Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pengantar m Bagian 3. Tujuan: Mengumpulkan informasi mengenai pengetahuan dan pemakaian berbagai macam alat/cara KB, yaitu alat/cara yang dipakai oleh.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pengantar m Bagian 3. Tujuan: Mengumpulkan informasi mengenai pengetahuan dan pemakaian berbagai macam alat/cara KB, yaitu alat/cara yang dipakai oleh."— Transcript presentasi:

1 Pengantar m Bagian 3

2 Tujuan: Mengumpulkan informasi mengenai pengetahuan dan pemakaian berbagai macam alat/cara KB, yaitu alat/cara yang dipakai oleh suatu pasangan untuk mencegah atau menunda kehamilan. 100% Pengantar m Pedoman WUS: hal

3 100% PertanyaanTopik P301Pengetahuan KB P303-P304Alat kontrasepsi yang pernah dipakai P305-P306BPemakaian pil P306CPemakaian suntikan P306D-P306GPemakaian susuk P307-P309DSterilisasi P311-p316Pakai KB saat wawancara P317-P319BMasalah penggunaan KB P320-P322Alat kontrasepsi lain yang dapat digunakan P323-P325Sumber pelayanan KB P326Dikunjungi petugas P327-P328Mengunjungi fasilitas kesehatan Pengantar m Pedoman WUS: hal

4 Bila responden malu membicarakannya, maka:  Tunjukkan kita sama sekali tidak merasa malu atau canggung. Misalnya menceritakan pengalaman sendiri dalam ber-KB. (Sejak pelatihan peserta diajak praktek saling bertanya sesama peserta).  Jika dia ragu-ragu atas suatu pertanyaan, yakinkan bahwa hal ini rahasia, dan bahwa pertanyaan yang sama ditanyakan kepada responden wanita di seluruh Indonesia. 100% Pengantar m Pedoman WUS: hal

5 Perhatikan bahwa pertanyaan-pertanyaan mengenai pemakaian alat/cara KB oleh pria berlaku bagi semua suami/mantan suami. Jika responden menikah lebih dari sekali, tidak dipermasalahkan dengan suami/pasangan yang mana dia menggunakan salah satu alat/cara KB tersebut. 100% SDKI 2012 Pengantar m Pedoman WUS: hal

6 Cara Bertanya P301 Cara Bertanya P301 IUD/AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim)/spiral/lup (loop)/ ”pasang” Alat KB plastik atau tembaga yang dipasang dalam rongga rahim untuk mencegah kehamilan. Contoh AKDR yang dulu: LippesLoop (spiral), Copper T (bentuk huruf T), Copper 7 (seperti angka 7), Multiload (mirip jangkar), Y (silon-Y), Copper T380A. Sedangkan yang sekarang: Copper T 380A, Nova T, dan Mirena. IUD/AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim)/spiral/lup (loop)/ ”pasang” Alat KB plastik atau tembaga yang dipasang dalam rongga rahim untuk mencegah kehamilan. Contoh AKDR yang dulu: LippesLoop (spiral), Copper T (bentuk huruf T), Copper 7 (seperti angka 7), Multiload (mirip jangkar), Y (silon-Y), Copper T380A. Sedangkan yang sekarang: Copper T 380A, Nova T, dan Mirena. Sterilisasi wanita/tubektomi/MOW/ligasi tuba/ pemandulan wanita Operasi menyumbat (mengikat dan atau memotong) saluran keluar ovum (tuba), sehingga saat ovulasi, ovum tidak akan sampai ke tempat pembuahan di uterus. Sterilisasi yang dimaksud di sini hanyalah operasi yang ditujukan agar wanita itu tidak bisa mempunyai anak lagi. Tidak termasuk operasi rahim karena alasan medis (tumor, dll) Sterilisasi wanita/tubektomi/MOW/ligasi tuba/ pemandulan wanita Operasi menyumbat (mengikat dan atau memotong) saluran keluar ovum (tuba), sehingga saat ovulasi, ovum tidak akan sampai ke tempat pembuahan di uterus. Sterilisasi yang dimaksud di sini hanyalah operasi yang ditujukan agar wanita itu tidak bisa mempunyai anak lagi. Tidak termasuk operasi rahim karena alasan medis (tumor, dll) Sterilisasi Pria/MOP/pemandulan pria Operasi ringan dengan mengikat/memotong saluran sperma, sehingga sperma terhambat dan proses pembuahan dengan sel telur tidak terjadi. Vasektomi biasanya permanen. Aktivitas seksual tetap berlangsung normal. Untuk menghindari terjadinya kehamilan pascavasektomi, dianjurkan menggunakan kondom saat berhubungan seksual minimal 12 kali. Sterilisasi Pria/MOP/pemandulan pria Operasi ringan dengan mengikat/memotong saluran sperma, sehingga sperma terhambat dan proses pembuahan dengan sel telur tidak terjadi. Vasektomi biasanya permanen. Aktivitas seksual tetap berlangsung normal. Untuk menghindari terjadinya kehamilan pascavasektomi, dianjurkan menggunakan kondom saat berhubungan seksual minimal 12 kali. Suntikan Menyuntikan hormon progesteron dan atau estrogen. Suntikan diberikan pada masa interval 7 hari setelah haid, segera setelah persalinan atau keguguran, atau kapan saja selama yakin tidak sedang hamil. Suntikan 3 bulan: Depo-provera, Depoprogestin, Depogeston. Suntikan setiap bulan dikenal: Cyclofem. Suntikan Menyuntikan hormon progesteron dan atau estrogen. Suntikan diberikan pada masa interval 7 hari setelah haid, segera setelah persalinan atau keguguran, atau kapan saja selama yakin tidak sedang hamil. Suntikan 3 bulan: Depo-provera, Depoprogestin, Depogeston. Suntikan setiap bulan dikenal: Cyclofem. 100% SDKI 2012 P301 m Pedoman WUS: hal

