Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA. 1. Pengelompokan Masa Praaksara Pengelompokan masa praaksara dapat dilakukan berdasarkan keadaan geologi, corak kehidupannya.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA. 1. Pengelompokan Masa Praaksara Pengelompokan masa praaksara dapat dilakukan berdasarkan keadaan geologi, corak kehidupannya."— Transcript presentasi:

1 KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA

2 1. Pengelompokan Masa Praaksara Pengelompokan masa praaksara dapat dilakukan berdasarkan keadaan geologi, corak kehidupannya dan perkembangan kebudayaannya. a. Berdasarkan Keadaan Geologi Karena panjangnya sejarah bumi, untuk memudahkan mempelajarinya, sejarah itu dibagi dalam masa-masa. Pembagian masa atau zaman itu didasarkan atas geologi. Menurut susunannya, lapisan bumi ini makin ke bawah makin tua, makin ke atas makin muda. Adapun pembagian masa praaksara adalah seperti berikut.

3 1) Arkaeozoikum Inilah masa tertua dalam sejarah perkembangan bumi. Pada masa yang berlangsung kira-kira juta tahun yang lalu ini, keadaan bumi belum stabil, kulit bumi masih dalam proses pembentukan, dan udara saat ini masih sangat panas sehingga belum tampak tanda-tanda kehidupan. 2) Palaeozoikum Masa ini berlangsung 340 juta tahun yang lalu. Palaeozoikum disebut juga Zaman Primer. Pada masa ini, terjadi penurunan suhu bumi. Akibatnya, bumi lambat laun menjadi dingin. Sudah ada tanda-tanda kehidupan yang makin jelas, yakni munculnya makhluk bersel satu seperti bakteri dan sejenis amfibi dan reptil.

4 3) Mesozoikum Masa ini berlangsung 140 juta tahun yang lalu. Mesozoikum disebut juga Zaman Sekunder. Pada masa ini, kehidupan berkembang dengan sangat cepat. Jumlah ikan, amfibi, dan reptil makin banyak. Reptil mencapai bentuk yang luar biasa besarnya, seperti Dinosaurus dan Atlantosaurus. Fosil reptil raksasa ini banyak ditemukan hampir di seluruh dunia. Fosil yang ditemukan antara lain Dinosaurus panjangnya 12 meter, Atlantosaurus 30 meter. Pada masa ini, burung dan binatang menyusui sudah ada, namun masih rendah tingkatannya..

5 4) Kaenozoikum Masa ini dikenal juga sebagai masa Neozoikum yang diperkirakan berusia 60 juta tahun yang lalu. Pada masa ini, keadaan bumi sudah mulai stabil. Kehidupan makin berkembang dan beraneka ragam. Masa ini dibagi menjadi dua seperti berikut. (1) Zaman Tersier. Pada masa ini, reptil raksasa lambat laun lenyap, binatang-binatang menyusui berkembang dengan baik, dan primat sudah ada. Monyet dan kera sudah ditemukan pada masa ini.

6 (2) Zaman Kuarter. Masa ini berlangsung tahun yang lalu. Tanda-tanda kehidupan manusia telah ditemukan pada masa ini. Masa ini dibagi ke dalam dua bagian, yaitu: Pleistosen yang berlangsung tahun yang lalu. Pada masa ini, kehidupan manusia mulai ada dan terjadi perubahan suhu yang memengaruhi keadaan kehidupan. Banyak air yang berubah menjadi es, terutama beberapa daratan yang berdekatan dengan Kutub Utara tertutup es. Di daerah yang berjauhan dari Kutub, terjadi musim hujan.

7 2. Holosen yang dimulai tahun hingga dewasa ini. Pada masa ini, muncul manusia cerdas (homo sapiens) yang merupakan nenek moyang dari manusia modern. Gambar 1.24 Mammuthus-Trogontherii, hidup pada masa Pleistosen

8 b. Berdasarkan Corak kehidupannya Berdasarkan Corak kehidupannya, masa praaksara dibagi menjadi empat masa, yaitu masa berburu dan meramu, masa berburu dan meramu tingkat lanjut, masa bercocok tanam, dan masa perundagian.

