Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Definisi Sistem  Hukum Kumpulan aturan-aturan yang membatasi, baik oleh kapasitas sistem itu sendiri maupun lingkungan di mana sistem itu berada, untuk.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Definisi Sistem  Hukum Kumpulan aturan-aturan yang membatasi, baik oleh kapasitas sistem itu sendiri maupun lingkungan di mana sistem itu berada, untuk."— Transcript presentasi:

1

2 Definisi Sistem  Hukum Kumpulan aturan-aturan yang membatasi, baik oleh kapasitas sistem itu sendiri maupun lingkungan di mana sistem itu berada, untuk menjamin keserasian dan keadilan.  Rekayasa Proses masukan (input) yang ditransformasikan menjadi keluaran (output) tertentu.  Awam Cara atau metode untuk mencapai suatu tujuan.  Matematika Set persamaan-persamaan simbolik dengan karakteristik tertentu.

3 Definisi Sistem (2)  Geoffrey Gordon (1987) Suatu agregasi atau kumpulan obyek-obyek yang terangkai dalam interaksi dan saling ketergantungan yang teratur  Ludwig Von Bertalanffy (1940) Suatu set elemen-elemen yang berada dalam keadaan yang saling berhubungan  Schmidt dan Taylor (1970) Suatu kumpulan komponen/entiti yang berinteraksi dan bereaksi antar atribut komponen/entitinya untuk mencapai suatu akhir yang logis.  Kamus Webster (Webster Third New International Dictionary) Suatu kesatuan yang kompleks yang dibentuk oleh bagian-bagian yang berbeda-beda yang masing-masing terikat pada rencana yang sama atau berkontribusi untuk mencapai tujuan yang sama.

4 Definisi Sistem (3)  Hick Sekumpulan komponen yang saling berinteraksi dan beroperasi di dalam suatu batasan. Pembatas akan menyaring setiap jenis dan tingkat aliran masukan dan keluaran antara sistem dan lingkungannya.  John Burch Suatu kumpulan dari objek-objek dan ide-ide yang saling berhubungan dan diperintahkan untuk mencapai sasaran/tujuan bersama.  Murdick, Ross, dan Claget (1984) Suatu susunan elemen-elemen yang berinteraksi dan membentuk satu kesatuan yang terintegrasi.  Russel L. Ackof (1968) “… a system is any entity, conceptual or physical, which consists of interdependent parts …”

5 Definisi Sistem (4)  Willian A. Shrode & Dan Voich Jr. (1974)  Kesatuan yang terdiri atas jaringan kerja kausal dari bagian-bagian yang saling bergantungan.  Pilihan terhadap hubungan antar tiap bagian akan ditentukan oleh tujuan spesifik sistem. Kumpulan obyek-obyek yang saling berinteraksi dan bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan dalam lingkungan yang kompleks

6 Definisi Sistem (5)  Obyek  Bagian-bagian dari sistem (input, proses, output, pengedalian, umpan balik, dan batasan).  Setiap bagian memiliki beberapa nilai/harga yang bersama-sama menggambarkan keadaan sistem pada suatu saat tertentu  Interaksi  Suatu ikatan antar obyek-obyek dalam proses sistem, sehingga dihasilkan suatu perilaku sistem.  Setiap perilaku mengarah pada performansi.

7 Definisi Sistem (6)  Lima unsur utama dalam sistem: 1. Elemen-elemen atau bagian-bagian. 2. Adanya interaksi atau hubungan antar elemen/bagian. 3. Adanya sesuatu yang mengikat elemen-elemen atau bagian-bagian menjadi satu kesatuan. 4. Terdapat tujuan bersama, sebagai hasil akhir. 5. Berada dalam suatu lingkungan yang kompleks.

8 Definisi Sistem (7)  Elemen yang saling berinteraksi disebut juga subsistem.  Tiap subsistem memiliki input dan output yang berdiri sendiri, dan responnya dapat dijelaskan dengan melihat hubungan yang ada.  Komponen dikatakan mempunyai arti jika terdapat satu atau lebih atribut pada saat tertentu  Komponen yang sama dapat mempunya arti berbeda jika komponen itu ada pada sistem yang lain dan/atau atribut lain padanya yg turut diperhatikan.

9 Definisi Sistem (8)  Aktivitas : Setiap proses yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam sistem.  Keadaan aktivitas, atribut, dan komponen pada suatu saat tertentu disebuat keadaan sistem (state of system/level of system), yang bisa saja berubah-ubah atau tetap tergantung pada sistem.

