Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh: Dr. CHUSNUL CHOTIMAH, M.Ag.  PUBLIC = MASYARAKAT?  LOBBY = HUMAS?  PERIKLANAN = HUMAS?  PROMOSI = HUMAS?  PUBLISITAS = HUMAS?

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh: Dr. CHUSNUL CHOTIMAH, M.Ag.  PUBLIC = MASYARAKAT?  LOBBY = HUMAS?  PERIKLANAN = HUMAS?  PROMOSI = HUMAS?  PUBLISITAS = HUMAS?"— Transcript presentasi:

1 Oleh: Dr. CHUSNUL CHOTIMAH, M.Ag

2  PUBLIC = MASYARAKAT?  LOBBY = HUMAS?  PERIKLANAN = HUMAS?  PROMOSI = HUMAS?  PUBLISITAS = HUMAS?

3  Fungsi manajemen yg diadakan u menilai dan menyimpulkan sikap2 publik, menyesuaikan kebijakan dan prosedur instansi atau organiasasi dengan kepentingan umum, menjalankan program u mendapatkan pengertian dan dukungan masyarakat.

4  Kegiatan u menanamkan dan memperoleh pengertian, goodwill, kepercayaan, penghargaan pada dan dari publik suatu badan khusus atau masyarakat pada umumnya

5  Kegiatan u mengembanngkan opini publik yang positif thd suatu lembaga, publik harus diberi penerangan yang menyangkut kepentingan mereka, sehingga dg demikian akan menimbulkan pengertian dan saran daripadanya yg harus diperhatikan lembaga bersangkutan

6  Das sein:  Public Relations adalah menjalin hubungan yang baik relationship “good will” antara individu, institusi dengan publik. Langkahnya melalui menjalin komunikasi yg baik, hub relasi yg baik, kerjasama, partisipasi, dll.  Fungsi Public Relations: to inform the public, to persuade, and to integrate.

7  PR adalah komponen penyempurna manajemen  membentuk dan memelihara relasi yang saling menguntungkan antara organisasi dengan publiknya.  Menurut Jefkins public relations = suatu bentuk komunikasi yang berlaku terhadap semua jenis organisasi, baik yang bersifat komersial maupun yang bersifat non komersial, di sektor publik (pemerintah) maupun privat (pihak swasta). Frank Jefkins, Public Relations, terj: Aris Munandar, (Jakarta : Erlangga, 1992), h. 2.

8  Dalam organisasi yg bersifat profit:  PR merupakan hal yang sangat urgent, sebagai mediator hub yg baik antara organisasi dg publik, mengatur reposisi peran maupun strategi untuk mencapai goals organisasi.  PR ditempatkan dalam struktur organisasi manajemen lini yang memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan top manajer

9  Das Sollen  Sementara itu dlm organisasi non profit (lembaga pendidikan), PR belum begitu mendapat tempat, dan dimasukkan dalam kategori manajemen penyempurna.  Artinya, tanpa adanya public relations suatu organisasi sudah bisa berjalan, namun dengan tertatih-tatih dan tidak mampu berkembang dengan baik  Kenyataannya di lapangan, lembaga pendidikan, belum sepenuhnya menempatkan PR secara khusus dalam organisasinya

10 Pemahaman ttg PR • Cutlip mendefinisikan public relations sebagai fungsi manajemen yang membentuk dan memelihara relasi yang saling menguntungkan antara organisasi dengan publiknya. Keberhasilan atau kegagalan public relations ini tergantung bagaimana membentuk dan memelihara relasi yang saling menguntungkan itu. • Edward L Bernays, public relations adalah upaya mendorong masyarakat untuk memiliki pemahaman dan etika yang baik • The British Institute of Public Relations, public relations adalah upaya untuk membangun dan memelihara saling pengertian antara organisasi dengan public.