7 100% Cara bertanya P301 m 1. Bacakan pertanyaan yang bercetak tebal. 2. Jika responden tidak mengerti dengan jenis alat/cara KB yang ditanyakan, baru baca penjelasannya. Pedoman WUS: hal

8 100% SDKI 2012 P301 m 3. Jika responden tidak mengerti dengan penjelasan suatu alat/cara KB, jelaskan dengan kata-kata lain, atau tambahkan keterangan mengenai alat/cara itu. Pedoman WUS: hal

9 100% P301 m Pedoman WUS: hal

10 Kondom/sarung/karet KB/kapoces/selongkopan/jaswadi Alat KB berupa kantong karet tipis dan elastis yang dipakai pria ketika berhubungan seksual. Kondom menampung sperma agar tidak tumpah ke dalam vagina dan mencegah infeksi menular seksual. Efektifitasnya sangat tinggi. Kegagalan kondom terjadi karena robek akibat kurang hati-hati, kurang pelumas, atau tekanan saat ejakulasi. Efek samping: peluang (sekalipun kecil) reaksi alergi. Kondom populer karena murah, mudah memperoleh dan memakai, dan tidak perlu pengawasan medis. Beberapa merk yang sekarang beredar: Dua Lima, Durex, Sutra, Fiesta, Young-young. Kondom/sarung/karet KB/kapoces/selongkopan/jaswadi Alat KB berupa kantong karet tipis dan elastis yang dipakai pria ketika berhubungan seksual. Kondom menampung sperma agar tidak tumpah ke dalam vagina dan mencegah infeksi menular seksual. Efektifitasnya sangat tinggi. Kegagalan kondom terjadi karena robek akibat kurang hati-hati, kurang pelumas, atau tekanan saat ejakulasi. Efek samping: peluang (sekalipun kecil) reaksi alergi. Kondom populer karena murah, mudah memperoleh dan memakai, dan tidak perlu pengawasan medis. Beberapa merk yang sekarang beredar: Dua Lima, Durex, Sutra, Fiesta, Young-young. Intravag Alat KB berupa tisu yang dimasukkan pada vagina ketika akan berhubungan seksual. Diafragma Alat/cara KB berbentuk mangkok terbuat dari karet lunak yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menutup mulut rahim agar sperma tidak masuk ke dalam rahim. Diafragma biasanya digunakan bersama spermisida (pembunuh sperma) berupa jelly atau krim yang berguna untuk menutup mulut rahim (cervix) sehingga menghalangi sperma bertemu sel telur. Intravag Alat KB berupa tisu yang dimasukkan pada vagina ketika akan berhubungan seksual. Diafragma Alat/cara KB berbentuk mangkok terbuat dari karet lunak yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menutup mulut rahim agar sperma tidak masuk ke dalam rahim. Diafragma biasanya digunakan bersama spermisida (pembunuh sperma) berupa jelly atau krim yang berguna untuk menutup mulut rahim (cervix) sehingga menghalangi sperma bertemu sel telur. Implan/susuk KB/alwalit Alat KB untuk wanita berupa batang susuk yang tipis dan halus seperti korek api yang ditanam di bawah kulit lengan kiri (atau kanan jika kidal) bagian atas. Efektifitas: mencapai 3 tahun. Contoh merk:norplant, implanon, sinoimplant, indoplant. Implant yang beredar di masyarakat saat ini adalah Indoplant dan Sinoimplant yang terdiri dari 2 batang susuk. Implan/susuk KB/alwalit Alat KB untuk wanita berupa batang susuk yang tipis dan halus seperti korek api yang ditanam di bawah kulit lengan kiri (atau kanan jika kidal) bagian atas. Efektifitas: mencapai 3 tahun. Contoh merk:norplant, implanon, sinoimplant, indoplant. Implant yang beredar di masyarakat saat ini adalah Indoplant dan Sinoimplant yang terdiri dari 2 batang susuk. Pil KB Pil yang mengandung hormon kombinasi progesteron dan estrogen. Biasanya dikemas tersusun dan terdiri dari 21 tablet ditambah 7 tablet plasebo (laktosa atau zat besi), yang diminum secara berurutan setiap hari. Yang beredar saat ini: pil KB kombinasi (program), Microgynon, pil KAB, Diane, Yasmine, Andalan. Pil KB Pil yang mengandung hormon kombinasi progesteron dan estrogen. Biasanya dikemas tersusun dan terdiri dari 21 tablet ditambah 7 tablet plasebo (laktosa atau zat besi), yang diminum secara berurutan setiap hari. Yang beredar saat ini: pil KB kombinasi (program), Microgynon, pil KAB, Diane, Yasmine, Andalan. 100% P301 m Pedoman WUS: hal