9 1.MASYARAKAT BERBURU DAN MERAMU  Perkembangan masyarakat pada masa ini berjalan sangat lamban.  Manusia hidup tergantung dengan alam,makanan diperoleh dengan cara berburu,mengumpulkan umbi- umbian dan menangkap ikan.  Mereka hidup dalam kelompok-kelompok kecil,hal ini untuk memudahkan langkah dan gerak mereka dalam mengikuti binatang buruannya,atau mengumpulkan makanan,  Hidup berpindah-pindah tempat (nomaden)  Pemilihan pemimpin dengan menggunakan sistem Primus Inter Pares.  Menggunakan berbagai alat dari batu dan tulang

10 2.MASYARAKAT BERBURU DAN MERAMU TINGKAT LANJUT  Mereka hidup masih tergantung dengan alam  Mulai lama tinggal disuatu tempat,di dalam gua-gua (semi sedentair ). (semi sedentair ).  Karena tidak lagi berpindah-pindah tempat,mereka memiliki waktu luang untuk melakukan hal lain seperti membuat lukisan di dinding gua yang mereka tinggali.  Lukisan yang mereka buat masih berkaitan dengan kepercayaan awal : penghormatan kepada arwah nenek moyang,menggambarkan binatang buruan,atau binatang yang dianggap suci dan gambar telapak tangan yang berwarna merah (sebagai penolak roh jahat dan upacara kesuburan ).

11 3.MASYARAKAT BERCOCOK TANAM DAN BERTERNAK  Mereka sudah hidup menetap,sudah ada perkampungan yang dekat dengan mata air,seperti sungai.  Adanya pembagian kerja secara sederhana antara laki-laki dan perempuan,laki-laki tugasnya ada hubungannya dengan mengerjakan lahan,sedangkan perempuan berkaitan dengan tugas-tugas penyelenggaraan rumah tangga.  Dalam corak bercocok tanam mereka mulai menggarap tanahnya dan berusaha menyimpan makanannya dengan cara mengawetkan.Bentuk kerja mereka adalah dengan cara berhuma,dan ladang berpindah.

12 4.MASYARAKAT PERUNDAGIAN  Pengertian Perundagian adalah pertukangan,artinya orang yang memiliki ketrampilan atau kemampuan dalam melakukan pekerjaan tertentu.  Telah memiliki kehidupan yang menetap (sedenter).  Hasil kebudayaan berkembang dengan pesat,seperti benda-benda yang terbuat dari : perunggu,besi, dan gerabah yang sangat halus,serta perhiasan / manik-manik yang terbuat dari batu-batuan,dan dari kulit kerang.  Mata pencaharian adalah pertanian dengan cara berladang dan bersawah,masyarakatnya sudah mengenal perdagangan dengan sistem barter.  Sistem kepercayaan yang berkembang adalah pemujaan taerhadap roh nenek moyang, yang didahului persembahan terhadap roh nenek moyang ( ditemukannya bangunan pemujaan ).

13 g

14

15

16

17

18

19

20 B.KEBUDAYAAN MASYARAKAT AWAL DI INDONESIA  Pengertian Kebudayaan Kebudayaan merupakan hasil cipta,rasa dan karsa manusia,dapat berwujud benda maupun abstrak. Kebudayaan merupakan hasil cipta,rasa dan karsa manusia,dapat berwujud benda maupun abstrak. Kebudayaan sangat dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat maupun secara keseluruhan. Kebudayaan sangat dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat maupun secara keseluruhan.  Menurut Arnold J.Toynbe : kebudayaan timbul dan berkembang sebagai upaya manusia untuk menjawab tantangan yang ada pada alam sekitar.