11  Onong, dalam public relations harus ada dua aspek yaitu; 1. sasaran public relations: internal public dan external public. 2. kegiatan public relations: komunikasi. Komunikasi bukan sekedar publikasi atau marketing, ttp lebih dari itu mampu menjalin hub yg baik dg publik Tujuan dari kegiatan PR tsb untuk mendapatkan good image di hadapan publik

12 CPR MPR Komunikasi pemasaran Personal Branding Product branding Corporate branding Industrial branding CITRA  Pelanggan  Pemerintah  Komunitas lokal  Lembaga keuangan  Pemasok  Pembeli  Media  Kelompok penekan  karyawan IDENTITAS Filosofi lembaga Budaya perusahaan Wujud: logo, warna, simbol, dll

13 Model Komunikasi 2 arah model Scramm Dekoder Komunikator B Incoder Dekoder Komunikator A Incoder Pesan A Pesan B Konteks hubungan

14 Hub Segitiga Public Opinion dalam Teori Agenda Setting Walter Lippman Menentukan proses social culture kelompok Pesan persuasif Membentuk/men gganti definisi perilaku yg disetujui secara sosial untuk anggota kelompok Mencapai perubahan arah perilaku lahiriyah Tempat Kejadian Tindakan Persepsi Tindakan Tanggapan Berdasar Persepsi

15 Faktor Penentu  Latar belakang budaya  Pengalaman masa lalu  Nilai-nilai yg dianut  Berita yg bercabang Faktor Penentu  Latar belakang budaya  Pengalaman masa lalu  Nilai-nilai yg dianut  Berita yg bercabang Perseps i OpiniKonsen sus Opini Public SIKAP Afektif Behavior Cognitif Afektif Behavior Cognitif CITRA

16  1) Ta’aruf (saling mengenal)  (2) Tafahum (saling memahami)  (3) Tarahum (saling mengasihi)  (4) Ta’âwun (saling kerjasama)  (5) Takaful (saling menanggung) Mulyono, “Urgensi Manajemen Humas Pada Lembaga Pendidikan Islam” dalam El-Jadid Jurnal Ilmu Pengetahuan Islam, Vol.8, No , h. 9

17

18 KomponenAspek Komunikas i IslamBarat KomunikatorWhoOtoritatif,Tuhan, Jibril, Manusia, anggota masyarakat Otoritatif pada awal MassageSays get what Wahyu, hadits, interpretasi ulama, ajaran Islam Apa saja bisa dijadikan media What abaout Tauhid, ibadah, talabul ilmi, muamalah, interaksi sosial Power, stabilitas sosial, gap, knowledge, profit WhyTugas amar ma’ruf nahi munkar Profit, material atau inmaterial, power, politik, pelayanan Komunik an To or from whom Tuhan-malaikat Tuhan-manusia Manusia-Tuhan Manusia-manusia Diri-diri Manusia-manusia

19 ChannelWhenAda pemilahan waktu dan acara In what mannerDisesuaikan dengan situasi Under what circumtance Disesuaikan Which what channelSemua media yang mungkin EffectWhyNasehat menasehati, amar ma’ruf nahi munkar Profit, kemanusiaan, human right, kepuasan diri What effectBaldah thayyibah, keberadaan saling berkomunikasi untuk mengingatkan Kemakmuran ekonomi, kesetaraan, modernisasi

20  TANDUR MA QALA WALA TANDUR MAN QALA  WE CAN NOT NOT COMMUNICATE  LIDAH TAK BERTULANG  LIDAH LEBIH KEJAM DARI PADA PEDANG  KESELAMATAN MANUSIA TERLETAK PADA LIDAHNYA

21  Menggunakan perkataan yang benar = qawlan sadidan (Q.S.al- Nisa’/3: 9)  Menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta berbekas pada pihak lain = qawlan baliighan  Menggunakan komunikasi yang menyenangkan pihak lain= qawlan karima  Menggunakan bahasa komunikasi yang mulia = qawlan maisuˆran  Menggunakan bahasa komunikasi yang agung =qawlan ‘adziman  Menggunakan bahasa komunikasi yang baik = qawlan ma’rufan  Menggunakan bahasa yang lemah lembut = لَيِّنًا قَوْلًا  Menggunakan sistem kelompok atau kerjasama dengan pihak lain dalam suatu urusan (terorganisir, ter-manage)  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا خُذُوا حِذْرَكُمْ فَانْفِرُوا ثُبَاتٍ أَوِ انْفِرُوا جَمِيعًا (71)  Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama! (Q.S.al-Nisa’/3:71)

