Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ELEKTRONIKA Bab 8. Model AC DR. JUSAK. ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Model AC Jika sebuah tegangan AC kecil dihubungkan ke basis, akan menghasilkan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ELEKTRONIKA Bab 8. Model AC DR. JUSAK. ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Model AC Jika sebuah tegangan AC kecil dihubungkan ke basis, akan menghasilkan."— Transcript presentasi:

1 ELEKTRONIKA Bab 8. Model AC DR. JUSAK

2 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Model AC Jika sebuah tegangan AC kecil dihubungkan ke basis, akan menghasilkan tegangan kolektor AC yang lebih besar. Atau bisa dikatakan tegangan kolektor adalah versi tegangan basis AC yang dikuatkan. Dengan ditemukannya transistor sebagai penguat, merupakan evolusi di bidang elektronika untuk menggatikan tabung vakum. Tanpa penguat tidak akan ada radio, televisi, komputer, dan banyak perangkat elektronika lainnya. 2

3 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Penguat Bias Basis Penguat bias basis tidak diproduksi secara masal, namun pemahaman terhadap bias basis penting sebagai pembahaman dasar bagi sebuah penguat. Kapasitor Penyambung (Coupling Capacitor) Impedansi kapasitor berbanding terbalik dengan frekuensi. Oleh karena itu kapasitor melewatkan tegangan AC dan memblokir tegangan DC. 3

4 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Kapasitor Penyambung (kopling) Pada Gambar di bawah, kapasitor disebut sebagai kapasitor kopling karena menghubungkan sinyal AC melalui resistor. Dengan cara ini memungkinkan kita menghubungkan sinyal AC ke penguat tanpa mengganggu titik Q. 4

5 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Kapasitor Penyambung (kopling) 5

6 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Kapasitor Penyambung (kopling) 6

7 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Kapasitor Penyambung (kopling) Kesimpulan:  Untuk analisis DC, kapasitor berfungsi seperti rangkaian terbuka.  Untuk analisis AC, kapasitor berfungsi seperti rangkaian yang terhubung singkat. 7

8 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Contoh 1 8

9 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Rangkaian DC 9

10 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Rangkaian DC 10

11 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Rangkaian Penguat Gambar di bawah ini adalah sebuah rangkaian penguat bias basis. 11

12 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Rangkaian Penguat Cara kerja rangkaian ini adalah :  Kapasitor kopling digunakan untuk menghubungkan sumber AC dengan basis. Karena kapasitor kopling terhubung buka untuk DC, maka arus basis DC akan tetap sama untuk rangkaian yang menggunakan atau tanpa kapasitor dan sumber AC.  Begitu pula dengan kapasitor yang menghubungkan kolektor dengan resistor beban 100K .  Idenya adalah kapasitor kopling melindungi Sumber AC dan resistansi beban dari perubahan titik Q. 12

13 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Rangkaian Penguat Misalkan sumber AC yang terhubung sebesar 100  V. Kapasitor kopling bersifat terhubung tutup untuk sumber AC, maka semua sumber tegangan AC akan tampak diantara basis dan ground. Tegangan AC ini akan menghasilkan arus basis AC ditambah dengan arus basis DC seperti pada gambar. 13

14 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Rangkaian Penguat Dari arus basis dihasilkan arus kolektor sesuai tingkat penguatan transistor. Misalkan tingkat penguatan adalah 100, maka arus kolektor adalah 3mA. Karena arus kolektor yang telah dikuatkan melalui resistor kolektor, akan menghasilkan tegangan yang berubah-ubah. Maka tegangan yang dihasilkan juga berubah-ubah. 14

15 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Rangkaian Penguat dan Bentuk Gelombang 15

