr (4,000*10) (40,000) Nilai buku akhir ,000 tahun 10 Sebuah mesin dibeli dengan $130,000 awalnya diestimasi masa manfaatnya 30 tahun dan nilai sisa $10,000. Mesin ini telah didepresiasi selama 10 tahun dengan metode garis lurus sebesar $4,000 per tahun. Nilai buku – nilai sisa revisi Estimasi sisa manfaat revisi Pada awal tahun 11 masa manfaat diestimasi masih tersisa 25 tahun (awalnya 20 tahun) dan nilai sisa sebesar $5,000 (awalnya $10,000). $90,000 – $5,000 25 tahun $3,400 depresiasi tahunan revisi =

93 Capital Expenditure dan Revenue Expenditure
Meningkatkan masa manfaat? Tdk Revenue Expenditure (Debit akun beban untuk perawatan dan perbaikan biasa) Tdk Meningkatkan efisiensi atau kapasitas operasi? Memiliki manfaat ekonomi di masa depan Capital Expenditure (Debit akun aset tetap) Ya Revenue Expenditure (Debit akun akumulasi depresiasi) Ya

94 Capital Expenditure dan Revenue Expenditure
PEMBELANJAAN MODAL liabilitas 1. Biaya awal 2. Penambahan 3. Betterments 4. Perbaikan luar biasa aset EKUITAS Laba bersih BEBAN PEMBELANJAAN PENDAPATAN PENDAPATAN Perawatan dan perbaikan normal atau biasa

95 Akuntansi Penghentian Aset Tetap
Saat aset tetap kehilangan manfaatnya dapat dihentikan dengan cara berikut: 1. dibuang, 2. dijual, or 3. ditukar untuk aset yang serupa. Jurnal yang dibutuhkan bervariasi sesuai tipe penghentian dan keadaannya, tetapi ayat berikut selalu dibutuhkan: Akun aset harus dikredit untuk mengeluarkan aset dari buku besar, dan akumulasi depresiasi terkait harus didebit untuk mengeluarkan saldonya dari buku besar.

96 Penghapusan Aset Tetap
Sebuah peralatan senilai $25,000 telah terdepresiasi penuh. Pada 14 Februari, peralatan itu dihabiskan. Feb. 14 Akumulasi Depr.—Peralatan Peralatan Menghapus peralatan yang telah terdepresiasi penuh.

97 Penghapusan aset tetap
Peralatan senilai $6,000 didepresiasi secara garis lurus dengan tingkat 10% per tahun. Saldo awal tahun Akumulasi Depresiasi Peralatan tersebut $4,750. Peralatan tersebut dibuang tanggal 24 Maret. Mar. 24 Beban Depresiasi—Peralatan $600 x 3/12 Akumulasi Depresiasi—Peralatan Untuk mencatat depresiasi dari awal tahun sampai tanggal penghapusan. Mar. 24 Akumulasi Depr.—Peralatan Kerugian Penghapusan Aset Tetap Peralatan Untuk menghapus peralatan yang dibuang.

98 Penjualan aset tetap Saat aset tetap dijual, pemilik bisa untung, rugi, atau impas. 1. Jika harga jual sama dengan nilai buku, tidak ada untung atau rugi (impas). 2. Jika harga jual lebih kecil dari nilai buku, menderita rugi sebesar selisihnya. 3. Jika harga jual lebih besar dari nilai buku, mendapat untung sebesar selisihnya. Untung dan rugi akan dilaporkan pada laporan laba rugi sebagai pendapatan atau kerugian lainnya.

99 Asumsi 1: Tidak untung atau rugi
Penjualan aset tetap Peralatan senilai $10,000 didepresiasi 10% secara garis lurus. Peralatan tersebut dijual tunai tanggal 12 Oktober. Saldo awal tahun akumulasi depresiasi sebesar $7,000. Okt. 12 Beban Depresiasi—Peralatan Akumulasi Depr.—Peralatan $10,000 x ¾ x10% Untuk mencatat depresiasi dari awal tahun sampai penjualan. Okt. 12 Kas Akumulasi Depr.—Peralatan Peralatan Peralatan dijual $2,250. Asumsi 1: Tidak untung atau rugi

100 Penjualan aset tetap Okt. 12 Kas 1 000 00
Asumsi 2: Peralatan dijual seharga $1,000, sehingga menderita rugi $1,250. Okt. 12 Kas Akumulasi Depr.—Peralatan Kerugian Penjualan aset tetap Peralatan Menjual peralatan. Asumsi 3: Peralatan dijual seharga $2,800, sehingga mendapat untung $550. Okt. 12 Kas Akumulasi Depr.—Peralatan Peralatan Laba Penjualan aset tetap Menjual peralatan.

101 Pertukaran aset Tetap *
Pertukaran tidak membedakan serupa atau tidak serupa semua menggunakna nilai wajar aset kecuali Pertukaran yang tidak memiliki substansi komersial atau Pertukaran yang nilai wajarnya tidak dapat ditentukan dengan andal. Menggunakan nilai wajar aset yang diterima

102 Pertukaran aset tetap Nilai Tukar – nilai aset lama yang disepakai untuk ditukar dengan yang baru. Boot – saldo terutang pada peralatan baru setelah dikurangi nilai tukar aset lama = kas yang akan diterima atau dibayarkan. Nilai Tukar > Nilai buku = Untung Nilai Tukar < Nilai buku = Rugi Untung dan rugi diakui (dicatat) jika pertukaran menggunakan nilai wajar. Untung dan rugi tidak diakui (dicatat) jika pertukaran menggunakan nilai buku.

