Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pemodelan Keputusan Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., MT. Materi Kuliah [2]: (Sistem Pendukung Keputusan)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pemodelan Keputusan Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., MT. Materi Kuliah [2]: (Sistem Pendukung Keputusan)"— Transcript presentasi:

1 Pemodelan Keputusan Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., MT. Materi Kuliah [2]: (Sistem Pendukung Keputusan)

2 Tujuan  Mahasiswa dapat memahami proses pemodelan keputusan.

3 Pokok bahasan untuk pertemuan kali ini adalah menindaklanjuti sisa usaha perusahaan dalam tahun 2008 SIAP DIREKTUR Wa Direktur Mj. TI Mj. Produksi Mj. Pemasaran Mj. Inventory Keuangan

4 Divisi keuangan, bisa diinformasikan berapa sisa usaha kita akhir tahun ini? Setelah dikurangi dengan perkiraan biaya operasional pada bulan terakhir, sisa usaha kita sekitar 500 jt rupiah. DIREKTUR Keuangan

5 Sebenarnya kita juga masih memiliki deposito, namun kami tidak ingin deposito tsb dicairkan dalam waktu dekat. Namun sepertinya kita membutuhkan dana segar untuk peningkatan produktivitas perusahaan kita Pak… DIREKTUR Wakil Direktur

6 Untuk apa misalnya…??? Sepertinya pimpinan perusahaan membutuhkan mobil baru. Mobil lama yang kita miliki nampaknya sudah mulai harus diupgrade. DIREKTUR Wakil Direktur

7 Ok, betul juga. Tapi, menurut saya, upgrading mobil belum terlalu penting… Mungkin ada masukan lain? Dari divisi inventory, mengingat kapasitas produksi kita yang nampaknya akan bertambah pada tahun-tahun mendatang, kami membutuhkan sarana transportasi tambahan. Jika dimungkinkan, kami juga membutuhkan lahan untuk mendirikan gudang baru… DIREKTUR Mj. Inventory

8 Ide bagus, perlu dipertimbangkan. Namun perlu dipikirkan juga, apakah budget kita cukup untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Dari divisi produksi, mengingat persaingan produk makanan ringan di pasaran semakin banyak, kiranya kita perlu berinisiatif untuk mengembangkan produk baru yang lebih bernilai jual… DIREKTUR Mj. Produksi

9 Baik, alternatif pengembangan produk baru memang perlu diperhitungkan. Saya mendukung usulan dari divisi produksi. DIREKTUR Mj. Pemasaran

10 Boleh juga, nampaknya maintenance sarana teknologi informasi di perusahaan kita tidak memerlukan biaya tinggi. Saya kira maintenance sarana teknologi informasi juga perlu dipertimbangkan. Beberapa fasilitas mulai diperbaiki, mengingat kebutuhan akses informasi pada saat ini semakin tinggi. DIREKTUR Mj. TI

11 Baiklah, kita telah memiliki beberapa alternatif yang perlu kita pertimbangkan dalam memanfaatkan sisa usaha kita. Namun demikian kita perlu mempertimbangkan beberapa aspek, seperti: harga dan daya dukung terhadap produktivitas perusahaan DIREKTUR Wa Direktur

12 Baiklah. Pertemuan kali ini kita akhiri terlebih dahulu. Kami harapkan adanya alternatif terbaik untuk investasi sisa dana pada pertemuan yang akan datang. Selain itu perlu dipertimbangkan pula nilai investasi barang setidaknya dalam 10 tahun ke depan. Dan jangan lupa, masalah tender dan ketersediaan barang juga perlu dipikirkan. DIREKTUR Mj. Pemasaran

13 Proses Pemodelan Keputusan  Alasan perlunya pemodelan: • Proses membuat suatu keputusan bukanlah sebuah proses yang mudah. • Beberapa tahap harus dilalui untuk mendapatkan keputusan yang tepat.  Turban (2005) mengusulkan empat tahapan yang harus dilalui dalam membentuk suatu keputusan

14

15 Identifikasi Masalah  Pada tahap ini akan dilakukan identifikasi terhadap permasalahan yang ada terkait dengan:  kebutuhan-kebutuhan untuk menyelesaikan masalah,  beberapa peluang yang ditemukan dalam penyelesaian masalah.

