Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BPP IX/Aspek Teknis1 ASPEK TEKNIS PENDIRIAN KANDANG  Daerah dimana ternak dapat hidup tenang dan nyaman disebut “comfort zone”  Daerah tropis : suhu.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BPP IX/Aspek Teknis1 ASPEK TEKNIS PENDIRIAN KANDANG  Daerah dimana ternak dapat hidup tenang dan nyaman disebut “comfort zone”  Daerah tropis : suhu."— Transcript presentasi:

1 BPP IX/Aspek Teknis1 ASPEK TEKNIS PENDIRIAN KANDANG  Daerah dimana ternak dapat hidup tenang dan nyaman disebut “comfort zone”  Daerah tropis : suhu panas dan kelembaban tinggi, fluktuasi suhu siang dan malam tinggi Alam dan lingkungan harus direkayasa menjadi lebih nyaman dengan sistem perkandangan yang sesuai. Alam dan lingkungan harus direkayasa menjadi lebih nyaman dengan sistem perkandangan yang sesuai. Merekayasa alam antara lain : Amati ketinggian tanah, catat suhu dan kelembaban baik siang maupun malam, amati pepohonan sekitar, amati suplai air minum dan ketahui tekstur tanah → Data ini merupakan acuan apakah akan dibuat kandang terbuka atau tertutup. Bila tertutup faktor manakah yang harus direkayasa Merekayasa alam antara lain : Amati ketinggian tanah, catat suhu dan kelembaban baik siang maupun malam, amati pepohonan sekitar, amati suplai air minum dan ketahui tekstur tanah → Data ini merupakan acuan apakah akan dibuat kandang terbuka atau tertutup. Bila tertutup faktor manakah yang harus direkayasa

2 BPP IX/Aspek Teknis2  Ketinggian wilayah,- Akan mencerminkan suhu, setiap ketinggian naik 100 m suhu akan menurun 1 o C. Dataran tinggi dengan suhu lingkungan yang lebih rendah akan memberikan efek produksi yang lebih baik daripada dataran rendah, namun intensitas cahaya matahari yang rendah akan sedikit menurunkan produktivitas → atasi dengan program pencahayaan yang baik. Dataran rendah cenderung menurunkan produksi, karena suhu yang tinggi → diatasi dengan sirkulasi udara yang lebih bebas, gunakan atap monitor, jarak kandang minimal sama dengan lebar kandang, buat kandang panggung, jangan gunakan kandang bertingkat. Dataran rendah cenderung menurunkan produksi, karena suhu yang tinggi → diatasi dengan sirkulasi udara yang lebih bebas, gunakan atap monitor, jarak kandang minimal sama dengan lebar kandang, buat kandang panggung, jangan gunakan kandang bertingkat.  Dirikan kandang pada daerah yang tinggi tetapi lahannya cukup datar.  Jangan mendirikan pada daerah banjir atau berbatu.

3 BPP IX/Aspek Teknis3  Jangan mendirikan bangunan pada cekungan, karena sirkulasi udara pada daerah ini kurang baik, intensitas cahaya matahari rendah, dan menyebabkan kelembaban yang tinggi.  Suhu dan kelembaban,- Suhu dan kelembaban tinggi akan mengurangi “feed intake” dan meningkatkan infeksi pernapasan. Data ini akan menentukan pemilihan bahan dan jenis atap serta desain kandang.  Atap monitor sangat baik untuk mendorong udara panas di bawah atap. Bisa juga digunakan “exhaust fan” untuk menarik udara panas.  Di NTT, atap rumbia yang dilapisi aluminium foil banyak digunakan untuk menahan rembesan air hujan. Pada suhu tinggi akan meredam panas, pada suhu rendah (malam) akan melepaskan panas yang “tersimpan” sebagai penghangat.

4 BPP IX/Aspek Teknis4  Atap asbes dan seng sebaiknya diberikan isolator di bawahnya dengan styrofoam, atau seng/asbes dicat khusus yang mengandung isolator → suhu dalam kandang turun 3 – 4 o  Atap alang-alang akan menyebabkan ruangan kandang lebih lembab dan lebih efektif meredam panas dibandingkan dengan atap rumbia, karena dapat menahan air lebih lama.  Atap dengan bahan tanah (genting) efektif meredam panas matahari daripada seng atau asbes. Bahan galvanis (seng plus aluminium) baik pula untuk atap kandang dalam mengurangi kelembaban.  Genting, asbes, aluminium atau seng dalam penggunaannya secara berturut- turut akan menyebabkan udara semakin lebih kering atau kelembaban kandang semakin rendah.

5 BPP IX/Aspek Teknis5  Di dataran rendah, penggunaan atap yang dapat mempertahankan kelembaban lebih lama adalah lebih baik (misal genting, alang-alang, dsb). Di dataran tinggi, penggunaan seng, aluminium akan lebih baik.  “Heat stress” umumnya muncul siang hari antara jam 11 – 13 → gunakan atap kandang dengan isolator tinggi untuk meredam panas matahari.  Tipe atap pada kandang ayam mengacu kepada banyaknya ayam dipelihara dalam satu kandangnya dan berapa V (kandang bersusun 3), karena berkonsekuensi terhadap sirkulasi udara. Untuk doble V atau lebih perlu atap monitor bahkan monitor ganda untuk mencegah cekaman panas dan menambah cahaya masuk, dan mengurangi efek kotoran basah (amonia).