10 Definisi Sistem (9)  Sinergi (synergy): kondisi di mana efek terpada dua macam tindakan melebihi jumlah dari bagian-bagian individualnya.  Sinergi menjadi dasar penggerak pendekatan sistem. “The whole is greater than the sum of its parts”  Sinergi bermanfaat untuk menjawab kebutuhan akan kesatuan entiti-entiti yang terpisah menjadi suatu sistem.

11 Konsepsi Sistem  Konsepsi  abstraksi mengenai suatu fenomena yang dirumuskan atas dasar generalisasi dari sejumlah karakterisitik kejadian, keadaan mengenai obyek tertentu  Konsepsi Sistem  penyajian komponen- komponen pembentuk sistem ke dalam suatu definisi yang mantap. Konsep sistem memiliki beberapa aspek yang mempunyai makna untuk suatu tujuan tertentu

12 Konsepsi Sistem (2)  Aspek konsepsi sistem banyak dipengaruhi Murdick, Ross, dan Claggett (1984), yang digunakan untuk menjelaskan suatu realita.  Aspek-aspek tersebut dipergunakan untuk menjawab pertanyaan:  Apa sajakah unsur-unsur sistem itu?  Apakah tujuan sistem itu  Apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan itu?  Apa sajakah yang diproses sistem itu?  Apa yang dihasilkan (output) proses itu?  Apa ukuran keberhasilan proses itu?

13 Kerangka Dasar Sistem

14 Kerangka Sistem

15 Kerangka Sistem (2)  Tujuan, standar performansi dan konstrain merupakan restriksi bagi sistem.  Peran restriksi:  Mengarahkan pemasukan input ke dalam proses yang sesuai dengan kebutuhan sistem.  Merupakan acuan untuk mengendalikan proses.  Merupakan komponen untuk membangun kontrol model. Apabila di antara model dan keluaran terdapat kesenjangan (tidak sesuai keinginan) dapat diambil tindakan.

16 Hubungan Subsistem Seri

17 Hubungan Subsistem Paralel

18 Elemen Sistem  Jika sebuah sistem cukup besar yang terdiri dari subsistem-subsistem, maka elemen sistem terdapat pada tingkat yang paling rendah.  Elemen sistem adalah bagian terkecil sistem yang dapat diidentifikasikan.

19 Atribut dan Elemen Sistem  Elemen-elemen dari sistem dalam aspek struktural sangat dipengaruhi oleh tujuan. Pengertian elemen dalam hal ini:  Bagian penyusun dari sistem (bergantung pada tujuan)  Unit dari sistem yang terkecil (sejauh interest/tujuan/keinginan)  Mempunya perilaku tertentu  Atribut  Atribut: ukuran dari elemen atau konsepsi kongkrit dari elemen.  Atribut dari elemen harus sesuai dengan tujuan mempelajari sistem, dan pengukuran atribut harus benar.

20 Atribut dan Elemen Sistem (2)

21 Atribut dan Elemen Sistem (3)  Elemen: energi, tenaga kerja, mesin/peralatan, bahan baku, barang/produk.  Atribut:  Energi: jumlah dan ongkos energi  Tenaga Kerja: jumlah tenaga kerja dan upah  Mesin/peralatan: jumlah, jenis, dan kapasistas  Bahan baku: harga bahan baku, jumlah bahan baku  Barang/produk: jumlah permintaan, jumlah produksi, harga jual.

22 Proses Sistem  Proses total: jumlah bersih semua kegiatan berjalan yang melaksanan konversi input menjadi output.  Proses total: terdiri dari banyak proses kecil.  Hubungan fungsional input-output: fungsi pengalihan (transfer function).  Digunakan dalam membuat desain dan evaluasi dari sistem umpan balik (feedback systems).

23 Batas Sistem [3]  Operasional sebuah sistem sehubungan dengan batas-batas:  Buatlah daftar dari semua elemen yang membentuk sistem tersebut dan buatlah batas-batasnya. Segala sesuatu yang berada dalam ruang disebut sistem, yang berada diluarnya disebut lingkungan.  Buatlah semua arus yang melewati batas. Arus dari lingkungan ke dalam sistem disebut input, dan arus dari dalam batas ke luar disebut output.  Identifikasi semua elemen yang memberikan kontribusi dalam mencapai sasaran yang ditentukan bagi sistem, masukkan kedalam lingkaran batasnya.