21  Menurut Koentjaraningrat terdapat 7 unsur kebudayaan yang bersifat universal,yaitu : 1.sistem religi 1.sistem religi 2.sistem sosial/organisasi 2.sistem sosial/organisasi 3.sistem pengetahuan 3.sistem pengetahuan 4.bahasa 4.bahasa 5.kesenian 5.kesenian 6.sistem mata pencaharian 6.sistem mata pencaharian 7.sistem peralatan hidup/ tekhnologi 7.sistem peralatan hidup/ tekhnologi

22 Bila dilihat dari benda-benda hasil budaya manusia purba, Maka tahap-tahap perkembangan kebudayaan masyarakat Awal di Indonesia dikelompokkan dalam pembabakan zaman Sebagai berikut : 1.ZAMAN PALEOLITHIKUM Pada zaman ini terdapat 2 kebudayaan yaitu : kebudayaan Pada zaman ini terdapat 2 kebudayaan yaitu : kebudayaan Pacitan dan Ngandong,di kebudayaan Pacitan ditemukan Pacitan dan Ngandong,di kebudayaan Pacitan ditemukan alat-alat dari batu,yang disebutkapak genggam (chopper). alat-alat dari batu,yang disebutkapak genggam (chopper). Sedangkan di kebudayaan Ngandong banyak ditemukan Sedangkan di kebudayaan Ngandong banyak ditemukan artefak dari tulang dan kapak genggam yang mempunyai artefak dari tulang dan kapak genggam yang mempunyai ciri yang khas.Manusia pendukungnya adalah ; homo ciri yang khas.Manusia pendukungnya adalah ; homo soloensis,Meganthropus dan Pitecantropus erectus. soloensis,Meganthropus dan Pitecantropus erectus.

23 2.ZAMAN MESOLITHIKUM Zaman ini berkembang pada zaman holocen.Perkembang - Zaman ini berkembang pada zaman holocen.Perkembang - an kebudayaan zaman ini berlangsung lebih cepat dari an kebudayaan zaman ini berlangsung lebih cepat dari masa sebelumnya,hal ini disebabkan antara lain oleh : masa sebelumnya,hal ini disebabkan antara lain oleh : a).keadaan alam yang sudah stabil,memungkinkan a).keadaan alam yang sudah stabil,memungkinkan manusia dapat hidup tenang dan mengembangkan manusia dapat hidup tenang dan mengembangkan kebudayaannya. kebudayaannya. b).manusia pendukungnya adalah Homo sapiens. b).manusia pendukungnya adalah Homo sapiens. Hasil kebudayaannya adalah : kapak sumatera /kapak Hasil kebudayaannya adalah : kapak sumatera /kapak genggam (pebble culture),alat-alat dari tulang ( bone- genggam (pebble culture),alat-alat dari tulang ( bone- culture),dan tradisi serpih belah (flakes culture). culture),dan tradisi serpih belah (flakes culture).

24 PETA PENYEBARAN BENDA-BENDA HASIL KEBUDAYAAN MESOLITHIKUM DI INDONESIA

25 GAMBAR KAPAK GENGGAM

26 GAMBAR TRADISI SERPIH BELAH (FLAKES CULTURE)

27 GAMBAR ALAT-ALAT DARI TULANG

28 3.ZAMAN NEOLITHIKUM  Para ahli sejarah sepakat untuk menyebut bahwa masa ini adalah masa revolusi besar-besaran yang dilakukan oleh manusia purba.  Mereka mulai menetap dan mengembangkan bercocok tanam.  Untuk masalah tempat tinggal mereka sudah menetap sementara di pantai atau di gua-gua,dan kemudian membangun rumah panggung.  Peralatan yang dihasilkan sudah lebih diperhalus,jika dibandingkan dengan masa Mesolithikum.

