Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT. USMMA - GMATS TEAMWORK •OBJECTIVES COMMON TO ALL •EFFECTIVE COMMUNICATION •EFFECTIVE COORDINATION •EFFECTIVE LEADERSHIP.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT. USMMA - GMATS TEAMWORK •OBJECTIVES COMMON TO ALL •EFFECTIVE COMMUNICATION •EFFECTIVE COORDINATION •EFFECTIVE LEADERSHIP."— Transcript presentasi:

1 BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

2 USMMA - GMATS TEAMWORK •OBJECTIVES COMMON TO ALL •EFFECTIVE COMMUNICATION •EFFECTIVE COORDINATION •EFFECTIVE LEADERSHIP

3 Is there a need for a well- defined bridge organization? BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

4 The main purpose of good bridge team management is to ensure safe and timely arrival at a destination. A secondary purpose is to avoid the consequential loss that can occur if there is a collision or stranding. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

5 It is up to all ships officers to make the best possible use of available resources, both human and Material, to achieve the successful completion of the voyage. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

6 All members of the team have a part to play – “Team Management” requires interaction with the team for such a system to work. It does not refer to an act of management by one person. Combine technical knowledge and people skills. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT TEAMWORK

7 Team members should be kept fully aware of what is expected of them and their performance in the job, frequently monitored and feedback given. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT TEAMWORK

8 The efficient team member will be both mentally and physically fit! BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT TEAMWORK

9 1.SINGLE WATCHKEEPER 2.WITH LOOKOUT 3.HELMSMAN 4.MASTER ON BRIDGE 5.ADDITIONAL OFFICER BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

10 PERWIRA JAGA BERTANGGUNG JAWAB UTK MEMASTIKAN BAHWA PELAUT YANG DIBERI TUGAS JAGA SEBAGAI PENGAMAT ADALAH SEBAGAI BERIKUT : 1.MAMPU MELAKSANAKAN PENGAMATAN SEBAGAIMANA YANG DIHARAPKAN 2.MENGETAHUI CARA PELAPORAN DARI PENGAMATANNYA 3.DIPERLENGKAPI DENGAN PAKAIAN YANG CUKUP UNTUK PERLINDUNGAN TERHADAP CUACA 4.MEMBEBAS TUGASKANNYA SESUAI KONDISI. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT PERWIRA JAGA DAPAT MEMINTA TAMBAHAN SEORANG UNTUK MEMEGANG KEMUDI SEHUBUNGAN PERWIRA JAGA BERTANGGUNG JAWAB ATAS KESELAMATAN KAPAL DAN PENGEMUDIAN KAPAL YANG EFFISIEN. •SINGLE WATCHKEEPER

11 Perwira Dinas jaga adalah wakil dari Nahkoda dan melakukan pelbagai tugas yang dipercayakan oleh Nahkoda. Maka haruslah dimengerti juga bahwa tanggung jawab akhir didalam memimpin kapal tetap berada pada pundak Nahkoda. Oleh karena itu, perwira dinas jaga tidak perlu ragu-ragu untuk memanggil Nahkoda apabila terjadi pelbagai hal yang memerlukan Nakhoda. JAGA NAVIGASI BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

12 • Apabila menghadapi atau akan memasuki daerah tampak terbatas. • Apabila keadaan lalu-lintas laut yang ramai atau pergerakan kapal-kapal mengharuskan perlunya perhatian ekstra • Apabila menghadapi kesulitan dalam menetapkan haluan kapal. • Apabila tidak tampak daratan, tanda/rambu navigasi atau kesulitan untuk menduga kedalaman pada waktu yang seharusnya • Apabila tanpa diduga, kelihatan adanya daratan atau rambu navigasi atau terjadi sebuah perubahan dalam menduga kedalaman laut. PELBAGAI HAL YANG MEMERLUKAN NAKHODA. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

13 • Apabila terjadi kerusakan mesin, kemudi atau peralatan navigasi lainnya. • Apabila menghadapi cuaca buruk, atau jika timbul keraguaan tentang kemungkinan kerusakan yang diperkiraan akibat cuaca buruk. • Apabila kapal menghadapi bahaya apasaja terhadap navigasinya seperti es, kapal yang ditinggalkan ABK atau apabila menerima semboyan darurat • Dalam keadaan darurat apapun dimana perwira dinas jaga berada dalam keraguan. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

