Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 ENTREPRENEURSHIP KEWIRAUSAHAAN Oleh : Zaenal Abidin MK SE BAB 16.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 ENTREPRENEURSHIP KEWIRAUSAHAAN Oleh : Zaenal Abidin MK SE BAB 16."— Transcript presentasi:

1 1 ENTREPRENEURSHIP KEWIRAUSAHAAN Oleh : Zaenal Abidin MK SE BAB 16

2 2 16. MENDAPATKAN SUMBER DAYA UNTUK BERKEMBANGAN DARI SUMBER DAYA EKSTERNAL Waralaba adalah cara usaha baru yang dapat mengurangi resiko kerugian bagi terwaralaba dan juga suatu cara dimana seorang pengusaha dapat memperluas bisnisnya dengan mengharuskan orang lain membayar atas penggunaan rumusan bisnis tersebut.

3 3 Bagi Terwaralaba keuntungan melakukan waralaba adalah : 1. Dapat masuk kedalam sebuah bisnis dengan nama 2. Produk atau pelayanan yang telah diterima publik 3. Memiliki akses bantuan menejerial yang diberikan oleh pewaralabaWARALABA

4 4 5. Mendapat akses informasi luas tentang pasar tersebut 6. Mendapatkan kontrol-kontrol operasi dan struktural lainnya untuk membantu menejemen bisnis tersebut secara efektif 4. Menerima dukungan awal yang dapat menghemat waktu dan mungkin juga modal pengusaha secara signifikan

5 5 tetapi, terdapat sejumlah kerugian potensial, yang biasanya berpusat pada ketidakmampuan pewaralaba untuk memberikan layanan, Iklan, dan lokasi yang dijanjikan. Bagi pewaralaba, keuntungan waralaba yang terutama adalah dapat memperluas bisnisnya secara cepat, dengan menggunakan modal pribadi yang kecil.

6 6 2. Manajemen yang buruk, terlepas dari adanya pelatihan dan kontrol, dapat tetap menyebabkan kegagalan waralaba secara individual, dan hal ini bisa tercermin secara negatif pada keseluruhan sistem waralaba itu. Dalam beberapa kasus, pewaralaba mungkin mengalami kesulitan : 1. Untuk menemukan terwaralaba yang berkualitas.

7 7 3. Seiring dengan bertambahnya jumlah waralaba, kemampuan untuk mempertahankan kontrol yang ketat menjadi lebih sulit.

8 JENIS-JENIS WARALABA 1. Hak Penjualan (dealership) Disini para produsen menggunakan waralaba untuk mendistribusikan lini produk mereka. Dalam beberapa keadaan mereka diharuskan untuk memenuhi kuota yg ditetapkan oleh produsen 8

9 2. Menawarkan Nama, citra serta metode menjalankan bisnis ex : McDonald’s, KFC, Dunkin Donuts 9

10 3.Menawarkan Jasa Hal ini mencakup agensi- agensi personalia, perusahaan- perusahaaan pembuat laporan pajak pendapatan, dan agensi- agensi real estate waralaba ini telah menetapkan nama dan reputasi serta metode menjalankan bisnisnya 10

11 Peluang-peluang waralaba sering kali berkembang dari perubahan-perubahan lingkungan dan juga tren sosial yang penting, diantaranya  Kesehatan yang baik  Penghematan dan kenyamanan waktu  Kesadaran lingkungan  Baby boom kedua 11

12 BERINVESTASI DALAM SEBUAH WARALABA Tidak semua waralaba tepat untuk semua pengusaha. Mereka harus mengevaluasi alternatif-alternatif waralaba tersebut untuk memutuskan mana yang paling cocok. Sejumlah faktor perlu diperhitungkan sebelum membuat keputusan final tersebut. Diantaranya : 12

13 1. Waralaba yang belum terbukti, versus yang telah terbukti Waralaba yang belum terbukti merupakan investasi yang tidak terlalu mahal, tentunya diimbangi oleh lebih banyak resiko 13

14 2.Stabilitas keuangan waralaba Pembelian sebuah waralaba sebaiknya diawali oleh penilaian stabilitas keuangan waralabanya 14

15 3. Pasar potensial bagi waralaba baru Penting bagi pengusaha untuk mengevaluasi pasar yang akan tertarik dengan waralaba tersebut. Titik awalnya adalah mengevaluasi arus lalulintas dan demografis para penduduk dari peta area itu 15

16 4.Keuntungan potensial bagi waralaba baru Seperti bisnis pemula lainnya penting untuk membuat laporan proforma dari pendapatan dan arus kas. Pewaralaba sebaiknya menyediakan proyeksi-proyeksi untuk memperhitungkan informasi yang dibutuhkan 16

17 USAHA PATUNGAN JENIS-JENIS USAHA PATUNGAN Usaha patungan : dua perusahaan atau lebih membentuk suatu perusahaan baru. Ada banyak jenis pengaturan usaha patungan, yang paling umum adalah 1. Masih antara 2 perusahaan sektor swasta atau lebih. Contoh : Boeing/mitsubishi/fuji/kawasaki membentuk usaha patungan untuk memproduksi pesawat terbang kecil, dengan tujuan berbagi teknologi dan memotong biaya 17