11 MAL Kontrasepsi yang mengandalkan pemberian air susu ibu secara eksklusif (tanpa makanan dan minuman tambahan), ibu belum haid, dan bayi berumur <6 bulan. Penentuan masa 6 bulan terkait dengan konsumsi bayi yang biasanya cukup hanya diberi ASI. Selama ibu masih menyusui hormon progesteron dan estrogen tidak dapat mematangkan sel telur, sehingga sel telur tidak bisa dibuahi. MAL Kontrasepsi yang mengandalkan pemberian air susu ibu secara eksklusif (tanpa makanan dan minuman tambahan), ibu belum haid, dan bayi berumur <6 bulan. Penentuan masa 6 bulan terkait dengan konsumsi bayi yang biasanya cukup hanya diberi ASI. Selama ibu masih menyusui hormon progesteron dan estrogen tidak dapat mematangkan sel telur, sehingga sel telur tidak bisa dibuahi. Metode kontrasepsi darurat Metode yang digunakan dalam keadaan darurat (kondom bocor, lupa minum pil, lupa suntik, akibat perkosaan) untuk mencegah kehamilan setelah hubungan seksual tanpa proteksi. Kontrasepsi ini berupa pil khusus yang dapat diminum dalam waktu tiga hari (72 jam) setelah bersanggama. Contoh merek: Postinor.. Postinor terdiri dari 2 pil, pil pertama diminum segera setelah hubungan seksual, pil kedua diminum 12 jam kemudian. Metode kontrasepsi darurat Metode yang digunakan dalam keadaan darurat (kondom bocor, lupa minum pil, lupa suntik, akibat perkosaan) untuk mencegah kehamilan setelah hubungan seksual tanpa proteksi. Kontrasepsi ini berupa pil khusus yang dapat diminum dalam waktu tiga hari (72 jam) setelah bersanggama. Contoh merek: Postinor.. Postinor terdiri dari 2 pil, pil pertama diminum segera setelah hubungan seksual, pil kedua diminum 12 jam kemudian. Sanggama terputus Mengeluarkan alat kelamin (penis) dari vagina sebelum mencapai ejakulasi sehingga sperma tidak masuk ke dalam vagina. Dalam cara ini pria memegang peranan utama, karena dia yang mengetahui bahwa ejakulasi akan terjadi. Sanggama terputus Mengeluarkan alat kelamin (penis) dari vagina sebelum mencapai ejakulasi sehingga sperma tidak masuk ke dalam vagina. Dalam cara ini pria memegang peranan utama, karena dia yang mengetahui bahwa ejakulasi akan terjadi. Pantang berkala/sistem tanggalan/tanggalan Cara KB dengan mengatur jadual sehingga hanya bersanggama pada masa- masa tidak subur. Jadi, saat masa ovulasi, pasangan berpantang bersanggama. Keefektifan: baik jika siklus haid wanita teratur. Pantang berkala ≠ puasa (abstinensi). Abstinensi: tidak sanggama untuk beberapa bulan tanpa memperhitungkan siklus “bulanan” wanita. Wanita yang tidak ingin melakukan hubungan seksual pada hari-hari tertentu (bukan karena siklus bulanan), dianggap menggunakan cara KB abstinensi (cara KB modern lainnya) BUKAN pantang berkala. Pantang berkala/sistem tanggalan/tanggalan Cara KB dengan mengatur jadual sehingga hanya bersanggama pada masa- masa tidak subur. Jadi, saat masa ovulasi, pasangan berpantang bersanggama. Keefektifan: baik jika siklus haid wanita teratur. Pantang berkala ≠ puasa (abstinensi). Abstinensi: tidak sanggama untuk beberapa bulan tanpa memperhitungkan siklus “bulanan” wanita. Wanita yang tidak ingin melakukan hubungan seksual pada hari-hari tertentu (bukan karena siklus bulanan), dianggap menggunakan cara KB abstinensi (cara KB modern lainnya) BUKAN pantang berkala. 100% P301 m Pedoman WUS: hal