22  manajer public relations harus mampu bermasyarakat dan mengajak masyarakat dengan hikmah dan pelajaran yang baik. Secara etimologi hikmah adalah bentuk masdar dari hakama, yang berarti kebijaksanaan. Dan dalam al-Qur'an, kata hikmah ini tertera sebanyak 20 kali dalam 19 ayat termuat dalam 11 surah, yaitu Q.S. al-Baqarah/2: 129, 151, 231, 269, Q.S. Ali Imran/3: 48, 81, 164, Q.S. al-Nisa/4: 54, 113, Q.S. al-Maidah/5: 11, Q.S. al-Nahl/16: 125, Q.S. al-Isra'/17: 39, Q.S. Luqman/31: 12, Q.S. al-Ahzab/33: 20, 34, Q.S. Al-Zuhruf/43: 63, Q.S. al- Qamar/54: 5, Q.S. al-Jumu'ah/62: 2.  tafsir Mafaˆtihul Ghaib, menurut Muqatil, secara umum kata hikmah yang tertera dalam al-Qur'an memiliki empat makna, yaitu: nasehat-nasehat al-Qur'an (Q.S. al-Nisa'/4: 114), pemahaman dan pengetahuan (Q.S. Luqman/31: 12), kenabian (Q.S. al-Nisa'/4: 57) dan rahasia-rahasia al-Qur'an (Q.S.al- Nahl/16: 125).  kesimpulannya, seorang manajer yang melakukan public relations harus mempunyai pengetahuan atau ilmu, pemahaman, perkataan dan perbuatan sehingga menjadikan seseorang tersebut mampu beramal dan menempatkan sesuatu pada tempatnya supaya dapat mengajak masyarakat untuk berpartisipasi di dalamnya.

23 1. Mampu menjadi mediator dalam menyampaikan komunikasi secara langsung (komunikasi tatap muka) dan komunikasi tidak langsung (melalui media) kepada pimpinan lembaga dan publik interen (guru, karyawan, dan siswa). 2. Mendukung dan menunjang kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan mempublikasi lembaga pendidikan. 3. Menciptakan suatu citra yang positif terhadap lembaga pendidikannya.

24 4. Membantu mencari solusi dan menyelesaikan masalah antar lembaga pendidikan dengan masyarakat 5. Public Relations bertindak sebagai mediator untuk membantu kepala sekolah mendengarkan kritikan, saran, dan harapan masyarakat, dan sebaliknya public relations juga harus mampu menjelaskan informasi dan kebijakan dari kepala sekolah. 6. Public relations membantu mengatasi permasalahan yang terjadi pada lembaga pendidikan dengan memberikan masukan kepada pimpinan.

25 1. Public relations bekerja dengan realitas (fakta), dan buk an fiksi. 2. Public relations bekerja dengan publik (khalayak aktif) dan tid ak didasarkan pada hubungan secara pribadi. 3. Public relations dituntut menggunakan media massa 4. Public relations menjembatani hubungan antara orga nisasi dengan publiknya 5. Public relations harus bisa menggunakan riset opini publik ya ng dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan

26 6. Public relations juga harus mampu menggunakan pend ekatan keilmuan 7. Public relations membutuhkan aplikasi multidisip lin ilmu 8. Praktisi public relations harus waspada terhadap masal ah yang terjadi 9. Praktisi public relations harus bisa dinilai berdasarkan ethical performance-nya. Newsome, Doug, Turk, Judy Vanslyke, dan Krucke be rg, Dean


Download ppt "Oleh: Dr. CHUSNUL CHOTIMAH, M.Ag.  PUBLIC = MASYARAKAT?  LOBBY = HUMAS?  PERIKLANAN = HUMAS?  PROMOSI = HUMAS?  PUBLISITAS = HUMAS?"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google