29 Hasil kebudayaan NEOLITHIKUM:  Kebudayaan Neolithikum di Indonesia dibagi menjadi 2 ; 1.Kebudayaan Kapak Persegi 1.Kebudayaan Kapak Persegi Kapak persegi merupakan nama yang diberikan Von Kapak persegi merupakan nama yang diberikan Von Heine Geldren untuk kapak yang berbentuk memanjang Heine Geldren untuk kapak yang berbentuk memanjang dengan penampang lintang trapesium maupun persegi dengan penampang lintang trapesium maupun persegi panjang.Bahan yang digunakan adalah batu api dan panjang.Bahan yang digunakan adalah batu api dan chalcedon,kapak ini banyak ditemukan di daerah jawa, chalcedon,kapak ini banyak ditemukan di daerah jawa, Sumatera,Kalimantan dan Nusa tenggara. Sumatera,Kalimantan dan Nusa tenggara. Pendukung kebudayaan ini adalah Ras Proto Melayu, Pendukung kebudayaan ini adalah Ras Proto Melayu, yang bertempat tinggal di Indonesia bagian Timur. yang bertempat tinggal di Indonesia bagian Timur.I

30 2.Kebudayaan Kapak Lonjong Adalah kapak yang penampangnya berbentuk lonjong atau Adalah kapak yang penampangnya berbentuk lonjong atau bulat telur,dengan ujungnya yang lancip sebagai tempat bulat telur,dengan ujungnya yang lancip sebagai tempat tangkai yang diikat menyiku.Persebarannya disekitar Indo - tangkai yang diikat menyiku.Persebarannya disekitar Indo - nesia bagian Timur : Sangihe Talaud,Sulawesi,Flores dan nesia bagian Timur : Sangihe Talaud,Sulawesi,Flores dan Maluku,Kapak lonjong memiliki 2 ukuran : ukuran kecil Maluku,Kapak lonjong memiliki 2 ukuran : ukuran kecil (kleinbeil) dan ukuran besar (walzenbeil). (kleinbeil) dan ukuran besar (walzenbeil). Selain Itu ada pula ditemukan gerabah untuk keperluan Selain Itu ada pula ditemukan gerabah untuk keperluan rumah tangga dan upacara yang ditemukan dibukit kerang rumah tangga dan upacara yang ditemukan dibukit kerang Sumatera dan bukit pasir pantai selatan.Pendukung kebuda- Sumatera dan bukit pasir pantai selatan.Pendukung kebuda- yaan ini adalah Ras Melayu Melanesoid. yaan ini adalah Ras Melayu Melanesoid.

31 HASIL KEBUDAYAAN

32 GAMBAR KAPAK PERSEGI

33 GAMBAR KAPAK LONJONG

34 GAMBAR KAPAK PERSEGI

35 4.ZAMAN MEGALITHIKUM  Megalithikum merupakan kebudayaan yang menghasilkan bangunan dari batu besar (mega=besar,lithos = batu).  Kebudayaan ini muncul pada masa Neolithikum.Yang membedakan keduanya adalah adanya alat peninggalan berbentuk batu besar dan berhubungan dengan sistem kepercayaan yang mereka anut,seperti Animisme,Dinamisme dan Totemisme. dan Totemisme.  Persebaran kebudayaan ini terdapat di Nias,Flores,Sumba dan Toraja

36 HASIL KEBUDAYAAN MEGALITHIKUM  Hasil-hasil kebudayaan Megalithikum adalah : 1.MENHIR 1.MENHIR Adalah tiang atau tugu batu tunggal yang didirikan untuk Adalah tiang atau tugu batu tunggal yang didirikan untuk menghormati roh nenek moyang.Menhir banyak ditemu- menghormati roh nenek moyang.Menhir banyak ditemu- kan di Kalimantan,Sulawesi Tengah dan Jawa Tengah kan di Kalimantan,Sulawesi Tengah dan Jawa Tengah ( Gunung Kidul,Playen,Sukoliman,dan Rembang). ( Gunung Kidul,Playen,Sukoliman,dan Rembang). Menhir ada 2 jenis : ada yang memiliki illustrasi ditugu Menhir ada 2 jenis : ada yang memiliki illustrasi ditugu batu dan ada yang tidak memiliki illustrasi ditugu batu batu dan ada yang tidak memiliki illustrasi ditugu batu tersebut. tersebut.