6 BPP IX/Aspek Teknis6 Produksi telur maksimum 18 – 21 o C Konversi pakan 24 – 28 o C Berat telur 18 – 28 o C Pullets 21 – 24 o C Kandang layer 24 – 28 o C Heat Index Peristiwa yang dapat terjadi 150 atau kurang Biasanya tidak ada masalah “heat stress” 155 Batas line – mulai terjadi “loss performance” 160 Ternak mengurangi pakan, konsumsi air minum naik 165 Kematian sudah mulai, kerusakan permanen pada paru-paru dan “cardiovasculer system” 170 Kematian yang tinggi mulai terjadi Index = Suhu ( o F) + Kelembaban (%) Optimum Temperatur untuk Performance Ayam Petelur

7 BPP IX/Aspek Teknis7 Komponen Suhu ( o C) Genteng Ayam Air minum Perubahan Suhu Pagi dan Siang Terhadap Kondisi Kandang Ayam Warna tubuh hitam menyerap panas 90 % Warna tubuh putih hanya menyerap panas 60 % Ternak yang warna bulunya lebih gelap mudah mengalami “heat stress”. Ternak berbulu gelap lebih baik dikandangkan

8 BPP IX/Aspek Teknis8 Heat stress pada ternak menyebabkan : Heat stress pada ternak menyebabkan : 1. Peningkatan angka kematian 2. Penggunaan energi secara berlebihan untuk mempertahankan suhu tubuh, hingga mengakibatkan turunnya bobot tubuh. 3. Meningkatkan konsumsi air dan mengurangi hasil produksi secara keseluruhan 4. Menyulitkan pencapaian target “feed cost ratio” 5. Mempengaruhi ketebalan lemak pada babi 6. Mempengaruhi produktivitas telur 7. Mempengaruhi kualitas karkas broiler dan babi.

9 BPP IX/Aspek Teknis9  Keadaan Pepohonan,- Dataran tinggi umumnya dikelilingi pepohonan yang lebat, kandang yang terlalu rimbun dan pepohonannya tinggi menyebabkan sirkulasi udara terganggu → Jarak terluar kandang minimal 5 m dengan pagar. Pepohonan yang rimbun baik apabila ditanam sekililing “cooling yard” untuk pendinginan. Bila akan membuat pepohonan sebagai “wind breaker” jarak dari kandang terluar sekitar 40 m dengan ketinggian pohon minimal 4 m → angin yang membawa debu dan mikroorganisme akan terpatahkan tetapi cahaya matahari pagi bisa masuk ke dalam kandang.

10 BPP IX/Aspek Teknis10  Tekstur Tanah,- Dataran rendah umumnya tanah berpasir dan berjenis tanah merah → sangat baik untuk menyerap ekskreta (cairan dalam limbah), hingga amonia tidak begitu menyengat, penyakit pernafasan bisa dikurangi. Dataran tinggi biasanya bertanah liat, sulit menyerap ekskreta. Usahakan kandang harus lebih tinggi dari tanah (1,5 – 2 m). Dataran tinggi biasanya bertanah liat, sulit menyerap ekskreta. Usahakan kandang harus lebih tinggi dari tanah (1,5 – 2 m). Mendirikan “yard” di atas tanah liat (berlempung) lebih baik, karena di sini terjadi mobilitas ternak besar yang akan menyebabkan kerusakan permukaan tanah. Kerusakan akibat “treading” dan “poaching” pada tanah liat lebih rendah. Mendirikan “yard” di atas tanah liat (berlempung) lebih baik, karena di sini terjadi mobilitas ternak besar yang akan menyebabkan kerusakan permukaan tanah. Kerusakan akibat “treading” dan “poaching” pada tanah liat lebih rendah.

11 BPP IX/Aspek Teknis11 Pendirian Yard di lahan terbuka, walaupun terjadi pelumpuran tetapi permukaan tanah akan cepat kering karena matahari menyinari penuh sepanjang hari. Angin bergerak bebas hingga CO 2, metan, amonia mudah digantikan dengan O 2. Debu pada lahan tanah liat akan sedikit kurang. Pendirian Yard di lahan terbuka, walaupun terjadi pelumpuran tetapi permukaan tanah akan cepat kering karena matahari menyinari penuh sepanjang hari. Angin bergerak bebas hingga CO 2, metan, amonia mudah digantikan dengan O 2. Debu pada lahan tanah liat akan sedikit kurang.

12 BPP IX/Aspek Teknis12 SYARAT MEMBANGUN KANDANG 1. Kelembaban dan temperatur harus ideal (< 30 o C, R H 65%) 2. Hindari pepohonan rimbun di sekitar lokasi, bila kelembaban tinggi tidak diperlukan. 3. Hindari pembuatan kandang di cekungan, karena mengganggu sirkulasi udara. 4. Pilih tekstur tanah merah dan berpasir, agar “by product” dari ekskreta terserap. 5. Siapkan kebutuhan air minum, sebelum kandang berdiri. Suplay air minum jangan terganggu.


Download ppt "BPP IX/Aspek Teknis1 ASPEK TEKNIS PENDIRIAN KANDANG  Daerah dimana ternak dapat hidup tenang dan nyaman disebut “comfort zone”  Daerah tropis : suhu."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google