103 Pertukaran aset tetap – nilai buku
Harga peralatan baru yang diterima $5,000 Biaya aset lama $4,000 Akumulasi depr. per tanggal pertukaran 3,200 Nilai buku per tanggal pertukaran $ 800 Kasus 1 (Untung): Nilai tukar, $1,100 Kas dibayar, $3,900 ($5,000 – $1,100) Nilai Tukar > Nilai Buku = Untung $1,100 – $800 = $300 Boot + Nilai Buku = Biaya aset baru $3,900 + $800 = $4,700 Untung diakui jika menggunakan nilai wajar dan tidak diakui kalau menggunakan nilai buku

104 Pertukaran aset tetap – nilai buku
19 Juni, peralatan ditukar dengan untung $300. Juni 19 Akumulasi Depr.—Peralatan Peralatan (baru) Peralatan (lama) Kas

105 Pertukaran aset tetap – nilai wajar
19 Juni, peralatan ditukar dengan untung $300. Juni 19 Akumulasi Depr.—Peralatan Peralatan (baru) Peralatan (lama) Kas Keuntungan pertukaran peralatan

106 Pertukaran aset tetap – nilai buku
Harga peralatan baru yang diterima $10,000 Biaya aset lama $7,000 Akumulasi depr. per tanggal pertukaran 4,600 Nilai buku per tanggal pertukaran $2,400 Kasus 2 (Rugi): Nilai tukar, $2,000 Kas dibayar, $8,000 ($10,000 – $2,000) Nilai Tukar<Nilai Buku = Rugi $2,000 – $2,400 = $400 Rugi diakui untuk pelaporan keuangan.

107 Pertukaran aset tetap – nilai buku
7 September, peralatan ditukar dengan rugi $400. Sept. 7 Akumulasi Depr.—Peralatan Peralatan (baru) Peralatan (lama) Kas

108 Pertukaran aset tetap – nilai wajar
7 September, peralatan ditukar dengan rugi $400. Sept. 7 Akumulasi Depr.—Peralatan Peralatan (baru) Rugi pertukaran peralatan Peralatan (lama) Kas

109 Perubahan PSAK 16 (2007)* Termasuk dalam harga perolehan adalah dismantling cost (biaya untuk memindahkan aset di akhir masa manfaat) Aset tetap disajikan di neraca sebesar harga perolehan atau nilai revaluasi dikurang akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai Nilai revaluasi adalah nilai wajar aset pada tanggal pelaporan. Keuntungan revaluasi diakui sebagai laba komprehensif  ekuitas Penurunan nilai adalah selisih nilai tercatat aset dengan nilai dapat diperoleh kembali / recoverable amount (nilai tertinggi antara harga nilai wajar dikurangi biaya penjualan atau nilai pakai aset)

110 Sumber Daya Alam dan Deplesi
Deplesi adalah proses mentransfer biaya sumber daya alam pada akun beban. Perusahaan membayar $400,000 untuk hak tambang yang diperkirakan sebanyak 1,000,000 ton. Tingkat deplesi sebesar $0.40 per ton ($400,000 ÷ 1,000,000 ton). Tahun ini, 90,000 ton telah ditambang. Deplesi untuk periode ini $36,000 (90,000 ton x $0.40). Ayat Penyesuaian Des Beban Deplesi Akumulasi Deplesi

111 Aset Tak Berwujud dan Amortisasi
Amortisasi adalah alokasi secara periodik biaya perolehan aset tidak berwujud. Aset tak berwujud yang tidak diperjualbelikan (paten, copyrights, dan goodwill). Tanggal Uraian Debit Kredit Des. 31 Beban Amortisasi 20,000 Paten 20,000 Membayar $100,000 untuk hak paten. Umur paten 11 tahun dan dikeluarkan 6 tahun sebelum pembelian. 11 tahun – 6 tahun = 5-tahun ($100,000 / 5 tahun) = $20,000 per tahun

112 Discovery Mining Co. Neraca Parsial 31 December 2006
Akum. Nilai aset Tetap: Biaya Depr. Buku Tanah $ 30,000 $ 30,000 Gedung 110,000 $ 26,000 84,000 Peralatan Pabrik 650, , ,000 Peralatan Kantor 120, , ,000 $910,000 $231,000 $ 679,000 Akum. Nilai Sumber Mineral: Biaya Depr. Buku Alaska $1,200,000 $ 800,000 $400,000 Wyoming , , ,000 $1,950,000 $1,000, ,000 Total aset Tetap $1,629,000 aset Tak Berwujud: Paten $ ,000 Goodwill ,000 Total aset Tak Berwujud $ 125,000

113 Rasio aset Tetap pada Utang Jangka Panjang
(dalam jutaan) Procter & Gamble aset Tetap (bersih) $13,349 $13,095 Utnag Jangka Panjang $11,201 $9,792 Rasio aset Tetap pada Utang Jangka Panjang Kegunaan: Untuk melihat batas keamanan bagi kreditor

114 Summary Aset tetap: aset yang berumur panjang dan didepresiasikan selama masa manfaatnya. Metode penyusutan: Metode Garis Lurus Metode Unit Produksi Metode Saldo Menurun Pembelanjaan Modal dan Pembelanjaan Pendapatan. Penyelesaian aset Tetap: Dibuang Dijual Ditukar dengan aset serupa Sumber Daya Alam dan Deplesi aset Tak Berwujud dan Amortisasi Rasio aset Tetap terhadap Utang Jangka Panjang

115 martani@ui.ac.id atau dwimartani@yahoo.com
Akuntan Profesi untuk Mengabdi pada Negeri TERIMA KASIH Dwi Martani atau


Download ppt "Review Aset."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google