16 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Rangkaian Penguat dan Bentuk Gelombang Tegangan AC berbentuk sinusoidal terhubung ke basis yang mempunyai tegangan DC sebesar 0,7V. Tegangan AC ini menimbulkan arus basis sinusoidal. Hal ini menghasilkan arus dan tegangan kolektor yang juga sinusoidal, yang diinversikan dan dijumlahkan dengan tegangan kolektor DC 15V. Pada kapasitor kopling yang terhubung buka pada arus searah, akan menghambat komponen DC dari tegangan kolektor. Untuk arus bolak-balik kapasitor akan terhubung singkat dan menghubungkan tegangan kolektor AC dengan resistor beban. Sehingga tegangan beban adalah sinyal murni AC dengan nilai rata-rata nol. 16

17 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Penguat Bias Emiter Penguat bias emitter (VDB atau TSEB) lebih banyak digunakan karena mempunyai titik Q yang lebih stabil. Kapasitor Bypass Cara kerja kapasitor bypass mirip dengan kapasitor kopling, yaitu meneruskan arus bolak-balik dan menahan arus searah. Tetapi kapasitor ini tidak digunakan untuk menyambung dua titik, kapasitor bypass digunakan untuk membuat ground sinyal AC. 17

18 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Kapasitor Bypass Seperti pada gambar, kapasitor bypass membuat titik E terhubung langsusng pada ground. Kapasitor bypass penting karena membuat ground AC pada sebuah penguat tanpa mengganggu titik kerja Q. 18

19 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Kapasitor Bypass 19

20 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Contoh 2 20

21 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Penguat Bias Pembagi Tegangan Gambar di bawah ini adalah rangkaian penguat bias pembagi tegangan. 21

22 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Contoh 3 22

23 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Penguat Bias Pembagi Tegangan Kapasitor kopling digunakan antara input dengan basis, dan juga antara kaki kolektor dan tahanan beban. Kapasitor bypass digunakan antara emiter dan ground. Dengan kapasitor bypass arus basis akan lebih besar, sehingga diperoleh penguatan tegangan yang besar. 23

24 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Penguat Bias Pembagi Tegangan Terlihat pada gambar, tegangan sumber adalah tegangan AC kecil dengan nilai rata-rata 0. Tegangan basis adalah hasil penjumlahan tegangan AC dengan tegangan DC sebesar 1,8V. Tegangan kolektor adalah hasil penguatan, pembalikan dan penjumlahan dengan tegangan DC sebesar 6,04V. Tegangan pada beban sama dengan tegangan kolektor tetapi memiliki nilai rata-rata 0V. Perhatikan tegangan pada emiter adalah tegangan DC dengan tegangan 1,1V. Tidak ada sinyal AC pada emiter akibat adanya ground. 24

25 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Penguat Bias Emiter dengan Dua Catu Daya 25

26 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Contoh 4 26

27 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Penguat Bias Emiter dengan Dua Catu Daya Pada gambar terlihat adanya 2 kapasitor kopling dan sebuah kapasitor bypass. Sinyal AC dioperasikan sama seperti bias pembagi tegangan. Sinyal AC disambungkan ke basis, kemudian sinyal dikuatkan untuk mendapatkan penguatan tegangan pada kolektor. Sinyal yang telah dikuatkan selanjutnya disambungkan ke tahanan beban. 27

28 ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Penguat Bias Emiter dengan Dua Catu Daya Terlihat pada gambar, tegangan sumber adalah tegangan AC kecil dengan nilai rata-rata 0. Tegangan basis adalah hasil penjumlahan tegangan AC dengan tegangan DC sebesar 0V. Tegangan kolektor adalah hasil penguatan, pembalikan dan penjumlahan dengan tegangan DC sebesar 5,32V. Tegangan pada beban sama dengan tegangan kolektor tetapi memiliki nilai rata-rata 0V. Perhatikan tegangan pada emiter adalah tegangan DC dengan tegangan -0,7V. Tidak ada sinyal AC pada emiter akibat adanya ground. 28


Download ppt "ELEKTRONIKA Bab 8. Model AC DR. JUSAK. ELEKTRONIKA – STMIK STIKOM SURABAYA Model AC Jika sebuah tegangan AC kecil dihubungkan ke basis, akan menghasilkan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google