Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

L/O/G/O MANAJEMEN UTANG Manajemen Keuangan Konsumen Oleh: Dr. Ir. Hartoyo, M.Sc. D-IKK, FEMA, IPB.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "L/O/G/O MANAJEMEN UTANG Manajemen Keuangan Konsumen Oleh: Dr. Ir. Hartoyo, M.Sc. D-IKK, FEMA, IPB."— Transcript presentasi:

1 L/O/G/O MANAJEMEN UTANG Manajemen Keuangan Konsumen Oleh: Dr. Ir. Hartoyo, M.Sc. D-IKK, FEMA, IPB

2 Pengertian: •Utang adalah sejumlah uang atau sesuatu yang dapat dinilai dengan uang yang diterima dari pihak lain berdasarkan persetujuan dengan kewajiban mengembalikan atau melunasi •Utang: transfer pendapatan masa mendatang untuk meningkatkan konsumsi masa sekarang •Utang adalah sejumlah uang atau sesuatu yang dapat dinilai dengan uang yang diterima dari pihak lain berdasarkan persetujuan dengan kewajiban mengembalikan atau melunasi •Utang: transfer pendapatan masa mendatang untuk meningkatkan konsumsi masa sekarang

3 Sindrom berutang: •Kebiasaan •Keterpaksaan •Terperangkap dalam fenomena gali lobang tutup lobang •Kebiasaan •Keterpaksaan •Terperangkap dalam fenomena gali lobang tutup lobang  Takut berutang  Hobi berutang  Takut berutang  Hobi berutang

4 Manajemen Utang bertujuan: •Dapat memanfaatkan ‘utang’ agar tidak membuat anda mengalami kebangkrutan Atau •Pemanfaatan ‘utang’ untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga •Dapat memanfaatkan ‘utang’ agar tidak membuat anda mengalami kebangkrutan Atau •Pemanfaatan ‘utang’ untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga

5 Jenis Utang: Utang Produktif •Segala jenis utang yang mempunyai ciri khas: •Nilai aset meningkat •Dapat memberikan penghasilan yang lebih besar dari biaya cicilan utang Utang Konsumtif •Segala jenis utang yang memiliki ciri khas: •Nilai aset berkurang •Tidak memberikan penghasilan yang sama atau lebih besar dari biaya cicilan utang •Bunga yang lebih tinggi

6 Aturan Main dalam Berutang Perhatikan rasio utang dengan penghasilan Perhatikan rasio total utang terhadap total aset Perhatikan rasio penghasilan bersih dengan pembayaran utang

7 Menghitung Bunga Pinjaman: •Tingkat Suku Bunga Utang: –Effective Annual Rate (EAR) –Annual Percentage Rate (APR) Contoh: Sebuah perusahaan Leasing XX menawarkan Kredit mobil dengan APR = 18%. Berapa EAR-nya? Jawab: EAR = [ 1 + APR/m ] m – 1 = [ /12] 12 – 1 = – 1 = atau 19.56% Jawab: EAR = [ 1 + APR/m ] m – 1 = [ /12] 12 – 1 = – 1 = atau 19.56%

8 Menghitung Bunga Pinjaman: •Tingkat Suku Bunga Utang: –Effective Annual Rate (EAR) –Annual Percentage Rate (APR) Contoh: (menghitung APR) Sebuah bank menginginkan EAR sebesar 20%, Berapa APR? Jawab: EAR = [ 1 + APR/m ] m – 1 = 0.20= [1 + APR/12 ] 12 – =[ 1 + APR/12 ] /12 = 1 + APR/ = APR/12 APR = x 12 = atau 18.36% Jawab: EAR = [ 1 + APR/m ] m – 1 = 0.20= [1 + APR/12 ] 12 – =[ 1 + APR/12 ] /12 = 1 + APR/ = APR/12 APR = x 12 = atau 18.36%

9 L/O/G/O Minggu 7 Penggunaan Kredit Konsumen: Peran dari Peminjaman Terencana

10 Karakteristik Kredit Konsumen •Kredit dengan pembayaran sekali vs cicilan (Single- payment vs installment loans) •Kredit dengan jaminan vs kredit tidak ada jaminan (Secured vs unsecured loans) •Kredit dengan bunga berubah vs bunga tetap (Variable-rate versus fixed-rate loans)