12 100% SDKI 2012 Tubektomi m Pedoman WUS: hal

13 100% Vasektomi m Pedoman WUS: hal

14 Sumber: 100% IUD (Intrauterine Device) m Pedoman WUS: hal Sumber:

15 100% SDKI 2012 Suntikan m Pedoman WUS: hal

16 100% SDKI 2012 Implan/Susuk KB m Pedoman WUS: hal Tampak dari depan dan belakang

17 Sumber: 100% SDKI 2012 Kontrasepsi Darurat m Pedoman WUS: hal

18 100% Pil KB m Pedoman WUS: hal PILKAB Yasmin Pil KB I Kombinasi

19 Sumber: 100% Kondom m Pedoman WUS: hal

20 100% SDKI 2012 Diafragma m Pedoman WUS: hal

21 Klik pada gambar! Jamu Pijat/urutAbstinensiKoyo KBAborsi URUT/PIJAT Beberapa kalangan percaya bahwa dengan mengurut bagian perut (rahim) setelah berhubungan seksual dapat mencegah kehamilan. URUT/PIJAT Beberapa kalangan percaya bahwa dengan mengurut bagian perut (rahim) setelah berhubungan seksual dapat mencegah kehamilan. ABORSI Wanita dapat melakukan aborsi secara sengaja agar kehamilannya tidak sampai pada kelahiran. Dalam hal ini wanita sudah sempat hamil, sudah ada janin dalam rahim. Suatu tindakan dilakukan, misalnya operasi medis, untuk mengambil atau mengeluarkan janin dari dalam rahim. Biasanya tindakan operasi semacam ini dilakukan untuk alasan kesehatan dan keselamatan ibu. ABORSI Wanita dapat melakukan aborsi secara sengaja agar kehamilannya tidak sampai pada kelahiran. Dalam hal ini wanita sudah sempat hamil, sudah ada janin dalam rahim. Suatu tindakan dilakukan, misalnya operasi medis, untuk mengambil atau mengeluarkan janin dari dalam rahim. Biasanya tindakan operasi semacam ini dilakukan untuk alasan kesehatan dan keselamatan ibu. JAMU KB Jamu adalah kelompok obat tradisional, baik diracik sendiri maupun siap minum (bentuk tablet/kapsul/ kaplet/serbuk), yang khasiatnya untuk mencegah kehamilan. JAMU KB Jamu adalah kelompok obat tradisional, baik diracik sendiri maupun siap minum (bentuk tablet/kapsul/ kaplet/serbuk), yang khasiatnya untuk mencegah kehamilan. PUASA/ABSTINENSI Cara menunda kehamilan dengan tidak melakukan hubungan seksual dalam periode tertentu (bulanan). Berbeda dengan PANTANG BERKALA, di sini tidak mempertimbangkan hari-hari ovulasi. PUASA/ABSTINENSI Cara menunda kehamilan dengan tidak melakukan hubungan seksual dalam periode tertentu (bulanan). Berbeda dengan PANTANG BERKALA, di sini tidak mempertimbangkan hari-hari ovulasi. Koyo KB Koyo yang dilekatkan pada kulit, berfungsi melepaskan estrogen dan progestin untuk mencegah kehamilan. Digunakan selama 3 minggu, pada minggu ke 4 dilepas supaya terjadi menstruasi. Biasanya dipakai oleh wanita yang periode menstruasinya teratur. Koyo KB Koyo yang dilekatkan pada kulit, berfungsi melepaskan estrogen dan progestin untuk mencegah kehamilan. Digunakan selama 3 minggu, pada minggu ke 4 dilepas supaya terjadi menstruasi. Biasanya dipakai oleh wanita yang periode menstruasinya teratur. Sumber gambar anneahira.com mariamedia.net treesd.com medhelp.org pijatkeluargasehat.wordpress.com anneahira.com mariamedia.net treesd.com medhelp.org pijatkeluargasehat.wordpress.com 100% SDKI 2012 P301 m Pedoman WUS: hal