14 Standing order / prosedur tetap (protap) bertujuan demi untuk keselamatan kapal dengan cara mengantisipasi setiap kemungkinan yang bisa terjadi untuk menjaga keselamatan kapal. Standing order tidak dimaksudkan untuk membatasi ruang gerak dan kewenangan perwira dinas jaga, tetapi untuk meningkatkan tanggung jawabnya, dan memberikan arah yang positif saat Nahkoda tidak berada ditempat. Standing order harus dimengerti dengan baik dan benar oleh perwira dinas jaga dan Nahkoda boleh merasa puas dan lega karena semua perwira bawahannya mengerti dengan baik dan benar isi dari standing order yang dikeluarkannya (perwira dinas jaga biasanya membaca dan menandatangani standing order). STANDING ORDER BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

15 MELAKSANAKAN TUGAS JAGA NAVIGASI ( PERFORMING THE NAVIGATIONAL WATCH ) KEWAJIBAN – KEWAJIBAN PERWIRA JAGA NAVIGASI : –Tidak boleh meninggalkan anjungan sebelum ada pengganti –Terus melaksanakan tanggung jawb, walaupun Nakhoda berada di anjungan kecuali secara tegas Nakhoda mengambil alih –Jika ragu – ragu terhadap apa yang akan dilakukan, segera memberi tahu Nakhoda –Selalu memeriksa haluan, posisi, kecepatan dengan menggunakan setiap peralatan yang sesuai –Mengetahui sepenuhnya letak semua alat - alat navigasi dan peng-operasiannya serta keterbatasan alat – alat tersebut BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

16 PRINSIP – PRINSIP TUGAS JAGA •Pihak – pihak peserta Konvensi harus mengarahkan agar perhatian Perusahaan, Nakhoda, Kepala Kamar Mesin dan personil tugas jaga, ditujukan pada prinsip – prinsip yang harus diperhatikan untuk menjamin bahwa pelaksanaan tugas jaga secara aman selalu terpelihara. •Nakhoda setiap kapal wajib menjamin bahwa pengaturan tugas jaga telah memadai untuk selalu dilaksanakan secara aman. •Di bawah pengarahan nakhoda, perwira – perwira tugas jaga bertanggung jawab melaksanakan navigasi secara aman selama periode tugas jaga masing – masing •Melalui musyawarah dengan nakhoda, Kepala Kamar Mesin wajib menjamin bahwa pengaturan tugas jaga telah memadai untuk memelihara suatu tugas jaga mesin yang aman. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

17 Perwira yang bertugas jaga navigasi merupakan wakil nakhoda dan terutama selalu bertanggung jawab atas navigasi yang aman dan mematuhi Peraturan Internasional Pencegahan Tubrukan di Laut, 1972 PRINSIP-PRINSIP YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN TUGAS NAVIGASI BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

18 PENGAMATAN ( LOOK OUT ) •Suatu pengamatan yang baik harus selalu dilaksanakan sesuai dengan aturan 5 Peraturan Internasional Pencegahan Tubrukan di Laut, 1972 dan harus sesuai dengan tujuan untuk : •Menjaga kewaspadaan secara terus menerus dengan penglihatan dan pendengaran dan juga dengan sarana lain yang ada, sehubungan dengan setiap perubahan penting dalam hal suasana pengoperasian. •Memperhatikan sepenuhnya situasi – situasi dan resiko – resiko tubrukan, kandas dan bahaya navigasi lainnya. •Mendeteksi kapal – kapal atau pesawat terbang yang sedang berada dalam bahaya, orang – orang yang mengalami kecelakaan kapal, kerangka kapal dan bahaya – bahaya lain yang mengancam navigasi… BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