24 Batas Sistem  Pemisah antara sistem dan daerah diluar sistem (lingkungan)  Menentukan konfigurasi, ruang lingkup, dan kemampuan sistem  Modifikasi terhadap batas dapat mengubah perilaku sistem

25 Batas Sistem [2] Pelanggan Penerimaan Surat Pemrosesan Pesanan Inventory Pesanan konfirmasi Ketersediaan Produk Inventory Pelanggan Produk Pesanan Ketersediaan Produk Pesanan

26 Kontrol  Murdick, Ross, dan Clagget (1994)  kontrol adalah konsepsi inti dari sistem, karena faktor inilah yang menjiwai ide pokok dari pengadaan sebuah sistem.  Kontrol menyebabkan segala sesuatu terlaksana sesuai dengan keinginan/rencana pihak pengendali (controller).

27 Kontrol (2)  Kontrol dapat dirumuskan dengan tahapan:  Menetapkan standar prestasi  Membandingkan prestasi aktual dengan standar.  Mengambil tindakan korektif untuk mengurangi penyimpangan dari standar  Konsepsi kontrol:  Lup terbuka dan tertutup  Input-prosesor-output  Prosesor sebagai kotak hitam  Kontrol dan umpan balik (feedback)  Kontrol umpan ke depan (feedforward)

28 Sistem Lup Terbuka

29 Sistem Lup Terbuka [2]  Sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan.  Ditandai oleh keluaran yg dipengaruhi masukan, tetapi keluaran terisolasi (tdk memiliki pengaruh terhadap masukan/proses)  Tidak peka, tidak memiliki kontrol terhadap keadaannya sendiri.  Kontrol tergantung pada kebenaran input dan proses.

30 Sistem Lup Terbuka [3]

31 Sistem Lup Terbuka [4]  Sistem perlu memiliki pengendalian yang baik, sehingga perlu dirancang sedemikian rupa.  Sistem relatif tertutup merupakan sistem yang paling baik, bekerja secara otomatis, dan terbuka untuk pengaruh yang baik.

32 Sistem Lup Tertutup

33 Sistem Lup Tertutup [2]  Informasi tentang proses dan/atau outputnya diumpan balik ke kontroler, bila perlu dengan menyesuaikan input dan sistemnya.

34 Sistem Lup Tertutup [3]

35 Input-Prosesor-Output  Input bisa berasal dari output sistem lain.  Output merupakan hasil suatu operasi.  Prosesor meliputi kegiatan untuk mengubah input  output.  Ada baiknya analis meneliti output dari sistem sebelum mengidentifikasi unsur lainnya.

36 Prosesor sebagai kotak hitam  Konsepsi kotak hitam mencerminkan suatu karakteristik yang mendasar dari sistem umpan balik yang kompleks.  Penyebab:  Kerincian sistem yang sangat beragam dan sulit dipelajari.  Kesulitan untuk menentukan kendala/batas;  Salah satu tugas pertama Analis  menentukan batas sistem. Manfaat:  Membatasi jumlah subsistem yang harus dipelajari.  Menekankan betapa pentingnya pengintegrasian semua subsistem itu.  Memusatkan semua upaya dalam bidang-bidang yang paling menguntungkan.  Menciutkan masalah menjadi proporsi yang dapat dikendalikan.

37 Kontrol dan Umpan Balik  Tujuan umpan balik adalah kontrol.  Kontrol: fungsi sistem yang membandingkan output dengan sebuah standar yang ditetapkan sebelumnya.  Umpan Balik: fungsi yang memberikan informasi atas penyimpangan dari output, dan memasukan informasi ini sebagai input sehingga semua penyimpangan dapat dikoreksi.  Sistem lup tertutup/umpan balik memiliki kemampuan untuk mengendalikan dirinya dalam mencapai tujuan tertentu yang didefinisikan sendiri.

38 Lup Umpan Balik

39 Sistem Umpan Balik  Sistem umpan balik positif  Menciptakan proses pertumbuhan di mana suatu kejadian menimbulkan akibat yang memperbesar kejadian berikutknya secara terus-menerus.  Ciri umpan balik positif: ketidakstabilan, ketidakseimbangan, pertumbahan, atau memperkuat.  Sistem umpan balik negatif Selalu berusaha mencapai tujuan tertentu atau keseimbangan, dan berusaha memberikan koreksi sebagai tindakan mengatasi kegagalan mencapai tujuan atau keseimbangan tersebut.

40 Kontrol Umpan ke Depan  Kontrol dilakukan sebelum terjadi penyimpangan dari prestasi kerja yang diharapkan.  Membutuhkan kontrol dari input dan output.  Kontrol bersifat antisipatif.


Download ppt "Definisi Sistem  Hukum Kumpulan aturan-aturan yang membatasi, baik oleh kapasitas sistem itu sendiri maupun lingkungan di mana sistem itu berada, untuk."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google