22 100% SDKI 2012 P302-P303 m Pedoman WUS: hal. 81

23 Probing Pil harus diminum secara teratur setiap hari. Kondom harus dilakukan setiap bersanggama tanpa mempertimbangkan masa subur wanita. Sanggama terputus harus dilakukan setiap bersanggama tanpa mempertimbangkan masa subur wanita. • Jika alat/cara KB yang digunakan responden adalah STERILISASI WANITA lingkari kode A. • Jika suami/pasangan menggunakan STERILISASI PRIA lingkari kode B. • Jika mantan suami atau mantan pasangan responden disterilisasi, maka responden dianggap tidak sedang memakai alat/cara KB. • Jika alat/cara KB yang digunakan responden adalah STERILISASI WANITA lingkari kode A. • Jika suami/pasangan menggunakan STERILISASI PRIA lingkari kode B. • Jika mantan suami atau mantan pasangan responden disterilisasi, maka responden dianggap tidak sedang memakai alat/cara KB. Ketentuan: 1.Waktu rujukan: 30 hari terakhir (termasuk kondom, intravag, dan sanggama terputus) 2.Jawaban harus konsisten dengan P Alat/cara KB tertentu dapat memberi perlindungan untuk jangka waktu lama. Contoh: spiral dapat menghindarkan kehamilan selama 8 tahun. 4.Pertanyaan ini menjadi kunci pertanyaan mana yang akan diajukan selanjutnya. Karena itu selidiki dengan benar tentang keefektifan penggunaan alat KB. Ketentuan: 1.Waktu rujukan: 30 hari terakhir (termasuk kondom, intravag, dan sanggama terputus) 2.Jawaban harus konsisten dengan P Alat/cara KB tertentu dapat memberi perlindungan untuk jangka waktu lama. Contoh: spiral dapat menghindarkan kehamilan selama 8 tahun. 4.Pertanyaan ini menjadi kunci pertanyaan mana yang akan diajukan selanjutnya. Karena itu selidiki dengan benar tentang keefektifan penggunaan alat KB. 100% P304 m Pedoman WUS: hal Selidiki keefektifan alat/cara KB : kondom, intravag/diafragma, mal, pantang berkala, sanggama terputus dan metode modern lainnya untuk menentukan apakah responden memang sedang memakai KB atau tidak. Jika responden memakai kondom pada masa subur dan pantang berkala pada masa tidak subur, maka dianggap tidak pakai keduanya. Wanita yang telah menjalani operasi histerektomi (pengambilan sebagian atau seluruh rahim) dianggap tidak pakai KB, karena histerektomi bukan untuk mencegah kehamilan. Selidiki keefektifan alat/cara KB : kondom, intravag/diafragma, mal, pantang berkala, sanggama terputus dan metode modern lainnya untuk menentukan apakah responden memang sedang memakai KB atau tidak. Jika responden memakai kondom pada masa subur dan pantang berkala pada masa tidak subur, maka dianggap tidak pakai keduanya. Wanita yang telah menjalani operasi histerektomi (pengambilan sebagian atau seluruh rahim) dianggap tidak pakai KB, karena histerektomi bukan untuk mencegah kehamilan.

24 100% SDKI 2012 P305-P305A m Pedoman WUS: hal

25 Bila responden baru minum satu butir pil KB dan posisi lubang ada di awal panah pada kemasan maka dianggap berurutan. Ingat! Yang diperiksa adalah pil KB, bukan placebo. Placebo berwarna lain dan berisi vitamin. Ingat! Yang diperiksa adalah pil KB, bukan placebo. Placebo berwarna lain dan berisi vitamin. 100% SDKI 2012 P305B-P305D m Pedoman WUS: hal

26 100% SDKI 2012 P305E-P305G m Pedoman WUS: hal

27 100% SDKI 2012 P306-P306C m Pedoman WUS: hal. 83

28 100% SDKI 2012 P306D-P306G m Pedoman WUS: hal. 83

29 Kemudian tanyakan kepada pengawas. Pengawas menanyakannya kepada masyarakat setempat siapa pengelolanya. Termasuk yang dikelola oleh lembaga swadaya masyarakat. 100% SDKI 2012 P307 m Pedoman WUS: hal