19 •Petugas pengamat harus mampu memberikan perhatian penuh untuk menjamin suatu pengamatan yang baik dan tidak boleh diberikan tugas lain kepada seorang pengamat karena dapat mengganggu pelaksanaan pengamatan. •Tugas seorang pengamat dan tugas seorang pemegang kemudi harus terpisah dan pemegang kemudi tidak boleh merangkap atau dianggap merangkap tugas pengamatan kecuali pada kapal – kapal kecil dimana pandangan - pandangan ke segala arah tidak terhalang dari tempat kemudi dan tidak ada gangguan pandangan malam hari. •Perwira yang melaksanakan tugas jaga navigasi dapat merupakan satu – satunya orang yang melakukan pengamatan pada siang hari, asalkan : Situasi yang ada telah diperhitungkan secara cermat dan tidak diragukan lagi keamanannya. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

20 •Jarak tampak, keadaan cuaca, dan laut •Kepadatan lalu lintas dan aktifitas – aktifitas lain yang terjadi di daerah dimana kapal sedang melakukan navigasi •Perhatian yang perlu jika sedang melakukan navigasi di dalam atau di dekat jalur – jalur pemisah lalu lintas, atau langkah – langkah lain yang berkaitan dengan penentuan rute •Beban kerja tambahan yang disebabkan oleh sifat fungsi kapal, oleh kebutuhan pengoperasian yang bersifat mendadak dan olah gerak yang diperkirakan harus dilakukan. •Kemampuan untuk menjalankan tugas setiap anggota tugas jaga •Pengetahuan dan keyakinan kompetensi profesional para perwira dan para awak kapal.. SEMUA FAKTOR RELEVAN YANG HARUS DIPERHITUNGKAN SEPENUHNYA BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

21 •Pengalaman setiap perwira yang melakukan tugas jaga navigasi dan pengetahuan •Perwira tugas jaga yang bersangkutan tentang peralatan, prosedur – prosedur dan kemampuan olah gerak kapal •Kemampuan operasional instrumen – instrumen dan alat – alat pengendali di anjungan, termasuk sistem tanda bahaya •Daun kemudi, baling – baling serta sifat olah gerak kapal •Ukuran kapal dan medan pandangan dari tempat pengamat •Tata ruang anjungan, sampai pada tingkat dimana tata ruang yang bersangkutan mungkin dapat menghalangi seorang awak kapal yang melakukan tugas jaga dalam mendeteksi setiap perkembangan situasi dengan penglihatan dan pendengaran •Setiap standar, prosedur atau pedoman relevan lain yang berkaitan dengan pengaturan tugas jaga dan dengan kemampuan melaksanakan tugas jaga yang telah ditetapkan oleh organisasi Pengaturan tugas jaga BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

22 SERAH TERIMA TUGAS JAGA •Perwira pengganti harus menjamin bahwa anggota – anggota tugas jaga yang membantunya sepenuhnya mampu menjalankan tugas – tugas, khususnya sehubungan dengan penyesuaian diri dengan pandangan dimalam hari. Perwira pengganti tidak boleh mengambil alih tugas jaga sebelum daya pandangnya sepenuhnya telah menyesuaikan dengan kondisi cahaya yang ada. •Sebelum mengambil alih tugas jaga, perwira pengganti harus mendapat kepastian tentang posisi yang sebenarnya atau posisi duga kapal dan harus mendapat kejelasan tentang haluan dan kecepatan kapal, pengendalian UMS ( Unmanned Machinery Space ), dan harus mencatat setiap kemungkinan bahaya navigasi selama tugas jaganya. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

23 Perwira pengganti harus memperoleh kepastian dalam hal : •P•Perintah – perintah harian dan petunjuk – petunjuk khusus lain dari Nakhoda, yang berkaitan dengan navigasi •P•Posisi, haluan, kecepatan dan sarat kapal •G•Gelombang laut pada saat itu atau yang diperkirakan, arus laut, cuaca, jarak tampak dan pengaruh faktor – faktor tersebut terhadap haluan dan kecepatan kapal •P•Prosedur – prosedur penggunaan mesin induk untuk olah gerak, jika mesin induk berada dibawah kendali anjungan •S•Situasi navigasi, termasuk : •K•Kondisi operasional seluruh peralatan navigasi dan peralatan pengaman yang sedang digunakan atau yang mungkin akan digunakan selama tugas jaga BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