37 GAMBAR MENHIR

38 HASIL KEBUDAYAAN MEGALITHIKUM  2.DOLMEN Adalah meja yang berkakikan menhir,dolmen digunakan Adalah meja yang berkakikan menhir,dolmen digunakan sebagai tempat sesaji untuk pemujaan pada roh nenek sebagai tempat sesaji untuk pemujaan pada roh nenek moyang.Dolmen ada juga yang berbentuk peti mati dan moyang.Dolmen ada juga yang berbentuk peti mati dan didalamnya berisi tulang belulang manusia serta bebera- didalamnya berisi tulang belulang manusia serta bebera- pa benda yang disertai,seperti periuk,gigi binatang dan pa benda yang disertai,seperti periuk,gigi binatang dan porselen. porselen. Dolmen banyak sekali ditemukan di Nusatenggara,Lam- Dolmen banyak sekali ditemukan di Nusatenggara,Lam- pung dan Sumatera. pung dan Sumatera.

39 GAMBAR DOLMEN

40 HASIL KEBUDAYAAN MEGALITHIKUM

41  3.SARKOFAGUS Adalah lesung yang mempunyai tutup dan berfungsi Adalah lesung yang mempunyai tutup dan berfungsi sebagai peti mati atau keranda.Bentuknya bermacam- sebagai peti mati atau keranda.Bentuknya bermacam- macam : ada yang seperti binatang (Pejeng) atau ada macam : ada yang seperti binatang (Pejeng) atau ada yang bulat utuh.Peti mayat ini ditemukan di situs Pejeng yang bulat utuh.Peti mayat ini ditemukan di situs Pejeng Bali dan beberapa daerah di Jawa Barat (kuningan) Bali dan beberapa daerah di Jawa Barat (kuningan)

42 GAMBAR SARKOFAGUS

43 HASIL KEBUDAYAAN MEGALITHIKUM  4.PUNDEN BERUNDAK-UNDAK Merupakan bangunan batu yang disusun secara berting- Merupakan bangunan batu yang disusun secara berting- kat. Biasanya pada punden berundak terdapat menhir. kat. Biasanya pada punden berundak terdapat menhir. Fungsi Punden berundak adalah sebagai sebagai tempat Fungsi Punden berundak adalah sebagai sebagai tempat pemujaan,sekilas bangunan ini berupa anak tangga yang pemujaan,sekilas bangunan ini berupa anak tangga yang tersusun rapi hingga keatas. tersusun rapi hingga keatas. Bangunan ini dapat ditemukan di Lebak Sibedug,Banten Bangunan ini dapat ditemukan di Lebak Sibedug,Banten Selatan,Kuningan,Pasirangin. Selatan,Kuningan,Pasirangin.

44 GAMBAR PUNDEN BERUNDAK

45 HASIL KEBUDAYAAN MEGALITHIKUM  5.WARUGA/PETI KUBUR Adalah kubur batu yang terbuat dari batu utuh,namun Adalah kubur batu yang terbuat dari batu utuh,namun berbentuk bulat,ada pula yang kubus. berbentuk bulat,ada pula yang kubus. Waruga dapat ditemukan di daerah Sulawesi Utara dan Waruga dapat ditemukan di daerah Sulawesi Utara dan Tengah,Minahasa. Tengah,Minahasa.

46 GAMBAR WARUGA/PETI KUBUR

47 HASIL KEBUDAYAAN MEGALITHIKUM  6.ARCA BATU Arca-arca Megalith biasanya menggambarkan binatang, Arca-arca Megalith biasanya menggambarkan binatang, manusia.Binatang yang terdapat di arca antara lain : manusia.Binatang yang terdapat di arca antara lain : Gajah,Kerbau,Harimau dan Monyet. Gajah,Kerbau,Harimau dan Monyet. Arca-arca tersebut dapat ditemukan di daerah Jawa Arca-arca tersebut dapat ditemukan di daerah Jawa Tengah,Jawa Timur,Lampung dan Sumatera Selatan. Tengah,Jawa Timur,Lampung dan Sumatera Selatan. Arca ini terus berkembang hingga kebudayaan Logam, Arca ini terus berkembang hingga kebudayaan Logam, yang tadinya dibuat dari batu diganti dengan logam. yang tadinya dibuat dari batu diganti dengan logam.