30 Tuliskan dalam format rata kanan. • Biaya yang dimaksud termasuk biaya konsultasi dan pendaftaran. • Biaya kondom: harga paket sekali beli. • Biaya pil KB: harga satu kemasan. • Biaya sterilisasi yang satu paket dengan operasi caesar: - bila dapat dipisahkan tulis biaya sterilisasi saja, - bila tidak dapat dipisahkan tulis seluruh biaya dan beri catatan. • Biaya maksimum yang dicatat: • Bila tidak mengeluarkan biaya, tulis 0. • Biaya yang dimaksud termasuk biaya konsultasi dan pendaftaran. • Biaya kondom: harga paket sekali beli. • Biaya pil KB: harga satu kemasan. • Biaya sterilisasi yang satu paket dengan operasi caesar: - bila dapat dipisahkan tulis biaya sterilisasi saja, - bila tidak dapat dipisahkan tulis seluruh biaya dan beri catatan. • Biaya maksimum yang dicatat: • Bila tidak mengeluarkan biaya, tulis 0. Bulan dan tahun wajib diisi. Pemakaian suatu cara KB yang dicatat adalah yang secara TERUS MENERUS TANPA TERPUTUS. Misalnya: seorang wanita pada Juni 2005: mulai minum pil KB. November 2005: berhenti minum karena ingin hamil. Januari 2007: melahirkan. Maret 2007: mulai minum pil KB lagi. Ketika wawancara: dia masih minum pil KB. Maka yang dicatat adalah pemakaian setelah melahirkan, yaitu Maret Bulan dan tahun wajib diisi. Pemakaian suatu cara KB yang dicatat adalah yang secara TERUS MENERUS TANPA TERPUTUS. Misalnya: seorang wanita pada Juni 2005: mulai minum pil KB. November 2005: berhenti minum karena ingin hamil. Januari 2007: melahirkan. Maret 2007: mulai minum pil KB lagi. Ketika wawancara: dia masih minum pil KB. Maka yang dicatat adalah pemakaian setelah melahirkan, yaitu Maret % SDKI 2012 P308-P309 m Pedoman WUS: hal. 84

31 100% SDKI 2012 P309A-P309B m Pedoman WUS: hal

32 100% SDKI 2012 P309C-P310 m Pedoman WUS: hal. 85

33 Untuk kurun waktu di kolom 1 yang masih kosong (tidak terisi L, H, A, S atau K), tulis kode yang berkaitan dengan pemakaian alat/cara KB dengan menanyakan: 1. Apakah responden memakai alat/cara KB dalam kurun waktu tersebut, dan jika "YA", apa alat/cara KB yang dipakainya. 2. Kapan dia mulai memakai alat/cara KB itu. 3. Berapa lama dia memakai alat/cara itu secara terus menerus dan kapan dia berhenti memakai cara itu. 4. Apa yang terjadi setelah dia berhenti memakai cara itu: memakai cara lain, tidak memakai alat/cara KB lagi, ataukah menjadi hamil?. Untuk kurun waktu di kolom 1 yang masih kosong (tidak terisi L, H, A, S atau K), tulis kode yang berkaitan dengan pemakaian alat/cara KB dengan menanyakan: 1. Apakah responden memakai alat/cara KB dalam kurun waktu tersebut, dan jika "YA", apa alat/cara KB yang dipakainya. 2. Kapan dia mulai memakai alat/cara KB itu. 3. Berapa lama dia memakai alat/cara itu secara terus menerus dan kapan dia berhenti memakai cara itu. 4. Apa yang terjadi setelah dia berhenti memakai cara itu: memakai cara lain, tidak memakai alat/cara KB lagi, ataukah menjadi hamil?. Setiap alat/cara KB yang mulai dipakai sejak Januari 2007, sumber pelayanannya harus dicatat di kolom 2 pada bulan pertama memakai. Hal ini dilakukan untuk cara yang pernah dipakai, misalnya, responden memakai suntikan lagi, pewawancara harus menulis kode di bulan pertama pemakaian untuk semua segmen, baik dari sumber yang sama atau tidak. Setiap alat/cara KB yang mulai dipakai sejak Januari 2007, sumber pelayanannya harus dicatat di kolom 2 pada bulan pertama memakai. Hal ini dilakukan untuk cara yang pernah dipakai, misalnya, responden memakai suntikan lagi, pewawancara harus menulis kode di bulan pertama pemakaian untuk semua segmen, baik dari sumber yang sama atau tidak. 100% SDKI 2012 P311 m Pedoman WUS: hal