24 •K•Kesalahan – kesalahan kompas gyro dan kompas magnetik •A•Adanya dan terlihat kapal – kapal lain atau adanya kapal – kapal lain yang tidak terlalu jauh dari kapal sendiri •K•Kemungkinan kondisi – kondisi tertentu serta bahaya yang akan dihadapi selama tugas jaga •K•Kemungkinan adanya efek – efek kemiringan, trim, berat jenis air dan squat terhadap jarak lunas kapal dengan dasar laut •J•Jika pada suatu saat perwira tugas jaga navigasi harus diganti dalam keadaan sedang melakukan olah gerak atau tindakan tertentu lain untuk menghindari setiap bahaya yang sedang mengancam, maka penggantian tugas jaga ini harus ditangguhkan sampai tindakan atau olah gerak yang bersangkutan telah selesai melaksanakan tugas jaga navigasi BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

25 Perwira yang melaksanakan tugas jaga navigasi harus : •Melaksanakan tugas jaga di anjungan •Sama sekali tidak pernah boleh meninggalkan anjungan sebelum diganti •Terus melaksanakan tanggung jawab navigasi secara aman, meskipun Nakhoda ada di anjungan, kecuali jika diberi tahu secara khusus bahwa Nakhoda telah mengambil alih tanggung jawab, dan pemberitahuan ini harus saling dimengerti. •Jika merasa ragu tentang tindakan apa yang harus dilakukan demi keselamatan kapal, harus memberi tahu Nakhoda •Selama tugas jaga, haluan, posisi dan kecepatan kapal harus diperiksa secara berkala dengan menggunakan setiap peralatan navigasi yang ada untuk menjamin bahwa kapal berada pada haluan yang telah direncanakan.. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

26 •Perwira tugas jaga harus memiliki pengetahuan penuh dan pengoperasian seluruh peralatan navigasi yang ada dan harus mengetahui serta mempertimbangkan keterbatasan kemampuan operasional peralatan yang bersangkutan •Perwira yang bertanggung jawab dalam tugas jaga navigasi tidak boleh merangkap atau diberi tugas – tugas lain yang mengganggu keselamatan navigasi •Perwira tugas jaga navigasi harus menggunakan seluruh peralatan navigasi seefektif mungkin •Jika menggunakan radar, perwira tugas jaga navigasi harus selalu mengingat pada ketentuan – ketentuan yang termuat di dalam Peraturan Internasional Pencegahan Tubrukan di Laut, sehubungan dengan cara menggunakan radar.. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

27 •Jika diperlukan perwira tugas jaga navigasi tidak boleh ragu untuk menggunakan kemudi, mesin dan sistem semboyan bunyi yang ada. Tetapi pemberitahuan dalam waktu yang tepat tentang perubahan kecepatan mesin harus dilakukan atau pengendalian secara efektif alat kendali UMS ( Unmanned Machinery Space ) yang ada di anjungan harus sesuai dengan prosedur – prosedur yang berlaku. •Perwira – perwira tugas jaga navigasi harus mengetahui sifat olah gerak kapal, termasuk jarak henti dan juga harus mempertimbangkan bahwa kapal – kapal lain memiliki sifat – sifat olah gerak yang berbeda – beda. •Harus dilakukan pencatatan secara baik selama tugas jaga sehubungan dengan olah gerak dan aktivitas – aktivitas yang berkaitan dengan navigasi.. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

28 •Perwira tugas jaga harus selalu menjamin bahwa pengamatan secara baik dilakukan terus menerus. Pada kapal yang memiliki kamar peta yang terpisah, perwira tugas jaga navigasi boleh mengunjungi kamar peta ini jika memang perlu untuk kepentingan tugas navigasi, asalkan terlebih dahulu memastikan bahwa tindakannya bersifat aman dan pengamatan tetap dilaksanakan. •Pengujian kemampuan operasional peralatan navigasi harus dilakukan sesering yang dapat dilaksanakan dan sesuai dengan situasi yang ada khususnya sebelum terjadi situasi yang membahayakan. Pengujian – pengujian semacam ini harus dicatat. Dan pengujian – pengujian semacam ini juga harus dilakukan sebelum tiba dan sebelum berangkat dari pelabuhan. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