11 Kredit dengan pembayaran sekali vs pembayaran cicilan (Single-Payment Loans Vs Installment Loans) •Kredit dengan pembayaran sekali atau balon (Single-payment or balloon loans) – Kadang disebut juga pinjaman interim atau antara, karena digunakan hingga pembiayaan yang permanen dapat dilakukan – Pinjaman dibayar kembali dalam satu kali pembayaran ditambah bunga – Biasanya peminjaman jangka pendek (satu tahun atau kurang)

12 •Kredit dengan pembayaran cicilan (Installment loans) – Pinjaman dibayar kembali secara mencicil secara reguler – Pembayaran termasuk pinjaman pokok dan bunga – Biasanya digunakan untuk pembiayaan mobil, alat rumahtangga, dan barang mahal lainnya

13 Amortisasi pinjaman dengan cicilan (Installment Loan Amortization) •Komponen cicilan akan semakin tinggi untuk membayar pokok dan semakin kecil untuk membayar bunga untuk setiap cicilan bunga berikutnya. •Berdasarkan penghitungan bunga sederhana (a simple-interest calculation).

14 Contoh amortisasi Besar pinjaman: Rp 10 juta, bunga = 12% per tahun (1% per bulan), lama pinjaman = 2 tahun (24 bulan) Cicilan per bulan: PV = PMT (PVFA) 10 jt = PMT ( ) PMT = 10 jt / = per bulan PokokBunga Pembayaran bulan 1 = Pembayaran bulan 2 = Pembayaran bulan 3 = Pembayaran bulan 23 = Pembayaran bulan 24 =

15 Kredit Berjaminan vs Kredit Tidak Berjaminan (Secured Versus Unsecured Loans) •Kredit Berjaminan: – Dijamin oleh aset tertentu – Biasanya mempunyai tingkat bunga yang lebih rendah

16 •Kredit tidak Berjaminan – Tidak memerlukan kolateral (penjamin) – Ditawarkan kepada peminjam yang memiliki sejarah kredit yang sangat baik – Biasanya memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi

17 Kredit dengan Bunga Berubah vs Bunga Tetap (Fixed-Rate Versus Variable-Rate Loans) •Kredit dengan bunga tetap – Menerapkan tingkat bunga yang sama selama masa kredit – Biasanya memiliki tingkat suku bunga awal yang lebih tinggi, pemberi pinjaman bisa saja kehilangan uangnya jika tingkat bunga meningkat di kemudian hari – Kebanyakan kredit konsumen merupakan kredit dengan bunga tetap

18 •Kredit dengan bunga berubah (variabel) – Memiliki tingkat bunga yang tergantung pada indeks (misalnya; suku bunga SBI) – Dapat menyesuaikan dalam periode yang berbeda, misalnya bulanan, semester, tahunan – Melakukan penyesuaian sepanjang waktu – Biasanya memiliki tingkat bunga awal yang lebih rendah, karena pemberi pinjaman tidak akan kehilangan uangnya jika bunganya meningkat.

19 •Kredit “Convertible”: mulai dengan pinjaman dengan bunga berubah, kemudian pinjaman dengan bunga tetap untuk beberapa waktu yang ditetapkan di waktu mendatang.

20 Kontrak Kredit •Klausul Persetujuan Asuransi •Klausul akselerasi •Klausul pembayaran kekurangan •Klausul Recourse (penolong?)

21 Klausul Persetujuan Asuransi •Mensyaratkan untuk memiliki asuransi jiwa yang membayar semua hutang apabila meninggal •Biasanya untuk kepentingan pemberi pinjaman •Meningkatkan total biaya kredit

22 Klausul Akselerasi •Mensyaratkan seluruh sisa hutang dibayar penuh jika ada keterlambatan pembayaran cicilan walau satu kali •Umumnya standar untuk semua kredit •Biasanya tidak diterapkan apabila ada niat baik/usaha untuk membayar.

23 Klausul Pembayaran Kekurangan •Menyaratkan sejumlah uang selain jumlah yang harus dibayarkan jika nilai jaminan (kolateral) diperkirakan tidak menutupi jumlah pinjaman •Juga mensyaratkan pembayaran sejumlah biaya yang ditetapkan pemberi pinjaman berkaitan dengan penyimpanan jaminan.