34 P311 m Contoh kalender 2 Contoh kalender 3 Pedoman WUS: hal

35 100% SDKI 2012 P312-P313A m Pedoman WUS: hal

36 100% SDKI 2012 P314 m Pedoman WUS: hal. 88

37 100% SDKI 2012 P315-P315A m Pedoman WUS: hal. 88

38 100% SDKI 2012 P316-P319 m Pedoman WUS: hal. 88 Pertanyaan merujuk pada alat/cara KB yang terakhir dipakai responden. RALAT

39 100% SDKI 2012 P319-P319B m Pedoman WUS: hal

40 100% SDKI 2012 P320-P321 m Pedoman WUS: hal. 89 RALAT

41 100% P322 m Pedoman WUS: hal. 89

42 KLINIK SWASTA Klinik yang dikelola oleh swasta. DOKTER UMUM PRAKTEK Dokter umum yang membuka praktek sendiri/swasta. DOKTER KANDUNGAN PRAKTEK Dokter spesialis kandungan yang membuka praktek sendiri/swasta. KLINIK SWASTA Klinik yang dikelola oleh swasta. DOKTER UMUM PRAKTEK Dokter umum yang membuka praktek sendiri/swasta. DOKTER KANDUNGAN PRAKTEK Dokter spesialis kandungan yang membuka praktek sendiri/swasta. BIDAN PRAKTEK Bidan yang membuka praktek sendiri/swasta. BIDAN DI DESA Bidan yang ditempatkan dan bertugas di desa, mempunyai wilayah kerja 1 sampai 2 desa, bertugas melaksanakan pelayanan baik di dalam maupun di luar jam kerja, serta bertanggung jawab langsung kepada Puskesmas (PNS). PERAWAT PRAKTEK Perawat/suster/mantri yang membuka praktek sendiri. BIDAN PRAKTEK Bidan yang membuka praktek sendiri/swasta. BIDAN DI DESA Bidan yang ditempatkan dan bertugas di desa, mempunyai wilayah kerja 1 sampai 2 desa, bertugas melaksanakan pelayanan baik di dalam maupun di luar jam kerja, serta bertanggung jawab langsung kepada Puskesmas (PNS). PERAWAT PRAKTEK Perawat/suster/mantri yang membuka praktek sendiri. RUMAH SAKIT PEMERINTAH Rumah sakit yang dikelola pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah, TNI/Polri, misalnya, RSU Tingkat Provinsi, RSU Tingkat Kabupaten, RSPAD, dan RS Perkebunan. PUSKESMAS Semua Puskesmas dan Puskesmas Pembantu yang dikelola oleh Dinas Kesehatan. RUMAH SAKIT PEMERINTAH Rumah sakit yang dikelola pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah, TNI/Polri, misalnya, RSU Tingkat Provinsi, RSU Tingkat Kabupaten, RSPAD, dan RS Perkebunan. PUSKESMAS Semua Puskesmas dan Puskesmas Pembantu yang dikelola oleh Dinas Kesehatan. TKBK/TMK/Muyan (Tim Keluarga Berencana Keliling/Tim Medis Keliling/Mobil Unit Pelayanan) Fasilitas pelayanan KB mobil berfungsi untuk mendekatkan pelayanan KB kepada masyarakat oleh satuan kerja terpadu dan mempunyai kemampuan dan kewenangan memberikan pelayanan alat/cara KB seperti pil KB, kondom, suntik KB, IUD dan implant. TKBK/TMK/Muyan (Tim Keluarga Berencana Keliling/Tim Medis Keliling/Mobil Unit Pelayanan) Fasilitas pelayanan KB mobil berfungsi untuk mendekatkan pelayanan KB kepada masyarakat oleh satuan kerja terpadu dan mempunyai kemampuan dan kewenangan memberikan pelayanan alat/cara KB seperti pil KB, kondom, suntik KB, IUD dan implant. POLINDES (Pondok Bersalin Desa) Pondok yang dikelola oleh masyarakat dan digunakan bidan di desa sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat. POSYANDU (Pos Pelayanan Terpadu) Pos pelayanan terpadu antara satu program dengan program lainnya dan merupakan forum komunikasi pelayanan terpadu yang dinamis antara program KB dengan program kesehatan, dengan prioritas kegiatan keterpaduan KB, KIA, gizi, imunisasi dan penanggulangan diare. POLINDES (Pondok Bersalin Desa) Pondok yang dikelola oleh masyarakat dan digunakan bidan di desa sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat. POSYANDU (Pos Pelayanan Terpadu) Pos pelayanan terpadu antara satu program dengan program lainnya dan merupakan forum komunikasi pelayanan terpadu yang dinamis antara program KB dengan program