29 Perwira tugas jaga navigasi harus melakukan pemeriksaan tetap untuk menjamin bahwa : •Kemudi otomatis atau orang – orang yang menjalankan kemudi tangan mengikuti haluan yang benar •Kesalahan pada standar kompas ditentukan paling sedikit sekali setiap putaran tugas jaga dan setelah perubahan haluan yang cukup besar ; kompas standar dan kompas gyro sering dibandingkan dan repeater – repeater disamakan dengan kompas induk •Kemudi otomatis harus diuji secara manual paling sedikit setiap satu putaran tugas jaga •Lampu navigasi dan lampu isyarat dan peralatan navigasi lain berfungsi dengan baik •Peralatan radio berfungsi dengan baik sesuai dengan paragraf dibawah ini •Alat kendali UMS, tanda bahaya dan indikator – indikator berfungsi dengan baik. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

30 Perwira tugas jaga navigasi harus ingat untuk selalu mematuhi persyaratan – persyaratan SOLAS tahun Dan harus mempertimbangkan •Keharusan untuk menempatkan seorang awak kapal untuk mengemudikan kapal dan untuk beralih ke kemudi tangan dalam situasi yang mengijinkan guna memungkinkan penanggulangan •Bahwa jika kapal sedang menggunakan kemudi otomatis, Akan sangat berbahaya jika membiarkan terus berkembangnya situasi sampai pada suatu tingkat dimana perwira tugas jaga tidak memperoleh bantuan dan harus menghentikan pelaksanaan pengamatannya karena harus mengambil suatu tindakan darurat tertentu. •Perwira – perwira yang melaksanakan tugas jaga navigasi harus sepenuhnya mengenal penggunaan semua alat bantu navigasi elektronik, termasuk kemampuan – kemampuan dan keterbatasan – keterbatasannya dan juga harus menggunakan setiap alat bantu tersebut jika diperlukan, harus juga ingat bahwa perum gema adalah merupakan alat bantu yang sangat penting untuk navigasi.. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

31 •Perwira tugas jaga navigasi harus menggunakan radar setiap kali terjadi atau diperkirakan akan terjadi berkurangnya jarak tampak dan secara terus – menerus jika sedang ada diperairan yang penuh dengan lalu lintas kapal lain, sambil memperhatikan keterbatasan – keterbatasan kemampuan radar yang ada. •Perwira tugas jaga navigasi harus menjamin bahwa skala jarak yang diterapkan diubah secara berkala, sehingga setiap sasaran dapat terdeteksi sedini mungkin. Harus di ingat bahwa sasaran – sasaran kecil atau sasaran yang kurang jelas dapat lolos dari pengamatan radar. •Jika menggunakan radar, perwira tugas jaga harus memilih suatu skala jarak yang memadai dan harus mengamati layar radar secara cermat serta harus menjamin bahwa analisa sistimatis dan plotting mulai dilakukan sedini mungkin. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

32 TUGAS JAGA DALAM KONDISI – KONDISI DAN DAERAH – DAERAH YANG BERBEDA – BEDA CUACA BAIK •Perwira tugas jaga navigasi harus sering melakukan baringan – baringan terhadap kapal – kapal yang mendekat secara tepat, untuk dijadikan petunjuk pendeteksian adanya resiko tubrukan secara dini dan harus selalu ingat bahwa resiko tubrukan masih tetap ada meskipun adanya perubahan baringan yang cukup besar, khususnya jika sedang mendekati sebuah kapal yang sangat besar atau sebuah kapal tunda atau jika sangat dekat dengan sebuah kapal lain. Perwira tugas jaga harus mengambil tindakan dini yang positif sesuai dengan Peraturan Internasional Pencegahan Tubrukan di laut tahun 1972, dan kemudian memastikan bahwa tindakannya telah memberikan hasil yang diinginkan. •Dalam cuaca baik dan kapanpun dapat dilakukan, perwira tugas jaga navigasi harus melaksanakan pengoperasian radar. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

