Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Teknologi Dan Rekayasa PENGUAT OPERASI. Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI  Penguat operasional (operational amplifier), dikenal sebagai op-amp)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Teknologi Dan Rekayasa PENGUAT OPERASI. Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI  Penguat operasional (operational amplifier), dikenal sebagai op-amp)"— Transcript presentasi:

1 Teknologi Dan Rekayasa PENGUAT OPERASI

2 Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI  Penguat operasional (operational amplifier), dikenal sebagai op-amp) Adalah suatu penguat dengan penguatan (gain) yang tinggi dan dilengkapi dengan umpan balik yang dirancang untuk melaksanakan tugas matematis seperti (x + : -). Penguat operasi

3  Penemuan Op-Amp dalam bentuk IC (integrated circuit) mempunyai tegangan operasi yang rendah, harganya murah dan mudah diganti-ganti, serta dapat diandalkan. Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI

4  Fungsi yang terpenting dari Op-amp adalah sebagai penguat (Amplifier).  Penguat (amplifier) adalah rangkaian yang menerima sinyal pada masukan (input) dan menghasilkan sinyal pada keluaran (output) yang tidak berubah bentuknya tetapi lebih besar amplitudonya Teknologi dan Rekayasa

5 T ELEKTRONIKA INDUSTRI  Dengan sifatnya tersebut, Op-amp dapat digunakan dalam bidang : 1.pengontrolan proses 2.Komunikasi 3.Komputer 4.Pembangkit sinyal 5.Sistem peraga 6.Pengukuran 7.Sistem pengujian 8.Dan lain-lainnya.

6 Ciri-ciri penguat  Ciri dari operational amplifier adalah adanya rangkaian umpan balik negatif (Negative feed back) yaitu adanya tahanan (resistor) luar yang dipasang sebagai penghubung antara terminal keluaran (output) dengan terminal masukan negatif (negative input) Teknologi dan Rekayasa

7  Dengan penambahan umpan balik negatif maka rangkaian tidak lagi tergantung pada penguatan loop terbuka sehingga penguatan dari loop tertutup hanya bergantung pada tahanan luarnya saja. Teknologi dan Rekayasa

8 T ELEKTRONIKA INDUSTRI  Op-amp secara rangkaian diskrit terdiri dari banyak komponen resistor, kapasitor, transistor yang membentuk rangkaian menjadi satu kesatuan dalam satu buah IC. Penguat Operasi Dasar

9 Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI  Untuk menggunakan Op-amp tidak perlu tahu rangkaian dalam dari Op-amp, tetapi yang perlu diketahui adalah hubungan komponen-komponen luar dengan Op-amp itu sendiri. Penguat Operasi

10 Sifat-sifat Op-amp yang Ideal harus mempunyai :  Gain open loop yang tak terhingga.  Impedansi input yang tak terhingga.  Impedansi output sama dengan nol.  Lebar Bandwidth yang tak terhingga.  Arus bias input sama dengan nol.  Tegangan offset output sebesar nol.  Selisih tegangan input sebesar nol. Teknologi dan Rekayasa

11 Penguat operasi tipe 741 merupakan IC op- amp yang sudah menjadi standar di industri elektronik. Kaki 1 & 5 : offset null Kaki 2: masukan membalik (inverting input) Kaki 3: masukan tak membalik (non inverting input) Kaki 4: tanah (ground) Kaki 6: keluaran (output) Kaki 7: catu tegangan positif Kaki 8: tak digunakan Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI

12 Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI  IC op-amp 741 mempunyai beberapa versi yang berbeda di belakang angka 741, seperti 741A, 741C, 741E, 741N. Huruf-huruf berbeda di belakang angka 741 tersebut membedakan pada penguatan tegangannya, temperature range, noise level dan karakteristik yang lainnya. Penguat membalik

13 Contohnya IC Op-amp 741C  IC Op-amp 741C Huruf C dibelakang angka 741 adalah singkatan dari Commercial grade yaitu tipe 741 yang paling murah dan paling banyak dan umum digunakan.  IC Op-amp 741C mempunyai penguatan tegangan loop terbuka sebesar dan impedansi input 2 MΩ dan impedansi output 75 Ω dan mempunyai unity-gain frequency sebesar 1 MΩ. Teknologi dan Rekayasa

14 Dalam aplikasinya Op-amp dapat dibuat dan difungsikan menjadi :  Penguat Membalik (Inverting Amplifier)  Penguat Tak Membalik (Non Inverting Amplifier)  Penguat Selisih (Differential Amplifier)  Penguat Instrumentasi (Instrumentation Amplifier)  Penguat Logaritma (Logaritmic Amplifier)  Filter aktif  Pembanding (comparator)  Integrator  Diferensiator  Pembangkit gelombang (Signal generator) Teknologi dan Rekayasa

15 Penguat Membalik inverting amplifier)  Rangkaian Penguat membalik merupakan penguat dengan penguatan loop tertutup dari Tegangan Input ke Tegangan output yang ditentukan oleh nilai Rf dan Ri, yang dapat memperkuat sinyal ac atau dc.  mempunyai ciri yaitu yang dipakai sebagai masukan adalah masukan membalik, sementara masukan tak membalik dihubungkan ke tanah (ground) Teknologi dan Rekayasa

16  Keluaran dari penguat ini mempunyai fasa yang berlawanan dengan masukannya. Teknologi dan Rekayasa

17 T ELEKTRONIKA INDUSTRI  Penguat tak membalik mempunyai ciri yaitu masukan yang dipakai adalah masukan tak membalik (non inverting input) dan keluarannya sefasa dengan masukannya. Penguat tak membalik

18 Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI Penguat Tak Membalik (Non Inverting Amplifier)

19 rumus praktis pada penguat tak membalik (dengan umpan balik)  Penguatan tegangan:A Vf = (R 2 / R 1 ) + 1  Impedansi masukan :Z if = Z i  Impedansi keluaran : Teknologi dan Rekayasa

20 dimana Z i = impedansi masukan tanpa umpan balik Z o = impedansi keluaran tanpa umpan balik A = penguatan tanpa umpan balik  Nilai A, Z i dan Z o terdapat pada lembaran data IC. Teknologi dan Rekayasa

21 T ELEKTRONIKA INDUSTRI Salah satu terapan khusus dari penguat tak membalik adalah penguat dengan penguatan satu penguatan satu

22 Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI  Untuk penguat ini, tegangan keluaran sama dan sefasa dengan tegangan masukan, atau V o = V i.  Impedansi masukannya sangat tinggi  impedansi keluarannya mendekati nol.  Karena karakteristiknya tersebut, penguat ini sering dipakai sebagai penyangga tegangan (buffer voltage) Penguat Tak Membalik dengan Penguatan Satu

23 Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI Aplikasi Penguat Operasi

24 Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI

25 Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI

26 Teknologi dan Rekayasa

27 T ELEKTRONIKA INDUSTRI penguatan satu

28 Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI

29 Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI

30 Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI penguatan satu

31 Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI penguatan satu

32 Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI penguatan satu

33 Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI penguatan satu

34 Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI penguatan satu

35 Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI penguatan satu

36 Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI penguatan satu

37 Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI penguatan satu

38 Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI penguatan satu

39 Teknologi dan Rekayasa

40 T ELEKTRONIKA INDUSTRI

41 Teknologi dan Rekayasa

42 T ELEKTRONIKA INDUSTRI


Download ppt "Teknologi Dan Rekayasa PENGUAT OPERASI. Teknologi dan Rekayasa T ELEKTRONIKA INDUSTRI  Penguat operasional (operational amplifier), dikenal sebagai op-amp)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google