kesehatan, dengan prioritas kegiatan keterpaduan KB, KIA, gizi, imunisasi dan penanggulangan diare. POSKESDES (Pos Kesehatan Desa) Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) dalam rangka mendekatkan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Poskesdes merupakan pertemuan antara upaya masyarakat dan dukungan pemerintah. Pelaksana: tenaga kesehatan (terutama bidan) dan tenaga sukarela lain. POSKESDES (Pos Kesehatan Desa) Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) dalam rangka mendekatkan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Poskesdes merupakan pertemuan antara upaya masyarakat dan dukungan pemerintah. Pelaksana: tenaga kesehatan (terutama bidan) dan tenaga sukarela lain. PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) Seorang atau beberapa orang kader dalam wadah organisasi yang secara sukarela berperan aktif membantu melaksanakan Gerakan Keluarga Berencana Nasional di tingkat desa/kelurahan. RUMAH SAKIT SWASTA Rumah sakit yang dikelola oleh swasta. RUMAH SAKIT BERSALIN Rumah sakit yang khusus melayani pemeriksaan ibu hamil dan melahirkan, meskipun juga memberi pelayanan kesehatan umum. Biasanya disebut rumah sakit ibu dan anak. Biasanya dikelola oleh swasta. RUMAH SAKIT SWASTA Rumah sakit yang dikelola oleh swasta. RUMAH SAKIT BERSALIN Rumah sakit yang khusus melayani pemeriksaan ibu hamil dan melahirkan, meskipun juga memberi pelayanan kesehatan umum. Biasanya disebut rumah sakit ibu dan anak. Biasanya dikelola oleh swasta. RUMAH BERSALIN Tempat yang melayani pemeriksaan ibu hamil dan melahirkan. Petugas: bidan di bawah pengawasan dokter. Fasilitas pelayanan: lebih sederhana daripada rumah sakit bersalin. RUMAH BERSALIN Tempat yang melayani pemeriksaan ibu hamil dan melahirkan. Petugas: bidan di bawah pengawasan dokter. Fasilitas pelayanan: lebih sederhana daripada rumah sakit bersalin. APOTEK/TOKO OBAT Tempat penjualan khusus obat-obatan, alat KB, dan perlengkapan perawatan kesehatan. APOTEK/TOKO OBAT Tempat penjualan khusus obat-obatan, alat KB, dan perlengkapan perawatan kesehatan. PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana) Aparat pemerintah (BKKBN) yang berkedudukan di desa/kelurahan yang bertugas: • melakukan penyuluhan, penggerakan, pembinaan terhadap akseptor KB, dan • melaksanakan program pembangunan lain yang ditugaskan pemda. PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana) Aparat pemerintah (BKKBN) yang berkedudukan di desa/kelurahan yang bertugas: • melakukan penyuluhan, penggerakan, pembinaan terhadap akseptor KB, dan • melaksanakan program pembangunan lain yang ditugaskan pemda. TOKO Tempat berjualan apa saja. Misalnya warung, supermaket, kantin, dan warung jamu. TOKO Tempat berjualan apa saja. Misalnya warung, supermaket, kantin, dan warung jamu. 100% SDKI 2012 P323 m Pedoman WUS: hal

43 100% SDKI 2012 P324 m Pedoman WUS: hal. 91

44 100% SDKI 2012 P325 m Pedoman WUS: hal. 91

45 Dalam hal ini tidak diperhatikan apakah yang mengunjungi responden adalah PLKB, kader kesehatan, atau petugas lapangan lain. Juga tidak dipermasalahkan apakah maksud kunjungan adalah untuk membahas KB atau pelayanan KB. Dalam hal ini tidak diperhatikan apakah yang mengunjungi responden adalah PLKB, kader kesehatan, atau petugas lapangan lain. Juga tidak dipermasalahkan apakah maksud kunjungan adalah untuk membahas KB atau pelayanan KB. 100% SDKI 2012 P326-P328 m Pedoman WUS: hal. 91


Download ppt "Pengantar m Bagian 3. Tujuan: Mengumpulkan informasi mengenai pengetahuan dan pemakaian berbagai macam alat/cara KB, yaitu alat/cara yang dipakai oleh."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google