24 Klausul Recourse (‘penolong?’) •Menentukan kemampuan pemberi pinjaman untuk mendapatkan saldo akhir kredit – Penyitaan dan pemotongan upah – Penyitaan/pengGadaian aset/properti lainnya (secondary collateral)

25 Jenis kredit konsumen spesial •Kredit pemilikan rumah •Kredit pemilikan kendaraan bermotor •Kredit lainnya..

26 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) •Pada dasarnya mortgage (hipotik) •Menggunakan kepemilikan rumah untuk menjamin pinjaman •Biasanya memungkinkan kita untuk pinjam sampai 80% dari nilai jual rumah

27 •Keuntungan – Pembayaran bunga bisa menjadi pengurang pajak (tax-deductible) – Bunga yang lebih rendah dibanding dengan kredit konsumen lainnya •Kerugian – Penyitaan terhadap rumah jika gagal bayar – Mengorbankan fleksibilitas keuangan masa mendatang karena kita hanya bisa mempunyai satu KPR

28 Bisakah Bank Menerima Aplikasi KPR •Karakter Pemohon •Dana yang dimiliki •Besarnya pengaruh ekonomi terhadap penghasilan •Jaminan yang diajukan

29 Persyaratan Pengajuan KPR •WNI dan berdomisili di Indonesia •Umur minimal 21 tahun, pada saat kredit berakhir usia 55 tahun (pegawai) dan 60 tahun (profesional) •Syarat dokumen –Pribadi: KTP pemohon + isteri/suami, surat nikah/cerai, Kartu Keluarga, buku rekening 3-6 bulan teraakhir, NPWP pribadi pasal 21 –Dokumen penghasilan: •Pegawai: slip gaji/surat keterangan penghasilan/jabatan, buku tabungan •Profesional/wiraswasta: neraca + laba/rugi, info keuangan, akte pendirian, SIUP, ijin profesi – Dokumen Agunan: SHM/SHGB, IMP, PBB

30 Student Loans •Loans with low, federally subsidized interest rates used for higher education. •Are tax-advantaged under the 1997 Taxpayer Relief Act. •Examples – Federal Direct/Stafford loans for students; PLUS Direct/PLUS Loans for parents.

31 Student Loans (cont’d) •Federal Direct and PLUS Direct available through the school; Stafford and PLUS loans available through lenders. •Payment on Federal Direct and Stafford loans deferred for 6 months after graduation. •Borrowing limits apply.

32 Automobile Loans •A consumer loan that is secured with an automobile. •Has a lower interest rate than an unsecured loan. •Normally has a maturity length of 2 to 6 years.

33 Biaya dan Pembayaran dimuka dari Kredit Konsumen •Biaya dari Kredit Pembayaran Sekali •Biaya Kredit Instalmen •Pembayaran kembali dimuka dari Kredit Installment. •Memahami hubungan antara pembayaran, tingkat bunga, dan jangka waktu kredit.

34 Pinjaman Bayar Harian •Membebankan bunga tinggi. •Jangka pendek: bisa 1- 2 minggu.

35 Biaya Kredit Pembayaran Sekali •Metode bunga sederhana – Baik pinjaman pokok dan bunga harus dibayarkan pada akhir pinjaman – Biaya bunga = pokok x tingkat bunga x peride waktu •Metode diskonto – Mengurangkan seluruh bunga dari pinjaman pokok sebelum menerima uang pinjaman – Meningkatkan tingkat bunga karena jumlah yang diterima lebih kecil dari jumlah pinjaman

36 Biaya Kredit Installment •Pembayaran kembali untuk pinjaman pokok dan bunga dilakukan secara reguler •Metode bunga sederhana – Metode yang paling umum dilakukan – ingat, dengan setiap bulan porsi bunga yang dibayarkan semakin menurun, berarti porsi pembayaran pinjaman pokok meningkat – Kita membayar bunga hanya pada saldo akhir pinjaman

37 •Metode add-on – Menambahkan total bunga pada pinjaman pokok – Lebih besar biayanya dibanding metode bunga sederhana – Dapat melipatgandakan bunga yang ditetapkan

38 Pembayaran kembali lebih awal dari kredit installment •Dengan metode bunga sederhana, hanya menghitung dari saldo akhir. •Dengan metode add- on, jumlah cicilan yang tersisa

39 Hubungan Pembayaran, tingkat bunga, dan jangka waktu kredit •Biaya total bunga dari pinjaman berhubungan langsung dengan tingkat bunga. •Besarnya cicilan berhubungan dengan jangka waktu kredit dan tingkat bunga rate.