33 JARAK TAMPAK TERBATAS Jika jarak tampak berkurang atau diperkirakan akan berkurang, tanggung jawab pertama perwira tugas jaga navigasi adalah menganut pada peraturan – peraturan sesuai dengan Peraturan Internasional Pencegahan Tubrukan Dilaut tahun 1972, dengan perhatian khusus pada isyarat kabut, melaju dengan kecepatan yang aman dan menyiapkan mesin untuk melakukan olah gerak setiap saat. Selain itu, perwira tugas jaga navigasi ini juga harus : •Memberi tahu Nakhoda •Menempatkan seorang pengamat yang baik •Menghidupkan lampu – lampu navigasi •Mengoperasikan dan menggunakan radar BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

34 PADA WAKTU GELAP •J•Jika menyusun tugas pengamatan, Nakhoda dan perwira tugas jaga navigasi harus mempertimbangkan peralatan yang ada di anjungan dan peralatan bantu navigasi yang siap digunakan beserta keterbatasan – keterbatasannya, prosedur – prosedur dan kecermatan yang harus dilakukan BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

35 PERAIRAN PANTAI DAN PERAIRAN PADAT LALU LINTAS •Harus menggunakan peta yang memiliki skala terbesar dan sesuai dengan daerah yang bersangkutan dan harus dikoreksi sesuai dengan informasi yang diperoleh paling akhir. •Penentuan posisi harus sering dilakukan dengan berbagai macam cara. •Perwira tugas jaga navigasi harus mengidentifikasi seluruh rambu – rambu navigasi yang relevan secara benar. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

36 NAVIGASI DENGAN PANDU DIATAS KAPAL •Meskipun adanya tugas – tugas dan kewajiban seorang pandu, tetapi keberadaan pandu diatas kapal tidak mengganti tugas dan tanggung jawab Nakhoda dan perwira tugas jaga atas keselamatan kapal. •Nakhoda dan pandu harus saling bertukar informasi dalam hal prosedur – prosedur navigasi, kondisi setempat dan sifat – sifat kapal. •Nakhoda dan / atau perwira tugas jaga navigasi harus meminta penjelasan dari pandu, dan jika keraguan tetap berlanjut harus memberi tahu Nakhoda secepatnya dan mengambil tindakan apa saja yang perlu sebelum Nakhoda datang. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

37 KAPAL BERLABUH JANGKAR •Jika Nakhoda mempertimbangkan perlu, suatu tugas jaga navigasi harus terus dilakukan ketika sedang berlabuh jangkar. Ketika sedang berlabuh jangkar, perwira tugas jaga harus : •Menentukan dan menggambar posisi kapal pada peta, sedini mungkin. •Jika situasi mengijinkan, melakukan pemeriksaan dengan selang waktu yang memadai untuk memastikan bahwa kapal tetap pada posisi labuh jangkar yang aman, dengan memeriksa baringan – baringan rambu – rambu navigasi permanen yang ada atau obyek – obyek pantai yang ada •Menjamin bahwa pengamatan yang baik terus dilaksanakan •Memastikan bahwa pemeriksaan kapal dilakukan secara berkala.. BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

38 •Mengamati keadaan gelombang dan cuaca serta keadaan laut •Memberitahu Nakhoda dan mengambil langkah – langkah yang perlu jika jangkar menggaruk atau hanyut •Memastikan bahwa kesiapan mesin induk dan mesin – mesin lain telah sesuai dengan petunjuk – petunjuk Nakhoda •Jika jarak tampak berkurang, Nakhoda harus diberi tahu •Memastikan bahwa kapal menunjukan lampu - lampu dan tanda – tanda siang hari yang cukup dan bahwa isyarat – isyarat bunyi dilakukan sesuai dengan semua peraturan yang ada •Mengambil langkah – langkah untuk melindungi lingkungan dari pencemaran oleh kapal dan mematuhi peraturan pencemaran yang berlaku BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT

39 BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT


Download ppt "BP3IP - JAKARTA BRIDGE TEAM MANAGEMENT. USMMA - GMATS TEAMWORK •OBJECTIVES COMMON TO ALL •EFFECTIVE COMMUNICATION •EFFECTIVE COORDINATION •EFFECTIVE LEADERSHIP."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google