Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Op-Amp adalah salah satu jenis penguat sinyal yang banyak dipergunakan dalam instrumen. + _ Za ia Keluaran Inverting Input Non Inverting Input Op-Amp.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Op-Amp adalah salah satu jenis penguat sinyal yang banyak dipergunakan dalam instrumen. + _ Za ia Keluaran Inverting Input Non Inverting Input Op-Amp."— Transcript presentasi:

1

2 Op-Amp adalah salah satu jenis penguat sinyal yang banyak dipergunakan dalam instrumen. + _ Za ia Keluaran Inverting Input Non Inverting Input Op-Amp Dalam rangkaian loop terbuka memiliki faktor penguatan yang sangat tinggi. Op-amp umumnya dicatu secara simetris, namum kadang kala dicatu secara uni polar (+V dan ground). + Vcc - Vee

3 Karakteristik masukan op-amp + _ +Vcc - V EE Tetap t V + _ +Vcc - V EE Tetap t V t V +Vcc t V - V EE masukan Keluaran

4 Karakteristik Op-Amp  Impedansi masukan tinggi (Za), ia  0.  Impedansi keluaran rendah  Faktor penguatan loop terbuka tinggi. + _ Za ia Keluaran Inverting Input Non Inverting Input V1 V2 Vo Vo = G ( V2 – V1 ) ia = 0  V1  V2

5 + _ +Vcc - V EE V1 V2 Vo Jika V2 > V1  Vo = +Vcc V2 <= V1  Vo = -V EE Penguatan loop terbuka + _ +Vcc - V EE Vin Vo Op-Amp sbg Buffer Vo = Vin + _ + _ + _ + _ LM 324 GND

6 Penguat Inverting Ia = 0  V A = V B = 0 i1 = i2 + ia i1 = i2 Vin - V A R1 V A - Vo R2 = Vo + _ +Vcc - V EE Vin ia A B R1 i1 R2 i2Vo = - ( ) Vin R2 R1 VinVo t V

7 Penguat non Inverting Vo + _ +Vcc - V EE Vin ia A B R1 i1 R2 i2 ia = 0  V A = V B = Vin 0 - V A R1 V A - Vo R2 = - Vin R1 Vin - Vo R2 =Vo = ( ) Vin R1 + R2 R1 Vin Vo t V

8 Penguat Selisih. Vo + _ +Vcc - V EE V1 ia A B R1 i 1 R4 i 4 V2 R2 R3 i 2 i 3 i 1 = i 4 ; i 2 = i 3 ; V A = V B V B = R3 R3 + R2 V2 V1 - V A R1 V A - Vo R4 = R 1 R 3 + R 4 R 3 R 1 (R 2 + R 3 ) R4R4 R1R1 V0 = V 2 - V 1 Vo = (V2 – V1) RfRf RiRi R1 = R2 = Ri ; R3 = R4 = Rf

9 I1 = Ic VA = 0

10 i C = i R, V A = 0

11 Semua resistor diganti dg R (sensor), perubahan resistor  R R1 = R2 = R3 = R4 = R R1 // R2 R3 // R4

12 R1 = R2 = R (sensor), R3 = R4 = R (tetap).  R1 = -  R2 =  R R1 = R (sensor), R2 = R3 = R4 = R (tetap),  R1 =  R

13 Empat buah strain gauge dengan resistansi masing-masing 120  dipergunakan untuk mengukur gaya. + _ - V EE Vo Rf = 10 k  R1 R2 R3 R4 Rf + _ - V EE Vo Rf = 10 k  120/2 Rf 120/2  R  5 R 5 V V CC

14 Misal  R = 2  untuk gaya 20 N, maka: V2 – V1 =  R  5/R = 5  2/120 = volt Vo =  / 60 = volt Jadi untuk gaya 20 N, maka keluaran alat ukur adalah volt Jika Vcc = 12V maka keluaran op-amp akan lebih kecil dari 12V 20 N

15 Misal NTC dipergunakan untuk mengukur suhu media air. Pada kondisi normal suhu air = 26  C dan R NTC = 1 k . Pada suhu 30  C R NTC = 950 . Resistansi tetap (R) dipilih dengan nilai 500 . Hitunglah keluaran penguat (Vo) V NTC Vs R Vo 10 k 3 k 5 k + 12 V VAVA VBVB

16 Jawab: Pada kondisi normal 26  C : Vs =  5 V = (500/1500)  5 V = 1.67 V Pada suhu 30  C  Vs = (500/1450)  5 V = 1.72 V Dalam hal ini Vs = V A R R + R NTC V REF – V B V B - Vo = Misal Pada kondisi normal Vo dibuat = 0 V Dalam hal ini VA = VB = Vs

17 V REF – =  V REF = 2.17 volt Pada suhu 30  C V REF – V B V B - Vo = 2.17 – Vo =  Vo = 1.72 – 1.5 = 0.22 Volt Dengan cara yang sama Hitunglah jika Resistor 10 k  diganti dengan 50k .

18 1.Sebuah LDR dengan tahanan awal 115 k  dipergunakan untuk mendeteksi garis putih. Tahanan LDR untuk warna hitam adalah 75 k  dan untuk warna putih adalah 50 k . Buatlah rangkaian transducer dan penguat sehingga keluarannya bisa dibinerisasi dengan tegangan ambang 3 volt. 2. Sebuah penguat selisih dipergunakan untuk merubah selang tegangan input 0.3mV – 0.8 mV menjadi selang 0 – 5 V. Hitunglah nilai resistansi dan tegangan tetap yang harus diberikan pada penguat.

19

20

21 Pada transistor NPN, emitor lebih negatif dibanding basis dan basis lebih negatif dibanding kolektor. Pada transistor PNP, emitor lebih positif dibanding basis dan basis lebih positif dibanding kolektor. 95% arus emitor ie akan mengalir dari emitor ke kolektor, 5% ie akan mengalir dari emitor ke basis  arus bias maju.

22 Vbe = tegangan bias basis adalah tegangan untuk menghasilkan bias maju. = 0.3 volt untuk bahan germanium = 0.6 volt untuk bahan silikon.

23 Penguatan statis adalah penguatan tanpa sinyal masukan (penguatan arus DC). R3R3 IcIc R1R1 R2R2 IsIs VbVb V cc 0 V I S = V cc R 1 + R 2 V be = R 2 V cc R 1 + R 2 I c = V cc - V ce R3R3 I c = h fe I b

24 Untuk NPN, jika terjadi aliran arus dari kolektor ke basis, maka transistor dikatakan mengalami kebocoran. Arus bocoran = I cbo terjadi akibat pemanasan. Untuk mengatasi ketidak stabilan akibat arus bocoran, maka pada emitor dipasang tahanan tetap. Pada kondisi jenuh, Vce = 0.1 volt. Pada kondisi tersumbat V ce = V cc. Kondisi jenuh adalah kondisi saat I c dan I e mencapai maksimum. Kondisi tersumbat terjadi saat I c dan I e sama dengan nol. Disipasi daya = I c x R 3. R3R3 IcIc R1R1 R2R2 IsIs V cc 0 V R4R4 V ce IeIe

25


Download ppt "Op-Amp adalah salah satu jenis penguat sinyal yang banyak dipergunakan dalam instrumen. + _ Za ia Keluaran Inverting Input Non Inverting Input Op-Amp."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google