40 Sumber Kredit Konsumen •Sumber pinjaman yang murah – Kredit pemilikan rumah – Kredit berjaminan lainnya •Sumber pinjaman yang lebih mahal –Lembaga Simpan pinjam – Bank komersial – Koperasi?

41 •Sumber kredit yang paling mahal – Toko pengecer – Perusahaan pembiayaan – Rentenir? Orang yang memiliki keuangan yang buruk harus membayar mahal untuk kredit. OKI, kita harus punya catatan kredit yang baik (kredibel) untuk dapat mendapatkan kredit yang murah.

42 Mengetahui bagaimana meminjam •Menjaga catatan kredit yang baik •Mengurangi resiko peminjam – Menggunakan kredit berbunga tidak tetap. – Jangka waktu kredit yang pendek. – Menyediakan jaminan untuk pinjaman. – Bayar sebesar mungkin down-payment untuk membeli barang dengan kredit

43 Mengetahui kapan meminjam •Apakah memang perlu melakukan pembelian? •Apa sesuai dengan rencana keuangan? •Jika tunai digunakan, dapatkah menjaga likuiditas?

44 Langkah ketika tidak dapat membayar tagihan •Melaksanakan rencana yang dapat lebih banyak menghasilkan uang daripada membelanjakannya. •Menggunakan kontrol diri untuk membatasi penggunaan kredit •Membicarakan dengan kreditor untuk melakukan restrukturisasi hutang. •Mencari bantuan dari konselor kredit.

45 •Pertimbangkan kredit murah untuk membayar hutang yang lebih tinggi bunganya •Gunakan tabungan untuk membayar kredit. •Pertimbangkan kredit konsolidasi hutang

46 Summary •Secured and unsecured loans – secured loans are guaranteed by a specific asset and typically have lower rates – unsecured loans require no collateral but normally have higher rates of interest •Single-payment loans – both principal and interest are due at maturity

47 Summary (cont’d) •Installment loans – Repayment of both principal and interest occur at regular intervals. •Fixed-rate interest versus variable-rate –Fixed-rate loans normally have a higher interest rate that remains constant throughout the loan. – Variable-rate loans have an interest rate based on an index, such as the prime rate or the 6-month treasury bill rate.

48 Summary (cont’d) •Loan costs vary with the methods of computing finance charges •Sources of consumer loans—know the costs •Four ways to reduce your interest rate – use a variable-rate loan – keep loan term short – provide collateral – make a large down payment

49 Summary (cont’d) •Determine how much debt you can afford – review your budget – analyze debt commitments – calculate your financial ratios – apply the debt resolution rule •Seek help if you get into trouble

50 L/O/G/O Informasi Kartu Kredit

51 •Tanggal jatuh tempo: tanggal terakhir pembayaran diterima BNI card center •Minimum pembayaran: 10% dari tagihan baru (atau minimal Rp ) •Tanggal cetak: tanggal tagihan dicetak Contoh: •Tanggal cetak: •Tanggal jatuh tempo:

52 Bunga & Biaya Administrasi •Bunga pembelanjaan: 2.85%/bulan atau setara 34.2%/tahun •Bunga tarik tunai: 3.75%/bulan atau setara 45%/tahun •Biaya pengambilan tunai: 4% dari jumlah yang diambil atau minimal Rp •Biaya keterlambatan: 4% dari minimum pembayaran (min Rp maks Rp ) •Biaya pelampauan batas kredit: 5% dari selisih pelampauan batas kredir (min Rp maks Rp )

53 Effective Annual Interest Rate: •Pembelanjaan: APR = 34.2% EAR = 40.1% •Tarik Tunai: Misalkan: Tarik Tunai = Rp 5 jt Biaya administrasi = Rp Bunga = 3.75% x Rp 5 jt = Rp Total Biaya = (=7.75%)


Download ppt "L/O/G/O MANAJEMEN UTANG Manajemen Keuangan Konsumen Oleh: Dr. Ir. Hartoyo, M.Sc. D-IKK, FEMA, IPB."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google