Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KASUS KEWARGANEGARAAN “DEMOKRASI” KELOMPOK 3 • Ketua: Vera Lumbantobing • Sekertaris: Nisa Basyariah • Notulis: Resty Septianti • Moderator: Sandha Octavian.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KASUS KEWARGANEGARAAN “DEMOKRASI” KELOMPOK 3 • Ketua: Vera Lumbantobing • Sekertaris: Nisa Basyariah • Notulis: Resty Septianti • Moderator: Sandha Octavian."— Transcript presentasi:

1

2 KASUS KEWARGANEGARAAN “DEMOKRASI” KELOMPOK 3 • Ketua: Vera Lumbantobing • Sekertaris: Nisa Basyariah • Notulis: Resty Septianti • Moderator: Sandha Octavian • Operator: Suryadi

3 Penyaji : •G•Ghina Aghnaita •F•Fida Hafiyyan •S•Soni Nugroho •D•Dennis Aldino •I•Intan P Pasma •S•Syaeful Hamdi •M•MRR Oktanila P •S•Sarito Simanulang

4 DEMOKRASI Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

5 Demokrasi berdiri atas 4 pilar Kebebasan berkeyakinan Kebebasan berpendapat Kebebasan berperilaku Kebebasan berkepemili kan

6 URAIAN KASUS Indonesia kini jadi ladang basah artis porno asing. Banyak bintang esek-esek yang kini mulai berbondong-bondong main film di negara yang mayoritas muslim ini. Booming artis porno itu tampaknya diilhami suksenya bintang porno asal Jepang, Maria Ozawa dan Rin Sakuragi. Dua bintang porno itu membintangi film garapan Maxima Pictures Menculik Miyabi dan Suster Keramas

7 Sukses film tersebut kemudian membuat rumah produksi lain tergiur. Seperti yang dilakukan K2K Production yang memboyong bintang porno Hollywood, Terra Patrick di film Rintihan Kuntilanak Perawan. Hal sama dilakukan produser Oddy Mulya yang akan menghadirkan bintang porno Jepang, Sora Aoi di Film Suster Keramas 2. Suksesnya film horor itu membuat angin segar bagi produser lain, terutama bintang porno asing. Bagi mereka, secara tidak langsung, Indonesia telah “welcome” dengan bintang porno. Karena itu, tak heran jika mereka mempromosikan “asiknya” jadi bintang film di Indonesia. Apalagi, dengan upah menggiurkan. Milyaran rupiah!

8 • Pornografi ternyata merusak para penikmatnya terutama anak baik secara fisik maupun psikis. • Memicu terjadinya perzinaan dan perkosaan. • Pornografi akan menyuburkan seks bebas alias perzinaan. • Pornografi menyebabkan maraknya penyakit kelamin.

9 • Pornografi menyuburkan perilaku seks bebas yang bisa menyebabkan makin banyaknya kelahiran anak di luar nikah. • Pornografi dan seks bebas menyebabkan bencana kemanusiaan.

10

11 ANALISIS KASUS Siapapun tidak ada yang ingin dirinya atau keluarganya menjadi korban pornografi, apalagi kejahatan seksual. Akan tetapi, selama sekulerisme-demokrasi dan kapitalisme menjadi pilar kehidupan bangsa, maka sepanjang itu pula masyarakat tidak akan bisa terlepas dari cengkraman pornografi dan kejahatan seksual. Sekularisme menolak peran agama dalam kehidupan umum. Nilai-nilai dan aturan agama tidak boleh diikutkan dalam masalah publik. Liberalisme mengajarkan bahwa setiap manusia bebas berperilaku dan mengekspresikan diri selama tidak merugikan orang lain.

12 Selama ini para pelaku pornografi sealu berlindung dibalik ide kebebasan itu. Sementara demokrasi menyerahkan pembuatan aturan dan hukum kepada rakyat melalui wakil mereka. Hukum akhirnya dibelenggu oleh ide kebebasan, kepentingan dan dorongan hawa nafsu termasuk kepentingan para kapitalis. Mereka berlindung dibalik ide kebebasan berperilaku yang menjadi salah satu pilar berdirinya demokrasi.

13 SOLUSI • Mengikis habis budaya pornografi • Norma agama dan norma hukum harus memiliki seperangkat aturan yang membabat habis pornografi • Pemerintah harus melarang penyebaran segala bentuk pornografi dan pornoaksi di tengah masyarakat

14 KESIMPULAN Seperti yang kita ketahui, dalam system demokrasi menyerahkan kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Namun pada faktanya demokrasi justru semakin menyuburkan pornografi itu sendiri dibalik ide kebebasan berperilaku yang menjadi salah satu pilar berdirinya demokrasi.

15 TERIMA KASIH


Download ppt "KASUS KEWARGANEGARAAN “DEMOKRASI” KELOMPOK 3 • Ketua: Vera Lumbantobing • Sekertaris: Nisa Basyariah • Notulis: Resty Septianti • Moderator: Sandha Octavian."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google