18 2. Kesepakatan industri-universitas yang diciptakan dengan tujuan melakukan riset. Kesepakatan usaha patungan antara Celanese Corporation dan Yale university yang menciptakan untuk riset komposisi dan sintetis enzim Celanese menanggung biaya semua pasokan dan peralatan, Yale membayar upah para profesor yang terlibat 18

19 3. Usaha patungan internasional Ada beberapa kerugian usaha patungan ini a. Sasaran bisnis para mitra usaha patungan mungkin cukup berbeda b. Perbedaan budaya disetiap perusahaan dapat menciptakan kesulitan manajerial c. Kebijakan-kebijakan pemerintah kadang-kadang berdampak negatif terhadap pengarahan dan operasi usaha patungan ini 19

20  FAKTOR-FAKTOR KESUKSESAN USAHA PATUNGAN 1.Penilaian yang akurat tentang pihak-pihak yang terlibat untuk mengelola badan usaha baru tersebut sebaik mungkin 20

21 2. Derajat simetri antara para mitranya. Ketika salah satu mitra merasa memberi lebih banyak, ketika satu mitra menginginkan keuntungan sementara mitra lain mengharapkan penjualan produk 21

22 3. Ekspektasi atau hasil-hasil usaha patungan tersebut harus masuk akal, realistis 4. Pemilihan waktu harus tepat, dengan “lingkungan” yang senantiasa berubah 22

23 AKUISISI Akusisi : Pembelian sebagian dari suatu perusahaan atau seluruhnya KEUNTUNGAN-KEUNTUNGAN AKUISISI 1. Bisnis lebih mapan 2.Pelanggan sudah mengenal Lokasi 23

24 3.Struktur pemasaran yang telah mapan (pemasok, penjual, grosir, penjual ritel dan perwakilan produsen sudah terbentuk baik) 4. Biaya aktual untuk membeli sebuah bisnis Lebih murah 5.Para pekerja sudah ada 6.Kesempatan lebih untuk menjadi kreatif 24

25 KERUGIAN-KERUGIAN AKUISISI 1.Catatan kesuksesan yang marginal 2.Terlalu yakin akan kemampuannya 3.Hilangnya para pekerja yang penting 4.Penilaian yang terlalu tinggi 25

26 SINERGI “Satu kesatuan utuh adalah lebih besar dibandingkan jumlah dari bagian-bagianya” Berlaku pada integrasi dari sebuah akusisi kedalam usaha seorang pengusaha. Sinergi tersebut seharusnya terjadi dalam konsep bisnis. 26

27 MENYUSUN PERJANJIAN Struktur perjanjian melibatkan para pihak, aset, bentuk pembayaran, dan penetapan waktu pembayaran tersebut 27

28  MENCARI KENDIDAT AKUISISI Pialang (broker): Orang-orang yang menjual perusahaan. Jika seorang pengusaha berencana membeli sebuah bisnis, ada beberapa sumber bantuan diantaranya pialang. 28

29  Pengusaha sebaiknya mengumpulkan sebanyak mungkin informasi, membacanya secara teliti, berkonsultasi, mempertimbangkan situasi dan mengambil keputusan yang konstruktif 29

30 MERGER Adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan, ini metode yang dapat digunakan untuk memperluas usaha 30

31 LEVERAGED BUY OUT Adalah membeli suatu badan usaha yang sudah ada oleh seorang pengusaha atau suatu kelompok pekerja dengan cara tunai. Pembeli tersebut meyakini bahwa ia dapat menjalankan perusahaan tersebut lebih efisien. 31

32 MENGATASI KENDALA DENGAN MENEGOISASIKAN TAMBAHAN SUMBER DAYA Tugas distribusi : menegoisasikan bagaimana manfaat dari hubungan akan dialokasikan diantara pihak-pihaknya. Tugas integrasi : mengeksplorasi kemungkinan saling menguntungkan dari hubungan agar “ukuran kue” dapat diperbesar 32

33 33  Para pengusaha juga dapat mencapai pertumbuhan melalui “usaha patungan”  Penggunaan usaha patungan yang efektif sebagai suatu strategi ekspansi menuntut pengusaha untuk menilai situasi dan mitra potensialnya secara hati-hati.

34 34 Merger dan Leveraged buyout adalah : cara-cara lain yang dapat ditempuh pengusaha untuk menumbuhkan bisnis mereka. Suatu keahlian esensial bagi semua alternatif ini adalah kemampuan untuk bernegosiasi.

35 35 Terimakasih By : Zaenal Abidin MK SE Sampai jumpa lagi…


Download ppt "1 ENTREPRENEURSHIP KEWIRAUSAHAAN Oleh : Zaenal Abidin MK SE BAB 16."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google