48 GAMBAR ARCA BATU ARCA BATU (GAJAH) DARI PASEMAH (SUM-SEL)

49 BAGAN HASIL KEBUDAYAAN MEGALITHIKUM

50 TEORI VAN HEINE GELDREN  Von Heine Geldren membagi kebudayaan Megalithikum menjadi 2 : menjadi 2 : 1).Megalithik Tua, 1).Megalithik Tua, Kebudayaan ini dibawa oleh pendukung kebudayaan Kebudayaan ini dibawa oleh pendukung kebudayaan kapak persegi,menghasilkan : Menhir,punden berundak kapak persegi,menghasilkan : Menhir,punden berundak dan arca batu,menyebar pada zaman Neolithikum. dan arca batu,menyebar pada zaman Neolithikum. 2).Megalithik Muda 2).Megalithik Muda Didukung oleh kebudayaan Dongson,menghasilkan Didukung oleh kebudayaan Dongson,menghasilkan kubur peti batu,dolmen,waruga,sarkofagus dan arca kubur peti batu,dolmen,waruga,sarkofagus dan arca batu. batu.

51 ZAMAN LOGAM  Disebut zaman logam karena alat-alat penunjang kehidupa manusia sebagian besar terbuat dari logam.  Zaman ini dapat dinamakan sebagai revolusi tahap kedua oleh masyarakat awal Indonesia (telah mampu mengolah dan melebur logam).  Pembuatan benda-benda dari logam menggunakan tekhnik A Cire Perdue (caranya benda yang dikehendaki di buat dulu dari lilin,lengkap dengan bagian-bagiannya-kemudian lilin dibungkus dengan tanah liat dan selanjutnya dipanaska sehingga lilin menjadi cair-selanjutnya logam cair dituangkan dalam cetakan dan setelah dingin dipecahkan hingga terbentuklah peralatan yang dikehendaki) sehingga lilin menjadi cair-selanjutnya logam cair dituangkan dalam cetakan dan setelah dingin dipecahkan hingga terbentuklah peralatan yang dikehendaki)

52  Zaman logam sangat kuat dipengaruhi oleh kebudayaan dari Indo China,lebih tepatnya adalah kebudayaan Dongson,karena alat-alat yang ditemukan pada masa ini sama dengan yang ditemukan di daerah Dongson,Vietnam (penyebarannya ke Indonesia pada sekitar tahun 500 SM). (penyebarannya ke Indonesia pada sekitar tahun 500 SM).  Zaman logam terbagi menjadi 3 zaman : 1).Zaman Tembaga 1).Zaman Tembaga 2).Zaman Perunggu 2).Zaman Perunggu 3).Zaman Besi 3).Zaman Besi  Zaman Tembaga tidak pernah berpengaruh terhadap kebudayaan Indonesia,dan berkembang diluar Indonesia.

53 HASIL KEBUDAYAAN ZAMAN LOGAM 1.NEKARA Atau lebih dikenal dengan nama Dongson Drum,ber- Atau lebih dikenal dengan nama Dongson Drum,ber- bentuk berumbu yang mempunyai pinggang dibagian bentuk berumbu yang mempunyai pinggang dibagian tengahnya serta tutup di atasnya.Nekara terbuat dari tengahnya serta tutup di atasnya.Nekara terbuat dari perunggu dengan garis tengah 160 cm dan tinggi 198 perunggu dengan garis tengah 160 cm dan tinggi 198 cm,nekara ada yang diberi hiasan ada yang tidak. cm,nekara ada yang diberi hiasan ada yang tidak. Fungsi nekara sebagai alat upacara dan dianggap Fungsi nekara sebagai alat upacara dan dianggap sakral,di Bali nekara sering disebut sebagai The sakral,di Bali nekara sering disebut sebagai The Moon of Pejeng.(nekara terbesar) Moon of Pejeng.(nekara terbesar)