16 Identifikasi Masalah  Secara lebih detil, pada tahap ini dilakukan serangkaian aktivitas sebagai berikut. 1. Mengidentifikasi tujuan organisasi atau tujuan pencapaian masalah. 2. Mengidentifikasi prosedur-prosedur yang perlu disiapkan dalam mencari atau melacak adanya permasalahan.

17 Identifikasi Masalah 3. Melakukan pengumpulan data. Ada beberapa kendala yang dimungkinkan akan ditemui selama proses koleksi data ini, antara lain (Turban, 2005: 54).  Ketaktersediaan data. Hal ini mengakibatkan model yang akan dibentuk akan memberikan hasil yang tidak akurat.  Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan data cukup mahal.  Data yang diperoleh tidak cukup akurat dan tepat.  Estimasi sering kali bersifat subyektif.

18 Identifikasi Masalah  Data dimungkinkan tidak aman.  Data-data penting yang mempengaruhi hasil adakalanya bersifat kualitatif.  Data yang ada sangat banyak.  Terkadang diasumsikan bahwa data yang akan datang memiliki karakteristik yang sama dengan data saat ini. Oleh karena itu, apabila hal ini tidak terjadi, maka perlu adanya suatu metode untuk memprediksi adanya perubahan tersebut. 4. Melakukan klasifikasi permasalahan. Klasifikasi dilakukan untuk menentukan kategori permasalahan.

19 Identifikasi Masalah 5. Melakukan dekomposisi permasalahan. Aktivitas ini diperlukan apabila permasalahan yang timbul terlalu kompleks sehingga perlu dipecah lagi menjadi beberapa sub permasalahan. 6. Kepemilikan masalah, artinya permasalahan dianggap ada apabila ada seseorang atau sekelompok orang yang tanggap untuk mengatasi permasalahan tersebut dan organisasi merasa mampu untuk menyelesaikan masalah tersebut.

20 Identifikasi Masalah  Hasil akhir dari tahap ini adalah pernyataan masalah secara formal (formal problem statement).

21 Perancangan  Aktivitas yang dilakukan: 1. Formulasi model (normatif atau deskriptif). 2. Pemilihan kriteria-kriteria. Kriteria adalah hal-hal apa saja yang menjadi bahan pertimbangan bagi pengambil keputusan untuk memutuskan alternatif terbaik. 3. Pencarian beberapa alternatif. 4. Mengukur dan memprediksi terhadap hasil yang terjadi.  Hasil akhir dari tahap ini adalah alternatif- alternatif.

22 Pemilihan  Pada tahap ini akan dilakukan pencarian cara yang paling tepat untuk melakukan aksi, melakukan evaluasi dan pemilihan terhadap solusi yang paling cocok.  Untuk melakukan pencarian cara yang paling tepat untuk melakukan aksi dapat dilakukan melalui:  teknik-teknik analitik;  menggunakan algoritma.

23 Pemilihan  Proses evaluasi pada pemilihan alternatif dapat dilakukan dengan berbagai cara.  Apabila suatu alternatif dimungkinkan memiliki beberapa tujuan, maka perlu ada pembandingan antar tujuan yang dicapai tersebut.  Proses pembandingan ini dapat dilakukan melalui analisis sensitivitas atau analisis what-if.  Analisis sensitivitas umumnya digunakan untuk menentukan tingkat robustness apabila diberikan beberapa alternatif.  Sedangkan analisis what-if digunakan untuk melihat adanya perubahan mayor pada parameter-parameter.

24 Pemilihan  Secara rinci, pada tahap pemilihan ini akan dilakukan beberapa aktivitas antara lain:  Menghasilkan solusi dari model yang diformulasikan pada tahap perancangan.  Melakukan analisis sensitivitas.  Menyeleksi alternatif-alternatif yang terbaik.  Melakukan perencanaan untuk tahap implementasi.  Hasil akhir dari tahap ini adalah solusi.

25 Implementasi  Pada tahap ini akan diimplementasikan hasil (solusi) yang telah diperoleh dalam tahap pemilihan


Download ppt "Pemodelan Keputusan Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., MT. Materi Kuliah [2]: (Sistem Pendukung Keputusan)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google