54  Di daerah lain,seperti Alor,banyak ditemukan nekara berbentuk kecil memanjang yang disebut Moko dengan bentuk hiasan zaman Majapahit sampai zaman abad ke-19. Moko dengan bentuk hiasan zaman Majapahit sampai zaman abad ke-19.  Nekara juga menjadi bukti adanya hubungan antar wilayah Indonesia dan dunia luar,seperti terlihat pada hiasan nekara yang ditemukan di kepulauan Selayar dan Kei dengan hiasan Gajah,Merak dan Harimau,pada hal binatang tersebut tidak terdapat di daerah tersebut.

55 GAMBAR NEKARA

56

57 2.KAPAK CORONG  Kapak ini berbentuk corong dengan belahan,kapak ini disebut juga kapak sepatu,karena bentuknya yang menyerupai sepatu.  Fungsi kapak ini disamping untuk alat juga dipergunakan untuk alat upacara atau sebagai tanda kebesaran dari kepala suku.  Jenis kapak ini banyak ditemukan di Sumatera Selatan,Bali,P.Rote,Sulawesi Selatan dan Tengah,sementara kapak kecil untuk alat upacara dan hiasan ditemukan di Yogyakarta,sementara kapak yang terindah ditemukan di P.Rote.

58 2.KAPAK CORONG

59 3.CANDRASA  Seperti halnya kapak corong,candrasa juga merupakan alat upacara dan dibuat dalam bentuk yang sangat indah penuh dengan ragam hias.  Candrasa merupakan bukti bahwa kemampuan bangsa Indonesia dalam membuat benda-benda dari logam (perunggu).  Pembuatannya dengan menggunakan 2 tekhnik yaitu A-Cire Perdue dan Bivalve.

60 GAMBAR CANDRASA

61 4.ARCA PERUNGGU  Pada masa ini arca perunggu memiliki 2 bentuk yaitu manusia dan binatang (kerbau berbaring, kuda berdiri,kuda dengan pelana. kuda berdiri,kuda dengan pelana.  Persebarannya di daerah Bangkinang,Lumajang, Palembang dan Bogor. Palembang dan Bogor.  Fungsi benda ini adalah sebagai penyimbolan dari sesuatu yang dianggap memiliki kekuatan supra- natural (gaib). natural (gaib).

62 GAMBAR ARCA PERUNGGU

63 5.PERHIASAN PERUNGGU  Perhiasan ini berbentuk cincin,gelang,kalung, liontin serta manik-manik,umumnya benda ini tidak liontin serta manik-manik,umumnya benda ini tidak memiliki pola hias,tetapi ada juga yang berpola geometrik dan berpola binatang. memiliki pola hias,tetapi ada juga yang berpola geometrik dan berpola binatang.  Persebaran benda tersebut terletak di Bali,Bogor, Yogyakarta dan Malang. Yogyakarta dan Malang.  Fungsi perhiasan ini bagi masyarakat sebagai simbol kekayaan atau kemewahan,akan tetapi ada juga sebagai bekal kubur dan alat tukar serta sebagai benda pusaka.

64 GAMBAR PERHIASAN PERUNGGU

65 PENDUKUNG KEBUDAYAAN LOGAM  Manusia pendukung kebudayaan logam adalah Deutro Melayu yang mendapat pengaruh dari kebudayaan Dongson.  Selain itu ada pula percampuran antara Deutro dan Proto Melayu yaitu Melayu Mongoloid dan Papua Melanesoid yang berasal dari Austro Melanesoid.

66 BAGAN KEBUDAYAAN LOGAM


Download ppt "KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA. 1. Pengelompokan Masa Praaksara Pengelompokan masa praaksara dapat dilakukan berdasarkan keadaan geologi, corak kehidupannya."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google